LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
UJIAN SELEKSI DI XIAN YANG


__ADS_3

Mereka berdua di bantu sejumlah prajurit Qin mulai menaruh racun virus ke mayat mayat yang masih tersangkut di sekitar sana.


Mereka melakukan nya dengan sangat hati hati, menggunakan penutup hidung dan sarung tangan, agar tidak sampai terjangkit virus yang mereka lepaskan.


Di antara sekian banyak mayat yang tersangkut di sana, Zhao Gao yang secara tidak sengaja, saat dia ingin memasukkan virus ke salah satu mayat


Mayat yang mengambang di atas air itu, di mana bajunya tersangkut di reruntuhan puing puing kapal.


"Ahhhhhhh..!"


Teriak Zhao Gao kaget, saat mayat itu tiba tiba membuka mata dan memegang tangan nya.


"Tolong aku.."


Ucap orang yang di kira mayat tapi ternyata masih hidup itu.


Zhao Gao dengan agak sedikit takut takut, dia mengulurkan tangannya kedepan hidung mayat itu.


Zhao Gao segera menemukan mayat tersebut ternyata masih bernafas.


Dengan kaget Zhao Gao berkata,


"Hei di sini ada yang masih hidup..!'


Beberapa prajurit Qin bergerak sigap menarik tubuh pria itu naik keatas kapal.


Tabib Si Fu yang hadir di sana sebagai pengawas, dengan cepat dia memberikan pertolongan pada pria yang sekujur tubuhnya penuh luka itu.


Pria itu, setelah tadi menegur Zhao Gao, kini dia sudah kembali pingsan tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian, pemuda yang bernyawa besar, mampu lolos dari kematian itu.


Akhirnya dia siuman dari pingsan nya.


Dia memberi hormat kearah Zhao Gao, Li Si dan Si Fu, secara bergantian, meski tubuhnya masih lemah.


"Terimakasih atas Budi besar kalian bertiga, aku Zhao Guang tidak akan pernah melupakan Budi besar ini.."


Ucap pemuda itu dengan suara lemah.


"Sudahlah lupakan saja,.. "


"Kamu istirahat saja, sampai kondisi mu pulih baru kita bicara.."


"Saat ini kondisi tubuh mu belum cocok untuk banyak bicara.."


"Jadi bersabarlah, waktu kedepannya masih panjang.."


Ucap tabib Si Fu sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Zhao Gao yang mendengar pemuda itu, memilki marga yang sama, hatinya langsung tertarik.


Di dalam hati Zhao Gao berniat ingin menguji pemuda ajaib ini..


Bila di kemudian hari ternyata pemuda ini, berbakat dan bisa dia pergunakan.


Zhao Gao berencana untuk menjadikan pemuda ini putra angkat nya, untuk penyambung keturunan keluarga Zhao, juga membantu nya meraih cita cita terpendamnya.


Berhubung dia sendiri sudah tidak mampu, maka dia hanya bisa berharap menemukan penerusnya dengan cara itu.


Demikian lah rencana dan angan angan di otak Zhao Gao saat ini.


Sedangkan Perdana menteri Li Si dia terus mengamati wajah pemuda itu.


Dia serasa pernah melihatnya, tapi di mana dia melihatnya, dia sudah lupa dan tidak ingat lagi.


Tapi hingga pemuda itu pulih total, kemudian mengikuti rombongan mereka kembali ke Xian Yang.


Perdana menteri Li Si tetap saja tidak pernah berhasil mengingatnya.


Dalam perjalanan, pemuda itu bersikap sangat baik, penuh hormat, penurut dan pandai mengambil hati ketiga orang pimpinan itu.


Perlahan-lahan kecurigaan Perdana menteri Li Si mulai hilang.


Perdana menteri Li Si mulai menaruh rasa suka terhadap pemuda, yang pandai mengambil hati cerdas dan pandai membaca situasi.


Terakhir mereka bertiga malah saling bersaing, ingin merekrut pemuda cerdas dan penurut itu menjadi. pengikut pribadi mereka.


Pemuda bernama Zhao Guang itu, memanggil ketiga orang itu sebagai ayah angkatnya.


