LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPUTUSAN HAN SUI


__ADS_3

Melihat Gongsun Li mengarah ke kakak pertama mereka, orang kedua dan orang ketiga.


Melesat dari kiri kanan menyerang Gongsun Li.


Tapi Gongsun Li sudah bertekad harus secepatnya menghabisi sisa musuhnya.


Dia mengkhawatirkan keadaan Si Si dan anggota pasukan harimau hitam nya.


Serangan dari kiri kanan, dia tahan dengan jubah dan seragam perang nya, yang kebal senjata tajam.


Tombak Naga putih terus bergerak cepat menerjang kearah orang pertama wakil ketua Chi Sa Men.


Orang pertama itu, sudah berusaha menangkis, tapi kedua pedangnya, tidak berhasil mementalkan, maupun menghentikan pergerakan serangan tombak Naga putih, yang meluncur dengan deras.


Sehingga dia terpaksa hanya bisa, terus melangkah mundur kebelakang.


Hingga akhirnya punggungnya tertahan oleh sebatang pohon besar, yang terletak persis di belakangnya.


Dia pun buru-buru bergerak menghindar kesamping.


Pohon yang tertembus oleh tombak Gongsun Li langsung terbelah dua.


"Brakkkk..!"


Seiring dengan pohon pecah, Gongsun Li memukul pecahan batang pohon besar, melayang menghantam tubuh si orang pertama itu.


"Dessss..!"


Sehingga orang pertama wakil Chi Sa Men, terpental memuntahkan darah dari mulutnya, akibat terkena hantaman pecahan pohon besar.teesebut.


Belum juga dia sempat mengatur posisinya, tombak Naga putih sudah menembus dadanya.


"Crebbb.."


Dengan menghentakkan energinya, tubuh orang pertama itu langsung terbelah menjadi dua.


"Crashhh..!"


Orang kedua dan ketiga, yang beberapa kali menyarangkan senjata mereka kearah tubuh Gongsun Li.


"Tranggg..!"


"Tranggg..!"


"Tranggg..!"


Mereka mendapat kenyataan pahit ternyata Gongsun Li kebal.senjata,


Saking kaget nya, untuk beberapa saat, mereka berdua hanya terdiam, menatap pedang di tangan mereka, dengan tatapan mata tak percaya.


Tapi saat mereka sadar kembali, semua sudah terlambat, saudara pertama mereka telah tewas dengan jasad terbelah dua.


Kini giliran mereka berdua, yang menjadi sasaran keganasan tombak Gongsun Li.


Gongsun Li menyerang orang kedua dengan tombaknya, sedangkan orang ketiga yang sedang bergerak menerjang kearah nya.

__ADS_1


Gongsun Li tiba tiba mengeluarkan senjata buatan Si Si, dan melepaskan tembakan kearah kening orang ketiga, dalam jarak dekat, saat punggungnya menerima tikaman pedang bulan sabit.


"Doorrrr..!"


Orang ketiga langsung terpental dengan kening berlubang mengeluarkan asap.


Tanpa sempat bersuara, dia langsung berangkat menyusul saudara pertama mereka.


Mereka meninggalkan saudara kedua, yang kini sedang berjuang mati matian, menghadapi serangan tombak naga putih.


Tombak Naga putih di putar putar oleh Gongsun Li, Hingga menimbulkan daya hisap, yang menarik paksa tubuh orang kedua itu mendekat.


"Creebbbb..!'"


"Crasssh..!"


Tubuh orang kedua perutnya setelah tertembus tombak, sesaat kemudian langsung meledak terbelah dua.


Dia mengalami nasib sama dengan orang pertama.


Saat Gongsun Li menoleh kearah Si Si dia tersenyum lebar.


Karena di tempat Si Si, dia terlihat juga berhasil menghabisi para pengepungnya tanpa kesulitan.


5 komandan pasukan Qin, tewas dengan dahi berlubang di tembus timah panas.


Sedangkan Kedua wakil ketua Chi Sa Men, yang satu tewas dengan tubuh membeku, yang satu lagi tewas dengan tubuh hangus.


Adalah Han Sui, dia sudah melarikan diri, berlindung di balik pasukan besar nya, yang berlindung di balik tameng.


Mundur secara teratur menghilang kedalam hutan.


Melihat bendera yang berkibar kibar di atas kapal, yang sedang mendekat, tersenyum lah Gongsun Li dan Si Si.


