
Di saat kritis, untungnya Guo Yun ada di dekat sana dan melihat nya.
Sehingga Guo Yun langsung terjun kedalam sungai menyelamatkannya.
Saat Gongsun Li berhasil di tolong, dia dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Saat dia sadar lagi, dia sudah berada di dalam kamarnya di temani teman teman wanitanya.
Lewat cerita mereka lah, dia tahu Guo Yun yang telah menyelamatkan diri nya.
Tapi karena malu Gongsun Li memutuskan merahasiakan nya,
Dia tidak pernah cerita ke Ching ke, juga tidak berusaha menemui Guo Yun, untuk sekedar mengucapkan rasa terimakasih nya.
Ching Ke sedikit kaget saat mendengar Gongsun Li bilang dirinya tidak bisa berenang.
Tapi sesaat kemudian dia segera berkata,
"Itu bukan masalah, karena hanya satu orang, aku yang akan menjaga mu nanti."
"Ada lagi pertanyaan lainnya, ?"
ucap Ching ke penuh percaya diri.
Guo Yun memilih menundukkan kepalanya malas berdebat, dia hanya bisa berharap Ching Ke benar melaksanakan janjinya.
Bila tidak, dia pasti tidak akan mengampuninya, bila sampai terjadi sesuatu dengan Gongsun Li.
Karena menurut pikiran dan analisa Guo Yun, berdasarkan ilmu strategi militer yang di pelajari nya.
Sebenarnya masih banyak cara lain.
Dari pada melakukan strategi yang penuh resiko ini.
Tapi tentu saja Guo Yun tidak berkata apa-apa.
Dia justru berharap jangan sampai terjadi seperti apa yang dia pikirkan, semoga semua berjalan lancar lancar saja.
Dengan demikian pihaknya tidak perlu mengalami kerugian apapun.
Melihat tidak ada lagi yang berpendapat setelah Guo Yun, Ching Ke pun segera menutup rapat pertemuan mereka.
"Baiklah bila tidak ada yang berpendapat lagi, kita jalankan seperti itu saja.."
"Jendral Xi, Jendral Zu, segera persiapkan segala keperluannya mulai dari sekarang, tengah malam nanti kita akan berangkat.."
"Siap laksanakan tuan muda Ching,.."
ucap kedua Jendral itu sambil memberi hormat kearah pangeran Ji Ao dan semua yang hadir disana.
Lalu mereka berdua langsung mengundurkan diri dari kemah utama.
"Ya sudah kalian berempat juga pergilah istirahat, jaga kondisi kalian."
"Karena malam nanti masih ada tugas yang jauh lebih berat menanti kalian. "
"Pengawal,..!"
panggil pangeran Ji Ao.
Seorang pengawal buru buru masuk kedalam ruangan, lalu berlutut dan memberi hormat,
"Ya Pangeran,.."
__ADS_1
ucap pengawal itu cepat.
"Bangunlah,..tolong antarkan tamu penting kita, ke kemah mereka masing masing untuk beristirahat.."
ucap pangeran Ji Ao.
"Siap laksanakan.."
ucap pengawal itu sambil memberi hormat.
Setelah itu, pengawal itu dengan penuh hormat mempersilahkan ke 4 orang itu mengikutinya.
Dia mengantarkan mereka berempat satu persatu, hingga tiba didepan l kemah mereka masing-masing.
Pangeran Ji Ao sendiri terlihat berdiri di depan peta kain, yang di gelar lebar lebar.
Dia terus menatap dan mengamati peta itu, meniru yang di lakukan Guo Yun.
"Lapor pangeran,.. tugas sudah selesai di laksanakan.."
ucap pengawal itu kembali ke kemah utama untuk memberikan laporan.
Pangeran Ji Ao yang sedang asyik memperhatikan peta, menghentikan kegiatannya.
Dia membalikkan badannya, menatap kearah pengawal itu dan berkata,
"Antarkan aku ke kemah Guo Yun.."
"Baik pangeran.."
ucap pengawal itu cepat.
Kemudian dia mempersilahkan, pangeran Ji Ao mengikutinya menuju kemah tempat Guo Yun beristirahat.
Dia buru-buru menghentikan kegiatan nya, dan maju untuk menyambut kedatangan pangeran Ji Ao.
