
Gongsun Li akhirnya menyadari kekeliruan dirinya, sambil tersenyum malu menatap Si Si.
Dia melepaskan pelukannya dari Guo Yun, ingin bergerak mundur menjauh.
Memberi kesempatan kepada Si Si agar maju menggantikan dirinya.
Tapi Guo Yun sambil tersenyum kearah Gongsun Li, dia menggelengkan kepalanya.
Dia malah menarik pinggang langsing Gongsun Li mendekat ke dalam pelukannya.
Di sisi kiri, lalu menarik Si Si kedalam pelukannya dari sisi kanannya.
Sehingga kini Guo Yun kanan kiri memeluk kedua gadi cantik itu.
"Biarkan orang di dunia mengatakan aku kemaruk, memborong semua wanita cantik.."
"Aku tetap akan melakukannya dan tidak akan melepaskan satupun diantara kalian.."
"Karena kalian berdua adalah bagian dari belahan jiwa ku.."
bisik Guo Yun lembut.
Sambil mencium kepala kedua wanita cantik yang sedang memeluknya dengan mata basah, tapi bibir terlihat tersenyum sangat bahagia.
Di sudut lain Min Min yang baru habis berkeliling membuang suntuk, karena di cuekin Guo Yun di dalam kamar.
Saat kembali melihat situasi itu, di mana Guo Yun sedang berkumpul dan berpelukan dengan dua orang gadis cantik.
Dia langsung bisa menduganya, dia buru buru ingin mundur menghindar dan bersembunyi.
Tapi dia tidak bisa terlewat oleh mata Guo Yun yang sedang memeluk Gongsun Li dan Si Si.
"Min Min kemarilah,..! mari ku kenalkan dengan istri ku.."
ucap Guo Yun cepat.
Gongsun Li dan Si Si otomatis ikut menoleh kebelakang, untuk melihat siapa yang di panggil oleh Guo Yun.
Min Min sambil tersenyum canggung melambaikan tangannya kearah Si Si dan Gongsun Li secara bergantian.
Dia berjalan menghampiri mereka, Min Min sedikit takut untuk menyapa Gongsun Li yang berwajah dingin.
Jadi dia memilih menyapa Si Si yang berwajah lembut duluan.
"Kenalkan kak, aku Min Min,"
"Senang mengenal kakak.."
Si Si seperti biasanya dengan suara lembut dan elegan, dia berkata,
",Sama sama adik Min Min kamu cantik sekali.."
Min Min tersenyum malu, lalu dia menoleh kearah Gongsun Li dengan sedikit takut takut berkata,
"Senang berkenalan dengan kakak, aku Min Min.."
__ADS_1
Gongsun Li mengangguk ringan dengan wajah dingin, dia menjawab,
"Aku sudah tahu,.apa hubungan mu dengan suami ku.."
Min Min menelan ludahnya sendiri, sambil menatap kearah Guo Yun sejenak, dengan wajah sedih.
Min Min berkata dengan suara pelan,
"Aku,..aku cuma teman nya.."
Guo Yun menatap Min Min dengan kasihan dan di penuhi rasa bersalah.
Dia berkata,
"Ayo kita masuk saja dulu kedalam.."
"Di sini sangat ramai jadi tontonan orang.."
"Aku akan ceritakan semuanya, di dalam sana.."
"Yuk kita kedalam.."
Gongsun Li dan Si Si yang penasaran dengan cerita pengalaman Guo Yun yang menghilang begitu lama dan kini baru muncul.
Dengan penuh semangat mereka mengangguk dan mengikuti Guo Yun masuk kembali ke dalam restoran yang merangkap penginapan itu.
Saat melewati meja kasir Guo Yun , langsung memesan beberapa macam masakan kesukaan Si Si Gongsun Li dan Min Min.
Ketiga gadis cantik itu tersenyum bahagia menatap Guo Yun.
Setelah memesan makanan, Guo Yun sambil tersenyum lembut berkata,
"Yun ke ke tidak pesan makanan kesukaan Yun ke ke..?"
tanya Min Min pelan.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Aku ikut makan yang ada saja.."
