
Perlahan-lahan kondisi Min Min mulai tenang, dia mulai bisa tertidur pulas.
Melihat keadaan Min Min sudah mulai normal dan jauh lebih tenang.
Guo Yun dengan hati hati memindahkan Min Min yang berada di dalam pangkuannya keatas ranjang.
Lalu Guo Yun meninggalkan ranjang dan menutup kembali kain tirai penutup ranjang.
Guo Yun duduk menghadapi meja yang tidak terlalu jauh dari ranjang tempat tidur Min Min.
Guo Yun yang kembali bisa bernafas lega, dia buru buru fokus dengan Thian Ti Sen Kung Sin Fa.
Untuk menenangkan pikiran dan hawa aneh yang bergolak hebat dalam tubuhnya.
Dia tadi sekuat tenaga terus menahannya, karena khawatir dengan keadaan Min Min.
Kini keadaan Min Min sudah normal, keadaan dirinya sendiri yang kacau.
Merasa akan semakin berbahaya dan tidak terkontrol, Guo Yun terpaksa mengeluarkan rantai dan menggembok dirinya sendiri.
Beberapa jam berlalu keadaan Guo Yun mulai tenang dan stabil.
Min Min juga perlahan-lahan mulai membuka kembali matanya, satu persatu bayangan masa kecilnya.
Semua mulai teringat kembali, Min Min dengan tubuh lemah Bermandi peluh.
Dia bangkit untuk duduk sejenak,. setelah itu dia baru turun dari ranjangnya yang berantakan.
Begitu Kerai penutup ranjang tersingkap, yang pertama di lihat Min Min adalah Guo Yun.
Sambil tersenyum lembut, Min Min menghampiri Guo Yun, dia duduk bersimpuh di hadapan Guo Yun.
Guo Yun terlihat duduk diatas lantai dengan seluruh tubuh terlilit rantai besar.
Min Min yang melihat dahi Guo Yun di penuhi butiran keringat.
Dengan hati hati Min Min menggunakan ujung lengan bajunya, untuk menghapus keringat di kening Guo Yun.
Guo Yun yang sedang berusaha mengatasi gejolak di dalam tubuhnya.
Saat mencium wangi keringat yang terpancar dari tubuh Min Min.
Sepasang mata Guo Yun yang merah dan liar pun terbuka, menatap kearah Min Min dengan penuh nafsu.
Bahkan menjulurkan lehernya maju mengendus ngendus tangan Min Min.
Min Min langsung menarik kembali tangannya, dan menatap Guo Yun dengan sedikit kaget.
Guo Yun memejamkan kembali matanya dan berkata,
"Min Min menjauhlah dulu, jangan terlalu dekat.."
Min Min mengangguk, lalu dia meninggalkan Guo Yun seorang diri di sana
Dia pergi mandi membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat.
Setelah berganti pakaian bersih, Min Min baru kembali lagi keruangan di mana Guo Yun berada.
__ADS_1
Saat Min Min kembali lagi, melihat sepasang mata Guo Yun sudah kembali normal, tidak menakutkan lagi seperti tadi.
Min Min pun mendekati Guo Yun dan membantunya membuka gembok yang merantai Guo Yun.
Guo Yun sambil tersenyum lembut berkata,
"Bagaimana Min er ? apa kamu sudah mengingat semuanya kembali.'
Min Min tersenyum gembira, dan mengangguk cepat,
"Sudah Yun ke ke, ternyata ayah angkat lah yang menculik ku dari lembah hantu.."
"Dia juga yang membuat aku kehilangan ingatan masa lalu, Kui Yi Sian Seng paman guru Yun ke ke, barulah kakek ku dan keluarga ku yang sebenarnya.."
ucap Min Min penuh semangat.
Guo Yun tersenyum dan mengangguk gembira.
"Baguslah bila kini kamu sudah sadar.."
"Ayo kita sekarang juga pergi temukan Lu Bu Wei."
"Aku harus membersihkan kotoran perguruan itu, dan memberinya ganjaran setimpal."
ucap Guo Yun sambil memegang tangan Min Min penuh semangat.
