
Di sana mereka bertiga masing masing bergerak terpisah membabat pasukan panah Qin yang sengaja di tempatkan di sana sebagai pasukan pertahanan.
Mereka bertiga bergerak ke tiga arah berbeda, Guo Yun menempati bagian tengah, Li Ba bagian Kiri sedangkan Guo Yun bagian kanan.
Li Ba hadir dengan tinju petir nya langsung membuat barisan pasukan Qin, pada jatuh kejang kejang diatas tanah, tidak mampu bangun lagi.
Sedangkan Li Kui setiap tamparan kaki dan tangan nya, langsung membuat pasukan Qin berteriak kesakitan dengan tangan dan kaki remuk tulangnya.
Sehingga tidak mampu meneruskan perlawanan.
Beberapa kali tangan dan kakinya yang bisa memanjang, berhasil membunuh beberapa komandan pasukan, yang bersembunyi di tempat agak jauh.
Di mana dari tempat persembunyiannya,. mereka memberikan instruksi dan arahan kepada prajurit yang mengepung Li Kui.
Di tempat lain di bagian tengah, Guo Yun dengan pedang darahnya, yang terus melakukan Tebasan pemusnah.
Benar benar membuat pasukan Qin terus mundur ketakutan.
Karena setiap kali cahaya merah lewat pasti ada ratusan pasukan yang terbelah menjadi dua berikut dengan perisai pelindungnya.
Tidak ada yang mampu menahan serangan yang di lepaskan oleh Guo Yun.
Pasukan yang di pimpin oleh jendral Nan dan Wen mulai melompat menyusul kearah pelabuhan.
Di bawah arahan Kedua Jendral tersebut, pasukan mereka mulai bergerak dalam bentuk barisan rapat berbentuk segitiga.
Menusuk kearah pasukan Qin yang bertahan di pelabuhan tersebut.
Pertarungan sengit terjadi di pelabuhan tersebut.
Korban yang berjatuhan di pihak Qin sangat banyak.
Mereka terlihat terus bergerak mundur.
Sepertinya tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.
Tapi di saat mereka sedang terpukul mundur dari patah semangat, melihat pasukan lawan yang berhasil mendarat di pelabuhan mereka.
Semakin lama semakin ramai, sedangkan jumlah mereka terus berkurang.
Di saat mereka sudah mulai frustasi dan putus asa.
Tiba-tiba terdengar bunyi genderang perang di tabuh dengan kuat di luar pelabuhan sana.
Tabuhan genderang perang ini, menandakan pasukan bala bantuan dari pihak Qin telah tiba.
Pasukan Qin yang kalah jumlah, buru buru mundur keluar dari pelabuhan masuk bergabung kedalam barisan pasukan baru yang baru saja tiba.
Guo Yun Li Ba dan Li Kui yang pertama kali muncul di luar pelabuhan, langsung di sambut hujan anak panah.
Guo Yun Li Ba dan Li Kui tentu tidak terpengaruh oleh hujan anak panah itu.
Mereka bahkan meretur kembali anak panah yang menyerang mereka kembali kepemilikannya.
__ADS_1
Guo Yun menemukan anak panahnya agak lain dari lain, panah jauh lebih pendek dari mata anak panah biasa.
Maupun anak panah Cross bow ciptaan Guo Yun.
Tapi mata anak panahnya agak spesial dari sangat tajam.
Dugaan Guo Yun tidak meleset, setiap.pasukan nya terkena Sambaran anak panah yang lolos dari penjagaan Guo Yun Li Ba dan Li Kui.
Anak buah nya pasti akan terluka oleh anak panah aneh, yang mata panah nya, mampu menembus perisai baju pelindung, bahkan mantel dan helm baja pelindung kepala juga bisa di tembus.
Melihat pihak nya banyak yang jadi korban keganasan panah panah itu.
Guo Yun memberi kode agar Jendral Nan dan Jendral Wen, memimpin pasukan mereka masuk kembali kedalam pelabuhan.
Setelah melihat anak buahnya bergerak mundur, Guo Yun baru menerjang kearah depan dengan pedang darah di tangan.
Dia langsung membabat nya, kearah pasukan Qin.
"Sreeettt...!"
"Claanggg...!"