"Kalau bicara masakan yang paling ku suka, semua aku suka."
"Asalkan Li er yang masak, aku semua pasti akan suka dan tidak akan berhenti nambah, sebelum perut ku tidak muat lagi .'
ucap Guo Yun sambil tersenyum menatap kearah Gongsun Li
Gongsun Li sambil menahan senyum, berkata,
"Jangan percaya mulut manisnya, dia suka bicara sembarangan.."
Meski Gongsun Li berkata seperti itu, tapi semua orang bisa melihat jelas, dia sangat bahagia.
Mulut tidak bisa di tipu oleh ekspresi wajah nya, yang telah mengkhianatinya duluan.
Guo Yun sambil tersenyum lebar, berkata.
__ADS_1
"Li Er benar, soal aku suka bicara sembarang, tapi bila soal dirinya dan kalian.."
"Aku meski makan nyali Naga juga tidak berani bicara sembarang.."
"Yuk kita ke kamar.."
ucap Guo Yun cepat, dan melangkah duluan.
Saat melewati restoran banyak pasang mata pria, yang menatap kagum sekaligus iri kepada rombongan tersebut.
Mereka semua sangat kagum dengan ketiga istri cantik Guo Yun, tapi di saat bersamaan mereka juga iri dengan nasib baik Guo Yun yang bisa di kelilingi oleh 3 wanita cantik itu.
Guo Yun dan Ketiga istrinya pura pura tidak tahu dan tidak mau menanggapi sikap dan tatapan para tamu itu.
Selama mereka tidak datang mengusik mereka.
Keempat orang itu terus menaiki undakan tangga, kemudian mereka berempat menghilang kedalam satu kamar.
Di dalam kamar mereka berempat duduk mengelilingi meja.
Guo Yun mulai menceritakan satu. persatu ceritanya mulai dari awal.
Di mulai dari dia di jebak oleh Lu Bu Wei yang menggunakan Kim Bwee Lo sa ke tujuh, untuk menyamar menjadi Gongsun Li.
Menipu nya, lalu menikamnya, kemudian mereka mengeroyoknya hingga terjatuh kedalam jurang..
Gongsun Li yang merasa bersalah dan menyesal dengan mata berkaca-kaca, dia menggenggam erat tangan Guo Yun.
"Maafkan aku Yun Ke ke, ini salah ku.."
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Sudahlah jangan seperti ini, dalam hal ini aku sendiri lah yang paling bersalah .."
Guo Yun lalu melanjutkan ceritanya, tentang dia terseret arus sungai hingga terbentur batu kepalanya dan lupa ingatan, hingga melawan ular putih besar.
Berhasil membunuh ular itu, tapi dirinya mengalami keracunan aneh, Guo Yun tanpa sungkan menceritakan penyakit aneh yang di alaminya dan efek dari penyakit anehnya itu.
Dia juga ceritakan pertemuan nya dengan Kui Zi Sian Seng, hingga akhirnya dia menjadi murid beliau, mewarisi semua ilmu beliau.
Lalu saat kembali kedunia ramai dia tertipu oleh Lu Bu Wei, dan berubah menjadi Topeng Emas, yang membantu Lu Bu Wei.
Guo Yun mengeluarkan Topeng Emas nya dan meletakkan nya di atas meja.
Gongsun Li dan Si Si saling pandang, lalu Gongsun Li berkata,
"Pantas saja waktu pertemuan pertama kita aku dan Si Si merasa heran.."
"Mengapa si Topeng Emas yang begitu sakti, malah sengaja membiarkan kami pergi begitu saja.."
"Rupanya Yun Ke ke lah yang menjadi si Topeng Emas.."
"Tapi bukankah Yun Ke ke saat itu masih lupa ingatan, bagaimana Yun Ke ke bisa mengenal kami..?"
Guo Yun tersenyum lalu dia menggenggam tangan Si Si dan Gongsun Li dengan lembut, lalu berkata,
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak mengenali kalian."
"Aku waktu itu hanya mengikuti suara hatiku yang melarang ku melukai kalian.."