
Lu Bu Wei tersenyum sabar dan berkata,
"Anak kecil tidak tahu urusan, diajari lebih ketat saja, sudah cukup.."
"Asal tahu salah memperbaiki kesalahan itu sudah cukup, tak perlu sampai menjalankan hukum Shang Yang segala.."
"Kita semua mengabdi pada satu tuan yang sama, kita berada dalam satu perahu, dengan satu tujuan yang sama ."
"Kita seperti sebuah keluarga besar, masalah besar di kecilkan masalah kecil di hilangkan."
"Mari silahkan duduk Jendral Li, menteri Fan, ayo kita minum teh bersama.."
ucap Lu Bu Wei mencoba mencairkan suasana.
Bila terjadi pertengkaran, di antara mereka berempat, bagi dia bagi negara Qin, bagi siapapun yang hadir di sana, jelas tidak ada manfaatnya.
Untuk itu, dia selalu berusaha mendamaikan, agar masalah tidak membesar..
Mereka tidak saling suka, dia suka. Bila mereka terlalu akrab, dia justru malah curiga.
Tapi bila mereka sampai bertengkar, dia tetap berkewajiban muncul mencegah nya.
Alasannya sederhana, mereka tidak saling suka, dia bisa mendapat informasi tentang mereka, yang saling lapor tentang kejelekan masing-masing.
Bila mereka akrab, minimal mereka akan saling tutup rahasia, sehingga dia tidak dapat apa-apa, itu dia tidak suka.
Hal terburuk mereka bahkan mungkin berkolusi, bila itu terjadi, hal itu bisa sangat membahayakan posisinya, juga posisi Qin.
Li Xin dan Fan Sui ikut duduk dengan wajah sedikit tidak enak hati.
Setelah duduk Fan Sui pun menoleh kearah belakang dan berkata,
"Kalian bertiga tidak cepat berlutut minta maaf, mau tunggu sampai kapan..!?"
Ketiga pemuda itu memberi hormat dengan membungkukkan badannya dalam dalam, dan berkata.
"Maafkan kami perdana menteri Lu, kami punya mata, tapi tidak bisa melihat gunung Thai San sedang berada di depan mata.."
Lu Bu Wei mengulapkan tangan nya dan berkata,
"Sudahlah tak perlu minta maaf, aku cuma mau berikan satu nasehat.."
"Hukum di Qin sangat berat, dan itu berlaku dari atas sampai ke bawah, nakal boleh, tapi jangan sampai mengakibatkan orang tak bersalah kehilangan nyawa.."
"Bila sampai terjadi, percayalah tidak akan ada yang sanggup menyelamatkan kalian bila hal itu terjadi.."
"Hari ini kalian beruntung, ributnya dengan Jendral Guo, yang sabar dan selalu punya pertimbangan matang.."
"Bila hari ini kalian ribut dengan orang lain, belum tentu kalian bisa bicara di sini.."
"Pasukan Qin di gunakan untuk membela negara dan rakyat Qin, bukan untuk bela kepentingan kelompok.."
ucap Lu Bu Wei memberi nasehat kepada ketiga anak itu.
Aslinya dia juga menyindir dan mengingatkan Li Xin dan Fan Sui.
Kebetulan Lu Bu Wei melihat paman Kai yang pergi mencari kereta telah tiba.
Dia pun berkata,
"Maaf semuanya, aku dan Jendral Guo masih ada urusan lain, kami permisi dulu.."
Guo Yun mengikuti Lu Bu Wei berdiri dan memberi hormat ke semua yang hadir di sana.
Bai Qi ikut berdiri dan berkata,
"Aku juga permisi kalau begitu, di barak ku masih banyak pekerjaan.."
Dia memberi hormat ala kadarnya, kemudian dia langsung berlalu dari sana membawa pasukannya.
Pasukan yang mengepung tempat itu adalah pasukan Bai Qi, dia memang khusus di undang oleh Lu Bu Wei, buat berjaga jaga, agar tidak pecah konflik di sana.
Bila pasukan Li Xin sampai menyentuh Guo Yun, barisan pasukan harimau hitam yang 8000 orang itu mana mungkin tinggal diam.
Mereka pasti akan menyerang kemari, bila sampai terjadi bentrokan maka Xian Yang bisa banjir darah.
Yang satu menang kuat dan sangat terlatih, yang satu menang banyak dan pasukannya pun tidak rendah kualitasnya.
__ADS_1
Guo Yun setelah keluar dari kedai teh, dia memberi kode ke Gongsun Li, agar keluar dari perahu.
Lalu dia menoleh kearah paman Kai dan berkata,
"Maaf paman Kai, kereta kedua apa bisa menjemput mereka di tepi sungai sana..?"
"Ohh bisa tuan muda Yun, itu bukan masalah.."
"Sebentar saya akan aturkan.."
ucap Paman Kai cepat.
Dia lalu, memberi kode ke kusir kereta, agar merapatkan kereta nya, ke tepi sungai mendekati perahu yang di tumpangi Gongsun Li.
Begitu kereta siap, rombongan Gongsun Li pun turun dari atas perahu, lalu masuk kedalam kereta yang tersedia.
Melihat mereka semua sudah aman, Guo Yun baru naik keatas kereta Lu Bu Wei.
