LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGUNDANG RASA SIMPATI PARA PENGUJI


__ADS_3

Mendengar namanya di panggil, Guo Yun pun melangkah maju.


Dengan sikap tenang dia menghampiri Toya baja yang tertancap di atas lantai, hampir setengahnya masuk kedalam lantai.


Kemunculan Guo Yun langsung menarik perhatian para murid wanita yang ada di Shu Yuan.


Terutama kedua gadis teman Gongsun Li, yang pernah bertemu dengan nya didepan pintu gerbang.


Mereka berdua terlihat sangat antusias dan segera menyenggol Gongsun Li.


Memberi kode padanya agar melihat kearah Guo Yun.


Tapi Gongsun Li hanya melirik sekilas saja, dia lalu kembali meneruskan mengajak ngobrol ke Ching Ke.


Ching Ke sendiri hanya menanggapinya dengan senyum dan anggukan kepala, tidak berkata apa-apa, juga tidak memberikan tanggapan serius.


Dia lebih sibuk memikirkan kekalahannya dan berencana untuk berlatih lebih keras agar tidak kalah dari Li Ba si idiot itu.


Guo Yun sendiri setelah memegang Toya baja itu dengan gerakan santai dia mencabutnya dari atas lantai.


Dia mengangkatnya keatas melakukan putaran ringan seperti yang di tunjukkan oleh Li Ba.


Lalu dia meletakkan kembali posisi Toya di tempat awal.


Lalu Guo Yun menuju ke tempat ujian kedua.


Mo Zi menatap Guo Yun dengan seksama, jelas terpancar rasa kagum di matanya.


Tadi dia sudah sempat melihat hasil ujian tertulis Guo Yun.


Semua jawaban Guo Yun sangatlah memuaskan nya.


Terutama strategi militer yang di usulkan oleh Guo Yun, sangat detil dan brilian.


Hal ini menunjukkan Guo Yun sangat menguasai dan berbakat di bidang itu.


Terhadap kesejahteraan rakyat, meski tidak terlalu bagus, tapi itu juga tidak jelek.


Hal ini menunjukkan bahwa Guo Yun sangat cocok menjadi jendral, tapi kurang pas untuk menjadi penguasa yang bijak.


Hal itulah yang sementara di temukan oleh Mo Zi atas diri Guo Yun.


Guo Yun yang beralih ke ujian angkat beban, dengan tanpa kesulitan dia mengangkat beban itu keatas kepala nya.


Lalu dia menaruh kedua beban itu kembali ketempatnya, sebenarnya Guo Yun bisa saja melakukan seperti yang di tunjukkan oleh Li Ba.


Tapi Guo Yun tidak mau melakukannya, dia ingat dengan pesan Fan Li, agar dia selalu bersikap rendah hati jangan suka pamer.

__ADS_1


Sehingga dia akan sulit di baca oleh lawan, karena kemampuan sebenarnya tidak ada yang tahu.


Setelah Guo Yun menyelesaikan ujiannya dengan baik, tepuk tangan datang dari bangku penonton terdengar cukup meriah.


Terutama tepuk tangan yang berasal dari kaum hawa di Shu Yuan.


Mereka semua terlihat sangat bersemangat memberikan dukungan kepada Guo Yun, yang memiliki wajah tampan, tidak kalah dari Ching Ke.


Guo Yun yang beralih menuju ujian ketiga, tanpa kesulitan sama sekali, patung arca singa yang berat itu, juga berhasil dia angkat, dengan santai keatas kepala.


Lalu dia letakkan kembali dengan pelan kembali ketempat semula.


Setelah menyelesaikan tahap ujian pertama, Guo Yun pun di persilahkan menuju tahap ujian kedua yaitu memanah.


Di sini Guo Yun menggunakan busur dan anak panah yang di sediakan, untuk menyelesaikan satu persatu ujiannya sesuai peraturan.


Dia tidak menambah ataupun mengurangi semua dia jalankan sesuai standar.


Tapi meski begitu Guo Yun selalu memberikan hasil, yang sangat memuaskan pada setiap ujiannya.


Setelah berhasil melewati proses ujian memanah, Guo Yun pun melangkah menuju arena satu lawan lima.


Guo Yun menerima dua buah tongkat, yang bisa di gunakan untuk melindungi diri sekaligus menyerang balik.


