
"Obat pahit baru manjur, ayo minumlah lagi.."
ucap Guo Yun sambil membujuk Min Min dan kembali menyodorkan sendok berisi obat ke arah mulut Min Min.
Min Min menarik mundur kepalanya kebelakang sambil menggelengkan kepalanya.
Dia menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata memelas dan menutup mulutnya yang indah dengan tangan nya.
Guo Yun menghentikan sendok nya menyimpannya kembali kedalam mangkok dan berkata pelan.
"Min Min aku juga sebenarnya tidak ingin memaksa mu.."
"Tapi kamu harus tahu, obat ini akan membantu mu mengingat kembali semuanya.."
"Hanya dengan obat ini kamu bisa menemukan siapa diri mu sebenarnya.."
"Anggaplah kamu membantu ku, juga membantu diri mu sendiri."
ucap Guo Yun lembut.
Min Min perlahan-lahan menurunkan tangannya dan berkata,
"Harusnya Yun ke ke yang minum bukan aku.."
Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,
"Obat ini sedianya ku beli emang untuk di pakai saat racun dalam tubuh ku bersih.."
"Tapi berhubung racun ku masih belum.pulih, kebetulan kamu juga lupa dengan masa lalu mu.."
"Jadi aku rasa saat ini, obat ini lebih tepat untuk mu dulu.."
"Mengapa harus tunggu racun bersih sih kak, kenapa tidak langsung Yun ke ke minum saja sekarang..?"
"Siapa tahu langsung sembuh.."
ucap Min Min masih berusaha menghindari obat yang sangat pahit itu.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Menurut paman guru ku, sebelum racun di dalam tubuh ku bersih, bila minum obat ini.."
"Aku bukannya sembuh ada kemungkinan akan keracunan, ringan cacat seumur hidup, berat mungkin langsung mati.."
"Apa Min er menghendaki aku mati,? kalau ya baiklah aku akan meminumnya untuk mu.."
ucap Guo Yun sambil berpura-pura ingin meminum obat itu.
Guo Yun yang cerdik bisa menebak isi hati gadis itu, Min Min tidak akan mungkin membiarkan nya mati.
"Hei jangan,..baiklah buat aku saja.."
ucap Min Min cepat, dia langsung merebut mangkuk obat itu dari Guo Yun.
Dengan sekali tegak sambil memejamkan matanya rapat rapat, Min Min langsung menghabiskan isi mangkuk itu.
"Hah...hah...hah..hah...!"
"Pahit.. Yun Ke ke..pahit..!"
ucap Min Min sambil mengipasi mulutnya yang terbuka.
"Hoeekkk..!"
__ADS_1
Hoeekkk..!"
Min Min terlihat ingin muntah tapi dia menutupi mulutnya dengan kedua tangannya rapat rapat.
Saking tersiksanya air matanya sampai menitik keluar dari sepasang matanya yang indah dan sangat menawan.
Guo Yun melihat hal itu tidak tega, dua buru buru mengeluarkan sebungkus permen dari dalam cincinnya.
Dia memberikan ke Min Min dan berkata,
"Ini,..ini..mungkin bisa membantu.."
Min Min tanpa berkata, langsung meraup nya dan langsung masukan semua kedalam mulutnya.
Sesaat kemudian dia sudah mulai bisa bernafas normal dan tersenyum lega.
"Terimakasih Yun Ke ke.."
ucap Min Min sambil tersenyum manis.
Guo Yun menghela nafas lega dan berkata,
"Setelah minum obat, beristirahatlah lagi.."
Guo Yun buru buru ingin pergi, dia mulai merasa hawa anehnya mulai bergolak lagi.
Setelah terlalu lama mereka berdua berdekatan seperti ini, apalagi Min Min saat tersenyum, dia merasa semakin kacau di buatnya.
"Yun ke ke jangan pergi dulu, aku ingin di temani.."
ucap Min Min sambil memegangi tangan Guo Yun.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berkata,
"Aku takut menyakiti mu, karena tidak bisa mengontrol diri.."
ucap Guo Yun serius.
Sambil melepaskan pegangan tangan Min Min dari tangan nya.
Lalu dengan lembut Guo Yun meletakkan nya kembali kepangkuan Min Min sendiri.