Sekali ini energi tebasan pedang darah berhasil di tahan oleh perisai model baru di tangan prajurit Qin itu.
Melihat hasil ini, pihak prajurit Qin mulai kembali bersorak dengan penuh semangat.
Berulang kali Guo Yun Li Ba dan Li Kui menyerang mereka dengan penuh penasaran.
Tapi hasilnya sama saja pasukan yang baru datang itu hanya terpukul mundur kocar kacir saja.
Di bawah instruksi 3 komandan pasukan Qin, panah yang di lepaskan keudara, berhamburan kearah pelabuhan semakin banyak.
Pasukan Jendral Wen dan Jendral Nan banyak yang tewas bertumbangan terkena anak anak tersebut.
Melihat kondisi tersebut, Jendral Wen dan Jendral Nan memutuskan agar pasukan mereka kembali mundur balik kedalam perahu mereka.
Sebelum seluruh anak buah mereka di habisi oleh anak panah, yang aneh tapi sangat mematikan itu.
Di luar pelabuhan sana Guo Yun Li Ba dan Li Kui, mereka dengan penuh penasaran, terus menyerang pasukan pertahanan, yang memiliki perisai dengan kekuatan ekstrim.
Setelah menyerang sampai ratusan kali, mereka hanya berhasil membuat porak poranda barisan pasukan Qin.
Tanpa berhasil membunuh sebanyak sebelumnya ataupun melukai mereka.
Akhirnya Guo Yun terpaksa mengajak Li Ba dan Li Kui mundur kembali kedalam pelabuhan.
Begitu Guo Yun dan kedua rekan nya, memilih mundur kedalam pelabuhan.
Ketiga komandan itu memberikan instruksi kepada pasukannya, agar menahan serangan anak panah mereka.
Kini barisan pasukan perisai tombak, mulai bergerak maju menerobos masuk kedalam pelabuhan.
Mereka bergerak menyusul masuk, hingga ke bagian dalam pelabuhan.
__ADS_1
Di dalam pelabuhan, hanya terlihat Guo Yun Li Ba dan Li Kui, dengan di kelilingi oleh mayat pasukan kedua belah pihak, yang bertumpuk tumpuk jadi satu hingga sulit di kenali lagi.
Mana pasukan harimau hitam, dan mana pasukan Qin yang tewas.
Bila seragam mereka tidak berbeda, tentu akan sangat sulit mengenalinya.
"Coba rasakan ini..!"
teriak Guo Yun sambil melepaskan tebasan jurus ketiganya.
"Tebasan pedang sapu jagad.."
Seberkas sinar merah jauh lebih pekat dan dahsyat melesat melewati barisan pasukan perisai Qin yang baru saja bergerak memasuki pelabuhan.
"Singgg...!"
"Brakkkk...!"
Sekali ini perisai berikut orang nya, terbelah dua, tidak sanggup menahan tebasan pedang darah jurus ketiga yang dahsyat.
Begitu perisai terbuka, Li Ba dengan sigap melepaskan puluhan tapak petir nya, yang menyambar nyambar ke pasukan yang berlindung di balik Perisai.
Li Kui juga ikut menyerang dengan sepasang tangan nya yang mengeluarkan angin menderu deru menghantam kearah pasukan Qin.
"Wusss...!"
"Wusss...!"
"Wusss...!"
"Brakkkk..!"
"Brakkkk..!"
Pasukan Qin kembali kacau dan kusut di buat serangan Guo Yun Li Ba dan Li Kui.
Perlahan lahan mereka kembali bergerak mundur keluar dari pelabuhan.
Guo Yun tanpa menoleh berkata,
"Adik kedua,.. adik ketiga,.. kalian berdua beristirahat dulu di sini.."
"Pulihkan dulu kekuatan kalian, lawan masih sangat banyak."
"Kita akan secara bergantian muncul hancurkan mereka.."
"Aku maju dulu, bila aku lelah nanti adik kedua maju gantikan, begitu seterusnya.."
ucap Guo Yun cepat.
Selesai berkata dia sudah terbang meninggalkan tempat tersebut.
Dengan pedang darah di tangan , Guo Yun begitu muncul di luar pelabuhan.
__ADS_1
Dia sekaligus langsung melepaskan 10 tebasan sapu jagad secara beruntun, kearah barisan pasukan Qin.