
Saat pasukan harimau hitam, di bawah pimpinan Ling Tong meninggalkan ibukota Handan.
Di tempat lain, di markas militer Chang Ping Kuan.
Bai Qi dengan langkah terburu-buru memasuki kemah utama Lu Bu Wei.
Di mana terlihat Lu Bu Wei dan Si Topeng Emas sedang duduk santai bermain Wei Qi, sejenis catur cina kuno dengan biji hitam putih, saling mengepung saling membunuh.
Sangat mirip dengan Medan pertempuran sendiri.
Lu Bu Wei terlihat berkerut kerut wajah nya berpikir keras, dengan biji catur hitam ditangan.
Siap melakukan langkah nya,. sedang kan Si Topeng Emas terlihat santai menanggapi permainan tersebut.
"Perdana menteri,..ada laporan penting..!"
ucap Bai Qi penuh semangat.
Lu Bu Wei menghentikan pergerakan nya dan berkata,
"Yun er,.. aku menyerah sekali ini, nanti baru kita lanjutkan lagi.."
Dari kata-kata nya, jelas dalam permainan tersebut, Lu Bu Wei harus akui keunggulan Guo Yun dalam permainan catur tersebut.
Lu Bu Wei menoleh kearah Bai Qi dan berkata,
"Ada laporan apa,.? mengapa kamu begitu panik Jendral Bai..?"
"Ini tidak mirip dengan kebiasaan mu.?."
Bai Qi tersenyum canggung dan berkata,
"Begini Perdana menteri, barusan aku mendapat laporan militer.."
"Pasukan Harimau Hitam di bawah pimpinan Ling Tong, sudah meninggalkan kota Handan.."
Lu Bu Wei menatap gembira ke Bai Qi dan berkata,
"Berapa jumlah mereka..?"
"Sekitar 80.000 kurang lebihnya.."
ucap Bai Qi cepat.
"Kamu pimpin 200.000 pasukan hancurkan mereka, apa kamu bisa..?"
tanya Lu Bu Wei bersemangat.
"Hamba siap laksanakan.."
ucap Bai Qi penuh semangat.
"Paman bila kamu lakukan itu, di jamin keseluruhan rencana kita di Zhao akan kacau.."
ucap Guo Yun mengingatkan.
Lu Bu Wei, langsung menoleh kearah Guo Yun dan berkata,
"Coba jelaskan..?"
"Begini paman, begitu kita menghabisi Ling Tong dan pasukan nya.."
"Lawan akan segera sadar, betapa masih sangat berbahayanya kita."
__ADS_1
"Mereka akan waspada, curiga, bahkan ada kemungkinan, akan membatalkan rencana mencopot kekuasaan Li Mu.
Mereka ada kemungkinan, malah akan berbalik mendukung Li Mu.."
"Bila itu terjadi, keseluruhan rencana kita akan rusak total.."
ucap Guo Yun menjelaskan resiko, yang akan mereka hadapi bila menyerang Ling Tong.
Guo Yun melakukan hal ini, sebagian memang takut rencana rusak.
Sebagian lain, tidak tahu kenapa, dia merasa tidak tega melihat pasukan itu tewas.
Dia sudah pernah menyaksikan sebelumnya, pasukan itu di bantai.
Saat dia ingin pergi menolong Lu Bu Wei, waktu itu entah kenapa, dia merasa agak sedih dan tidak nyaman, melihat mayat pasukan itu bergelimpangan.
Guo Yun berpikir, mungkin ada hubungannya, dengan pertalian batin dengan masa lalunya.
Karena nama pasukan ini, memiliki kemiripan dengan nama pasukan bentukan Wen Zhong, dirinya di kehidupan sebelumnya.
Lu Bu Wei segera menepuk pahanya sendiri dengan keras,
"Plakkk..!"
"Hah lihat betapa cerobohnya aku.."
"Hampir saja aku mengacaukan semuanya.."
"Terimakasih Yun Er.."
"Jendral Bai, biarkan saja jangan di ganggu mereka, kembali lagi ketempat mu.."
"Cukup lakukan pengamatan, apa yang mereka lakukan.."
ucap Lu Bu Wei berpesan.
Bai Qi mengangguk, lalu dia pun buru-buru mundur dari sana.
Sementara itu di istana kota Handan, setelah Ling Tong dan pasukannya pergi.
Di mana Ling Tong dan pasukannya, tidak mengalami serangan dan penghadangan dan pasukan Qin.
