LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SEN CIEN LAO TZU,.. KWEE LIOK


__ADS_3

Kuda malang tak berdosa itu langsung terbelah dua.


Guo Yun yang sudah melompat jauh menghindar, baju di bagian dadanya masih robek besar..


Guo Yun yang merasa serangan itu belum berhenti, dia sambil terbang mundur melempar dirinya kesamping, untuk menghindari serangan tersebut.


"Brakkk..!"


Untung Guo Yun melempar dirinya kesamping.


Bila tidak, entah jadi apa nasibnya ketika hawa tak berwujud itu melewati tubuhnya.


Karena sebuah kedai pinggir jalan yang letaknya tepat di belakang Guo Yun.


Langsung meledak terbelah jadi dua, saat tenda kedai atap rumbia tersebut, di lewati oleh kekuatan tak kasat mata tersebut.


"Ta Sexiong bocah itu sangat berbahaya jangan lepaskan dia..!"


"Kitab itu aku yakin ada di dalam cincin yang melingkar di jari nya itu. !"


ucap Hei Hua Kui Mu sambil tersenyum sinis menatap kearah Guo Yun.


Dia muncul di salah satu atap bangunan, yang tidak jauh dari sana.


Tidak jauh darinya, terlihat seorang kakek tua berjenggot putih yang terlihat sudah tua renta.


Berjalan ringan dengan kaki tidak menapak bumi, seperti setan melayang.


Menghampiri kearah Guo Yun dan berkata, dengan suara serak.


"Serahkan kitab itu, kamu boleh pergi dengan pasukan mu..!"


"Bila tidak hari ini siapapun tidak akan lolos..!"


bentak kakek itu dengan suaranya yang serak.


Seperti orang kehilangan suara, karena sakit tenggorokan.


Guo Yun yang sudah mendarat ringan di atas tanah, melayang menghampiri kakek tua renta itu dan berkata,


"Kakek,.. kakek sudah begitu tua, apa gunanya buat kakek..?"


"Lagipula tanpa kitab itu sekalipun, aku rasa kemampuan kakek sudah jauh melewatinya.."


"Jadi buat apa kakek membuang energi untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya.."


"Kakek jangan mau diperdaya olehnya, bila dia mampu apa dia masih akan ajak kakek kemari..?"


ucap Guo Yun berusaha mempengaruhi kakek tua renta, yang mungkin kemampuannya masih di atasnya.


Guo Yun sulit mengulur nya, karena serangan kakek itu tidak berwujud.


"Bocah terlepas aku di perdaya atau tidak, itu bukan urusan mu.."


"Kamu hanya perlu serahkan kitab itu beres.."


ucap kakek itu dingin.


Guo Yun tahu percuma saja dia bermain musik didepan kerbau.


Jadi dia tidak mau melanjutkan lagi pembicaraan itu.


"Baiklah, bila itu yang kakek inginkan, aku sudah tidak bisa berbicara apa apa lagi.."

__ADS_1


"Silahkan saja.."


"Aku yang muda akan melayani mu.."


ucap Guo Yun langsung bersiaga dengan Je Ye Sen Cang di kedua Telapak tangan nya.


Kakek tua renta itu tersenyum lebar, memamerkan mulutnya yang berongga tanpa gigi.


"Baik lah hari ini kamu boleh menyaksikan kemampuan Sen Cien Lao Tzu.."


ucap kakek itu mulai menghimpun energinya untuk melepaskan ilmu andalan nya.


Kakek itu bernama Kwee Liok, 300 tahun yang lalu, dia seorang diri dengan ilmu andalan nya Wu Xing Sen Cien ( Pedang Sakti Tanpa wujud ).


Dia menahlukkan semua jagoan dari Utara hingga selatan, tanpa menemukan lawan.


Sehingga orang orang memberinya julukan Sen Cien Lao Tzu ( Nabi pedang sakti ).


Julukan ini di sematkan kedirinya, karena di masa kejayaan nya waktu itu.


Dia benar benar tanpa tanding, tidak ada satu orang pun yang mampu menahan jurus Wu Xing Sen Cien miliknya.


Kakek itu hanya menggunakan kedua jari telunjuk dan tengahnya yang di satukan menunjuk nunjuk.


Tapi setiap tempat yang terkena energi yang keluar dari telunjuknya akan langsung terbelah dua.


Guo Yun masih menggunakan 72 langkah ajaib di padu dengan Wu Ying Ru Tian, menghadapi serangan yang di lepaskan oleh kakek tersebut.


