LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
UJIAN FORMASI IM YANG PAT KWA CHEN


__ADS_3

Seekor gajah raksasa yang tidak kalah besar dengan gajah sebelumnya yang telah mati di tangan Peng Yue.


Di keluarkan dari dalam kurungan nya.


Gajah yang tidak kalah garangnya dengan gajah sebelumnya, segera berlari cepat menyerang Zhao Guang dengan gadingnya yang panjang dan runcing.


Zhao Gao berdiri tenang diam di tempat, saat gading itu sudah mendekati nya.


Dia baru melakukan lompatan menjejak gading tersebut sebagai batu pijakan.


Tubuhnya melesat keatas melewati bagian kepala gajah itu,


Saat melewati bagian kepala gajah tersebut, Zhao Guang langsung menyarangkan sepasang tinjunya.


Tepat diarahkan kebagian kepala gajah raksasa itu.


"Booommm..!"


"Booommm..!"


Dua cahaya berbentuk tinju hijau, tepat menghantam kepala gajah raksasa itu.


Gajah berukuran jumbo itu meraung keras, terhuyung-huyung mundur kebelakang.


Dia menggeleng gelengkan kepalanya, untuk mengusir rasa pusing di kepalanya.


Tapi Zhao Guang tidak memberinya kesempatan untuk memulihkan kondisi.


Sebelum gajah itu hilang pusing nya, Zhao Gua sudah kembali lagi dengan tinju cahaya hijau nya.


"Booommm..!"


"Booommm..!"


Sekali ini gajah itu tidak sanggup lagi untuk bertahan.


Setelah terhuyung-huyung beberapa langkah mundur kebelakang.


Gajah tersebut jatuh terduduk diam di atas tanah.


Gajah itu terlihat tidak mampu lagi untuk melanjutkan perlawanan.


Zhao Guang mendarat ringan diatas tanah, tidak lagi memberikan serangan berikutnya.


Dia hanya menatap kearah gajah itu dengan sikap siaga penuh.


Gajah yang terduduk diam diatas tanah, setelah rasa pusingnya berkurang.


Dia mencoba untuk bangkit berdiri, setelah berhasil bangkit berdiri.


Gajah itu menatap sejenak kearah Zhao Guang, lalu dia langsung memilih membalikkan badannya, kembali kedalam kurungannya tanpa di perintah untuk kedua kalinya.


Melihat keadaan yang terjadi di arena, kini semua penonton bertepuk tangan riuh rendah menyambut kemenangan Zhao Guang.


Setelah Zhao Guang berhasil melewati rintangan keempat.


Maka kini hanya empat orang yang akan bersaing di arena berikutnya untuk memperoleh gelar yang terbaik.

__ADS_1


Keempat peserta tersisa segera di panggil keatas mimbar, mereka berempat berdiri menghadap kearah Ying Zheng.


Setelah memberi hormat ke Ying Zheng, mereka berempat pun di ijinkan e menempuh ujian berikutnya, yaitu ujian menahan nafas di dalam air.


Di tengah mimbar segera di siapkan 4 buah Tong air besar.


Setelah melihat Tong Air sudah siap, pembawa acara pun berkata,


"Ujian tahap kedua adalah kekuatan pernafasan bertahan di dalam air."


"Siapa yang tidak sanggup bertahan, dia akan dinyatakan gugur.."


"Tidak akan bisa maju ke tahap berikutnya ."


"Bagaimana ? apa ada yang mau di tanyakan..?"


"Bila tidak ada kita bisa segera memulai nya ."


Ucap pembawa acara, sambil menatap keempat orang yang berdiri di hadapannya dengan serius.


Melihat mereka berempat tidak ada yang ingin bertanya lebih jauh.


Si pembawa acara pun berkata dengan suara lantang.


"Masing masing sekarang boleh mulai masuk kedalam Tong Air."


"Pada hitungan ketiga nanti, semuanya sudah harus menenggelamkan diri di dalam air.."


"Bagi siapa yang terlambat atau sengaja di lambat lambatkan, dia akan di nyatakan gugur dari kesempatan kepesertaan nya."


"Satu..! Dua..! Tiga...,!"


Hingga hanya tersisa ujung sanggulan rambut mereka yang muncul di permukaan air.


Dupa di hidupkan oleh pembawa acara, untuk mengukur seberapa lama, para peserta mampu bertahan di dalam air.


