LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMBANTU JENDRAL FU


__ADS_3

Perdana menteri Li Si sudah turun dari kereta nya, dengan kedua tangan terangkat keatas, sambil mengibarkan sebuah bendera kecil di tangan kanannya.


Tanpa perlu bicara panjang lebar sekalipun, Zhang Yun juga sudah tahu, dia sudah memilih menyerah.


Tapi karena panik takut dan cemas, dia jadi terus mengoceh tiada putus.


Zhang Yun hanya berdiri diam disana, tidak menanggapi ocehannya sama sekali.


Hingga dia berhenti sendiri, Zhang Yun baru buka suara.


"Sudah cukup ocehan mu..?"


Perdana menteri Li Si sambil menelan ludahnya sendiri, dua mengangguk pelan.


"Baiklah bila sudah selesai, ini tali kamu ikat lah diri mu sendiri.."


Ucap Zhang Yun sambil melempar segulung tali kehadapan Perdana menteri Li Si.


Perdana menteri Li Si buru buru mengikat dirinya sendiri dengan di bantu tarikan gigi dan mulutnya.


Setelah dia selesai, Zhang Yun baru mengencangkan dan merapikan ikatannya.


Setelah itu Zhang Yun melempar tubuh Li Si yang sudah tak berdaya keatas punggung kuda dengan posisi tertelungkup di sana.


Setelah itu dia baru menyusul naik keatas punggung kuda tersebut, memacu kuda kembali kearah Shoucun.


Di tempat lain, di barisan belakangnya pasukan Qin.


Mereka harus menghadapi terjangan pasukan berkuda harimau hitam, di bawah pimpinan Li Ba dan Sian Sian.


Mereka tidak sanggup bertahan lama, karena pertarungan berjalan sangat timpang.


Tidaklah semudah seperti yang di arahkan oleh Perdana menteri Li Si.


Kenyataan sangatlah jauh berbeda, serangan anak panah mereka sama sekali tidak berfungsi.


Karena sebagian berhasil di pukul runtuh oleh Li Ba dan Sian Sian yang berada di garis terdepan.


Sambaran tinju petir dari pukulan tapak kabut darah, berhasil memukul rontok anak panah yang di arahkan ke mereka.


Sisa nya anak panah yang lolos, juga berhasil di tangkis oleh pasukan berkuda harimau hitam, yang di lengkapi dengan tameng penghalau anak panah.


Sehingga serangan anak panah jadi percuma, strategi tersebut tidak berjalan.


Saat jarak antara pasukan berkuda Harimau Hitam dengan pasukan tameng Qin semakin dekat.


Sebelum tombak mereka berhasil menjangkau tubuh kuda tunggangan pasukan harimau hitam.


Pasukan Tameng Qin sebagian sudah di porak porandakan, oleh pukulan jarak jauh yang di lepaskan oleh Li Ba dan Sian Sian.


Selain itu tombak tombak pasukan harimau hitam yang bisa terbang.


Sebelum terjadi benturan berhadap hadapan, tombak terbang itu, sudah berhasil membantu memporak porandakan barisan pasukan tameng.


Sehingga lagi lagi strategi dari Perdana menteri Li Si kembali di buat kacau balau tanpa hasil.

__ADS_1


Pasukan Tameng Qin pun akhirnya tembus, kacau balau bubar semuanya.


Setelah barisan pasukan tameng tembus, pecahlah perang simpang siur campur aduk.


Pasukan berkuda, dengan mudah dari atas punggung kuda menombak dan menghabisi pasukan Qin.


Dalam keadaan begini posisi pasukan Qin sangatlah buruk, mereka hampir tidak bisa memberikan perlawanan yang berarti.


Mereka terus menjadi sasaran empuk pembantaian yang di lakukan oleh pasukan harimau hitam.


Keadaan ini tidak berlangsung lama, setelah beberapa komandan pasukan tewas di tangan Li Ba dan Sian Sian.


Pasukan Qin yang lain pun, langsung memilih menyerah.


Melihat kedatangan pasukan harimau hitam, yang di pimpin oleh Li Ba dan Sian Sian muncul dari arah belakang.


Sisa pasukan Qin yang sedang melawan pasukan harimau hitam, akhirnya memilih menyerah.


Melihat keadaan tersebut, Liu Qin Lung pun berkata,


"Gubernur Jendral Zhou Wei, dan Jendral Ling Wu, tolong kalian bantu urus di sini.."


