LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SAMBUTAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Pergerakan putranya segera menyadarkan dirinya dari lamunan.


Karena putranya meronta ronta, ibu muda itu, jadi merasakan ada sesuatu yang mengganjal di balik baju putranya.


"Ya ya ya..Ming Ming.."


"Kamu jangan meronta dulu, dengarkan ibu dulu ya.."


"Ming Ming kan anak baik dan sudah berjanji akan menurut sana ibu,.. benar tidak.."


Ucap Ibu muda itu berusaha menenangkan putranya, sekaligus dia memasukkan tangannya untuk memeriksa saku baju anak nya.


Dengan heran, ibu muda itu mengeluarkan sebungkus kantong kain yang cukup berat di dalam genggaman tangannya.


Ibu muda itu segera bergegas meninggalkan keramaian sambil tetap menggendong putranya.


Dia mencoba mencari tempat yang agak sepi, untuk memeriksa isi kantong kain hitam di tangan nya itu.


Saat ibu muda itu memeriksa isi kantung tersebut, sepasang matanya langsung membelalak kaget.


"Ahh ini..?"


ucap nya kaget sambil menatap isi kantung di tangan nya yang penuh berisi uang Tael emas.


Wanita itu segera menyadari dari siapa uang ini berasal.


Dia buru buru menatap kearah Guo Yun yang kini sudah bergerak menjauh, hanya bayangan punggung nya, di kejauhan sana yang sempat terlihat.


Wanita itu segera mengajak putranya untuk berlutut dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Guo Yun.


Wanita itu terlihat tersenyum dengan airmata bercucuran, dia sangat terharu dan merasa menyesal telah menduga yang bukan bukan atas kebaikan Guo Yun yang tulus tanpa pamrih.


Guo Yun sengaja menyimpan uang di saku baju anaknya secara diam diam.


Itu membuktikan Guo Yun membantu dengan tulus, muncul dari hatinya yang terdalam, bukan sedang mencari popularitas.


Seperti kebanyakan dan kebiasaan yang di lakukan oleh pejabat, bangsawan, kaum birokrat dan konglomerat.


Sementara itu Guo Yun dan rombongannya, tanpa kesulitan berarti.


Mereka sudah meninggal kan Han Gu Kuan menuju Tong Kuan.


Han Gu Kuan, adalah benteng pertahanan pintu belakang kota Luo Yang.


Sedangkan Tong Kuan adalah pintu gerbang menuju kota An Yi.


Kita berikut nya yang menjadi target Guo Yun sebelum berangkat menuju Xian Yang.


Saat tiba di Tong Kuan, Guo Yun dan seluruh pasukannya, sangat kaget melihat penyambutan di luar dugaan, yang di lakukan oleh penduduk kota tersebut.


Di depan pintu gerbang Tong Kuan, terlihat berduyun duyun rakyat kota An Yi datang memberikan sambutan terhadap kedatangan Guo Yun.

__ADS_1


Mereka bahkan sudah mengikat para pejabat dan Komandan pasukan Qin, yang terlihat berlutut di sana dengan kepala tertunduk.


Seperti kota Luo Yang, kota An Yi juga hanya di jaga oleh sedikit pasukan Qin.


Kabar kedatangan Guo Yun dan pasukannya, yang sudah menahlukkan Luo Yang, sudah terdengar sampai kesana.


Sebelum Guo Yun dan pasukan besarnya tiba.


Perlakuan Guo Yun terhadap pasukan Qin dan pejabatnya, yang menyerah, terutama perlakuan nya terhadap rakyat kecil.


Sudah menyebar luas sampai kekota An Yi.


Sehingga akhirnya para penduduk di bantu oleh prajurit penjaga keamanan kota.


Mereka memberontak membekuk gubernur kota An Yi dan komandan pasukan keamanan kota An Yi, yang sudah lama mereka benci.


Karena kedua orang itu kerjanya hanya memeras rakyat, untuk menyenangkan yang di atas.


Menjalankan kegiatan kerja, hanya mencari popularitas dan keuntungan pribadi.


Sering merusak mata pencaharian rakyat, lebih mementingkan bonus bonus di bawah tangan, yang di berikan oleh pihak pihak tak bertanggung jawab, yang hendak bekerja sama dengan mereka.


