LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENAWAN XIONG PA


__ADS_3

Di dalam perkemahan utama Guo Yun, terlihat Guo Yun berhadapan dengan ke 5 bawahannya.


"Waktu yang tepat telah tiba, kini tiba waktunya bagi kita untuk bergerak.."


"Kakak Zhou, kakak Ling kalian ikut dengan ku, bawa barisan pasukan kalian.."


"Kakak Zhang juga ikut bawa barisan pasukan kakak, tapi tugas kakak sedikit berbeda.."


Guo Yun kemudian berbisik di dekat telinga Zhang Yi, dengan serius.


Dia memberi petunjuk apa yang harus pada Zhang Yi mengenai rincian yang di lakukan nanti.


Zhang Yi mengangguk angguk, sebagai tanggapan dia mengerti atas perintah dari Guo Yun.


"Bagaimana kak sudah jelas..?"


tanya Guo Yun sambil menatap Zhang Yi.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Jelas, sangat jelas tuan muda, aku akan berusaha yang terbaik.


Guo Yun menyerahkan sebuah bungkusan kertas ke Zhang Yi dan berkata,


"Kakak Zhang ingatkan langkah langkah penggunaan nya. ?"


"Tidak boleh lupa atau salah, itu bisa sangat berbahaya.."


ucap Guo Yun mengingatkan.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Aku akan tulis langkah langkahnya, selain bisa mengingatkan."


"Bila ada yang salah, tuan muda juga bisa bantu koreksi ."


ucap Zhang Yi berpendapat.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Silahkan kak, itu lebih baik.."


Guo Yun menoleh kearah Han Wei dan Ying Wu, lalu berkata,


"Han Wei, Ying Wu kalian menunggu kode dari ku, bila sudah ada kode dari ku.."


"Dari dua arah, kalian harus ambil alih tembok kota dan gerbang kota.."


"Sebelum ada kode dari ku, kalian harus bersembunyi di lorong rahasia bersama pasukan kalian masing masing.."


ucap Guo Yun mengingatkan.


Han Wei dan Ying Wu memberi hormat dan berkata,


"Siap laksanakan tuan muda..."


Guo Yun lalu memberikan beberapa petunjuk kepada mereka berdua.


Setelah memastikan mereka mengerti sepenuhnya.


"Ayo persiapkan pasukan kalian, kita berangkat sekarang."


ucap Guo Yun cepat.

__ADS_1


"Berkuda atau..?"


tanya Ying Wu ragu.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata


"Kita tidak menunggang kuda, kita bergerak dengan jalan kaki, bawa tameng dan tombak saja."


"Kita akan gunakan terowongan rahasia di bawah kota Shang Qiu .."


"Siap..!"


ucap mereka berlima kompak.


Lalu mereka segera bubar dari kemah Guo Yun.


Guo Yun memimpin pasukannya, bergerak berlindung dalam kegelapan malam.


Mereka secara diam diam berindap indap, langsung menuju pintu rahasia di luar tembok kota, yang letaknya Idak jauh dari makam kakek dan orang tua Si Si.


Guo Yun menjadi penunjuk jalan, saat memasuk terowongan rahasia.


Di dalam terowongan banyak cabang, tapi Guo Yun yang memegang peta dari Si Si.


Tanpa mengalami kesulitan, dia mampu memimpin anak buahnya bergerak menuju posisi mereka masing masing.


Guo Yun paling pertama mengantar Han Wei dan Ying Wu menempati posisi mereka.


Setelah memastikan mereka mengerti, akan tugas mereka masing masing.


Guo Yun pun mengantar Zhang Yi menuju pos persembunyian nya.


Dari sini, Ling Tong, dan Zhou Tai dengan seluruh pasukan mereka, bergerak mengikuti Guo Yun.


Dahulu kamar tersebut adalah kamarnya Raja Xiang, tapi kini di tempati oleh Xiong Pa.


Guo Yun setelah memberi pesan ke Ling Tong dan Zhang Yi.


Dia seorang diri dengan tenang keluar dari balik pintu rahasia.


Pintu rahasia ini terletak tepat di belakang sebuah rak barang antik.


Begitu tuas rahasia di tarik oleh Guo Yun, rak barang antik bergeser kesamping.


Tembok di belakangnya terbuka, Guo Yun pun keluar dari sana.


