
""Siap Yang Mulia.."
Ucap Liu Qin Lung cepat.
"Ada pesan lainnya Yang Mulia.?"
tanya Liu Qin Lung kembali.
"Ohh ya hampir lupa, untuk memudahkan menemukan jejak mereka, di setiap restoran penginapan, coba perhatikan gambar bunga Lili di setiap sudut bangunan.
"Itu adalah kode rahasia keberadaan nya ."
ucap Si Si cepat.
"Siap Yang Mulia,.."
"Bila tidak ada hal lainnya, Qin Lung segera berangkat sekarang.."
ucap Liu Qin Lung sambil bersiap siap untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Pergilah, cepat pergi cepat kembali.."
"Hati hati di jalan.."
ucap Si Si mengingatkan.
Liu Qin Lung mengangguk cepat dia lalu memacu kudanya meninggalkan tempat itu.
Si Si segera mengambil alih kekuasaan militer pasukan yang Liu Qin Lung tinggalkan.
Setelah itu dia di kawal oleh Ling Tong dan Zhang Yi segera berangkat menuju mulut lembah di sisi barat.
Sementara Si Si memimpin pasukan nya bergerak untuk pergi memberikan pertolongan.
Gongsun Li yang di seberang parit tinggal berdua bersama tunggangan nya.
Mereka tidak punya jalan mundur, karena jalan mundur mereka telah tertutup oleh kobaran api yang menyala-nyala.
Di sisi lain, di arah berlawanan, terlihat bendera kebesaran Qin dan Bendera perdana menteri Li Si berkibar di sana.
Sejauh mata memandang Gongsun Li hanya melihat barisan pasukan Qin yang memegang tameng dan tombak di tangan terlihat berbaris rapi.
Meng Yu kini terlihat sudah berada di barisan tengah, satu kereta dengan perdana menteri Li Si.
Mereka di kawal oleh pasukan Qin yang berlapis lapis.
Gongsun Li menepuk nepuk.leher kuda kesayangan nya dengan lembut dan berkata,
"Sahabatku mungkin hari ini kita tidak akan berhasil selamat.."
"Apa kamu merasa takut teman ?"
Kuda itu seolah olah mengerti dengan ucapan pemiliknya.
Dia mengedikkan kepalanya tinggi tinggi sambil mendengus dengus.
Kedua kaki depan nya, terlihat mengais ngais tanah di hadapan nya.
Dia seolah olah ingin berkata kepada tuannya, dia tidak merasa gentar sama sekali.
"Bagus sahabat ku, mati kita berjuang bersama untuk yang terakhir kalinya.."
ucap Gongsun Li, lalu dia melompat keatas punggung kudanya.
Gongsun Li mengangkat tombak Naga putih nya teracung kedepan dan berteriak keras,
"Siapa yang tidak takut mati, silahkan maju..!"
__ADS_1
Gongsun Li menjalankan kudanya dengan pelan mendekat kearah musuh nya yang berbaris rapi di sana.
"Bagaimana !? apa Qin begitu penakut,!? hingga semua Jendral nya memilih bersembunyi layaknya tikus..!?"
ucap Gongsun Li sambil tersenyum mengejek.
Di sebuah kereta perang di mana Li Si dan Meng Yu, berdiri berdampingan.
Seorang jendral muda bertubuh tinggi besar maju menghadap dan berkata,
"Perdana menteri ijinkan Zhang Han pergi menyambut tantangannya.."
Li Si mengangguk pelan dan berkata,
"Pergilah Jendral Zhang, tapi berhati hatilah, kemampuan wanita itu tidak perlu di ragukan lagi.."
"Keempat pengawal Jendral Meng adalah contoh nyata.."
ucap Li Si mengingat kan Zhang Han bawahannya.
Zhang Han mengangguk dan berkata,
"Terimakasih perdana menteri, Zhang Han akan berhati-hati.."
Setelah memberi hormat, Zhang Han segera memacu kudanya keluar dari barisan tengah.
Zhang Han terlihat mengacungkan tombaknya keatas sambil berteriak,
"Zhang Han tiba,..! lekas serahkan nyawa mu..!"
Gongsun Li tersenyum dingin melihat kedatangan Jendral muda bertubuh tinggi besar itu.
Gongsun Li segera memacu kudanya kedepan menyambut kedatangan Zhang Han dengan kecepatan yang sama.
