
Seberkas sinar putih kebiruan menyilaukan mata, bergerak bagaikan bianglala di langit.
Membuat garis lengkung menerjang kearah barisan pasukan sebelah timur, yang di pimpin oleh ajudan Jenderal Tuli.
"Singgg,..!"
"Wusss,..!"
"Ahhhhhh,..!"
Bunyi berdesing tajam menghiasi udara, di susul dengan suara teriakan ngeri pasukan pengepung sebelah timur, yang di lewati oleh Tebasan Pedang tersebut.
Perisai pelindung pada pecah, potongan tubuh terbelah berserakan.
3 lapis pasukan rebah malang melintang, di lewati oleh cahaya tebasan dahsyat Guo Yun.
Ini adalah kali pertama, Guo Yun terpaksa menggunakan jurus simpanannya ini.
Kesudahan hasilnya sangat mengejutkan Guo Yun, sekaligus memberinya kepuasan.
Karena dengan Tebasan tersebut, dia berhasil memimpin barisan pasukan nya yang terkepung meloloskan diri lewat sebelah timur.
Agahai di samping terkejut dengan kemampuan barisan pasukan kecil.itu.
Dia juga di kagetkan dengan kemampuan pimpinan pasukan itu, yang masih sama muda dengan dirinya, tapi memiliki kemampuan yang begitu menakutkan.
Di samping merasa kaget, Agahai juga sangat kesal, karena telah di tipu mentah mentah oleh Guo Yun, dengan taktik militer tak terduga.
Yang Guo Yun gunakan adalah berpura-pura menyerang dari barat, yang dituju adalah timur.
Agahai dengan sangat marah, segera melesat seorang diri melakukan pengejaran kearah timur.
Dengan berterbangan menginjak kepala pasukan nya, lalu melayang ringan di atas rumput.
Agahai berhasil menyusul bagian belakang pasukan harimau hitam.
Sambil melayang di udara, Agahai memunculkan 2 Cakra di tangan nya.
Lalu dia melepaskannya kearah barisan belakang pasukan harimau hitam.
"Singgg,..!"
"Singgg,..!"
Guo Yun yang sedang mengawal pasukan nya bergerak mundur.
Saat dia mendengar suara desir tajam, mengejar barisan belakang pasukan nya.
Dengan ilmu meringankan tubuh menembus Mega, Guo Yun muncul menghadang di sana.
Melepaskan pukulan Tapak Naga 9 langitnya.
Terdengar suara naga meraung di udara, sebelum akhirnya dua energi tak kasat mata, menerjang kearah dua Cakra yang di lepaskan oleh Agahai.
"Blaarrr,..!"
"Blaarrr,..!"
"Blaarrr,..!"
"Blaarrr,..!"
ledakan beruntun terjadi di udara, masing masing tidak ada yang bersedia mengalah.
__ADS_1
Mereka berulang kali saling melepaskan serangan dahsyat secara bertubi-tubi.
Dari saling serang dalam jarak jauh, perlahan lahan mereka berdua saling mendekat.
Masing masing mengerahkan kekuatan puncak mereka, untuk saling menyambut serangan lawan mereka.
Dalam posisi sama sama melayang di udara, sepasang tapak Agahai beradu dengan sepasang tapak Guo Yun,
"Boooom...!"
Agahai terpental berjumplitan mundur diudara.
Saat kedua kakinya mendarat di atas tanah, Agahai sedikit terhuyung-huyung mundur kebelakang, sambil memegangi bagian dadanya yang terasa nyeri.
Agahai batuk batuk kecil dari mulutnya menyemburkan darah segar.
Bagian dalam tubuhnya tergetar hebat oleh benturan dahsyat barusan.
Sedangkan Guo Yun masih tetap pada posisinya melayang di udara.
Mereka sama sama berada di Tahapan pendekar Langit, tapi tenaga sakti Guo Yun masih lebih unggul 50 lingkaran di bandingkan Agahai.
Guo Yun sambil melayang, kembali melepaskan pukulan yang mengeluarkan suara raungan naga marah.
Dua energi putih transparan, melesat kedepan menerjang kearah Agahai.
Agahai buru buru melempar dirinya mundur menjauhi pukulan, yang di lepaskan oleh Guo Yun.
"Duaarrr,.."
Terjadi Ledakan dahsyat di atas tanah tempat Agahai tadi berdiri.