Raja Qian dan para pejabat istana, semakin yakin bahwa mereka kini telah aman.
Li Mu yang sombong sudah waktunya harus di singkirkan.
Malam itu juga Raja Qian memanggil Jendral Zhao, yang masih merupakan adik iparnya.
Di mana Jendral Zhao menempati posisi panglima pasukan elite pengawal istana.
Mendapatkan panggilan Raja Qian di tengah malam, panglima Zhao langsung datang menghadap.
Begitu tiba, Panglima Zhao yang masih muda dan sangat tampan, dalam balutan seragam militernya.
Dia segera berlutut di hadapan Raja Qian dan berkata,
"Hamba datang memberi hormat pada yang mulia, semoga yang mulia panjang umur dan sehat selalu."
"Adik ipar tak perlu peradatan, berdirilah aku ada tugas rahasia untuk mu.."
ucap Raja Qian, lalu dia terlihat berbisik-bisik di telinga Panglima Zhao, yang lebih tinggi darinya.
Sehingga panglima Zhao harus sedikit membungkuk, untuk mendengarkan bisik bisik dari Raja Qian.
__ADS_1
Dia hanya mengangguk angguk mengerti tanpa menyela.
Setelah pesan dari Raja Qian selesai.
Dia memberi hormat dan berkata,
"Baginda tidak perlu khawatir, hamba akan segera melaksanakan nya."
Panglima Zhao kemudian terlihat terburu-buru meninggalkan istana nya.
Dia langsung berangkat dengan pasukan nya, berkunjung ke kediaman Li Mu.
Tanpa banyak basa-basi, Panglima Zhao memimpin pasukannya menerobos masuk kedalam kediaman Li Mu.
Setelah bertemu langsung dengan Li Mu, tanpa banyak bicara, dengan pedangnya sekali tebas, tewas lah Li Mu malam itu juga.
Li Mu yang berasal dari pejabat sipil, yang hanya ahli strategi militer dan diplomasi.
Mana sanggup menghadapi Panglima Zhao, yang ahli silat dan bertenaga besar.
Dengan tewasnya Li Mu, beberapa hari kemudian panglima Zhao di tugaskan oleh raja Qian, secara resmi mengambil alih tampuk militer dari tangan Li Mu.
Sejak hari itu seluruh kekuatan militer di pegang oleh panglima Zhao.
Begitu kabar berita itu sampai ke markas militer utama kediaman Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei langsung tertawa terbahak-bahak dan memuji muji Guo Yun setinggi langit.
Di luar memuji Guo Yun, tapi di dalam hati, dia benar-benar semakin takut dengan kemampuan Guo Yun, yang semakin lama semakin mengerikan dan tak terbendung.
Begitu mendapatkan kabar itu, sekali ini Guo Yun langsung berangkat menemani Bai Qi.
Melakukan serangan langsung ke benteng pertahanan Handan.
Di sini Si Topeng Emas menyamar menjadi ajudan nya Bai Qi.
Topeng emas nya, dia lapisi dengan topeng besi biasa, agar tidak ada yang mengenalinya.
Bai Qi di temani oleh ajudannya maju mendekati benteng pertahanan kota Handan.
Di sana Bai Qi berteriak, mengeluarkan tantangan duel ke panglima Zhao, yang berada diatas benteng.
"Hei anak kecil marga Zhao, berani kamu turun terima tantangan duel ku.!?."
"Atau kamu cuma bermodal tampang dan tubuh besar, hanya jago di ranjang saja..?!"
"Bila punya nyali turunlah hadapi aku, atau kamu boleh pilih melawan ajudan ku juga tidak apa-apa..!?"
ucap Bai Qi sambil tertawa mengejek nya.
Tentu saja Panglima Zhao menjadi panas dan penasaran.
Tapi mengingat tugas yang di embannya, dia terpaksa menahan diri dengan wajah merah padam.
Melihat situasi itu, ajudan Bai Qi pun berkata,
"Betulkan dugaan ku jendral, percuma saja jendral, mau yang tua maupun yang muda sama saja.."
"Semua Jendral di kerajaan Zhao itu cuma gentong nasi, penakut. Tidak Lian Po tidak Li Mu sekarang di tambah lagi dengan si muka putih kecil itu.."
"Hah sungguh payah dan memalukan.."
"Ayo kita kembali saja Jendral.."
__ADS_1