Guo Yun sadar menghadapi kakek itu keras lawan keras, hanya akan merugikan dirinya sendiri.


Karena hawa sakti kakek itu sudah mencapai kesempurnaan sulit di ukur lagi kekuatan nya.


Tapi dia sudah sangat renta, kekuatan fisiknya pasti terbatas.


Bila bertempur dalam waktu lama, kakek itu pasti tidak akan mampu terus bertahan.


Guo Yun menghemat kekuatan energinya.


Melihat pergerakan Guo Yun, yang selalu menghindar.


Kakek renta itu tersenyum mengejek.


"Cukup..!"


"Rasakan..!"


Bentak kakek itu, tahu tahu menghilang dari posisinya.


Tubuhnya bergerak mengelilingi Guo Yun dari 8 arah berbeda memberikan serangan Wu Xing Sen Cien, mengurung Guo Yun di tengah.


Dengan cara ini dia sengaja membatasi pergerakan Guo Yun.


Tapi langkah ajaib dari kecepatan Guo Yun sungguh tinggi.


Meski di kepung oleh 8 bayangan yang menyerang dirinya dari 8 arah.


Tetap saja belum berhasil menundukkan Guo Yun, yang selalu berhasil menyelinap kesana kemari dengan kecepatan tinggi.


Belum bisa tersentuh oleh serangan kakek itu.


"Haisss..!"


Kakek itu berdecak kesal, karena belum juga mampu menahlukkan Guo Yun.

__ADS_1


"Pedang tanpa Wujud tak bertepi..!"


bentak kakek itu mulai mengeluarkan ilmu simpanannya untuk mendesak Guo Yun.


Kini Guo Yun mati kutu, kemanapun dia bergerak secepat apapun, akan selalu menghadapi serangan kakek itu.


"Breettt,..! Breettt,..! Breettt,..!"


"Breettt,..! Breettt,..! Breettt,..!"


"Breettt,..! Breettt,..! Breettt,..!"


Seluruh pakaian Guo Yun dari atas hingga ke bawah.


Semuanya terlihat compang camping luka berdarah memenuhi tubuh Guo Yun.


Karena serangan kakek itu mampu menembus kekuatan pertahanan nya.


Melihat situasi ini, bila di teruskan dengan cara yang sama, dia pasti akan mati konyol.


Guo Yun segera diam tidak bergerak, membentuk sebuah kubah hawa pertahanan berputar dahsyat mengelilingi tubuh nya


"Thian..!"


'Ti...!"


Serangan kakek itu kini tertahan oleh perisai ciptaan Guo Yun.


"Blaaaarrr ...!"


Terjadi ledakan dahsyat, baik Guo Yun maupun Sen Cien Lao Tzu, masing masing tubuh mereka tergetar.


Sebelum akhirnya sama sama terlempar kebelakang.


Guo Yun terlihat terdorong mundur 3 tindak kebelakang, sedangkan kakek tua renta itu.


Dia terlihat hanya terdorong mundur satu tindak kebelakang.


Dari hasil benturan dahsyat itu bisa di pastikan kekuatan tenaga sakti Guo Yun masih berada di bawah kakek tua itu.


Sama seperti dugaan Guo Yun sebelumnya.


Belum juga Guo Yun menenangkan guncangan hebat yang terjadi di dalam dadanya.


Hawa tanpa Wujud kembali datang menerjang ganas kearah dirinya tanpa ampun.


Untuk menyambutnya Guo Yun belum berani, dia tidak mau ambil resiko mati dengan tubuh terbelah dua.


Jadi Guo Yun bergerak terlentang ke belakang, sehingga serangan hawa pedang tak berwujud lewat diatas tubuhnya.


Dengan menggunakan ujung kaki sebagai poros, tangan kiri melakukan gerakan mendorong kesamping.


Tubuh Guo Yun berputar setengah lingkaran menuju bagian bawah tubuh Kakek tua renta itu.


Sepasang telapak tangan Guo Yun yang di kelilingi bayangan bulan dan matahari menyerang kearah perut dan ulu hati Kakek Kwee Liok.


Tapi kakek Kwee Liok berhasil menyambutnya dengan tangkisan kedua tangannya yang mengandung hawa sakti dahsyat.


"Plakkkk,..!"


"Plakkkk,..!"


Terjadi benturan kedua telapak tangan mereka di udara

__ADS_1


Di susul dengan sebuah tendangan keras dari Kwee Liok berhasil mendarat di kepala Guo Yun.


"Desss..!"


__ADS_2