LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
Draft


__ADS_3

Hanya kapal besar Wang Jian dan Wang Ben yang terlihat bergerak menghampiri kapal kapal kecil yang menghadang di depan sana.


Berada dalam jarak 5 tombak, Wang Ben pun berkata,


"Siapa yang menghadang di depan sana, segera laporkan nama.."


Liu Qin Lung tersenyum dingin dan berkata,


"Kamu pasti Wang Ben, putranya Wang Jian Jan !?"


"Tidak takut memberitahu mu, akulah Liu Qin Lung, Liu si penakluk Naga Qin..!'


Arti nama dari Liu Qin Lung secara kebetulan bila di artikan, memang adalah, Liu si penakluk Naga Qin.


Sebuah nama yang cukup unik, yang di maksud dengan Naga Qin di sini tentu saja adalah Raja Qin saat ini Yin Zheng.


Jadi nama tersebut memang agak sedikit melecehkan raja Qin secara tidak langsung.


Mendengar jawaban Liu Qin Lung yang sombong, Wang Ben tidak menanggapinya.


Dengan tenang dia berkata,


"Apalah artinya sebuah nama, kalau punya kemampuan silahkan buktikan..!"


"Bila tidak segera lah minggir dari jalan kami..!"


Liu Qin Lung kembali tersenyum mengejek dan berkata,


"Tidak semudah itu, Langkahi dulu jasad ku,..!"


"Bila kalian ingin melewati jalur ini..!"


"Baiklah bila itu pilihan mu, kamu tidak memberi kami pilihan.!"


Wang Ben dari ujung kapal, mengibarkan bendera di tangannya keatas dan berteriak keras,


"Serang....!!!"


Melihat kode tersebut, seluruh pasukan Qin baik yang berada diatas kapalnya.


Maupun yang berada diatas kapal Wang Jian.


Dan semua baris depan kapal perang Qin yang berbaris rapi hampir memenuhi sungai Yang Tze yang lebar.


Mereka dengan serentak, segera melepaskan anak panah ke udara.


Langit sore yang mendung, seketika berubah menjadi gelap.


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


Di penuhi oleh anak panah yang berhamburan menerjang kearah kapal kapal perang kerajaan Yue yang menutupi mulut jalan.


"Melihat hal ini, Liu Qin Lung segera memberi kode, ke pasukan nya, agar membalas.


Melakukan serangan balik, dengan panah dan meriam meriam yang di lengkapi di setiap kapal perang mereka yang berukuran jauh lebih kecil tapi gesit.


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"

__ADS_1


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Booom..!" Booom..!" Boooom..!"


"Booom..!" Booom..!" Boooom..!"


"Booom..!" Booom..!" Boooom..!"


"Boooom..! Booom..!" Boooom..!"


"Brakkk..!" Brakkk..!" Brakkk..!"


"Brakkk..!" Brakkk..!" Brakkk..!"


"Brakkk..!" Brakkk..!" Brakkk..!"


"Brakkk..!" Brakkk..!" Brakkk..!"


Terdengar suara ledakan dahsyat di beberapa kapal perang Qin.


Sehingga terdengar suara hiruk pikuk jerit prajurit Qin.


Karena kapal perang yang mereka tumpangi pecah di hantam peluru hitam bulat berdaya ledak sangat kuat.


Sehingga kapal mereka satu persatu mulai terlihat tenggelam.


Kapal Wang Jian dan Wang Ben yang berada terdekat juga tidak lepas dari incaran meriam ciptaan Si Si itu.


Kapal perang Wang Jian dan Wang Ben pun terlihat perlahan lahan mulai tenggelam.


Wang Jian dan Wang Ben beserta pasukannya, segera menggunakan perahu cadangan yang jauh lebih kecil.


Meninggalkan kapal mereka yang tenggelam, begitu juga dengan prajurit Qin yang berada di kapal kapal lainnya.


Mereka semua berusaha menyelamatkan diri dengan perahu kecil menuju perahu perahu besar lainnya yang terdekat dengan mereka.


Wang Jian dan Wang Ben di perahu kecil, memberikan instruksi, untuk melakukan serangan balasan.


"Wuuttt...!" Wuuttt...!" Wuuttt...!


