LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERHADAPAN DENGAN 4 PENGAWAL


__ADS_3

Pasukan Qin yang berhamburan melarikan diri, satu persatu jatuh dari atas punggung tunggangan nya, yang terus berlari menjauh dari sana.


Meng Yu dan keempat pengawalnya, memanfaatkan situasi kekacauan itu.


Mereka mencoba melarikan diri, tanpa menghiraukan keadaan prajurit mereka, yang tidak mungkin bisa mereka selamat kan lagi.


Meng Yu melarikan kudanya terdepan menerobos semak belukar tinggi, tanpa banyak berpikir lagi.


Sedangkan keempat pengawalnya yang berpakaian putih bergerak menyusul di belakangnya, sambil memutar mutar pedang mereka masing-masing.


Mencoba menghalau serangan anak panah dan serangan yang di lepaskan dengan senjata rahasia.


"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


Terdengar suara pedang berbenturan dengan seragam anak panah maupun biji timah panas.


Putaran pedang mereka begitu rapat, sehingga tidak ada serangan jarak jauh yang mampu mencapai sasaran.


Gongsun Li yang melihat situasi itu segera berteriak,


"Komandan Yang ..!"


"Komandan Wu,..!"


"Fokus habisi sisa prajurit Qin, baru kalian menyusul..!"


"Aku akan mengejar Meng Yu dan keempat pengawalnya..!"


"Siap Yang Mulia Ratu..!"


jawab Komandan Yang dan komandan Wu cepat.


Lalu mereka bergerak terpisah, membawa pasukan mereka melakukan pengejaran kearah pasukan Qin yang sedang berusaha melarikan diri.


Gongsun Li sendirian memacu kudanya melakukan pengejaran kearah yang diambil oleh Meng Yu dan keempat pengawalnya.


Kuda Gongsun Li adalah kuda pilihan, sebentar saja sudah mampu memperpendek jarak antara dirinya dengan keempat pengawal Meng Yu.


Keempat pengawal itu karena tidak lagi di hujani panah dan timah panas, di mana pasukan Harimau Hitam kini sedang fokus menyerang prajurit Qin yang mencoba melarikan diri.


Mereka kini bisa fokus melarikan kudanya secepatnya meninggalkan lembah merak api.


Saat jarak Gongsun Li mendekat, di mana Gongsun Li memutar tombaknya, memberikan tebasan yang mengeluarkan cahaya merah menerjang kearah mereka.


Keempat orang itu baru sadar, ternyata masih ada yang mengejar mereka.


Menyadari bahaya mendekat, mengikuti insting dan pendengaran mereka.


Keempat itu melompat keatas, meninggalkan punggung kuda mereka yang sedang berlari cepat.


Cahaya merah energi tebasan tombak Gongsun Li, lewat tepat beberapa Cun di bawah telapak kaki ke-empat orang itu.


Dari ketinggian udara sana, mereka berempat berputar balik arah.


Menghadap kearah Gongsun Li, mereka masing masing melepaskan tebasan pedang udara kosong di udara.

__ADS_1


4 sinar putih meluncur cepat menerjang kearah Gongsun Li dan tunggangannya.


Gongsun Li yang tidak ingin tunggangannya jadi korban, dia segera memutar mutar tombak nya, hingga membentuk gulungan cahaya merah menghalau keempat tebasan yang datang.


"Tranggg..! Tringg..! Tranggg..!"


"Tranggg..! Tringg..! Tranggg..!"


"Tranggg..! Tringg..! Tranggg..!"


"Tranggg..! Tringg..! Tranggg..!"


Terjadi benturan keras di udara, yang menimbulkan bunyi logam beradu berdentingan.


Setelah serangan jarak jauh mereka tertahan oleh putaran tombak Gongsun Li.


Dua diantara empat orang itu, melesat cepat dengan pedang lurus diarahkan kedepan.


Mencoba memberikan dua tusukan yang di arahkan ke Gongsun Li.


Dua sisanya juga melakukan gerakan yang sama menyusul tiba.


Hanya arah tusukan pedang mereka sedikit lebih direndahkan sasaran nya.


Gongsun Li memutar tombak nya, menangkis dua serangan pedang yang datang pertama.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Dengan tangkisan keras, Gongsun Li, berhasil memukul mundur dua penyerang pertama itu.


Tapi dua serangan susulan, yang datang menyusul begitu cepat Gongsun Li terpaksa membuang diri kebelakang menghindari serangan tersebut.


