
Waktu berlalu dengan cepat, tanpa mereka sadari hari mulai gelap.
Zhang Liang akhirnya berkata,
"Senang berkenalan dengan kalian semua.."
"Bila bukan karena kami masih mengemban tugas dari atasan kami.."
"Kami tentu dengan senang hati, mengikuti saudara Xiao, berangkat ke Medan perang di Bei Qi sana."
Xiao He sambil tersenyum ramah berkata,
"Kita bekerja pada tuan yang sama, cepat lambat pasti akan ada hari itu ."
"Meski beda misi, tapi tujuan kita pada akhirnya tetap lah sama.."
Zhang Liang dan Han Xin mengangguk menyetujui pendapat sahabat mereka itu.
Liu Pang mengangkat cawannya keatas dan berkata,
"Mari kita bersulang sekali lagi, sebelum kita berpisah, sebagai peringatan hari yang berbahagia ini..'
"Bisa bertemu dan berkumpul itu adalah jodoh.."
"Aku hanya berharap dan berdoa agar suatu hari nanti, kita bisa kembali berkumpul dan bekerja bersama sama."
"Bila ada hari itu, aku Liu Pang tentu akan sangat berterima kasih pada langit dan bumi .,"
"Tringgg...!"
Mereka semua bersulang bersama sambil tertawa gembira.
Setelah itu mereka berlima pun terlihat saling menjura, sebelum mereka akhirnya berpisah.
Liu Pang Xiao He dan Fan Kuai langsung kembali ke kereta mereka.
Begitu mereka naik keatas kereta, Xia Hou Ying segera menjalankan kereta mereka meninggalkan tempat itu.
Zhang Liang dan Han Xin melepaskan kepergian rombongan Liu Pang dengan lambaian tangan.
Setelah rombongan itu pergi, Zhang Liang dan Han Xin pun bergerak menuju kearah meja pemilik kedai.
"Paman Coa berapa tagihannya semua. ?"
Tanya Han Xin sambil merogoh uang di dalam saku bajunya.
Pemilik kedai yang bernama Coa Sam langsung berkata cepat.
"Tidak perlu bayar lagi, tadi semua tagihan sudah di selesaikan oleh Tuan yang berkumis dan berjenggot tipis itu."
"Kalau tidak salah kalian tadi memanggilnya kakak Liu.."
Han Xin dan Zhang Liang saling pandang.
__ADS_1
Zhang Liang memberi kode agar Han Xin mengikutinya meninggalkan tempat itu.
Mereka berdua sepanjang perjalanan kembali ke kediaman mereka, yang menyatu dengan kantor dinas .
Mereka berdua terus memuji dan merasa cocok bergaul dengan Liu Pang.
Mereka saling mengagumi karakter Liu Pang.
Sedangkan Rombongan Xiang Yu di tempat lain, dia berhasil menghubungi beberapa teman lama, teman masa kecilnya.
Xiang Chuang, Ji Bu, Long Ju, dan Zhong Li Mei.
Keempat teman lamanya ini, hampir semuanya adalah jago bela diri yang sangat ahli dalam pertarungan dan peperangan.
Hanya saja seperti Xiang Yu, mereka minum pengetahuan politik dan siasat militer.
Mereka hanya ahli bertarung dan membunuh lawan sebanyak banyaknya.
Setelah berhasil mengumpulkan rekan rekannya, Xiang Yu semakin bangga dan percaya diri.
Begitu fajar menyingsing rombongan Xiang Yu dan rombongan Liu Pang segera berangkat menuju kota Bei Qi.
Saat mereka tiba di kota tersebut, mereka dari kejauhan, sudah bisa melihat situasi kota tersebut, yang sedang di kepung habis habisan oleh pasukan Qin.
Xiang Liang segera melakukan rapat koordinasi bagaimana cara mereka untuk bisa menerobos masuk kedalam kepungan dan menolong kota Bei Qi yang berada dalam posisi kurang menguntungkan.
Baik Liu Pang dan semua pembantu handalnya maupun Xiang Yu dan beberapa saudara yang berhasil di kumpulkan nya.
Selama perundingan berlangsung, Liu Pang yang di temani oleh rekan rekannya, Fan Kuai, Xia Hou Ying, Xiao He, Cao Shen,Zhou Bo, Lu Wan, mereka lebih banyak diam.
Bila tidak di tanya, mereka lebih memilih diam.