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


Serangkaian serangan beruntun alat berat mulai di tembakkan kearah kapal kerajaan Yue.


Batu batu bulat besar di lontarkan dengan mesin pelontar.


Alat alat ini adalah alat yang dulu Guo Yun ciptakan untuk mereka.


Kini di gunakan oleh pihak Qin untuk menyerang Yue.


Selain itu juga ada meriam meriam yang mirip tapi berbeda, yang di beli Qin dari pihak bajak laut timur.


Di pihak Kapal perang Yue yang mengalami serangan anak panah tadi, sebagian tertangkis oleh perisai.


Tapi ada juga yang bertumbangan terkena anak panah.


Diantaranya yang tumbang adalah Liu Qin Lung yang menggunakan tombaknya di putar cepat, menangkis serangan anak panah.


Tapi karena perahu terus terguncang oleh serangan lontaran batu yang menimpa air sungai.


Juga ledakan dahsyat peluru peluru meriam yang menghantam air sungai di depan dan belakang mereka.

__ADS_1


Hal ini membuat kapal sulit di stabilkan, hal ini mempengaruhi putaran tombak Liu Qin Lung.


Sehingga ada beberapa batang anak panah nyasar yang membuatnya jatuh terkapar.


Dalam posisi tergeletak, Liu Qin Lung mengibarkan bendera, agar pasukan nya bergerak mundur, masuk kedalam perairan Tebing Awan Putih, yang sudah sepenuh nya tertutup kabut halimun putih.


Dari 10 kapal hanya 7 kapal yang berhasil meloloskan diri masuk kedalam perairan Tebing Awan Putih.


Sisa 3 kapal lainnya, kapal perangnya tenggelam, ada yang pecah di hantam batu besar.


Ada juga yang meledak di hantam peluru meriam.


Pasukan Yue yang tewas langsung tenggelam kedalam sungai.


Sedangkan yang selamat, saat mereka mengambang di permukaan sungai.


Di mana mereka sedang berusaha berenang memasuki kawasan perairan Tebing Awan Putih ingin menyelamatkan diri.


Atas perintah Wang Jian dan Wang Ben, mereka di hujani anak panah oleh pasukan Qin.


Sehingga satupun tidak ada yang selamat, mereka semuanya gugur tenggelam bersama kapal yang mereka tumpangi sebelumnya.


Wang Ben sempat menyaksikan Liu Qin Lung tumbang terkena anak panah.


Setelah naik keatas kapal, dia segera berkata,


"Ayah aku melihat Liu Qin Lung pemimpin pasukan penghadang tumbang terkena anak panah..'


"Kita harus manfaatkan momen ini melakukan pengejaran untuk menghancurkan mereka semuanya hingga tuntas."


"Selagi mereka sedang kehilangan pimpinan mereka.."


Ucap Wang Ben serius.


Wang Jian terlihat menatap kearah kabut tebal di depan sana.


Dia terlihat ragu.


Dia juga tahu, maksud dari kalimat menangkap naga selagi kehilangan kekuatan kepalanya.


Tapi keadaan geografis di depan sana, benar benar membuatnya ragu.


Tapi bila menunggu sampai kabut hilang, mereka akan kehilangan momen berharga yang jarang ada.


Melihat ayahnya ragu ragu, akhirnya Wang Ben berkata,


"Ayah tidak ada waktu berpikir lagi.."


"Kita bagi dua barisan, ayah berjaga jaga di mulut jalan ini, menunggu kabut hilang baru menyusul.."


"Aku memimpin barisan ku, melakukan pengejaran.."


Wang Jian akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,


"Kelihatannya hanya bisa seperti itu."


"Kamu hati hatilah.."


Ucap Wang Jian menatap khawatir ke putranya.


Wang Ben mengangguk cepat.


Lalu dia segera bergegas pergi mengatur barisan kapal perangnya bergerak melakukan pengejaran.


Wang Ben memimpin 200 kapal perang melakukan pengejaran masuk kedalam kabut putih tebal di perairan Tebing Awan Putih.


Dengan mengandalkan cahaya lampu yang berasal dari obor dan lampu penerangan dari lampu lampu lampion yang mengandalkan sumbu dan minyak.

__ADS_1


__ADS_2