
Sementara Zhou Wei yang sedang beristirahat di perkemahannya, dia di buat kaget dengan kehadiran salah seorang komandan pasukan nya yang terlihat panik dan cemas.
""A Li kamu kenapa terlihat panik dan cemas seperti itu..?"
Tanya Zhou Wei heran.
A Li dengan wajah cemas berkata,
"Maaf jendral hamba datang membawa kabar buruk, Jendral Ling Wu dia sudah mengkhianati kita ."
"Kini dia sudah beralih ke pihak Qin,."
"Sebentar lagi mereka mungkin akan kemari menangkap jendral Zhou.."
"Tempat ini tidak aman, kita harus segera tinggalkan tempat ini, sekarang juga.."
Zhou Wei awalnya kaget, tapi akhirnya dia tersenyum sedih dan berkata dengan wajah lesu.
"Pada akhirnya dia tetap tidak pernah bisa memaafkan ku atas kematian adiknya.."
"Ahh sungguh menyedihkan ada perpecahan seperti ini.."
Ucap Zhou Wei terlihat sedih dan lesu.
Hatinya jauh lebih sakit atas penghianatan saudara nya Ling Wu, ketimbang dengan kematian dirinya sendiri di Medan laga.
Zhou Wei yang menerima kabar ini, seketika kehilangan semangat hidupnya.
A Li yang melihat hal itu menjadi semakin panik dan cemas.
Dia buru buru berkata,
"Jendral Zhou,..! Jendral Zhou,..!"
"Ayo kita harus segera tinggalkan tempat ini jangan meragu lagi..'
"Atau semua nya akan terlambat.."
Ucap A Li berusaha mengingatkan.
Tapi Zhou Wei tetap tidak bergeming, dia terlalu kecewa.
Padahal kemenangan mereka sudah di depan mata.
Hanya tinggal satu atau dua langkah lagi, tapi sayangnya malah muncul penghianatan seperti ini.
Dia benar benar sulit uy bisa menerima kenyataan pahit tersebut.
Sehingga untuk sesaat, Zhou Wei terlihat seperti orang yang kehilangan roh nya.
A Li yang tidak tahu harus bagaimana, akhirnya hanya bisa diam menatap wajah atasannya dengan khawatir.
Tiba tiba pintu kemah terbuka dari luar,terlihat Ying Wu yang berpakaian seragam lengkap.
Jendral tua itu menatap kearah Zhou Wei dan menghardiknya,
__ADS_1
"Zhou Wei..!"
"Zhou Wei..!"
"Lekas sadarlah.!"
"Kamu tidak memikirkan diri mu sendiri, setidaknya kamu harus pikirkan tentang nasib puluhan ribu bawahan setia mu..!"
"Kamu seperti ini, apa kamu tidak merasa bersalah dengan Cu Kung Guo Yun, !? apa kamu tidak merasa bersalah pada leluhur mu Zhou Tai, yang selalu gagah perkasa bahkan menjelang ajal sekalipun..!?"
"Bila kamu lemah begitu, bagaimana kamu akan menjaga nama baik dan kemuliaan leluhur mu di bawah sana..!?"
Bentakan suara Ying Wu yang mengelegar, segera membuat Zhou Wei segera tersadar kembali.
Dia dengan sepasang mata berkaca-kaca dan penuh rasa sesal segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Jendral senior Ying Wu.
Ying Wu menggelengkan kepalanya, dia kemudian maju memegang kedua bahu Zhou Wei.
Membangunkan nya, dan berkata,
"Sudah Jangan bicara lagi segera kita tinggalkan tempat ini.."
"Aku kemari memang atas perintah Cu Kung yang merasa tidak tenang dengan misi kalian ini.."
Selesai berkata tanpa menunggu jawaban dari Zhou Wei, Ying Wu menoleh kearah A Li dan berkata,
"Kamu aku tidak mau tahu, mau di seret mau di ikat."
"Kamu harus bawa atasan mu menuju hutan duri hitam yang letaknya 1 Li di sebelah selatan sana..'
Ying Wu sendiri segera bergegas keluar dari kemah, lalu memimpin sisa pasukan harimau hitam, yang ada segera bergerak melarikan diri kearah selatan.
