
Kini begitu dia melihat Agahai sangat membenci Guo Yun.
Tapi Guo Yun juga terlihat bingung tidak mengenali siapa Agahai, dan mengapa Agahai menarget dirinya.
Lu Bu Wei langsung bisa menebak, Guo Yun pasti sedang kehilangan ingatan.
Ini adalah suatu kesempatan emas baginya, dia tidak akan menyia nyiakan peluang ini.
Sambil menghela nafas lega, karena nyawanya baru saja lolos dari lubang jarum.
Lu Bu Wei yang super licik, sambil menghindari serangan dari Chan Kiev yang mengurungnya.
Dia berteriak kearah Guo Yun,
"Yun er keponakan ku,.. cepat tinggalkan tempat ini..!"
"Selamatkan nyawa mu..!"
"Jangan hiraukan kami..!"
teriak Lu Bu Wei sambil terbang ke depan Guo Yun.
Meninggalkan pertarungannya dengan Chan Kiev, muncul di hadapan Guo Yun menangkis serangan Agahai.
Dengan melepaskan pukulan udara kosong, yang bersinar putih berkilauan.
Pukulan udara kosong itu, digunakan untuk menyambut serangan telapak tangan dan Cakra Agahai.
"Plakkkk..!"
"Desss...!"
Tindakan nekad penuh perhitungan ini, pertama berhasil mencegah Agahai mendekati Guo Yun.
Agahai yang tidak menduga serangan dadakan itu, langsung terpental jauh, menabrak beberapa batu besar hingga meledak.
Sebelum akhirnya terguling tidak sadarkan diri.
Tujuan Lu Bu Wei tercapai, meski dirinya harus bayar mahal oleh hantaman tapak Chan Kiev, yang dahsyat.
"Desss...!"
"Blukkkk..."
Membuatnya terpental terluka parah tak sanggup berdiri, .untuk melanjutkan pertarungan.
Tapi setidaknya dia berhasil mendapatkan kepercayaan Guo Yun.
Syukur kalau Guo Yun, yang cerdas mampu melawan Chan Kiev, yang berilmu tinggi tapi tidak sepintar Agahai.
Bila tidak, setidaknya dia mampu meminjam.tangan Chan Kiev melenyapkan Guo Yun.
Dia sendiri nanti akan mencari cara meloloskan diri.
Bila tidak pun, setidaknya kematiannya akan jadi jauh lebih berharga.
Dia bisa menimbulkan permusuhan baru antara Chan Kiev, dengan beberapa orang dekat Guo Yun, yang akhir akhir ini.
Sering menjadi batu sandungannya, dalam bergerak menguasai seluruh daratan China.
Terutama Kehadiran Li Kui Li Ba dan Gongsun Li di pihak Guo Yun, mereka itu benar benar sangat menganggu.
__ADS_1
Dengan terbunuhnya Guo Yun di tangan Chan Kiev, ini akan membantunya mengalihkan permusuhan mereka terhadap Qin.
Dialihkan ke musuh Qin, yaitu bangsa Xiongnu, yang sangat berbahaya, di bawah pimpinan Agahai dan pamannya ini.
Semua itu sesaat sudah masuk dalam perhitungan, dan jebakan terakhir, yang di siapkan oleh Lu Bu Wei.
Agar dia bisa membantu memuluskan langkah putranya Ying Zheng, menjadi penguasa dunia.
"Desss,..!"
Tubuh Lu Bu Wei terpental bergulingan di atas tanah.
Saat mencoba untuk bangkit, dia hanya sanggup untuk duduk, sambil terus batuk batuk.dan memuntahkan darah segar.
"Uhukk,..! Uhukk,..! Uhukk,..!"
"Hoekkk,..!"
Lu Bu Wei, hanya bisa tersenyum pasrah, menatap serangan susulan Chan Kiev, yang telapak tangannya terarah ke dahinya.
Bila terkena tapak itu, tamat lah riwayat serigala tua itu.
Tapi dasar ajalnya belum tiba, di saat Kritis.
Sebuah telapak tangan lain, datang menyambut pukulan Chan Kiev.
"Plakkk,..!"
"Duarrrrrr,..! Duarrrrrr,.! Duarrrrrr,..!"
Duarrrrrr,..! Duarrrrrr,..! Duarrrrrr,..!"
Duarrrrrr,..! Duarrrrrr,..! Duarrrrrr,..!"
Meninggalkan ledakan dahsyat di sekitar arena, pertemuan telapak tangan mereka di udara.
Guo Yun merasa terdesak oleh kekuatan Chan Kiev, yang datangnya bagaikan gelombang mengamuk terus mendesaknya.
Dia menarik nafasnya dalam-dalam, menarik mundur sedikit telapak tangannya.
