
Ying Wu memberi hormat dan berkata,
"Baik Yang Mulia,..Ying Wu akan laksanakan dengan hati hati.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Pergilah lakukan dengan baik, kamu sendiri juga harus kembali dengan selamat.."
"Mengerti..?"
Ying Wu mengangguk dan berkata,
"Terimakasih atas perhatian dan Yang Mulia,.."
"Ying Wu mengerti.."
"Permisi.."
Ucap Ying Wu, lalu dia segera mengundurkan diri dari sana.
Sama seperti Han Wei, Ying Wu juga selalu merasa menyesal dan bersalah.
Dia kini hanya punya satu tujuan, dia akan membayar Budi kebaikan Guo Yun dengan menyelesaikan semua tugas yang di berikan dengan baik.
Setelah Ying Wu meninggalkan ruangan, kini di dalam ruangan hanya tersisa Zhong San, Li Ba Sian Sian Gongsun Li dan Si Si.
Guo Yun menatap kearah Zhong San dan berkata,
"Zhong San aku dan yang lainnya akan berangkat ke dermaga Wu Hui untuk menyambut angkatan laut Qin.."
"Hanya Si Si dan Sian Sian yang tetap tinggal di istana.."
"Bila ada urusan penting kamu rundingkan saja dengan mereka berdua.."
"Kamu mengerti..?"
Zhong San memberi hormat dan berkata,
"Hamba mengerti Yang Mulia..'
Guo Yun mengangguk lalu dia menoleh kearah Si Si dan Sian Sian secara bergantian dan berkata,
"Si Si,... Sian Sian.."
"Kalian bantu aku urus masalah internal ya ?"
Kedua wanita cantik itu meski sedikit keberatan, tapi mereka tidak bisa menolaknya.
Karena mereka mengerti beratnya urusan saat ini.
Pasukan angkatan laut Qin yang datang di bawah Meng Thian di bantu oleh jendral baru Peng Yue.
__ADS_1
Masing masing Meng Thian memimpin 300.000,.Peng Yue memimpin 200.000.
Ini bukanlah sebuah jumlah angkatan perang laut yang bisa di buat main main.
Apalagi kerajaan Yue setelah mengalami masalah bencana alam air laut pasang dan wabah.
Kekuatan pasukan maupun kekuatan perkonomian mereka dalam masalah besar.
Guo Yun dengan perbekalan yang sangat terbatas, dia hanya bisa membawa 100.000 pasukan, untuk menghadapi perang di atas laut dengan pasukan Qin.
Guo Yun hanya bisa memilih perang diatas laut, bila dilakukan di dekat dermaga.
Itu terlalu berbahaya bagi rakyat yang tinggal di sekitar sana, juga terlalu dekat dengan ibukota.
Bila tidak sangat terpaksa, Guo Yun pasti akan memilih menghindari perang di kedua kota pelabuhan Wu Hui dan Wu Jun.
Setelah menyampaikan beberapa pesan penting, mengenai masalah internal kerajaan yang belum beres.
Guo Yun Li Ba dan Gongsun segera meninggalkan ruangan tersebut.
Mereka pergi untuk bersiap siap memimpin pasukan berangkat kepelabuhan Wu Hui dan Wu Jun.
Guo Yun membagi pasukan 50.000 mengikuti Li Ba ke pelabuhan Wu Jun..
Sedangkan dia dan Gongsun Li memimpin 50.000 pasukan berangkat dari pelabuhan Wu Hui untuk mencegat pasukan laut Qin.
Sebelum berangkat Guo Yun mengumpulkan berbagai informasi tentang wilayah laut yang akan menjadi basis pertempuran nya nanti.
Hal itu Guo Yun lakukan dengan mengadakan diskusi dan dialog dengan semua nelayan senior, yang selama ini aktif bekerja di lautan sekitar pelabuhan Wu Hui dan Wu Jun.
Guo Yun ditemani oleh Gongsun Li melakukan dialog dengan sabar dan santai.
Karena dari laporan mata mata mereka, pasukan Qin juga sedang melakukan persiapan di pelabuhan Yi milik negara Qi yang kini menjadi wilayah tahlukkan Qin.
