
Siapa pimpinan pasukan yang menghadang jalan kita..?"
tanya Min Min tenang.
"Kelihatannya adalah Wang Jian dan putranya Wang Ben sendiri yang memimpin penghadangan ini."
ucap Zhong San pelan.
Min Min mengangguk dan berkata,
"Tarik mundur pasukan, biar kereta ini yang maju kedepan.."
"Biar aku yang bicara dengan mereka.."
Zhong San terlihat meragu dan berkata,
"Tapi Yang Mulia itu sangat beresiko dan berbahaya.."
Min Min tersenyum dan berkata,
"Situasi sudah sampai tahap ini, maju atau tidak, cepat atau lambat, tetap saja tidak akan bisa menghindari bahaya."
"Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir, biarkan saja aku yang pergi menemui mereka."
Zhong San mengangguk, lalu dia segera pergi berbicara dengan Zhang Liang dan Han Xin.
Kedua orang itu langsung setuju, dan mereka segera memberi kode agar pasukan bergerak mundur.
Han Xin sendiri yang menjadi juru kemudi kereta kuda yang di tumpangi Min Min.
Saat kereta berjarak 3 tombak dari hadapan Wang Jian dan Wang Ben.
Han Xin pun menghentikan laju kereta nya, memarkirnya di hadapan mereka.
Lalu dia membantu membuka tirai penutup pintu kereta, Min Min dari dalam kereta berjalan keluar dengan anggun.
Min Min berdiri di depan pintu kereta dia menyapukan pandangannya kearah Wang Juan dan Wang Ben secara bergantian.
lalu berkata,
"Kedua Jendral apa kabar ? lama tak berjumpa.."
Wang Jian dan Wang Ben terlihat agak canggung menghadapi Min Min.
Sambil tersenyum canggung mereka memberi hormat kearah Min Min dan berkata,
"Kabar kami cukup baik, terimakasih atas perhatian dari Yang Mulia putri Min Min."
__ADS_1
Min Min tersenyum lembut dan mengangguk pelan,
"Jendral berdua Min Min tidak akan berbelit-belit, langsung saja ke intinya.."
"Apakah maksud Jendral berdua kemari adalah ingin menangkap atau menghabisi nyawa ku dan putra putri ku di tempat ini.?"
"Aku tidak berani meminta jendral berdua mengampuni nyawa ku, yang cuma adik angkat Tuan kalian.."
"Tapi putra putri ku ini, mereka setidaknya adalah putra putri Guo Yun saudara angkat Jendral senior.."
"Sekaligus paman angkat jendral muda Wang Ben.."
"Bila kalian tidak mau ingat dengan Budi, setidaknya kalian juga harus ingat dengan jasa kerja kerasnya, dahulu yang telah banyak membantu kalian menahlukkan berbagai kerajaan untuk kejayaan kalian saat ini.."
"Jadi Min Min di sini memberanikan diri memohon agar paman Wang Jian dan kakak Wang Ben, Sudi kiranya mengampuni nyawa putra putri ku yang tidak tahu apa apa itu.."
Wang Jian dan Wang Ben saling pandang, Wang Ben menganggukkan kepalanya.
Wang Jian akhirnya menoleh kearah Min Min dan berkata,
"Berdiri di pihak berlawanan, bukan keinginan ku, tugas tetap adalah tugas.."
"Tapi bagaimana pun kami pernah mengikat saudara dan berjuang bersama, jasa adik Yun selama nya Wang Jian tidak berani lupa.."
Sambil menghela nafas panjang, Wang Jian mengangkat tangannya keatas.
Wang Jian dan Wang Ben sendiri sudah mendahului dengan menarik kuda mereka menyingkir kesamping.
Memberi jalan ke Min Min dan rombongannya.
"Terimakasih paman Wang Jian, terimakasih kakak Wang Ben, Budi ini Min Min sekeluarga dan kakak Yun tidak akan pernah lupa.."
ucap Min Min sambil memberi hormat.
Lalu dia memberi kode ke Han Xin, agar segera meninggalkan tempat berbahaya itu.