Sebelum, kemudian dia mendorongnya kembali kedepan, merubahnya menjadi hantaman kepalan tangan, tusukan telapak tangan, di susul dengan dorongan telapak tangan sebagai penutup.
Tubuh Chan Kiev, yang tinggi besar terpental terhuyung-huyung kebelakang.
Wajahnya terlihat pucat, sudut bibirnya terlihat mengalirkan darah, dia menggunakan telapak tangannya memegangi dadanya, yang terasa nyeri luar biasa.
Beberapa kali dia harus, menelan kembali darah segarnya sendiri, yang ingin menyembur keluar dari mulutnya.
Dia menatap tajam kearah Guo Yun, yang terlihat baik baik saja.
Segar bugar seolah olah tidak terpengaruh oleh benturan dahsyat tersebut.
Chan Kiev bergerak mundur, membalikkan badannya, lalu melesat meninggalkan tempat itu.
Sambil menyambar dan memondong tubuh keponakannya, Agahai yang pingsan, akibat terguncang oleh pukulan Lu Bu Wei yang dahsyat.
Guo Yun sendiri setelah melihat bayangan punggung Chan Kiev, menghilang dari hadapannya.
Dia langsung terhuyung-huyung kebelakang, hingga jatuh terduduk.
Guo Yun buru buru duduk bersila menghimpun hawa sakti langit dan bumi.
__ADS_1
Untuk menenangkan guncangan hebat di dalam tubuhnya, di mana sirkulasi energinya buyar dan kacau balau.
Lu Bu Wei benar benar kaget, dan tidak menyangka, Guo Yun yang sebelumnya kemampuan tenaga saktinya, masih jauh di bawah dirinya.
Hanya berkisar di 2600 lingkaran, kini malah mampu menandingi Chan Kiev yang tenaga sakti nya tidak kurang dari 7000 lingkaran mungkin lebih.
Lu Bu Wei diam diam menatap bayangan punggung Guo Yun, dengan penuh rasa ngeri dan jerih.
Tapi begitu melihat Guo Yun jatuh terduduk, dengan mata terpejam, Lu Bu Wei langsung tersenyum dingin.
Dia merangkak pelan pelan seperti seekor singa, sedang menarget mangsanya.
Saat sudah dekat, Lu Bu Wei sudah membentuk sebuah cakar, siap di hujam kan kearah batok kepala Guo Yun.
Itu adalah jurus sesat cakar peremuk tulang, bila Guo Yun kepalanya terkena cakar itu.
Niscaya batok kepalanya akan berlubang, isi otaknya akan hancur remuk, oleh jurus mematikan tersebut.
Di saat cakar Lu Bu Wei hampir mencapai sasaran, tiba tiba Guo Yun menghembuskan nafas panjang.
Sebuah kabut putih merah keluar dari lubang hidungnya.
Sepasang mata Guo Yun pun kembali terbuka.
Lu Bu Wei yang tadinya berekspresi sadis wajahnya, tiba tiba berubah menjadi tersenyum lembut penuh perhatian.
Cakarnya yang tadinya mengeras melebihi Capitan baja, kini tiba tiba berubah menjadi belaian lembut penuh kasih, di kepala Guo Yun.
"Keponakan ku, Yun er.. bagaimana keadaan mu ?"
"Apa kamu baik baik saja..?"
ucap Lu Bu sambil membelai kepala Guo Yun dengan lembut, penuh perhatian dan kasih sayang.
Guo Yun yang tidak ingat dengan siapa adanya orang di sebelahnya ini.
Dia hanya bisa merasakan sentuhan penuh kasih sayang dan perhatian, yang bisa dia rasakan secara nyata.
Dengan hati hati sambil tersenyum Guo Yun berkata,
"Maaf paman ini siapa ? mengapa paman terus memanggilku Yun er..?"
"Apa paman kenal dengan ku,..?"
Lu Bu Wei pura pura kaget, dia menatap Guo Yun dengan bingung, sambil memegang kedua pipi Guo Yun, dengan lembut dan berkata,
"Apa yang terjadi keponakan ku, yang malang,..?"
"Apa yang mereka lakukan pada mu,?"
"Sehingga kamu jadi tidak mengenali paman mu dan nama mu sendiri..?"
tanya Lu Bu Wei dengan wajah sedih.
Guo Yun hanya bisa menatap kebingungan, melihat ekspresi wajah Lu Bu Wei, yang terlihat bercucuran air mata menatap dirinya.
"Maaf paman, aku benar-benar tidak ingat, siapa diriku,? dan siapa paman. ?"
"Bisakah paman jelaskan semuanya pada ku..?"
Lu Bu Wei menghela nafas panjang, lalu berkata,
__ADS_1