LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PENJELASAN SI SI


__ADS_3

"Han Wei dengar titah..!"


ucap Gongsun Li dengan suara dingin.


Han Wei langsung maju berlutut di hadapan Gongsun Li memberi hormat dan berkata,


"Han Wei mendengarkan perintah."


"Han Wei kamu bawa 100.000 personil, segera berangkat ke kota Chen membantu pertahanan di sana."


ucap Gongsun Li memberi perintah.


"Siap Yang Mulia Ratu, Han Wei siap menjalankan titah dengan taruhan nyawa hamba.."


"Terimakasih Han Wei, segeralah berangkat ke kota Chen tidak boleh terlambat.."


ucap Gongsun Li cepat.


"Siap Yang Mulia.."


jawab Han Wei sambil memberi hormat, setelah itu dia langsung meninggalkan kemah pergi melakukan persiapan.


"Ying Wu dengar titah,.. !"


ucap Gongsun Li


"Siap Yang Mulia, Ying Wu siap terima perintah.."


ucap Ying Wu sambil berlutut di hadapan Gongsun Li.


"Ying Wu kamu juga bawa 100.000 pasukan segera berangkat, bantu pertahankan kota Cai."


ucap Gongsun Li tegas.


"Siap Yang Mulia, Ying Wu tidak akan kecewakan harapan Yang Mulia.."


"Meski tubuh dan tulang ini hancur, Ying Wu juga akan tetap pertahankan kota Cai."


"Terimakasih Ying Wu, segeralah berangkat ke kota Cai untuk jalankan tugas mu..'


ucap Gongsun Li cepat.


Ying Wu memberi hormat, setelah itu tanpa banyak bicara dia segera mundur meninggalkan perkemahan utama, untuk melakukan persiapan sebelum berangkat.


"Ling Tong, Zhou Tai dengar titah..!"


"Siap Yang Mulia, Ling Tong, Zhou Tai siap terima perintah.."


jawab kedua orang itu, sambil berlutut di hadapan Gongsun Li.


"Ling Tong, Zhou Tai, kalian berdua pimpin 200.000 personil, segera berangkat pertahankan kota Shoucun dengan baik.."


ucap Gongsun Li tegas.


Ling Tong dan Zhou Tai saling pandang sejenak, mereka berdua kemudian menghela nafas kecewa dan berkata pelan,


"Siap Yang Mulia, hamba tua siap terima perintah.."


"Kami akan segera berangkat ke Shoucun sekarang juga.."

__ADS_1


ucap kedua orang itu lesu.


Setelah memberi hormat ke Gongsun Li, mereka berdua lalu berjalan meninggalkan kemah utama dengan kepala tertunduk.


Saat melewati Zhang Yi, kedua Jendral tua itu tersenyum pahit sambil menggelengkan kepala.


Zhang Yi juga menghela nafas panjang, tanpa berkata sesuatu, dia langsung berjalan mengikuti kedua saudara angkatnya meninggalkan tempat tersebut.


Si Si memberi kode ke Gongsun Li, dia ingin keluar dari kemah.


Gongsun Li mengangguk kecil, dia mengerti apa yang ingin Si Si lakukan.


Gongsun Li kembali menatap kearah beberapa bawahan nya yang tersisa dan kembali berkata dengan suara tegas,


"Jendral Fu dengar titah..!"


"Siap Yang Mulia,..! jendral Fu siap mendengarkan titah.."


"Jendral Fu kamu bawa 100.000 personil segera berangkat pertahankan kota Yang Zhai.."


ucap Gongsun Li tegas.


"Siap Yang Mulia,..hamba segera berangkat sekarang ke kota Yang Zhai, membantu pertahanan di sana.."


ucap Jendral Fu cepat.


Setelah memberi hormat, dia segera bergegas pergi meninggalkan kemah utama.


Gongsun Li kini menatap kearah Jendral Lim, Guan, Xing, terakhir Panglima Zhang Sun.


"Kalian berempat segera mempersiapkan sisa pasukan kita yang ada, kita akan segera maju ke kota Dan Yang.."


" Khususnya Jendral Guan dan Jendral Xing kalian berdua masing masing bawa 50.000 buat perkemahan di tepi sungai Han Jiang.."


"Kalian harus saling terhubung dan saling membantu satu sama lain.."