Baru 1/4 pembakaran dupa Li Cheng sudah tidak kuat, dia segera muncul ke permukaan air sambil menyemburkan air dari dalam mulutnya dan terlihat terbatuk batuk.


Kini hanya tersisa tiga peserta yang bertahan Fan Kuai, Peng Yue, dan Zhao Guang.


Setelah dupa mencapai setengah, Tong tempat Fan Kuai bertahan, mulai terlihat gelembung gelembung kecil naik ke permukaan air.


Hal ini menunjukkan Fan Kuai mulai kehilangan udara di dalam rongga dadanya sedikit demi sedikit.


Benar saja, beberapa saat kemudian akhirnya Fan Kuai keluar dari dalam air menyusul Li Cheng, dengan menyemburkan air dari mulutnya, di sertai dengan batuk batuk dan muntah muntah.


Kini yang masih bertahan hanya tersisa Peng Yue dan Zhao Guang.


Pembawa acara sudah mengganti dupa ketiga, tapi baik Zhao Guang maupun Peng Yue belum ada tanda tanda, mereka akan menyudahi pertandingan tersebut.


Pembawa acara yang curiga kedua orang itu mungkin sudah tewas tenggelam.


Dia mencoba berjalan menghampiri mereka satu persatu.


Lalu dia melongok untuk memastikan keadaan kedua orang itu.


"Apa kalian masih mampu bertahan..?"

__ADS_1


tanya petugas pembawa acara pelan.


Keduanya mengacungkan jempol.keatas sebagai jawaban.


Pembawa acara pun tersenyum lega, dia segera meninggalkan mereka berdua, pergi mengganti dupa keempat.


Memasuki dupa kelima, Peng Yue akhirnya keluar dari dalam air dengan nafas tersengal sengal.


Tak lama kemudian Zhao Guang baru menyusul nya.


Berbeda dengan kondisi Peng Yue, kondisi Zhao Guang ini malah terlihat baik baik saja.


Nafasnya tetap teratur, seperti orang normal, selain kondisinya yang basah kuyup, tidak ada hal lainnya yang berbeda.


Dengan hasil ini, kini hanya tersisa Zhao Guang yang maju ketahap berikutnya, ujian tahap akhir.


Ujian strategi dan formasi, Zhao Guang kini di bawa menuju ke halaman luas, di mana pasukan Qin berbaris rapi membentuk formasi segi delapan.


Atau dengan kata lain formasi Im Yang Pat Kwa Chen..


Zhao Guang berdiri diam di posisinya menatap kearah pasukan yang terus bergerak berputar putar dengan rapi.


Formasi ini adalah formasi yang beberapa kali di pergunakan oleh Guo Yun dalam menahlukkan serangan pasukan Qin.


Terakhir adalah Fan Sui yang menelan pil pahit, tewas di dalam kepungan formasi ini.


Zhao Guang terdiam menatap formasi rumit di hadapannya.


Pembawa acara pun berkata,


"Kalau kamu berhasil menerobos keluar dari pengepungan ini.."


"Maka kamu telah dinyatakan lulus seleksi sebagai yang terbaik."


"Masa depan tidak berbatas, akan menunggumu meraihnya."


"Bagaimana kamu tertarik untuk mencobanya..?"


"Tapi aku katakan dulu di depan, bila gagal resikonya, kamu akan mati di tengah formasi di bawah cecaran pasukan Qin."


Zhao Guang tersenyum dan berkata,


"Aku paham.."


"Aku tetap akan pergi mencobanya.."


Ucap Zhao Guang penuh keyakinan.


Selesai berkata, Zhao Guang pun mulai berjalan memasuki pusat formasi.


Dia tidak langsung masuk melainkan menunggu hingga muncul formasi pintu gerbang Kun di hadapan nya.


Dengan cepat, Zhao Guang sudah berhasil menembus hingga titik pintu gerbang Qian yang tertutup rapat.


Zhao Guang sambil bergerak, dia terus berusaha menahan serangan pasukan Qin yang berusaha menjepit dan mengurungnya di tengah tengah.


Zhao Guang terus menunggu pasukan yang berputar putar menyerang dirinya itu.

__ADS_1


Dia menunggu hingga pintu gerbang Kun,. kedudukannya terbuka lebar di hadapan nya. "


Begitu pintu Kun tiba menggantikan posisi pintu gerbang Gen.


__ADS_2