Dengan cara tersebut, ketiga orang itu pun sama sama puas, tidak ada yang saling iri dan berebut lagi.


Dari Li Si pemuda itu banyak belajar buku strategi militer, dari Si Fu, dia juga belajar ilmu pengobatan.


Dari Zhao Gao dia belajar ilmu politik, ilmu pandai membaca situasi, dan karakter orang, juga ilmu menyenangkan hati atasan.


Semua itu di pelajari oleh pemuda itu dengan tekun tanpa banyak membantah.


Hal itu membuat ketiganya semakin percaya dan semakin menyayangi pemuda itu.


Pemuda bernama Zhao Guang itu akhirnya di bawa oleh mereka menuju istana.


Setiba di istana, kebetulan sekali di istana sedang mengadakan pemilihan kader Jendral baru, untuk menempati posisi sebagai Jendral keamanan ibukota.


Ying Zheng sendiri yang turun tangan menyaksikan seleksi pemilihan Jendral baru tersebut.


Sebuah mimbar di dirikan di halaman depan istana.


Ying Zheng setelah menerima hasil laporan pekerjaan ketiga anak buahnya, yang berjalan lancar.

__ADS_1


Dia mengundang ketiganya, untuk ikut duduk di dekatnya di tempat khusus yang agak tinggi, menyaksikan tahapan seleksi yang sedang berlangsung di bawah sana .


Zhao Guang, yang di bantu oleh Li Si sudah di masukkan kedalam daftar peserta ujian seleksi tersebut.


Dengan reputasi dan koneksi yang di milikinya, bukan hal sulit bagi dia untuk memasukkan Zhao Guang sebagai peserta ujian.


Apalagi selain Li Si, juga ada Zhao Gao yang diam diam membantunya.


Hal ini semakin memuluskan langkah Zhao Guang.


Pengaruh Si Fu di kalangan istana juga tidak kecil, siapa yang berani mati menyinggung dan berkonfrontasi dengan tabib dewa. itu sama saja dengan menggali lubang kubur sendiri.


Bila tabib dewa tersinggung, suatu hari mereka atau keluarga mereka sakit.


Tabib Dewa tidak mau turun tangan membantunya, maka mereka pasti akan mati konyol.


Zhao Guang yang beruntung, secara diam diam, dia mendapatkan dukungan rahasia dari ketiga orang itu.


Sehingga tanpa mengalami kesulitan, dia berhasil lolos seleksi awal, sehingga kini langsung memasuki tahapan ujian praktek nyata.


Tentu saja semua ini, di lakukan secara diam diam di luar sepengetahuan Ying Zheng.


Bila Ying Zheng tahu, mereka menerima orang yang tidak punya asal usul jelas, menjadi bagian dari keluarga mereka.


Ying Zheng pasti akan curiga, bagus kalau cuma curiga dengan Zhao Guang


Takutnya mereka pun ikutan di curigai, bila itu terjadi.


Maka tamatlah karir dan riwayat mereka di hadapan Raja, yang paranoid dan krisis kepercayaan terhadap semua orang.


Kembali ke acara seleksi, kini semua Jendral hingga prajurit elite, dan masyarakat yang merasa memilki kemampuan.


Mereka satu persatu mulai maju untuk mencoba beberapa tahapan ujian, yang berada di atas mimbar.


Ujian tersebut terbagi dalam 3 tahap, Ujian tahap pertama adalah ujian kekuatan fisik.


Ujian tahap kedua adalah ujian ketahanan pernafasan..


Ujian tahap tiga adalah ujian mengatur barisan dan formasi pasukan..


Ujian tahap pertama sendiri, ujian kekuatan di bagi dalam 4 tahapan.


Tahapan pertama, adalah tahapan mengangkat beban..


Tahapan kedua adalah mengangkat patung singa tembaga.


Tahapan ketiga adalah menggunakan kekuatan otot untuk melumpuhkan sapi gila..


Sedangkan tahapan terakhir tahapan ke 4, peserta akan di minta untuk menahlukkan gajah yang sedang marah.

__ADS_1


Satu persatu nama jendral kerajaan Qin dan peserta ujian mulai di panggil, terkecuali Meng Yu, karena dia sedang melakukan pemulihan luka di Shoucun.


__ADS_2