"Buat pertahanan darurat di sana.."


ucap Gongsun Li membagi bagi tugas.


"Siap Yang Mulia,.."


jawab keempat orang itu cepat, sambil memberi hormat.


Setelah itu mereka segera meninggalkan kemah utama, untuk pergi melakukan persiapan.


Selesai membagi tugas, Gongsun Li juga ikut meninggalkan kemah, pergi menyusul kearah Si Si pergi.


Dia langsung pergi menuju kemah Zhang Yi.


Si Si yang menyusul Zhang Yi Ling Tong dan Zhuo Tai langsung memanggil dari belakang.


"Tiga Jendral Senior, harap tunggu sebentar.."


"Si Si ingin berbicara beberapa patah kata pada Jendral senior bertiga, bila Jendral senior bertiga tidak berkeberatan.."


ucap Si Si sambil tersenyum ramah.


"Ahh Yang Mulia selir Si Si, terlalu sungkan.."

__ADS_1


"Kami tiga orang tua tak berguna jadi di buat tidak enak hati.."


"Silahkan Yang Mulia berpesan kami semua siap mendengarkan.."


ucap Zhang Yi sungkan.


"Bagaimana bila kita bicara di kemah Senior Zhang saja..?"


ucap Si Si sopan.


"Ohh boleh tentu. saja boleh, itu adalah keberuntungan hamba, bisa dapat kunjungan dari Yang Mulia.."


"Mari silahkan Yang Mulia.."


ucap Zhang Yi penuh hormat.


Lalu dia menjadi penunjuk jalan menuju kemahnya yang letaknya tidak terlalu berjauhan dari kemah utama.


Di dalam kemah Zhang Yi dengan sopan mempersilahkan Si Si untuk duduk di kursi kebesarannya.


Sedangkan dirinya dan kedua saudaranya justru duduk di kursi yang menghadap ke arah Si Si.


Mereka bertiga kini duduk menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Si Si.


Salah satu istri Guo Yun yang terkenal paling lembut sopan, selalu penuh pengertian dan perhatian ke bawahan.


Terhadap Gongsun Li mereka semua adalah takut patuh dan hormat.


Tapi terhadap Si Si mereka semua adalah Sungkan malu segan, dan sangat menghormati nya.


"Begini senior Zhang Senior Ling dan senior Zhou, Si Si dalam kesempatan ini sebenarnya hanya ingin menyampaikan sesuatu secara netral.."


Ketiga orang itu mengangguk cepat menanggapi ucapan dari Si Si, mereka masih tetap setia menunggu apa yang hendak Si Si sampaikan.


Si Si menatap mereka bertiga sejenak, sebelum kemudian dia mulai berkata,


"Pertama tama Si Si ingin senior bertiga tahu, apa yang di sampaikan oleh kakak Gongsun Li.."


"Dia sebenarnya hanya bertindak sebagai penyampai pesan lisan dari suami ku, raja kita Guo Yun.."


"Semua ini adalah Raja Guo Yun sendiri yang mengaturnya, kakak' Li hanya bertindak sebagai penyampai pesan saja..'


"Jadi berharap senior bertiga bisa memaklumi dan tidak sampai salah paham ke kakak Li.."


ucap Si Si memberikan penjelasan.


Sesaat setelah menyapukan pandangannya kearah ekspresi wajah ketiga orang senior itu.


Si Si baru kembali berkata,


"Saya tahu meski senior bertiga, tidak berbicara.."


"Tapi didalam hati senior bertiga pasti sangat tidak puas dan kecewa dengan tugas, yang di emban oleh senior bertiga..'


"Senior bertiga saya sangat berharap, senior bertiga jangan pernah sampai salah paham dengan maksud baik tugas ini..'


"Saya sangat berharap senior bertiga paham, sebenarnya posisi senior bertiga lah yang menjadi kunci dari keseluruhan pertempuran ini.."


"Posisi yang di pegang oleh senior bertiga adalah posisi yang sangat strategis.."

__ADS_1


"Keselamatan kami dan seluruh pasukan, yang mengikuti kita.. Semua nya sangat bergantung kepada tugas yang di emban oleh senior bertiga."


"Asal senior bertiga tahu, Shoucun sebenarnya merupakan pos paling strategis, yang menjadi pintu masuk utama menuju ibukota kita.."


__ADS_2