Dari pelabuhan itu bila langsung di berangkat kan pasukan airnya, diperlukan waktu hampir satu bulan baru bisa tiba di pelabuhan Wu Hui.
Jadi Guo Yun juga punya waktu cukup banyak, untuk membuat kapal kapal perang dalam persiapan menghadapi invasi angkatan laut Qin.
Sambil menunggu, Guo Yun mengumpulkan informasi dan sering berangkat untuk meninjau wilayah perairan laut timur dan laut selatan.
Sedangkan pasukannya semua di kerahkan oleh Guo Yun untuk membantu pabrik kapal setempat, agar bisa membantu mempercepat proses pembuatan pesanan kapal perang Guo Yun.
Berbeda dengan Guo Yun yang punya waktu banyak dalam persiapan.
Di tempat lain nya di Bei Qi, begitu pasukan Ling Wu dan Zhou Wei tiba di mulut jalan Lang Ya.
Pasukan Qin sudah terlihat dari kejauhan sedang bergerak cepat mendatangi mulut jalan tersebut.
Ling Wu dan Zhou Wei yang menyaksikan pergerakan pasukan Qin dari atas bukit.
Mereka berdua segera mengadakan diskusi cepat, menentukan langkah langkah untuk menghadapi Qin.
__ADS_1
Setelah melalui perundingan, akhirnya di putuskan, Zhou Wei yang akan maju lebih dulu ke garis depan.
Sedangkan Ling Wu bersiaga di tempat persembunyian nya
Bersiap siap untuk memberikan serangan kejutan saat pasukan Qin terpancing oleh Zhou Wei memasuki jebakan yang mereka buat.
Ying Wu dengan pasukannya, bersembunyi di dalam hutan yang cukup jauh dari bukit tempat Ling Wu dan Zhou Wei berada.
Sehingga mereka tidak ada yang menyadari kehadiran Ying Wu, sebagai pasukan pelapis, diam diam terus memantau setiap pergerakan mereka berdua.
Di pagi hari itu, sesuai hasil perundingan, Zhou Wei segera menuruni bukit memimpin pasukannya untuk menyambut pasukan Qin di mulut jalan.
Saat berhadap hadapan, Zhou Wei segera mengeluarkan tantangan duel untuk mengulur waktu.
Dalam hal ini, semakin lama Zhou Wei mengulur waktu, itu akan semakin baik bagi pasukan Yue.
Pasukan Qin jumlahnya sangat besar, juga sudah melakukan perjalanan begitu jauh dan melelahkan.
Satu hari perang di undur, tentu saja hal ini akan berdampak kurang baik terhadap perbekalan pasukan Qin.
Tapi karena pihak Qin juga sedang letih setelah menempuh perjalanan yang begitu jauh.
Mereka tentunya menyambut gembira acara duel, karena selama periode waktu duel.
Mereka jadi punya waktu cukup untuk melepas lelah, memulihkan stamina untuk pertempuran selanjutnya nanti.
Zhou Wei yang menunggangi kuda putihnya, segera maju kedepan untuk memberikan tantangan duel.
"Wahai Jendral kura kura dari Qin..!"
"Akhirnya kalian tiba juga..!"
"Aku sudah lama menanti kalian di sini..!"
"Bila kalian masih merasa diri kalian bukanlah setali tiga uang dengan Kasim Zhao itu..!"
"Silahkan kalian maju kedepan menyambut tantangan duel dari ku..!"
"Bila tidak berani, aku sarankan kalian segera kembali ke Xian Yang, jangan pernah datang kembali kemari.."
"Hari ini aku masih baik, jadi jangan sampai nanti menyesal,..! semua ternyata sudah terlambat..!"
Tantangan dari Zhou Wei yang penuh penghinaan ini, segera mendapatkan respon dari dua jendral muda Li Cheng dan Fan Kuai yang gatal sepasang tangan mereka.
Ingin maju menjajal kemampuan Zhou Wei apa sebesar bacotnya.
Tapi Jendral senior Zhang Han justru punya pikiran berbeda.
Dia tidak mau menunda banyak waktu.
Karena mereka sudah menghabiskan cukup banyak waktu dan ransum, selama perjalanan panjang mereka dari Xian Yang hingga kemari.
__ADS_1