
Fan Kuai terlalu asyik melayani duel dari Zhou Wei, yang memilki permainan tombak yang sempurna.
Semakin lama saling serang, Fan Kuai semakin penasaran dan semakin tertarik untuk mengalahkan Zhou Wei.
Tapi Zhou Wei sendiri punya tujuan dan maksud berbeda, dia sengaja membuat Fan Kuai terus terlibat dengan nya.
Sementara itu pasukan harimau hitam yang di bawa nya, terus berpesta pora.
Menghabisi pasukan Qin, seperti api membakar ngengat.
Selagi pertandingan antara Fan Kuai dan Zhou Wei sedang mencapai titik menegangkan.
Di mana Fan Kuai secara bertubi tubi terus melompat menebaskan golok besarnya kearah Zhou Wei.
"Trangggg...!"
Zhou Wei menggunakan bagian tengah gagang tombaknya untuk menangkis dan mementalkan serangan Fan Kuai.
Tapi Fan Kuai yang terpental mundur malah melakukan gerakan berputar mundur sambil menebaskan goloknya dari bawah keatas.
Zhou Wei yang kurang siap, hanya bisa melompat mundur, menghindari tebasan golok Fan Kuai.
Tapi Fan Kuai lagi lagi, belum mau menyudahi serangannya nya,dia kembali datang dengan putaran goloknya.
Kini menebas kearah sambungan lutut Zhou Wei, bila terkena serangan ini.
Niscaya urat besar di belakang sambungan lutut Zhou Wei akan putus.
Zhou Wei akan lumpuh, tidak akan sanggup menghadapi Fan Kuai lagi.
Tapi harapan tinggal harapan, Zhou Wei jelas adalah keturunan Zhou Tai, yang memilki ilmu tombak sempurna.
Karena selain mewarisi ilmu tombak keluarga, dia juga sering mendapatkan petunjuk permainan tombak pengacau langit dan lautan milik Gongsun Li.
Jadi dalam situasi seperti itu, Tubuh Zhou Wei mencelat keatas.
Dari ketinggian sana, dia membalas menusukkan tombak nya yang berubah menjadi 13 sinar mata tombak.
Mengincar seluruh tubuh bagian atas Fan Kuai yang sedang terbuka.
"Wusssshhh..!"
"Arghhh..!"
Teriak Fan Kuai kaget, dia buru-buru membuang diri kebelakang bergulingan menjauh, menghindari serangan balasan dari Zhou Wei.
Zhou Wei yang sehabis menyerang dari atas, dia melihat dari kejauhan sana.
Zhang Han dan Li Cheng sedang memacu kudanya mendekati arena pertempuran.
Zhou Wei yang masih melayang di udara, menggunakan tombak nya menusuk tanah di bawah.
"Cranggg..!"
Tombak Sedikit melengkung karena menahan berat badan Zhou Wei.
Tapi sesaat kemudian tombak itu seperti pegas melontarkan tubuh Zhou Wei melayang kembali keatas.
Memanfaatkan tenaga pegas dari tombak nya, Zhou Wei sudah terbang duduk kembali keatas punggung kudanya.
"Suiiitttt...! Suiiitttt...!"
Zhou Wei bersiul nyaring, memecah suara hiruk pikuk pertempuran yang sedang berlangsung.
Sambil menarik tali kekang kudanya bergerak memutar arah, Zhou Wei mengibarkan bendera kuning kecil di tangan kirinya.
__ADS_1
Sebagai pertanda bagi pasukannya, untuk segera bergerak mundur meninggalkan tempat tersebut.
Pasukan harimau hitam yang terlatih meski mereka sedang asyik membantai.
Begitu melihat tanda dari atasan mereka.
Mereka segera bergerak memukul mundur pasukan Qin.
Lalu mereka mundur teratur menyusul Zhou Wei meninggalkan tempat tersebut.
Fan Kuai setelah memperbaiki posisinya, melihat Zhou Wei sudah pergi jauh.
Hanya tersisa barisan belakang pasukan harimau hitam sedang bergerak mundur.
Dia segera melesat dengan golok nya, memberikan beberapa tebasan udara kosong.
"Singgg..! Singgg..! Singgg..!"
"Singgg..! Singgg..! Singgg..!"
"Arggghhh..! Arggghhh..!"
"Arggghhh..! Arggghhh..!"
"Arggghhh..! Arggghhh..!"
"Brukkkk..!" Brukkkk..!" Brukkkk..!"
"Brukkkk..!" Brukkkk..!" Brukkkk..!"
