
Dalam satu kesempatan Gongsun Li yang melihat ada peluang menyerang orang yang di panggil kakak pertama oleh yang lainnya.
Gongsun Li melakukan gerakan berputaran di udara cepat, dengan cahaya merah menebas leher, cahaya biru menebas perut.
Orang pertama kaget, dua buru-buru melompat mundur, sambil memutar pedangnya melindungi diri.
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Krakkkk..!"
Pedang di tangan nya patah menjadi 3 potong terkena tebasan sepasang belati Gongsun Li.
Ketiga rekannya yang lain, tidak sempat memberikan bantuan.
Karena mereka bertiga sedang dalam posisi terpental mundur terkena tendangan angin puyuh yang Gongsun Li lepaskan.
Orang pertama yang kehilangan pedang, menjadi kelabakan.
Saat sepasang belati Gongsun Li dengan sangat cepat sudah kembali datang mengincarnya.
Dia melemparkan gagang pedang nya kearah wajah Gongsun Li sebagai pengalih perhatian.
Kemudian menggunakan kedua telapak tangannya untuk melepaskan dorongan kuat kearah dada Gongsun Li.
Ketiga rekannya yang lain, segera datang memberikan bantuan dengan menyerang Gongsun Li dari 3 jurusan.
Gongsun Li menggunakan jubah merahnya untuk menggulung serangan ketiga orang itu.
Sedangkan sepasang belatinya, yang bercahaya merah bergerak sendiri berputaran di udara, mengejar kearah lawan yang dipanggil kakak pertama itu.
Belati cahaya biru yang di pegang di tangan lainnya, dengan gerakan sangat cepat.
Melakukan tebasan kearah perut si kakak pertama itu.
Serangan kedua tinju kakak pertama, berhasil di hindari oleh Gongsun Li dengan mudah.
Sedangkan serangan tiga batang pedang rekannya berhasil di gulung oleh jubah merah Gongsun Li yang tahan senjata tajam.
"Breettt..!"
Belati cahaya biru berhasil merobek bagian perut si kakak pertama, hingga isinya buyar keluar.
Selagi si kakak pertama sedang kaget berusaha menahan isi perutnya agar tidak buyar keluar.
Cahaya merah sudah melewati lehernya.
Sehingga tanpa sempat bersuara si kakak pertama itu merasa dunia berputar putar lalu menjadi gelap total.
Karena kepalanya yang terpisah dari tubuh nya, sudah menggelinding kedalam semak belukar.
Saat tubuh si kakak pertama yang tanpa kepala terjerambab keatas tanah.
Ketiga rekannya juga menghadapi tarikan kuat dari Gongsun Li yang membetot pedang mereka yang terlilit jubah merah Gongsun Li.
"Dessss..!"
"Dessss..!"
"Dessss..!"
Sebuah tendangan berputar, Gongsun Li lepaskan sambil membetot ketiga pedang itu.
__ADS_1
Ketiga lawannya yang masing masing menerima tendangan di wajah.
Mereka terpelanting nyungsep ke atas tanah, kehilangan pedang di tangan mereka.
Dengan sekali kibasan jubahnya, ketiga pedang itu di retur dengan sangat cepat kembali kearah pemilik nya masing-masing.
"Creebbbb..! Ahhh..!"
"Creebbbb..! Ahhh..!"
"Creebbbb..! Ahhh..!"
Terdengar suara pedang menembus punggung dan jerit kesakitan, dari ketiga orang yang nyungsep, belum sempat bangun dari balik semak belukar.
Di balik semak terlihat ketiga orang itu seperti di sate oleh pedang mereka sendiri, yang menembus punggung hingga mata pedang mencuat keluar dari bagian depan tubuh mereka.
Gongsun Li sudah tiada waktu memperhatikan lawannya.
Dia langsung bersiul keras,
"Suittt..! Suittt..! "
Seekor kuda merah berpacu cepat menghampirinya, Gongsun Li langsung melayang baik keatas punggung kudanya.
Dengan kedua kaki menjepit perut kuda dan berteriak,
"Ciaaaa..! Ciaaaa..! "
Kuda merah itu meloncat cepat kedepan berlari dengan sangat cepat, mengikuti arah tarikan tali kekang yang di kendalikan oleh Gongsun Li.
Gongsun Li melakukan pengejaran kearah Meng Yu yang sudah hilang tak terlihat.
Gongsun Li hanya bisa mengikuti jejak rumput yang di terobos oleh kuda Meng Yu.