Tapi Guo Yun menjadi kaget saat melihat Min Min menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sudahlah Yun ke ke balas membalas tidak akan ada gunanya.."
"Itu jauh lebih penting.."
"Mengenai Lu Bu Wei, aku secara pribadi juga sulit menentukan sikap.."
"Memang dia sempat menyakiti ku, tapi aku harus jujur katakan, dua juga berbudi pada ku, juga sangat menyayangi ku.."
"Aku tidak tega memusuhinya..'
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Min Min kini kamu sudah ingat semuanya, aku akan terus terang padamu.."
"Min Min apa kamu masih ingat dengan Kui Zi Sian Seng, kakak dari kakek mu.."
Min Min mengangguk cepat dan berkata,
"Ingat tentu aku ingat, beliau paling menyayangi ku dan memanjakan ku..sewaktu kami masih hidup di lembah hantu dulu.."
"Bagaimana keadaan kakek paman tua ku itu..?"
tanya Min Min bersemangat.
Guo Yun menghela nafas sedih .
Melihat ekspresi Guo Yun, Min Min pun memegang tangan Guo Yun dengan cemas dan berkata,
"Yun ke ke katakanlah apa kakek paman tua ku itu, baik baik saja.?"
__ADS_1
Guo Yun menatap Min Min dengan sedih dan berkata pelan,
"Min Min guru telah tiada, orang yang paling berdosa dalam hal ini adalah Lu Bu Wei.."
"Lu Bu Wei murid tidak tahu balas Budi itu, menjebak guru, Lalu dia memotong kaki tangan guru, kemudian membuangnya ke sebuah lubang kecil.."
ucap Guo Yun tertunduk sedih.
Min Min terdiam tidak mau bilang apa, dia hanya tercenung sedih, mengingat ingat bagaimana baik dan sayangnya Kakek paman tua nya itu pada dirinya.
Dia tidak menyangka kakek paman tua nya yang sangat sakti melebihi kakeknya, tokoh paling utama dan paling di hormati di lembah hantu.
Akan berakhir dengan nasib seperti itu.
"Min Min bila kamu berkeberatan, ikut menyaksikan aku menghukum bajingan itu.."
"Kamu boleh tidak usah ikut, biar aku saja yang pergi menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru.."
Min Min menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Yun ke ke aku paham perasaan mu, aku tetap akan ikut dan akan selalu menemani mu kemana pun kamu pergi.."
"Selama nya tidak akan pernah berpisah dan meninggalkan mu.."
ucap Min Min sambil menggenggam tangan Guo Yun dengan lembut.
Guo Yun sambil tersenyum lembut membalas menggenggam tangan Min Min dan berkata,
"Terimakasih Min Min, aku sangat menghargai nya.."
"Yun ke ke, aku tidak akan mencegah dan melarang mu mencarinya, bahkan membunuh mu.."
"Tapi aku harus ingatkan Yun Ke ke, jangan bertindak berlandaskan dendam.."
"Bertindaklah berdasarkan keadilan dan kebajikan, dengan demikian itu baru Yun Ke ke ku yang sebenarnya.."
ucap Min Min sambil maju memeluk Guo Yun.
Guo Yun membalas memeluknya dengan lembut dan berkata,
"Baik aku akan selalu ingat nasehat mu ini.."
Sesaat kemudian Guo Yun melepaskan pelukannya dan berkata,
"Min Min maaf aku takut kambuh, lebih baik kita jalan jalan melihat keindahan kota Luo Yang.."
"Sebelum pergi mengunjungi kediamannya.."
Min Min tersenyum lembut dan berkata,
"Baiklah terserah Yun ke ke, hanya saja.."
"Apa tidak sebaiknya biarkan aku menyembuhkan racun Yun Ke ke.."
"Bila Yun ke ke tidak berkeberatan, aku siap menjadi istri Yun ke ke.."
ucap Min Min dengan kepala tertunduk dalam dalam.
__ADS_1