Saat saling berpapasan, Zhang Han langsung melepaskan beberapa tusukan tombak di sertai dengan sambaran tombak kearah Gongsun Li.
Trangggg..!" "Trangggg..!"
Beberapa tusukan di tangkis dengan tenang oleh Gongsun Li, menggunakan tombak Naga Putih nya.
"Wuutttt..!"
Tebasan itu pun dia hindari dengan mudah, dengan cara berbaring tidur diatas punggung kudanya.
Dalam satu kali pertemuan pertama, mereka berdua berpapasan tanpa ada hasil.
Mereka masing masing segera menahan laju gerak kuda mereka.
Setelah itu mereka memutar kudanya kembali untuk saling berhadapan.
Masing masing kembali memacu kuda mereka untuk saling mendekati.
Sekali ini saat berpapasan Gongsun Li langsung menggerakkan tombaknya memapas kearah leher Zhang Han.
Zhang Han buru buru mengangkat tombaknya untuk menangkis serangan Gongsun Li
Trangggg..!!"
Kembali terjadi benturan keras di udara.
"Ahhhhhh..!"
Teriak Zhang Han kaget, sekali ini dia tidak kuat menangkis ayunan tombak Gongsun Li.
Hingga tubuhnya hampir saja terjungkal dari atas punggung kuda tunggangan nya.
Bila kakinya tidak mengait di tali pelana kuda, tubuhnya pasti sudah terjungkal dari atas punggung tunggangan nya.
__ADS_1
Meski tidak sampai terjungkal posisi Zhang Han cukup rawan, kepalanya tergantung hanya beberapa inchi diatas tanah.
Sedangkan kudanya sendiri terus berlari dengan cepat, tanpa tahu penunggangnya sedang tergantung dengan kaki diatas kepala di bawah.
Untungnya Zhang Han cukup lihai dalam menunggangi kuda.
Dengan satu kali dorongan tombak keatas tanah, tumbuh Zhang Han sudah berhasil kembali mumbul keatas.
Zhang Han kembali duduk di atas punggung tunggangan dengan sempurna.
Zhang Han kini menyadari dirinya bukanlah lawan Gongsun Li.
Dia segera memberi hormat dan berkata,
"Sampai bertemu lain kali, Zhang Han mengaku kalah.."
ucap Zhang Han sambil memberi hormat.
Kemudian dengan cepat dia memacu kudanya masuk kembali kedalam barisan pasukan Qin.
"Siapa lagi , !? ayo majulah..!"
teriak Gongsun Li sambil mengangkat tombaknya memberikan tantangan.
Zhang Han langsung menghadap perdana menteri Li Si dan berkata,
"Maaf perdana menteri Zhang Han telah mengecewakan harapan anda "
"Dalam perang kalah menang itu biasa, Zhang Han kamu kembali lah ke barisan mu Sekarang.."
"Terimakasih perdana menteri, ucap Zhang Han sambil memberi hormat.
Setelah itu dengan kepala tertunduk, Zhang Han bergerak kembali ke barisan nya.
Meng Yu yang berdiri di samping perdana menteri Li Si berkata pelan.
"Perdana menteri sebaiknya jangan perdulikan tantangan nya..!"
"Kerahkan pasukan besar segera habisi dia, sebelum barisan besar pasukan mereka tiba."
"Terkecuali bila perdana menteri membawanya kemari.."
ucap Meng Yu mengingatkan.
Perdana menteri Li Si menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Jendral Meng senior Du Gu tidak ikut.."
"Dia ada di Xian Yang melindungi ibukota dan Yang Mulia Ying Zheng di istana nya."
Meng Yu menghela nafas panjang dan berkata,
"Kalau begitu tiada cara lain, segeralah gerakan pasukan kita untuk menangkap nya.."
Perdana menteri Li Si mengangguk pelan dan berkata,
"Kelihatannya memang hanya bisa seperti itu.."
Jendral Li Si segera mengibarkan bendera komando nya, memberi kode agar pasukan nya bergerak maju.
Seribu pasukan berkuda bergerak maju mendekat kearah Gongsun Li dengan sikap mengancam.
Gongsun Li memutar tombak Naga putih di atas kepala nya dan berkata,
"Ayo majulah sekaligus, jangan menunda waktu ku.."
Selesai berkata, dia segera memacu kudanya dengan cepat menghampiri pasukan kuda yang sedang bergerak mendekatinya.
__ADS_1