Guo Yun yang di kepung oleh Lima orang.team penguji, begitu acara di mulai .


Dia langsung di kepung dari lima arah dan diserang oleh kelima orang itu secara berganti gantian.


Satu per satu pengepungnya, Guo Yun tumbangkan dengan jurus sederhana cepat dan akurat.


Hal ini membuat para pengepungnya, hanya dalam tempo singkat,.sudah terkapar diatas tanah, sambil memegangi tulang kering mereka masing-masing.


"Kalian tidak apa-apa ?"


"Maaf aku turun tangan terlalu berat.."


ucap Guo Yun berjongkok diantara mereka.


Lalu dia membantu mereka satu persatu untuk kembali.


Guo Yun membantu mereka berlima turun kebawah mimbar.


Setelah itu dia baru naik lagi keatas mimbar, bersiap menghadapi ujian berikutnya.


Sikap Guo Yun tersebut cukup banyak mengundang orang yang hadir disana, untuk merasa bersimpati pada nya.


Termasuk Gongsun Li yang tadinya, bersikap cuek terhadap kehadiran Guo Yun, kini dia memiliki sedikit pandangan berbeda terhadap Guo Yun.

__ADS_1


Guo Yun menginjak ke ujian satu lawan sepuluh, di sini juga tidak banyak perbedaan yang Guo Yun lakukan, dengan gerakan yang cepat dan gesit.


Guo Yun berhasil menghindari tiga pentungan yang diarahkan kedirinya.


Lalu sambil menghindar kebawah, Guo Yun memukuli ujung jempol kaki ketiga orang itu.


Saat mereka menjerit kesakitan sambil mengangkat kaki sebelah.


Saat itulah dengan gerakan cepat, Guo Yun menjegal sisa kaki ketiga lawannya, yang tinggal sebelah sebagai penopang tubuh.


Begitu di jegal sambil di dorong sedikit saja, ketiga orang itu langsung roboh terjengkang kebelakang.


7 orang lawan yang tersisa, langsung mengejar dan mencecar Guo Yun secara bertubi-tubi dengan sepasang tongkat mereka, tapi Guo Yun dengan gesit selalu berhasil menghindarinya.


Sambil menghindar Guo Yun langsung memberikan serangan balasan yang cepat dan akurat


Setiap serangan balasan Guo Yun selalu berhasil membuat pengepungnya tumbang.


Kebanyakan dari mereka yang di incar oleh Guo Yun adalah kaki mereka.


Bagian tulang kering adalah bagian favoritnya Guo Yun, 4 dari 7 orang rubuh semua karena di hantam tulang keringnya oleh Guo Yun.


Sedangkan tiga sisanya terkena sodokan tongkat tepat di ulu hati, yang membuat mereka langsung jatuh meringkuk tak mampu berdiri.


Guo Yun menghampiri kesepuluh orang itu satu persatu, membantu mengurut dan menotok tubuh mereka.


Untuk mengurangi rasa kesakitan yang mereka alami.


"Kalian tidak apa-apa, ? maaf ya ? bila aku terlalu serius dan keras dalam latihan ini.."


ucap Guo Yun berulangkali mengajukan permohonan maaf kepada para pengujinya.


"Kami tidak apa-apa terimakasih Adik Yun.."


ucap mereka tersenyum ramah setelah rasa nyeri yang mereka alami hilang.


Sikap Guo Yun yang penuh simpati dan ramah, membuat para penguji semakin merasa senang dengan nya.


Mo Zi di tempatnya juga mengangguk angguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Guo Yun turun dari mimbar sambil membantu memapah beberapa penguji, yang kondisi cederanya, membuat mereka sulit berjalan.


Beberapa diantara mereka yang lukanya cukup parah adalah yang terkena hantaman tongkat di jempol kaki mereka.


Hantaman tersebut tanpa sengaja, membuat kuku mereka sedikit pecah dan merekah.


Hal inilah yang membuat rasa nyeri dan perih, yang mereka alami sulit hilang, jalan pun sedikit pincang pincang.

__ADS_1


Setelah ujian selesai, Guo Yun dan peserta ujian lainnya, di persilahkan untuk pulang,


3 Hari kemudian mereka boleh kembali untuk melihat hasil ujian mereka, apakah mereka di terima atau di tolak oleh Shu Yuan.


__ADS_2