
"Dukungan bantuan seperti apa yang di maksudkan oleh Zhao Kung Kung sebagai bantuan diam diam..?"
Tanya Meng Thian sambil menatap tajam kearah Kasim Zhao Gao.
"Pasukan besar bergerak bagaimana bisa di sebut bantuan diam diam..?"
Ucap Meng Thian menyambung kembali pertanyaan nya tadi.
Zhao Gao tersenyum tenang, lalu dengan tubuh membungkuk penuh hormat kearah Meng Thian dan berkata,
"Maaf Jendral Meng, bukan hamba tua ini bermaksud tidak hormat, menyela pendapat Jendral Meng."
"Tapi yang hamba tua ini katakan, semua berdasarkan fakta yang ada saat ini.."
"Seperti yang kita semua tahu, saat ini pasukan kita di ibukota juga tidak banyak.."
"Mengirim bantuan pasukan besar jelas tidak mungkin.."
"Saat ini yang hamba tua ini maksudkan dengan mengirimkan bantuan diam diam, adalah.."
"Kita bisa mengirimkan bantuan perbekalan, persenjataan, beberapa Jendral dan perwira.."
"Tentu saja semua ini tidak akan menarik perhatian orang, dan bisa kita lakukan secara diam diam.."
"Begitu pula kita bisa mengirimkan beberapa orang sakti seperti Senior Hei Pai Suang Koai.."
"Mungkin di tambah dengan beberapa orang kenalan mereka untuk memuluskan misi ini.."
"Seperti yang kita juga tahu, meski Raja Guo Yun sudah mati, tapi semua orang di sampingnya itu.."
"Semuanya adalah jagoan kelas atas setingkat pendekar langit, bahkan mungkin ada yang mencapai tingkat Manusia Surga.."
"Bila kedua mahluk dari pulau neraka itu hadir, bahkan setingkat Dewa Abadi pun ada di antara mereka.."
"Untuk bisa membasmi mereka sepenuhnya itu bukan perkara mudah.."
"Bila hanya andalkan Perdana menteri Li Si dan pasukannya, 99% aku yakin kita tidak akan pernah berhasil menahlukkan Shoucun.."
Ucap Zhao Gao menjelaskan sambil diam diam terus mengamati ekspresi wajah junjungan nya.
Sebagai seorang Kasim yang cerdas, dia tahu sebaik apapun rencana dan usulnya.
Hal paling penting dan paling utama adalah memperhatikan selera dan kemauan junjungannya.
Bila junjungan nya suka, hal lain mudah di abaikan, tapi bila tidak.
Dia harus buru buru putar kemudi, tidak boleh menantang arus.
Dalam hal ini Zhao Gao diam diam sangat gembira, karena dia yang melihat Ying Zheng tumbuh dari kecil hingga besar.
Dia tahu persis Ying Zheng sangat tertarik dengan usulnya ini.
Ying Zheng sama sekali tidak ambil perduli dengan segala perjanjian.
Pelanggaran perjanjian bagi Ying Zheng itu hal normal normal saja, yang paling penting menang tujuan tercapai.
Hal lain nanti bisa di atur oleh penulis sejarah, bila dia menang.
__ADS_1
Meng Thian meski tidak setuju, tapi dia juga tidak bisa apa apa.
Karena usul Zhao Gao memang cukup baik dan tepat.
Meski sangat tidak benar, melanggar perjanjian, yang sudah di buat dan di tandatangani langsung oleh Raja mereka.
Meng Thian melihat ekspresi wajah atasannya, dia sudah yakin usulan Zhao Gao pasti akan diterima oleh Ying Zheng.
Ying Zheng setelah mendengarkan usulan Zhao Gao hingga selesai.
Dia menatap kearah Meng Thian dan Meng Yu secara bergantian dan berkata,
"Bagaimana menurut pendapat Jendral berdua..?"
Meng Thian memberi hormat dan berkata,
"Meng tidak punya pendapat, semua mengikuti pengaturan Yang Mulia.."
Meng Yu juga ikut memberi hormat dan berkata,
"Meng Yu juga tidak punya pendapat Yang Mulia.."
Ying Zheng mengangguk pelan, lalu dia menoleh kearah Hei Pai Suang Koai di belakangnya dan berkata,
"Bagaimana menurut kalian berdua..?"
"Kami mengikuti arahan Yang Mulia."