"Hormat Yang Mulia pangeran.."
ucap Guo Yun sambil maju memberi hormat.
"Yun er tak perlu peradatan, ayo duduklah.."
"Paman datang kemari khusus ingin mendengarkan pendapat mu, mengenai penyerangan ini.."
"Paman ingin tahu apakah kamu punya ide lain mengenai Misi kali ini..?"
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Yang Mulia keputusan hasil rapat sudah di ambil, harusnya kita mendukung dan menjalaninya dengan sepenuh hati.."
"Tidak boleh ada keraguan, ini akan mengacaukan moril pasukan, dan perpecahan internal sebelum maju berperang.."
Pangeran Ji Ao mengangguk sambil menatap Guo Yun dengan tatapan kagum.
Guo Yun tidak ambil pusing reaksi pangeran Ji Ao, dia langsung lanjut berkata,
"Saat ini aku hanya bisa membantu membuat rencana B dan C, untuk menyelamatkan diri, bila rencana A kita gagal."
ucap Guo Yun serius..
"Baiklah Yun er,.. paman akan mendukung mu, apapun itu.."
ucap Pangeran Ji Ao setulus hati.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu Guo Yun menjadi terharu dan berkata,
"Begini paman, ini rencana B dan C ku,.. bila sesuatu yang tidak terduga terjadi ."
Guo Yun terlihat menjelaskan dengan serius ke pangeran Ji Ao.
Pangeran Ji Ao mendengarkan dengan serius, dan mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Baiklah,.. itu ide yang sangat bagus, aku akan segera sampai kan ke Jendral Xi dan Zu."
"Bila terjadi sesuatu hal, yang tidak diingkari, mereka boleh langsung jalankan rencana mu ini.."
ucap Pangeran Ji Ao penuh semangat.
Pangeran Ji Ao sambil tersenyum gembira berkata,
"Terimakasih banyak Yun er.."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak perlu pangeran, cukup pangeran katakan kepada jendral Xi dan Zu, bahwa ide ini datang dari pangeran sendiri, Yun er sudah senang..'
Pangeran Ji Ao menghela nafas panjang dan berkata,
"Bila adik ipar ku Li er tahu hal ini alangkah baiknya, sayangnya dia terlalu buta untuk melihat ketulusan dan niat baik mu.."
Mendengar hal ini, Guo Yun buru buru berkata,
"Pangeran berjanjilah jangan sampai kakak Li tahu, ide ini datang dari ku.."
Pangeran Ji Ao menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah Yun er, kecuali dia curiga sendiri dan datang bertanya, bila tidak aku juga tidak akan pernah pergi memberitahu nya.."
Guo Yun menghela nafas lega dan berkata,
"Terimakasih banyak pangeran.."
Setelah mengobrol basa basi sebentar, pangeran Ji Ao pun meninggalkan kemah Guo Yun, untuk pergi menemui kedua jendral nya.
Setelah Pangeran Ji Ao pergi, Guo Yun pun kembali sibuk dengan sketsa peta yang di buatnya.
Guo Yun sedang membuat rencana cadangan D bila serangan pertama mereka gagal.
"Raja Huan sekali ini kamu bisa datang, jangan berharap bisa kembali.."
"Tempat ini akan menjadi kuburan mu.."
ucap Guo Yun sambil menunjuk
peta buatan Guo Yun, yang ada tulisan Hua Rong di sana.
Tepat sesuai waktu ditentukan, maka berangkatlah 3 rombongan besar menempuh jalan berbeda sesuai dengan rencana yang di buat Ching Ke.
Tepat jam 3 pagi, mereka semua akhirnya sampai di tempat yang di tuju.
Begitu melihat tanda yang di lepaskan oleh Ching ke, sebagai pimpinan barisan tengah.
Barisan kanan dan kiri langsung menjalankan tugas seperti yang sudah di rencanakan.
Tapi sebelum perahu mereka sempat merapat kearah pantai.
Tiba-tiba dari arah pantai, muncul pasukan besar kerajaan Song, yang menyala kan api obor, sambil menembakkan panah, menghujani kearah pasukan kerajaan Lu, yang terbagi dalam 3 kelompok.
__ADS_1