Karena kapal yang sedang bergerak datang, adalah kapal pasukan harimau hitam, yang di pimpin langsung oleh Zhang Yi di kawal oleh Li Ba dan Sian Sian.


Begitu kapal merapat, terlihat Li Ba melompat ketepian, di iringi oleh Sian Sian, mereka berdua dengan dengan langkah lebar, menghampiri Gongsun Li dan Si Si.


"Kakak ipar kalian berdua tidak apa-apa, maaf kami sedikit terlambat."


ucap Li Ba khawatir.


"Kami baik baik saja paman kedua, terimakasih."


ucap Si Si sambil tersenyum lembut.


"Paman kedua kebetulan kamu tiba, bawalah Jendral Lian Po dan keluarganya ikut bersama kalian.."


"Dia adalah jendral hebat, Zhao tidak mau gunakan jasanya, biar Yue saja yang menggunakan jasanya.."


"Dia akan membantu dalam hal strategi, menghadapi serangan dari Qin.."


"Baik kakak ipar pertama, serahkan pada saya saja .."


ucap Li Ba penuh hormat.

__ADS_1


"Terimakasih paman kedua, kalau begitu aku dan Si Si akan langsung Kembali ke Chang Ping Kuan."


"Di sana situasi sedang genting, aku khawatir Jendral Li Mu akan menemui kesulitan menghadapi mereka.."


"Benar paman kedua,.."


"Di pihak Qin selain ada Lu Bu Wei, kini bertambah seorang jendral bertopeng emas.."


ucap Si Si menambahkan.


Gongsun Li mengangguk dan menyambung berkata,


"Kemampuannya memang agak sedikit mengkhawatirkan."


"Bukan hanya mengkhawatirkan, tapi sangat mengerikan, bagaimana mungkin seseorang mampu menahan senjata peledak Ciptaan baru ku itu.."


"Bahkan Paman ketiga sendiri juga mengakui, meski dia kebal, tapi dia tetap akan terpental, bila terkena ledakan senjata baru ku..


ucap Si Si antusias dan penasaran.


Si Si tidak menyadari, Li Ba setelah mendengar ceritanya, sepasang matanya bersinar penuh antusias.


"Kakak ipar pertama, bagaimana bila aku dan Sian Sian setelah antar Jendral Lian Po, ke Shoucun.."


"Kami dan adik Li Kui ikut menyusul ke Chang Ping Kuan..?"


tanya Li Ba penasaran bercampur khawatir.


Gongsun Li menatap kearah Si Si meminta pendapat.


Si Si mengangguk dan berkata,


"Itu boleh di lakukan, mengingat Shoucun kini ada Zhang Yi, Zhou Tai, di tambah dengan jendral Lian Po, yang berpengalaman dalam strategi perang."


"Kurasa kita tak perlu khawatir dengan Wang Jian dan Meng Thian lagi.."


"Baiklah, kalau begitu diputuskan begitu saja.. setelah mengawal mereka tiba di Shoucun, kami akan segera menyusul berkumpul di Chang Ping Kuan.."


ucap Li Ba bersemangat.


Gongsun Li dan Si Si mengangguk menyetujui.


Setelah saling memberi hormat, Gongsun Li dan Si Si, langsung memimpin pasukan harimau hitam, bergerak meninggalkan tepi sungai kuning.


Sedangkan Li Ba, Sian Sian dan Zhang Yi, mereka berkenalan dengan Jendral Lian Po dan keluarganya.


Lalu membantu mereka naik keatas kapal.


Setelah itu kapal kapal itupun bergerak meninggalkan tepian Sungai kuning, dan terus berlayar meninggalkan tempat itu.


Han Sui yang masih bersembunyi di balik hutan, hanya berani mengamati dari jauh dengan penuh kecewa.


Melihat penampilan dan gerak gerik Sian Sian dan Li Ba, Han Sui yakin kedua orang itu, bahkan mungkin lebih mengerikan dari Gongsun Li dan Si Si.


Apalagi pasukan yang bersama mereka jauh lebih banyak, Han Sui tentu tidak ingin mencari penyakit, menyerang mereka dengan sisa pasukan nya yang sudah tidak lengkap.

__ADS_1


Satu satunya yang bisa dia lakukan saat ini, adalah menulis surat, mengabari situasi yang sedang di hadapinya saat ini.


Lalu di kirimkan ke Xian Yang, mengabari Ying Zheng.


__ADS_2