Mereka segera memimpin barisan pasukan kuda besi, melakukan pengejaran mengikuti pergerakan Gongsun Li.
Kejar mengejar terjadi di Padang rumput luas, lembah merak api.
Semakin lama jarak antara Meng Yu dan Gongsun Li semakin dekat.
"Meng Yu,..! kamu mau lari kemana..!"
"Serahkan nyawa mu..!"
bentak Gongsun Li sambil mengacungkan tombak naga putihnya kearah Meng Yu.
Meng Yu menoleh kearah belakang, sambil tersenyum licik.
Dia berteriak, membalas..
"Kalau kamu punya kemampuan tangkap lah aku..!"
"Aku pasti akan serahkan nyawaku pada mu..!"
"Bila tidak, lebih baik kamu kembali ke rumah,..! kembali ke dapur,..!"
"Masak saja saja sana..!"
"Ha..ha..ha..!"
Teriak Meng Yu sambil tertawa, memanas manasi Gongsun Li.
__ADS_1
Mendengar ucapan Meng Yu, sepasang alis Gongsun Li yang indah terlihat berkerut, wajah nya merah padam menahan emosi.
"Ciaaa..! Ciaaa..!"
Teriak Gongsun Li geram, sambil memacu kudanya berlari lebih cepat lagi.
Gongsun Li sambil memacu kudanya, dia membidik punggung Meng Yu dengan tombak Naga putih nya.
"Suiiitttt..!"
Tombak Naga Putih Gongsun Li lepaskan membelah udara, melesat seperti kilat menyambar kearah punggung Meng Yu.
Meng Yu yang menyadari ada bahaya mengancam, dia dengan cepat melakukan gerakan, bersembunyi di samping perut kudanya yang sedang berlari kencang.
Sehingga tombak Naga Putih Gongsun Li lewat begitu saja di atas punggung kuda tunggangan nya.
Setelah tombak lewat, Meng Yu baru kembali ke posisi semula, dia memacu kudanya melakukan lompatan panjang kedepan.
Gongsun Li yang melihat hal itu, dia juga melakukan pengejaran dengan mengikuti Meng Yu melakukan lompatan panjang kedepan.
Gongsun Li memperkirakan mungkin di bawah sana ada parit pendam yang sengaja di rancang sebagai jebakan.
Alhasil Gongsun Li berhasil mengikuti jejak Meng Yu, melakukan lompatan panjang, melewati jebakan.
Tapi tiba-tiba muncul sebuah tali yang terbentang menyambut kaki depan kuda nya.
Gongsun Li tidak berdaya, membuat kudanya,. menghindari jebakan kedua itu.
Sehingga kudanya kehilangan keseimbangan dan terjungkal kedepan.
"Hieeehh..!"
Kuda Gongsun Li meringkik kaget, sebelum tubuh besarnya jatuh tersungkur berguling an kedepan.
Gongsun Li sendiri berhasil menghindar ikut jatuh terguling, dia dengan gerakan ringan melayang kedepan lalu mendarat dengan sempurna diatas tanah.
Saat tangan Gongsun Li terulur kedepan, tombak naga putih melesat kembali kedalam genggaman nya.
Gongsun Li memutar mutar tombak Naga putih di depan tubuhnya, bersiap menghadapi segala kemungkinan.
Gongsun Li berhasil melewati dua jebakan dengan baik, tapi komandan Yang dan komandan Wu serta pasukan harimau hitam yang menyusul di belakang.
Mereka tidak menyadari jebakan itu, sebagian besar barisan terdepan, termasuk komandan Yang dan Wu.
Mereka terjatuh kedalam parit yang di dalamnya penuh dengan tombak tombak tajam yang menghadap keatas, siap menyambut siapapun yang terjeblos kedalam parit lebar itu.
"Hieeehh..!" "Hieeehh.! Hieeehh..!"
"Hieeehh..!" "Hieeehh.! Hieeehh..!"
"Hieeehh..!" "Hieeehh.! Hieeehh..!"
"Arggghhh...!!"
Suara jerit hiruk pikuk suara kuda yang kaget, saat terjatuh kedalam lubang parit, yang disambut dengan tombak tombak runcing.
Serta suara jerit ngeri akibat tubuh mereka yang tersate oleh tombak, memenuhi udara di sekitar tempat itu.
Hampir setengah dari pasukan harimau hitam jatuh terperosok kedalam lubang.
Hanya tersisa setengahnya saja, barisan belakang, yang sempat menahan laju kuda mereka.
__ADS_1
Sehingga terhindar ikut terperosok kedalam lubang parit jebakan maut itu.