LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TABIB DEWA SI FU


__ADS_3

"Keparat kau Liu Qin Lung,.. berani kau membunuh dua jendral andalan Qin..!'


"Aku pasti akan membuat mu membayar nya .!"


Teriak Ying Zheng emosi.


Semua orang di sekitarnya tertunduk diam, tidak ada yang berani bersuara.


Sesaat kemudian setelah emosinya sedikit mereda, Ying Zheng pun berkata,


"Meng Yu bukannya dia dulu di bawah mu..?"


"Kamu tentu tahu di mana tempat tinggal lama nya bukan..?'


Meng Yu menjura penuh hormat dan berkata,


"Benar Yang Mulia, dia memang pernah menjadi bawahan ku.."


"Tempat tinggal lama nya kalau tidak salah, ada di sebelah timur desa harapan .."


Ucap Meng Yu membenarkan.


"Bagus Meng Yu, kamu bawa pasukan segera bongkar rumah lamanya itu.."


"Kalau ada keluarga nya di sana, tangkap bawa kemari hidup hidup.."


"Awas jangan sampai mati.."


Ucap Ying Zheng sambil tersenyum sadis.


"Siap Yang Mulia, "


Ying Zheng mengangguk dan berkata


"Pergilah..."


Meng Yu menjura penuh hormat, setelah itu dia segera mengundurkan diri dari sana.


Setelah Meng Yu pergi, Ying Zheng kembali melanjutkan pembicaraannya dengan beberapa pembantu utamanya.


"Bagaimana menurut kalian, apa kalian ada ide untuk menahlukkan negeri duri dalam daging yang sulit di cabut itu..?"


Tanya Ying Zheng sambil menyapukan pandangannya.


"Dari kabar yang aku dengar, di wilayah selatan, di sebelah timur sana, sedang ada bencana di tiga kota yang berada di pesisir pantai.."


"Tiga kota itu adalah Ning Po, Wen Zhou, dan Jiu Xing.."


"Ketiga kota itu mengalami air laut pasang,, kerusakan nya cukup parah.."


"Kerajaan Yue pasti dalam masalah keuangan, mereka tidak akan sanggup bertahan dalam jumlah pasukan banyak dan perang berkepanjangan.."


Ucap Perdana menteri Li Si berpendapat.


Ying Zheng menatap Li Si dengan serius dan berkata,


"Lalu menurut mu, apa yang harus kita lakukan.. ?"


Li Si tersenyum licik dan berkata, "Seperti kita tahu, sungai Yang Tze kini di penuhi hampir 300.000 mayat pasukan kita,.. betul..?"


Semua yang hadir mengangguk setuju.

__ADS_1


Ying Zheng dengan penuh penasaran menatap Perdana menteri Li Si dan berkata dengan tidak sabar,


"Sudah kamu jangan jual mahal lagi, jelaskan saja.."


"Apa hubungannya mayat sungai dan rencana penyerangan kita yang berikutnya..?"


Perdana menteri Li Si mengangguk dan berkata,


"Sebelah timur nya sudah ada bencana.."


"Bila sebelah barat, tepatnya kota Hang Zhou, Jiaxing, Hu Zhou, dan Hai Ning, yang berbatasan langsung dengan sungai Yang Tze, ikut terkena musibah wabah penyakit.."


"Kita kira apa yang akan terjadi..?"


Ying Zheng tersenyum penuh semangat, dia memberikan tanda jempol kearah Perdana menteri Li Si.


Tanda dia setuju dengan usulan Perdana menteri Li Si.


"Lalu menurut Perdana menteri Li Si, bagaimana caranya kita bisa mengirimkan wabah kesana..?"


Perdana menteri Li Si, terdiam sejenak kemudian berkata,


"Bila cara mengirimkan wabah itu sangat mudah.."


"Bukankah sungai Yang Tze adalah sungai yang menjadi sumber mata air kota Hang Zhou dan ketiga kota lainnya.?"


Ying Zheng dan yang lainnya mengangguk pelan, sambil melihat kearah peta besar yang tergantung di bagian samping ruangan


"Lalu apa selanjutnya..?"


Tanya Yin Zheng ingin tahu.


"Seperti yang kita tahu, saat ini banyak mayat pasukan kita yang mati di sana.."