Sebelum musuh nantinya berubah pikiran.
Han Xin mengangguk cepat, dia segera menjalankan kereta kuda nya melewati barisan pasukan Qin yang telah menyingkir memberi jalan kepada mereka.
Melihat kereta kuda yang di kendarai oleh Han Xin mulai bergerak.
Zhong San dan Zhang Liang segera memberi kode agar rombongannya ikut bergerak menyusul melewati barisan penghadang lawan.
Rombongan Min Min akhirnya berhasil memasuki kawasan hutan di daerah selatan dengan selamat.
Min Min memimpin rombongan nya, terus bergerak menuju tempat kediaman rahasianya bersama Guo Yun dulu.
__ADS_1
Di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian adalah tempat yang paling cocok untuk persembunyian.
Ying Zheng pun dulu sempat menumpang bersembunyi di tempat itu.
Saat dia di kudeta oleh Lao Ai dan Ibunda ratu nya.
Sementara Min Min dan putra putrinya berhasil meloloskan diri bersembunyi di tempat yang jauh dari keramaian.
Zhong San Han Xin dan Zhang liang mengatur pertahanan, dan membangun perkemahan di tepi sungai dan di tepi hutan mengelilingi tempat kediaman Min Min dan putra putrinya.
Zhang Liang juga menulis surat untuk di kirimkan ke Gongsun Li dengan menggunakan burung merpati.
Sementara itu di tempat terpisah Xiang Liang Xiang Bo dan Xiang Yu, setelah berhasil meloloskan diri dari ibukota Guiji, mereka belum surut.
Mereka bersembunyi di salah satu pinggiran kota Wu Yue, yang bernama desa Xia Xiang, di sana mereka mengumpulkan kembali sisa pasukan harimau hitam yang buyar melarikan diri saat Guiji jatuh ketangan Qin.
Xiang Liang berencana untuk merebut kembali kota Guiji kelak, untuk menebus rasa bersalah dan penyesalan nya, atas kegagalannya menjaga amanat yang Guo Yun dan Gongsun Li percayakan kepada nya.
Dia harus membalas kekalahan memalukan ini.
Di lihat dari kesiapan kekuatan serta jumlah pasukan jelas mereka jauh lebih unggul, di mana mereka masih terlindungi oleh letak geografis, ada dua dermaga dan tembok benteng kota.
Tapi mereka masih bisa di kalahkan oleh lawan yang berjumlah lebih sedikit, semua ini adalah faktor keteledoran, terlalu percaya diri dan menganggap enteng musuh.
Ini adalah pelajaran pahit yang sangat sangat mahal harganya.
Di suatu tempat lain di tepi sungai Han di sebelah barat jendral Guan dan Jendral Xing berkemah.
Ada 3 rombongan kapal besar bergerak membelah sungai Han.
Tapi mengikuti kode dari Meng Yu, dua rombongan kapal lainnya berhenti di tengah sungai.
Hanya rombongan Meng Yu sendiri yang terus bergerak menuju sisi timur tepi sungai Han.
Dari kejauhan Meng Yu sudah bisa melihat perkemahan pasukan harimau hitam yang berjaga di sepanjang tepi sungai sisi timur.
Dari bendera bendera yang berkibar di sana, Meng Yu tahu tempat itu di bawah pimpinan jenderal Xing.
Meng Yu tidak jadi mendekati daerah wilayah itu, dia memberi kode agar rombongan kapalnya berputar balik.
Mencari tempat pendaratan di sisi lain yang lebih ke timur lagi, rombongan tersebut akhirnya mendarat di tepi sebuah hutan liar yang tumbuh subur ditepi sungai Han.
Meski tempat pendaratan relatif curam sulit, di warnai tanah berlumpur dan sedikit kotor.
Tapi tempat ini jauh lebih aman, karena tidak ada pasukan harimau hitam yang di tempat kan untuk berjaga di sana.
Meng Yu yang cerdik dan penuh pengalaman akhirnya berhasil membawa pasukan nya mendarat dengan selamat di tepi sungai Han.
__ADS_1