"Min Min aku tahu apa kamu rasakan, aku juga merasakan hal yang sama.."
"Tapi saat ini aku belum bisa,.maaf.."
ucap Guo Yun sambil mencium kepala Min Min dengan lembut.
Mendekapnya sebentar, setelah itu Guo Yun pun mundur kembali untuk duduk di dekat tepi jendela.
Dia kembali melanjutkan minum teh untuk menenangkan perasaan nya sendiri.
Min Min hanya mengangguk kecil menanggapi ucapan Guo Yun.
Dia juga tak berdaya mencegah kemauan Guo Yun, dia hanya bisa menatap bayangan punggung Guo Yun, dengan tatapan mata simpati dan menyimpan rasa kagum nya.
Min Min setelah minum obat,.merasa kepalanya sedikit pusing, matanya juga sulit di buka.
Dia akhirnya kembali membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur, sambil memejamkan matanya.
Beberapa waktu berlalu, Min Min terlihat terus bolak balikkan badannya dengan gelisah.
Kepalanya mulai terasa nyeri, semakin lama semakin hebat rasa sakitnya.
__ADS_1
Min Min mulai kehilangan kesadarannya dan berhalusinasi.
Tiba-tiba dia mulai menjerit kesakitan meronta ronta di atas ranjang sambil memegangi kedua kepalanya dengan tangan nya sendiri..
"Sakit...,! aduh sakit...Yun ke ke..sakit..!"
"Aduh sakit sekali,..aku tidak tahan lagi..!"
"Rasanya ingin meledak kepala ini.."
"Yun ke ke...! tolong aku..! Ahhhh,..! sakit.."
jerit Mon Min histeris.
Guo Yun sangat kaget, dia buru buru menghampiri Min Min.
Memeluknya dan mendekap kepala Min Min di dadanya sambil menciumi kepala Min Min Guo Yun berbisik.
"Min er jangan takut,..Yun ke ke di sini..Yun ke ke di sini,.. jangan takut.."
"Yun ke ke aduh,..! sakit Yun ke ke..!"
ucap Min Min bergunaan lemah dalam pelukan Guo Yun.
Guo Yun memeluk dan menciumnya,
"Tahanlah sebentar Min Min, Yun Ke ke di sini tidak kemana mana.."
"Aku akan selalu menjaga mu, jangan takut,.."
"Tahanlah sebentar nanti semua akan berlalu..."
Min amin mengangguk pelan sambil membalas memeluk Guo Yun erat erat.
Dia terus menyusupkan kepalanya kearah dada Guo Yun.
Seolah olah ingin masuk menyatu dengan dada Guo Yun.
Beberapa saat kemudian karena tidak kuat menahan rasa nyeri yang menyiksanya, Min Min akhirnya jatuh tidak sadarkan dalam pelukan Guo Yun.
Dalam pingsannya, satu persatu kenangan masa lalunya muncul kembali.
Di mana dirinya di tangkap dan di pisahkan dari kakeknya, lalu dirinya di bawah oleh seseorang yang wajahnya mirip dengan ayah angkatnya.
Hanya saja saat itu ayah angkatnya belum memelihara jenggot dan kumis.
Ayah angkatnya menggunakan dirinya sebagai sandera untuk mengancam kakeknya.
Sehingga ayah angkatnya berhasil melarikan diri sambil membawa dirinya sebagai sandera.
Kemudian ayah angkatnya memaksa dia minum sesuatu, sambil menggunakan jarum menusuk nusuk kepalanya hingga dirinya pingsan.
Semua kejadian masa lalunya sewaktu kecil, satu persatu terbayang dengan jelas kembali.
Di luar Min Min terlihat sangat tersiksa, dia terus mengeleng gelengkan kepalanya dalam pangkuan Guo Yun, sambil terus meracau tidak jelas.
Tapi Guo Yun terus memangku dan mengompres keningnya dengan lembut dan penuh kesabaran.
Guo Yun juga terus membelai rambut Min Min dengan penuh kasih sayang.
"Bertahanlah Min Min kamu pasti akan sembuh.."
"Aku bersumpah akan membalasnya dengan setimpal.."
__ADS_1
ucap Guo Yun geram.