Lalu dua kereta kuda itu pun langsung bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Setelah rombongan Lu Bu Wei dan Bai Qi berlalu, dengan kesal Li Xin memukul meja dan berkata,
"Benar benar sangat menindas orang, aku sungguh tidak bisa menahan emosi.."
"Terutama si Bai Qi, kamu lihat kesombongannya saat bicara, seakan akan dia yang paling hebat.."
"Saudara Li tahan emosi mu, tidak baik itu, kamu hanya akan merusak kesehatan mu saja."
"Kita lihat saja, mereka mau sombong kapan,? nanti akan tiba waktunya.
"Kita yang akan berikan balasan yang setimpal buat mereka.."
ucap Fan Sui dengan senyum liciknya.
Sementara itu Guo Yun dan Lu Bu Wei yang duduk dalam satu kereta.
Mereka dalam perjalanan mengisi waktu, dengan mengobrol santai.
Dalam kesempatan ini Guo Yun pun berkata,
Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,
"Saudara Yun tak perlu sungkan, katakan saja."
"Asal saya mampu, saya pasti akan berusaha memenuhi permintaan saudara Yun.."
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi.."
"Perdana menteri Lu, aku memerlukan tambahan 5000 seragam perang khusus, dan senjata tombak khusus, seperti beberapa waktu yang lalu.."
"Selain itu aku juga membutuhkan jubah pelindung punggung, sebanyak 8000 lembar.."
"Bahan desain dan semua yang di perlukan untuk membuat jubah tersebut sudah aku rinci di daftar ini.."
ucap Guo Yun sambil menyerahkan selembar kertas yang terlipat rapi ke Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei melihatnya sekilas, lalu mengangguk dan berkata,
"Itu bukan masalah nanti biar aman Kai membantu mengurus nya.."
"Paman Kai, kamu sudah dengarkan permintaan saudara Yun barusan..!?"
Paman Kai menyingkap sedikit tirai pintu kereta dan berkata,
"Sudah tuan hamba siap melaksanakan nya dengan baik.."
"Ini sketsanya, kamu serahkan ke pabrik pembuatan nya, jangan ada kesalahan, harus sesuai dengan petunjuk sketsa ini.."
ucap Lu Bu Wei mengingatkan.
Paman Kai menerimanya dan berkata,
"Siap tuan besar.."
Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,
"Ada hal lain lagi saudara Yun..?"
__ADS_1
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sementara belum ada, perdana menteri Lu,.."
"Terimakasih banyak.."
"Tak perlu sungkan, saudara Yun.."
"Kelihatannya sudah sampai, ayo kita turun sekarang.."
ucap Lu Bu Wei sambil bergerak untuk keluar dan turun dari kereta tersebut.
Guo Yun mengikutinya menyusul di belakang Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei berdiri di halaman gedung tersebut, lalu berkata,
"Saudara Yun kita sudah tiba, ini adalah gedung kediaman mu, yang di hadiahkan oleh yang mulia.."
"Kamu lihatlah kedalam, bila ada yang kurang, kamu boleh hubungi aku atau paman Kai, juga bukan masalah.."
"Aku tidak ikut masuk karena masih banyak pekerjaan yang menanti ku.."
ucap Lu Bu Wei beralasan.
"Perdana menteri tidak ikut mampir sebentar..?"
tanya Guo Yun menawarkan secara basa basi.
Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,
"Terimakasih atas tawaran nya, mungkin lain waktu saja."
"Aku masih ada urusan lain dan harus segera pergi menghadap yang Mulia."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Baiklah perdana menteri Lu, terimakasih banyak.."
"Guo Yun permisi dulu.. sampai jumpa.."
ucap Guo Yun sambil menjura kearah Lu Bu Wei
Guo Yun menunggu hingga kereta Lu Bu Wei berlalu dari sana.
Dia dan Gongsun Li, baru mengajak Xiao Tie Xiao Li dan paman Lai Fu, untuk ikut masuk kedalam gedung tersebut.
Seorang pelayan menyambut kedatangan rombongan Guo Yun, pelayan itu menjadi penunjuk jalan, yang membawa rombongan Guo Yun menemui pangeran Ji Ao dan istrinya.
"Yun er Li er,..! akhirnya kalian berdua kembali juga ."
ucap pangeran Ji Ao dengan penuh semangat.
Bersama istrinya, dia tergesa-gesa menghampiri Guo Yun dan Gongsun Li.
"Ya Yang Mulia, kita baru saja kembali.."
"Bagaimana keadaan Yang Mulia berdua, apakah baik baik saja..?"
tanya Guo Yun sambil ingin berlutut memberi hormat.
Tapi dia keburu di tahan oleh Ji Ao yang berkata,
"Tak perlu peradatan Yun er, mari kita ngobrol ngobrol dan bicara dengan puas di dalam sana.."
Sambil menggandeng tangan Guo Yun menuju gedung bagian dalam, Jia Ao berkata,
"Keadaan kami sangat baik, kamu tak perlu khawatir."
"Apalagi setelah pindah kemari, kami kini merasa jauh lebih nyaman dan bebas.."
Setelah mereka berempat duduk berhadapan, pangeran Ji Ao pun berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi Yun er,?"
"Mengapa tiba-tiba kami di ijinkan pindah ke gedung ini..?"
tanya pangeran Ji Ao penasaran.
__ADS_1