Kedua pejabat yang bertanggung jawab penuh di kota An Yi, terlihat sangat menyedihkan.


Mereka berdua dalam posisi terikat, di paksa berlutut dengan seluruh tubuh hingga ke kaki terikat.


Mereka juga di masukkan kedalam kerangkeng Ba BI.


Tidak kalah dengan aroma bau tempat sampah.


Guo Yun dengan heran memberi tanda agar pasukan nya berhenti bergerak.


Dia hanya di temani oleh Han Wei Ying Wu dan A Fu.


Berjalan menghampiri kerumunan rakyat kota An Yi.


Kedatangan Guo Yun di sambut baik oleh beberapa pemimpin rombongan rakyat kota An Yi.


"Selamat datang Yang Mulia Raja Guo Yun, kami rakyat kota An Yi sudah lama menantikan kedatangan Yang Mulia.."


ucap Beberapa orang yang maju menyambut kedatangan Guo Yun dengan berlutut di hadapan Guo Yun.


"Kalian semua bangunlah tidak perlu peradatan.."


ucap Guo Yun cepat sambil membantu mereka semua berdiri.


"Apa yang terjadi di sini..?"


tanya Guo Yun heran.


Karena dia benar benar tidak mengerti dengan keadaan dan pemandangan di hadapannya.

__ADS_1


"Begini Yang Mulia.."


Jawab salah satu dari perwakilan rakyat kota An Yi memberikan penjelasan secara lengkap.


Guo Yun setelah beberapa saat dengarkan penjelasan dan bertanya jawab dengan mereka.


Guo Yun akhirnya menoleh kearah Jendral Fu dan berkata singkat,


"Jendral Fu, hubungi lagi gubernur Liu agar mengirim petugas sementara kemari.."


"Han Wei kamu urus kedua pejabat itu.."


"Ying Wu kamu pimpin pasukan buat perkemahan di balik gerbang Tong Kuan.."


"Kita makam ini beristirahat di sini.."


"Besok pagi sebelum matahari terbit, kita langsung melanjutkan perjalanan ke Xian Yang.."


"Siap Yang Mulia.."


ucap mereka bertiga secara bergantian, setelah menerima titah dari Guo Yun.


Guo Yun sendiri dengan tenang berbaur dengan penduduk kota An Yi memasuki gerbang Tong Kuan, tanpa pengawalan.


Ying Wu segera mengatur pasukannya, bergerak rapi menyusul Guo Yun dari jarak batas tertentu.


Agar barisan pasukan besarnya tidak menakuti penduduk kota An Yi, seperti kebiasaan tuannya yang sangat menghargai rakyat kecil.


Guo Yun mengikuti rakyat kota An Yi memasuki kota An Yi, Ying Wu setelah mendelegasikan wewenang persiapan pembangunan kemah.


Dia segera membawa 15 pasukan harimau hitam menyertainya memasuki kota An Yi, untuk melakukan pengawalan dari jarak jauh.


Mereka hanya melaksanakan syarat saja, Guo Yun sendiri sebenarnya sudah lebih dari cukup.


Tidak akan ada bahaya yang bisa mengancam Guo Yun, apalagi cuma rakyat biasa yang berada di sekitarnya.


Guo Yun berbaur dan mendengarkan keluh kesah beberapa perwakilan pimpinan masyarakat kota An Yi.


Tapi saat mereka menawarkan perjamuan, Guo Yun langsung menolaknya secara halus.


"Terimakasih atas niat baik kalian, tapi aku sendiri masih banyak pekerjaan lain."


"Jadi mohon maaf bila aku tidak bisa mengikuti perjamuan.."


"Bila anda anda tidak berkeberatan."


"Saran saya, lebih baik perjamuan ini,.di berikan keseluruh rakyat An Yi, agar semuanya bisa ikut menikmatinya bersama sama.."


Ucap Guo Yun sambil menatap serius, kearah para pemuka masyarakat kota An Yi.


Mereka yang hadir menyambut baik usulan Guo Yun, diam diam mereka semua di dalam hati, semakin kagum dengan sifat Guo Yun yang rendah hati dan sangat baik itu.

__ADS_1


Mereka semua benar benar berharap, suatu hari mereka benar benar akan di bawah pemimpin yang sangat baik ini.


__ADS_2