Dia berjalan menghampiri ranjang di mana Xiong Pa, terlihat sedang memaksa bersenang senang, dengan seorang gadis muda yang cantik.


Guo Yun tidak heran, selama hampir sebulan, dia mengamati gerak gerik Xiong Pa.


Xiong Pa hampir tiap malam berganti ganti pasangan, bersenang senang dengan para dayang istana.


Dayang dayang ini adalah mantan dayang dayang istana kerajaan Song, sebelum di tahlukkan oleh Chu.


Kedatangan Guo Yun yang tiba-tiba mengangetkan Xiong Pa, dia langsung menghentikan aksinya.


Menatap kearah Guo Yun dengan marah, sambil menunjuk kearah Guo Yun dia membentak.


"Siapa kamu berani masuk kemari..!?"


"Penga......!"


Sebelum ucapan Xiong Pa selesai, dia sudah tertotok oleh Guo Yun.

__ADS_1


Xiong Pa seperti para keluarga raja umumnya, kemampuan silatnya biasa saja.


Tapi strategi militer dan otaknya cukup jalan, dia orang yang sangat hati hati.


Bila Guo Yun tidak ada peta jalan rahasia di tangan, dia tentunya tidak akan semudah itu menahlukkan Xiong Pa, yang selalu berhati hati ini.


Guo Yun menggunakan ujung kakinya, menyontek pakaian dayang malang, yang berserakan di atas lantai.


Pakaian itu satu persatu terbang ke hadapan gadis malang yang menutupi tubuhnya dengan selimut dan terlihat ketakutan.


"Pakailah kembali pakaian mu, apa kamu tahu dan kenal dengan 5 Jendral bawahan manusia busuk ini..?"


tanya Guo Yun sambil melempar tubuh Xiong Pa, yang tak berdaya jatuh bergulingan di atas lantai.


Pelayan itu mengangguk dan berkata dengan suara takut takut,


"A..aku tahu tuan.. terimakasih tuan telah menolong hamba.."


Guo Yun sambil memunggungi gadis itu, dia berkata,


"Pergilah,.. panggil mereka berlima kemari.."


Gadis itu setelah berpakaian rapi, dia memberi hormat ke Guo Yun lalu buru buru meninggalkan kamar tersebut.


Saat gadis itu keluar dari dalam kamar, para pengawal yang berjaga sedikit jauh dari sana, tidak ada yang menaruh curiga.


Mereka terlalu biasa menyaksikan para pelayan muda yang cantik cantik itu, keluar masuk kamar Xiong Pa.


Bahkan tidak jarang ada yang telah menjadi mayat, mereka lah yang ketiban sial harus mengurusnya.


Guo Yun berdehem satu kali, Ling Tong muncul membawa tali mengikat seluruh tubuh Xiong Pa.


Setelah selesai Ling Tong melintangkan pedang nya, yang tajam dan dingin di leher Xiong Pa.


Tak perlu menunggu lama gadis pelayan itu sudah kembali kedalam ruangan bersama kelima Jendral bawahan Xiong Pa.


Saat tiba di dalam kamar, melihat situasi di dalam kamar, mereka meski agak kaget.


Tapi mereka langsung bisa menebak apa yang sedang terjadi di sana.


"Lepaskan senjata kalian, serahkan stempel militer kalian, menyerahlah, bila tidak ingin lihat atasan kalian ini mati..!"


Bentak Guo Yun dingin.


Jendral Liang maju kedepan, dia membentak sambil menunjuk kearah Guo Yun.


"Besar sekali nyali mu, berani mengacau di sini..!"


"Hari ini kamu tidak akan bisa lolos lagi dari sini..!"


Guo Yun tersenyum santai dan berkata,


"Berani kamu macam macam bersiaplah menerima mayatnya.."


"Aku mau lihat bagaimana, kelak kalian mempertanggungjawabkan kejadian hari ini..?"


Jendral Liang tertawa keras dan berkata,


"Kamu mau bunuh boleh bunuh, mau potong juga silahkan.."


"Kami tidak akan termakan oleh taktik seperti itu.."


"Ketahuilah kami sudah pegang titah raja, siapapun yang tertawan oleh musuh.."

__ADS_1


"Kami tidak harus bertanggung jawab atas keselamatan nya, apalagi sampai mendengarkan tuntutan lawan.."


__ADS_2