Belum lama mereka pergi pasukan gabungan Qin dan Ling Wu, telah tiba ditempat perkemahan yang sudah kosong melompong.
Untung nya Ying Wu cepat tiba, sedikit saja terlambat, habislah Zhou Wei bersama sisa pasukan nya.
Kejar mengejar pun terjadi di Padang rumput yang luas.
Sisa pasukan harimau hitam yang hanya tinggal 30.000 personil, di bawah pimpinan Ying Wu terus bergerak kearah selatan.
Menuju hutan duri hitam.
Sedangkan pasukan Ling Wu yang bergabung dengan pasukan Qin, terus melakukan pengejaran sambil melepaskan anak panah menghujani pasukan Harimau Hitam yang sedang melarikan diri.
Jarak mereka sekitar 1/2 Li, jadi panah panah yang di lepaskan tidak ada yang mampu mencapai sasaran.
Ling Wu segera Menganti komando, agar bawahan nya, melepaskan tembakkan senjata rahasia, ke mantan rekan yang kini menjadi musuhnya.
"Doooorr..! Doooorr..! Doooorr..!"
"Doooorr..! Doooorr..! Doooorr..!"
"Doooorr..! Doooorr..! Doooorr..!"
Kini satu persatu pasukan Harimau Hitam mulai terpelanting dari atas punggung kuda tunggangan mereka.
__ADS_1
Melihat hal itu, Ying Wu memberikan instruksi untuk mempercepat pergerakan pasukan nya.
Dia sendiri bergerak mundur kebelakang, menggunakan sepasang pedang di tangan, untuk membantu menghalau peluru yang datang berdesingan, menyerang barisan belakang pasukannya.
Dengan cara ini Ying Wu sedikit bisa menghambat serangan senjata pasukan Ling Wu.
Tapi tindakan ini justru membuat dirinya tertinggal oleh barisan pasukan harimau hitam.
Beberapa saat bertahan dengan putaran sepasang pedang nya, Ying Wu akhirnya kembali melarikan diri mengejar kearah pasukannya.
Pasukan harimau hitam bawahan Zhou Wei akhirnya semuanya berhasil melarikan diri masuk kedalam hutan.
Kini di pinggir hutan hanya tersisa Ying Wu yang berdiri seorang diri, dengan sepasang pedang di tangan.
Menghadang pergerakan pasukan besar Ling Wu dan pasukan Qin.
Ying Wu berdiri gagah di sana bersiap menyambut kedatangan lawan nya.
Melihat keberanian Ying Wu Jendral tua itu.
Ling Wu terpaksa memberi kode agar pasukan nya berhenti bergerak.
Zhang Han juga melakukan hal yang sama ke pasukannya.
Kini di sana hanya terlihat Ying Wu sendirian berjaga di mulut hutan..
Sedangkan lawan nya yang begitu banyak terlihat telah menutupi semua jalan Ying Wu.
Mereka membentuk formasi setengah lingkaran, mengepung Ying Wu seperti berada di tengah tengah sebuah mangkuk.
Ketenangan Ying Wu justru membuat mereka meragu.
Tidak lama kemudian dari balik hutan terdengar suara berkrosakan.
Seperti suara langkah kaki orang banyak sedang menembus hutan.
Perlahan lahan bendera pasukan harimau hitam, yang sangat banyak dan suara genderang perang, yang di tabuh di mana mana.
Kini terlihat dari terdengar jelas memenuhi hutan belantara itu.
Kondisi ini, membuat Ling Wu dan Zhang Han yang ragu menjadi semakin ragu.
Mereka terus menatap curiga kearah balik hutan sana.
Ying Wu sendiri sambil tersenyum mengejek, tanpa berkata kata, selangkah demi selangkah dia akhirnya mundur dan menghilang ke balik hutan.
Setelah Ying Wu menghilang kedalam hutan, bendera harimau hitam di tarik menghilang kedalam hutan.
Genderang perang pun tidak di tabuh lagi.
Suasana kembali hening, hanya terdengar suara berkerosokan di balik hutan semakin lama semakin menjauh.
Zhang Han menoleh menatap Ling Wu, meminta pendapatnya, Ling Wu menggelengkan kepalanya.
Tanda dia sendiri juga tidak yakin akan hal itu, kondisi di depan sana sarat tanda tanya dan misteri.
__ADS_1