Debu pasir tanah berhamburan memenuhi tempat itu menghalangi jarak pandang mata orang orang di sekitar sana.
Guo Yun sudah tidak terlihat, begitu pula dengan barisan pasukan harimau hitam.
Semua sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.
Agahai sambil berdecak kesal, segera menjatuhkan diri nya, untuk duduk bersila, memulihkan sirkulasi energinya yang kacau.
Hingga matahari terbit, Agahai baru membuka kembali matanya, menghembuskan nafas putih panjang, yang bergulung gulung seperti seekor naga putih.
Naga putih itu melesat keluar dari kedua lubang hidungnya, kemudian tersedot masuk kembali kedalam lubang hidungnya.
Dengan menghembuskan nafas panjang lewat mulutnya, Agahai menyudahi meditasi pemulihan dirinya.
Ditempat lain, Guo Yun setelah berhasil menarik mundur pasukannya ketempat aman.
Dia juga terlihat duduk bersila memulihkan kekuatannya.
Meski Guo Yun menang dan terlihat baik baik saja, tapi energi Guo Yun cukup banyak terkuras.
Terutama saat melepaskan tebasan pemusnah, ilmu ini meski sangat dahsyat, tapi jurus ini sangat menguras energi tenaga saktinya.
Setelah kondisinya pulih, Guo Yun baru berjalan menghampiri Zhang Yi dan Ling Tong.
"Tuan muda bagaimana keadaan mu, ? semalam sungguh berbahaya, bila tidak ada tuan.."
"Saat ini kita semua pasti sudah tinggal nama.."
"Pemuda yang menggunakan sepasang Cakra, sebagai senjatanya, benar benar sangat kuat dan berbahaya.."
ucap Zhang Yi penuh semangat, saat membahas kejadian semalam.
__ADS_1
Guo Yun mengambil tempat duduk di dekat kedua ajudannya dan berkata,
"Kakak Zhang benar, semalam kita memang berada dalam keadaan sangat berbahaya.."
"Aku kurang teliti membuat keputusan, sehingga hampir saja mencelakai kalian semua.."
ucap Guo Yun merasa tidak enak hati.
"Semua itu di luar dugaan dan perkiraan kita, musuh ternyata sudah menyiapkan perangkap buat kita ."
"Tuan muda tak perlu terlalu menyesali diri, kejadian seperti itu, siapapun tidak akan pernah menyangka.nya.."
Guo Yun mengangguk dan berkata, "kedepannya kita harus lebih berhati hati."
"Lawan kita itu sangat cerdik dan pandai memainkan strategi."
"Kita jangan sampai terjebak untuk kedua kalinya,."
"Berikutnya bila sampai terjebak dalam kondisi yang sama, akan semakin kecil peluang kita bisa meloloskan diri dari sana.."
ucap Guo Yun serius.
Zhang Yi dan Ling Tong hanya bisa mengangguk membenarkan pendapat Guo Yun.
Zhang Yi menatap Guo Yun dan berkata,
"Lalu apa langkah kita berikutnya..?"
Guo Yun menatap Zhang Yi dan Ling Tong secara bergantian, kemudian berkata,
"Kakak berdua istirahat saja dulu, bersama pasukan kita di sini.."
"Aku akan pergi menyelidiki sendiri situasi di sana.."
"Bila sudah ada peluang, aku akan memberi kode ke kakak berdua lewat kembang api.."
"Mengapa kita tidak mengirim mata mata saja kesana ?"
tanya Ling Tong.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Satu fisik kita dan mereka tidak sama.."
"Kedua bahasa kita dan mereka juga tidak sama.."
"Tiga dengan adanya Jendral Cakra itu di sana, mata mata kita hanya akan menyetor nyawa saja bila kesana.."
"Aku menafsir, Meng Yu dan keempat saudaranya, pasti kalah di tangan orang itu."
"Dia adalah sumber masalah dan inti kekuatan pasukan Xiongnu.."
"Ingin menahlukkan bangsa Xiongnu, pertama tama yang harus kita tahlukkan tentu adalah dia.."
"Aku berangkat dulu, kalau ada sesuatu yang tidak wajar.. nyalakan saja tanda bahaya, aku akan segera kembali ."
"Ulur waktu, jangan keras lawan keras..."
ucap Guo Yun berpesan sebelum pergi.
"Tuan muda jangan khawatir, kami akan berhati-hati dalam bertindak. "
ucap Zhang Yi menenangkan Guo Yun.
__ADS_1