6 orang terakhir pasukan Harimau Hitam yang terlambat mundur, mengalami nasib sial.
Punggung mereka menerima tebasan golok cepat Fan Kuai.
6 prajurit harimau hitam yang sial itu.
Sebelum sempat bangkit berdiri,
"Crakkk..!" Crakkk..!" Crakkk..!"
"Crakkk..!" Crakkk..!" Crakkk..!"
6 Kepala terlihat menggelinding diatas tanah.
Sebelum sempat mengeluarkan suara, mereka berenam telah tewas di bantai Fan Kuai yang kesal.
Kekesalan Fan Kuai di picu oleh keadaan bawahan nya, yang kacau balau.
Mayat pasukan Qin terlihat berserakan di mana mana.
Keadaan ini segera menyadarkan Fan Kuai bahwa dia telah terpancing oleh jebakan Zhou Wei.
Akibat nafsu ingin memenangkan duel, dia telah kehilangan cukup banyak bawahan nya.
Dia sendiri hanya berhasil membunuh 11 orang pasukan harimau hitam.
Tapi kerugian di pihak nya, kelihatannya tidak lah ringan.
Saat Zhang Han tiba di lokasi, Fan Kuai yang merasa menyesal dan bersalah.
Dia langsung menjatuhkan berlutut di hadapan Zhang Han dan berkata,
"Panglima Zhang,.. Fan Kuai tidak punya kemampuan.."
"Fan Kuai telah melakukan kesalahan fatal, Fan Kuai siap menebusnya dengan kepala ini.."
__ADS_1
Dengan gerakan cepat Fan Kuai sambil berlutut, dia menggunakan goloknya bersiap memotong lehernya sendiri.
"Trangggg..!"
Golok di tangan Fan Kuai tertahan oleh tombak Zhang Han.
Fan Kuai menatap kearah Meng Thian dengan wajah kaget tak percaya.
Zhang Han menghela nafas panjang dan berkata,
"Membunuh diri menembus kesalahan adalah perbuatan yang bodoh dan pengecut.."
"Kamu akan menjadi tertawaan dunia.."
"Dalam.perang kalah menang itu biasa.."
"Yang terpenting tahu memperbaiki kesalahan menebusnya dengan kemenangan.."
"Itu baru perbuatan terpuji, cerdik dan gagah berani, pantang menyerah.."
Ucap Zhang Han serius.
Fan Kuai tertunduk malu dan berkata,
"Panglima Zhang mengajarkan dengan benar, maafkan kebodohan Fan Kuai.."
"Fan Kuai hanyalah seorang kasar yang memilki keberanian di kulit saja.."
"Mulai saat ini Fan Kuai akan menuruti dan mendengarkan semua perintah Panglima Zhang.."
Ucap Fan Kuai sambil memberi hormat.
Dia kini benar benar tunduk di bawah Zhang Han.
Tidak berani bersikap arogan dan memandang remeh perintah dari Zhang Han.
Zhang Han memberi kode agar Fan Kuai bangkit berdiri dan berkata,
"Kamu berdirilah,segera benahi mayat pasukan kita.."
"Setelah itu kita harus membentuk pertahanan jaga jaga, secara bergilir.."
"Baik waktu makan istirahat maupun tidur, tidak boleh ada kelengahan lagi.."
Ucap Zhang Han mengingatkan Fan Kuai dan Li Cheng.
Setelah meninggalkan pesan, dia dan Li Cheng pun kembali ke barisan mereka masing masing, untuk melakukan pengaturan.
Sementara itu Zhou Wei setelah mundur keatas bukit, dia beristirahat sambil menunggu kesempatan berikutnya.
Zhou Wei membagi 50.000 pasukannya menjadi 5 kelompok.
Dia terus memimpin pasukannya melakukan gangguan sepanjang jam istirahat, jam makan dan Jam tidur.
Pasukan Zhang Han, benar benar di buat tidak pernah bisa beristirahat dengan tenang.
Dalam beberapa hari saja Zhang Han, Li Cheng dan Fan Kuai yang tidak pernah bisa beristirahat baik.
Sepasang mata mereka, terlihat di hiasi lingkaran hitam, mirip panda.
Wajah mereka terlihat letih luar biasa.
Menghadapi strategi pukul lari pukul lari, yang di mainkan oleh Zhou Wei dengan sempurna.
Pasukan Zhou Wei tetap dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
Hanya Zhou Wei nya saja yang terlihat sangat kelelahan.
Karena dia memang beraksi sendirian di gilir oleh pasukan nya yang terbagi lima kelompok.