"Kita bisa manfaatkan situasi tersebut dengan mengirimkan wabah lewat mayat mayat pasukan kita yang mati.."


"Pihak Yue demi menjaga kebersihan sungai, mereka pasti akan mengurus mayat mayat pasukan kita untuk di kuburkan.."


"Saat mereka mencoba memindahkan mayat dari sungai."


"Mereka tentu akan bersentuhan dengan mayat mayat itu,


saat itu juga mereka akan mulai terkontaminasi oleh wabah yang ingin kita sebarkan.."


"Dan wabah itu, tentu akan di bawa ke warga sekitar, bahkan ada kemungkinan, mereka akan bawa hingga ke ibukota dan semua kota lainnya, di mana keluarga mereka berada.."


"Bagus sungguh ide yang brilian dan sangat luar biasa.."


Ucap Ying Zheng antusias.


"Satu lagi, saat mereka sibuk menangani wabah yang mulai menyebar, itu adalah waktu yang tepat bagi kita melakukan serangan.."


"Serangan bisa kita lakukan dari dua arah, dari arah Bei Qi kita bisa lakukan serangan darat..?"


Dari arah laut kita bisa menyerang dua dermaga yang berdekatan dengan ibukota Guiji..'


Ying Zheng menunjukkan jempolnya kearah Perdana menteri Li Si, dan berkata,


"Mantab dan sempurna sekali rencana mu ini."


"Bagus bagus, lalu kira kira wabah seperti apa yang cocok dan mudah di kirimkan kesana.?"

__ADS_1


Tanya Ying Zheng penasaran.


Perdana menteri Li Si terdiam sejenak dan berkata, bila menyangkut ini, lebih baik kita tanyakan ke Si Fu.."


"Aku yakin Si Fu pasti akan lebih tahu dari siapapun.."


Ying Zheng langsung menoleh kearah Kasim Zhao Gao dengan tatapan mata tidak sabar.


Sebelum di perintah, melihat ketertarikan tuannya, Zhao Gao yang cerdik, langsung menangkap maksud tuan nya.


Dia segera berkata,


"Baik Yang Mulia, hamba akan segera pergi mengundangnya kemari.."


Ying Zheng langsung memberi kode agar Zhao Gao cepat pergi cepat kembali.


Zhao Gao memberi hormat ke Ying Zheng, lalu dia segera bergegas pergi dari sana.


Setelah Zhao Gao pergi, suasana kembali hening.


Ying Zheng tidak bertanya dan buka suara, semua yang hadir di sana, semuanya memilih diam tidak banyak bicara.


Mereka semua adalah bawahan yang sudah lama mengikuti Ying Zheng.


Jadi mereka semua mengerti banget, tabiat Ying Zheng, yang mirip ayah biologis nya, Lu Bu Wei.


Berada di dekat orang penuh curiga seperti Ying Zheng, bila tidak di tanya jangan sembarang jawab..


Jawaban jangan terlalu pendek, juga jangan terlalu panjang .


Jawaban terlalu Pendek bisa mengundang curiga,


Sebaliknya bila terlalu panjang akan menimbulkan banyak celah pertanyaan tidak terduga..


Bila tidak tahu jelas jangan bicara..


Bila tidak di tanya jangan bicara..


Bila di beri kesempatan bicara jangan asal bicara..


Intinya jangan sok lebih pintar dari nya, bila semua hal itu di perhatikan dengan baik.


Minimal kepala tidak akan berpindah dari tempatnya.


Beberapa saat melakukan penantian akhirnya yang di tunggu tunggu tiba.


Zhao Gao dengan langkah buru buru, di susul oleh tabib Dewa Shi Fu mereka segera datang memberi hormat kepada Ying Zheng.


Mereka berdua langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Ying Zheng.


"Salam hormat kami Yang Mulia.."


"Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat sejahtera selalu.."


Ucap mereka berdua kompak.


"Kalian berdua bangunlah, tabib Si kamu tentunya sudah mendengar dari Zhao Kung Kung..tentang informasi yang ingin kutanyakan pada mu bukan ?"


Tanya Ying Zheng sambil tersenyum ramah.


"Maaf Yang Mulia,.. Zhao Kung Kung, belum sempat bahas hal apapun dengan hamba.."

__ADS_1


__ADS_2