Kedua serangan susulan berhasil Gongsun Li hindari.


Dengan cara bersalto di udara, Gongsun Li berhasil menghindari kedua serangan tersebut.


Tapi karena cara itu, secara otomatis, Gongsun Li harus meninggalkan punggung tunggangannya.


Kemudian dia melayang ringan mendarat di atas tanah.


Sambil mengganti tombak nya dengan sepasang belati tajam di kedua tangan nya.


Gongsun Li bersiap menghadapi pertempuran jarak dekat, melawan keempat orang pengepungnya.


Begitu kaki Gongsun Li menotol ringan di atas tanah, tubuhnya sudah melesat cepat mengejar kearah dua orang yang terdekat dengannya.


Sepasang belatinya bergerak dengan cepat, satu mengeluarkan cahaya biru.


Menyerang dengan hawa dingin menusuk tulang, dengan gerakan lemah lembut tapi mematikan.


Sedangkan belati yang lain, mengeluarkan cahaya merah menerjang kearah lawan lainnya dengan gerakan ganas keras dan cepat, hawa panas mengiringi serangan belati Gongsun Li.


Gongsun Li sedang memainkan ilmu tarian pedang bidadari matahari rembulan.


Yang menjadi ilmu andalan yang di Warisi nya dari Dewi Perang Mu Lan.


Kedua orang yang di serang oleh Gongsun Li, buru buru memutar pedang mereka untuk melakukan tangkisan.


"Trangggg..!'

__ADS_1


"Trangggg..!'


Lawan pertama yang menangkis serangan belati biru, terlihat mengigil kedinginan, seluruh tubuhnya di selimuti lapisan es.


Sedangkan lawan kedua yang menangkis serangan belati yang mengeluarkan cahaya merah.


Kedua lengan baju dan sebagian rambut dan alisnya, tersambar oleh jilatan api panas.


Lawan tersebut harus buru buru melompat mundur, untuk memadamkan api yang menjilat lengan baju dan rambutnya.


Agar tidak menyebar keseluruh tubuhnya.


Pergerakan Gongsun Li sangat cepat belum kedua orang itu, mengatasi keadaan mereka yang terserang hawa dingin membeku dan panas membakar.


Gongsun Li sudah kembali tiba dengan sepasang belatinya mengincar kearah leher dada dan perut mereka.


Sinar merah biru berkelebatan di sekitar tubuh mereka berdua.


Mereka berdua terpaksa membuang diri kebelakang bergulingan diatas tanah, untuk menghindari serangan ganas Gongsun Li.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Serangan lanjutan Gongsun Li yang mengejar kedua orang itu yang sedang bergulingan di atas tanah.


Di tangkis oleh kedua lawan lainnya, sehingga kedua orang yang bergulingan berhasil menyelamatkan diri.


Lalu melompat berdiri dengan wajah pucat.


Mereka tidak menyangka Gongsun Li bisa memilki kecepatan dan kekuatan yang begitu dahsyat.


Mereka merasa seperti baru lolos dari lubang maut, berkat bantuan kedua rekannya yang lain.


Sesaat setelah menenangkan diri, kedua orang itu buru buru maju membantu dua orang rekan mereka yang terlihat terdesak oleh kecepatan pergerakan sepasang belati Gongsun Li.


Mereka berempat segera membentuk formasi segi empat mengurung Gongsun Li.


Kemanapun Gongsun Li menyerang, tiga yang lainnya akan datang membantu menangkis.


Atau mereka akan membantu menyerang dari 3 arah lain, memaksa Gongsun Li agar membatalkan serangan nya.


Dalam sekejab mata mereka berempat sudah berubah menjadi empat gulungan sinar putih mengurung gulungan sinar merah biru yang berada di tengah.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


Suara benturan senjata dan bunga api berpijar pijar mewarnai arena pertempuran.


Pedang keempat orang lawan Gongsun Li sudah terlihat gompal di sana sini.


Sehingga pedang mereka terlihat bergerigi di sana sini.


Mereka tidak lagi berani beradu keras lawan keras secara berterang melawan sepasang belati Gongsun Li yang tajam dan kuat.


Sebisa mungkin mereka akan menangkis dari samping

__ADS_1


Bila tidak sedang dalam keadaan sangat terpaksa, mereka pasti akan berusaha menghindari benturan keras lawan keras secara langsung.


__ADS_2