Bahkan bila di tanya sekalipun, Liu Pang lebih banyak bersikap cengengesan.
Berlagak bodoh, menyerahkan semuanya ke Xiao He dan Cao Shen untuk membantunya menjawab.
Tapi justru sikap pura pura bodoh Liu Pang ini, justru berhasil mengelabui Xiang Yu bahkan Xiang Liang.
Di mana mereka semua mengira Liu Pang hanya orang bodoh yang tidak memiliki banyak kemampuan dan tidak perlu di khawatirkan juga di waspadai.
Mereka justru khawatir untuk memberikan tugas berat ke Liu Pang.
Hal ini memberikan Liu Pang dan rekan rekannya mendapatkan keuntungan yang tidak kecil.
Setidaknya mereka tidak perlu maju ke garis depan untuk berhadapan langsung dengan pasukan Qin.
Mereka hanya perlu menjadi penonton aksi heroik, Xiang Yu dan rekan rekannya.
Keputusan Xiang Liang dan Xiang Yu ini, tanpa mereka sadari justru sangat bertentangan dengan kemauan Guo Yun, yang sebenarnya ingin mengirim Liu Pang ke garis depan.
Dia ingin menggunakan Liu Pang untuk mengurangi kekuatan Qin.
Tapi mau bagaimana lagi, Jendral ada di lapangan, semua keputusan ada di tangan Jendral nya.
__ADS_1
Sebagai raja dia tidak bisa ikut campur, hanya bisa menerima laporan hasilnya saja.
Kembali kedalam perkemahan di mana perundingan sedang berlangsung.
Xiang Yu dengan penuh semangat angkat bicara dengan suara lantang.
"Begini saja kita putuskan, total pasukan ku adalah 20.000, sedangkan pasukan bantuan dari saudara Liu adalah 5000.."
"Jadi total Kekuatan pasukan kita adalah 25 ribu.."
"Aku akan membagi pasukan kita menjadi 5 kelompok, kelompok pertama di bawah aku sendiri.. dengan 5000 personil dari pasukan saudara Liu.."
"Kelompok kedua di bawah pimpinan Ji Bu.."
"Kelompok ketiga di bawah Xiang Zhuang.."
"Kelompok keempat di bawah Long Ju.."
"Kelompok kelima di bawah Zhong Li Mei."
"Kalian yang tersebut namanya, segera persiapkan pasukan kalian menunggu giliran."
"Aku akan maju duluan sebagai pembuka jalan.."
Ucap Xiang Yu memberikan instruksinya.
Fan Kuai terlihat tidak puas, dia melangkah maju dan berkata,
"Pasukan rakyat adalah pasukan kami, mereka hanya percaya pada kakak ku Liu Pang.."
"Bila kakak ku Liu Pang dan kami tidak di ikut sertakan, aku khawatir mereka tidak akan bersedia mendengarkan perintah mu.."
Xiang Yu menatap tajam kearah Fan Kuai dan berkata,
"Saudara Liu apa maksud rekan mu ini, apa kelompok mu meragukan dan tidak percaya dengan kemampuan ku..?"
Liu Pang langsung tersenyum kecut, lalu dia buru buru maju kedepan.
Menarik Fan Kuai mundur kebelakang dan berkata,
"Saudara Xiang terlalu berat kata katanya, saudara ku Fan Kuai tidak bermaksud seperti itu ."
"Harap saudara Xiang mau memandang muka ku, memaafkan kata kata saudara ku Fan Kuai, yang bila bicara kurang di pikir ."
"Harap saudara Xiang, bisa memaklumi, karena kami hanya berasal dari orang kasar pedesaan, yang tidak pintar tata Krama dan minim pendidikan.."
Fan Kuai meski terlihat tidak puas, dia tidak berani membantah kakaknya Liu Pang yang sangat di hormati nya, sejak kecil.
Karena sejak kecil mereka berlima boleh di bilang adalah anggota geng kecil desa yang di pimpin oleh Liu Pang.
Setelah mereka dewasa dan terlalu sering membuat keonaran di desa mereka.
Akhirnya kepala desa, mengangkat beberapa orang dari mereka, terutama pentolannya seperti Liu Pang, Xiao He dan Cao Shen sebagai petugas pemerintah dengan jabatan kecil, agar mereka tidak lagi menimbulkan keonaran di desa.
__ADS_1