"Bila Yang Mulia ingin kami pergi membantu perdana menteri Li Si,
kami akan pergi mengundang beberapa teman lama kami, untuk ikut memberikan bantuan.."
Tanya Ying Zheng sambil menatap Hei Koai dengan wajah serius.
Hei Pai Suang Koai saling pandang sejenak, mereka berdua kemudian saling berbisik bisik sejenak.
Setelah nya Pai Koai yang jarang bersuara akhirnya berkata,
"Beri kami 7 hari, kami akan undang Si Pedang Naga Biru dari Lembah Mestika Naga, dan Si Golok Iblis dari Lembah Iblis."
"Dalam waktu singkat hanya dua orang itu yang bisa kami undang.."
Ucap Pai Koai dengan suaranya yang sedingin es.
Ying Zheng mengangguk dan berkata,
"Aku mengandalkan kalian, cepat pergi cepat kembali.."
"Setelah masalah selesai, Jasa kalian pasti akan di perhitungkan dengan baik.."
Ucap Ying Zheng dengan wajah serius.
"Terimakasih Yang Mulia.."
"Kalau begitu kami permisi.."
Ucap Hei Pai Suang Koai memberi hormat, setelah nya mereka berdua langsung menghilang dari tempat tersebut.
__ADS_1
Tidak ada yang melihat kapan mereka pergi, tahu tahu di dalam ruangan tersebut, sudah tidak terlihat keberadaan mereka lagi.
Ying Zheng menatap kearah ketiga bawahan nya dan berkata,
"Zhao Gao dengan titah.."
"Masalah perbekalan dan persenjataan, aku serahkan ke kamu mengurusnya.."
"Siap Yang Mulia.."
Jawab Zhao Gao sambil berlutut dan menyembah di depan Ying Zheng.
"Meng Thian dan Meng Yu dengar titah ."
"Masalah Jendral perwira dan pasukan pengawalan perbekalan, aku serahkan ke kalian berdua mengurusnya."
"Hamba siap terima perintah.."
Ucap Meng Thian dan Meng Yu kompak, dalam posisi berlutut dengan kaki sebelah.
"Kalian semua bangunlah, segera laksanakan jangan ada kesalahan.."
Ucap Ying Zheng sekali lagi berpesan.
"Siap Yang Mulia,.."
Jawab ketiga orang itu kompak, setelah nya mereka bertiga, segera mengundurkan diri dari sana.
Setelah semuanya pergi hanya tersisa dirinya seorang diri, Ying Zheng sambil tersenyum dingin berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Sambil berjalan Ying Zheng berkata pelan,
"Apa ada barang baru..?"
Seorang Kasim muda dengan tubuh terbungkuk bungkuk, dia berjalan di samping Ying Zheng segera menjawab nya
"Ada ..ada.. Yang Mulia dari Ciang Nan baru di kirimkan 100 perawan segar pilihan.."
"Silahkan Yang Mulia pergi melihatnya sendiri, barangkali ada yang cocok.."
Ucap Kasim muda itu dengan penuh hormat.
Ying Zheng mengangguk pelan, lalu dia pergi mengikuti Kasim muda yang menjadi penunjuk jalan nya itu.
Sementara Ying Zheng sudah menentukan sikap dan strateginya.
Di tempat lain di benteng pertahanan kota Shoucun Perdana menteri Li Si dengan 500.000 pasukannya sudah tiba di depan pintu gerbang kota tersebut.
Perdana menteri Li Si sendiri terlihat duduk di kereta perangnya, di bawah pengawalan beberapa orang Jendral kepercayaan nya dan barisan pasukan pengawal pribadi nya.
Membentengi dengan rapat posisinya, yang berada di bagian terdepan barisan tengah pasukan besarnya.
Sambil duduk tenang di kereta perangnya, Perdana menteri Li Si berkata,
"Siapa diantara kalian yang akan maju untuk mengeluarkan tantangan duel.."
"Biar saya saja panglima, hamba akan kedepan sana untuk ambilkan kepala Jendral Kerajaan Yue untuk di persembahkan ke panglima.."
__ADS_1
"Baiklah Jendral Kim Ju Seon, kamu boleh maju untuk tunjukkan kemampuan mu.."
"Tapi berhati hatilah, Jendral Jendral pasukan harimau hitam itu, tidak boleh kamu anggap remeh.."