"Aku dan Xiang Yu lebih baik pergi membantu pasukan harimau hitam yang ada di sisi Utara sana."


Gubernur Jendral Zhou Wei mengangguk setuju dan berkata,


"Kamu pergilah bantu kesana, di sini ada kami tenang saja.."


"Pasukan Qin di sini juga sudah menyerah.."


Ucap Gubernur Jendral Zhou Wei memberikan ijin.


Setelah mendapatkan ijin, Liu Qin Lung pun menoleh kearah Xiang Yu dan berkata,


"Ayo adik Xiang Yu, kita ketempat pertarungan Jendral Fu, Jendral Han Wei dan Jendral Ying Wu yang masih sedang berlangsung.."


"Tenaga kita akan lebih di butuhkan di sana.."


Xiang Yu menanggapi dengan anggukan kecil, lalu dia mengikuti Liu Qin Lung memacu kudanya bergerak menuju kearah Utara.


Kedatangan Liu Qin Lung dan Xiang Yu langsung memporak porandakan barisan pasukan Qin yang menghalangi jalan mereka.


Tidak butuh waktu lama, Liu Qin Lung dan Xiang Yu akhirnya berhasil mendekati arena pertarungan Jendral Fu dari Yue melawan Jendral Cheng dari Qin.


"Adik Xiang Yu kamu bantu Jendral Fu.."


"Aku mau kesebelah dana bantu Jendral Ying Wu..."


Ucap Liu Qin Lung begitu tiba di dekat lokasi pertempuran.


Xiang Yu menanggapinya dengan anggukan kecil.


Setelah itu tanpa banyak cakap, dia langsung memutar Hua Ci yang berat dan mendatangkan suara angin menderu deru, menerjang kearah Jendral Cheng.


"Wungggg..!"

__ADS_1


"Wungggg..!"


"Wungggg..!"


Terdengar suara mengaung saat tombaknya di putar putar di udara.


Sebelum kemudian dia tebaskan kearah Jendral Cheng dari Qin.


"Wuutttt...!"


"Tangggg...!"


"Krreekkk..!"


"Brakkkk...!


Dalam satu hantaman keras, di mana Hua Ci datang dari atas kebawah menyerang Jendral Cheng


Jendral Cheng langsung mengangkat gagang tombak nya, untuk menahan serangan Hua Ci dari Xiang Yu.


Suara benturan senjata logam keras lawan keras terdengar memenuhi udara.


Xiang Yu terus memberikan tekanan, sedangkan Jendral Cheng, berusaha mati matian bertahan.


Ujung mata pedang Hua Ci, yang berbentuk bulan sabit, mulai bergerak turun menekan hingga terdengar bunyi gagang tombak Jendral Cheng patah.


Tanpa ampun ujung mata tombak Hua Ci langsung menghujam bahu nya Jendral Cheng tanpa ampun.


Darah menetes netes keluar dari lukanya.


Tiba-tiba Hua Ci ditarik balik, di ganti dengan sodokan ujung belakang gagang tombak Hua Ci.


Pelindung dada Jendral Cheng hancur menerima hantaman membalik tersebut.


Jendral Cheng langsung terjatuh dari atas punggung kuda, pingsan tidak sadarkan diri.


Jendral Fu yang dari tadi bertarung dengan Jendral Cheng dengan hasil imbang.


Hingga nafas Senin Kamis, kini melihat kedatangan Xiang Yu, hanya dalam dua gebrakan saja.


Bocah kecil itu langsung membuat lawannya jatuh dari punggung kuda tidak sadarkan diri.


Jendral Fu hanya bisa menatap bocah itu dengan tatapan mata dipenuhi kekaguman.


Jendral Fu baru sadar, setelah Xiang Yu berbicara padanya.


"Jendral pecundang ini, ku serahkan pada mu.."


"Aku mau kesana sebentar.."


Ucap Xiang Yu singkat sambil menunjuk kearah pertarungan Zhang Han melawan Han Wei.


Jendral Fu segera mengangguk, memberi hormat dan menjawabnya.


"Pergilah anak muda, di sini serahkan pada ku.."

__ADS_1


Xiang Yu menanggapi dengan anggukan kecil, lalu dia segera memacu kudanya menghampiri lokasi pertempuran Han Wei melawan Zhang Han.


__ADS_2