LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
CU CU


__ADS_3

Setelah Sian Sian berada dalam pondongan nya, Guo Yun bisa bergerak dengan cepat kembali ke pantai.


Saat Guo Yun dan Sian Sian kembali kepantai hari sudah mulai gelap, Guo Yun menggendong Sian Sian mendekati posisi api unggun, yang mereka buat sebelumnya.


Meski apinya sudah mulai mengecil, tapi apinya belum sepenuhnya padam.


Setelah menurunkan Sian Sian, yang sedang asyik tidur dalam pondongan nya, keatas pasir pantai yang lembut.


Guo Yun buru buru menambah kayu kering dan daun kering, untuk menjaga posisi api unggun jangan sampai mati apinya.


Setelah api mulai membesar kembali, Guo Yun baru mundur duduk bersila di sebelah Sian Sian.


Guo Yun memulihkan kondisinya sendiri, dengan cara duduk bersila berlatih tenaga sakti 9 langit.


Menjelang pagi Guo Yun turun sendiri menuju bangkai kapal, memeriksa kerusakan lambung kapal yang harus dia tambal.


Tanpa kehadiran Li Kui terpaksa urusan kapal dia kerjakan sendiri semuanya.


Sementara itu di tempat lain, Li Kui yang baru saja siuman.


Dia sangat kaget saat mendapati dirinya masih hidup dan sedang tiduran di atas ranjang batu halus di dalam gua, yang diterangi dengan api obor.


Melihat keadaannya baik baik saja, Li Kui dengan heran mencoba turun dari ranjang, tempat dia berbaring.


Lalu dia mencoba memeriksa keadaan di sekitarnya.


"Hei kamu sudah bangun, ini makanlah, aku ada bawakan buah buahan untuk mu.."


ucap sebuah suara lembut menegur Li Kui dari belakang.


Li Kui buru buru membalikkan badannya, untuk melihat siapa yang berbicara dengan nya.


Li Kui terdiam bengong ditempat, saat melihat di hadapannya, ada seorang gadis, yang mengenakan cadar hitam dan jubah hitam longgar.


Gadis itu sedang berdiri di hadapannya, sambil membawa sebuah keranjang berisi buah-buahan.


"Nona siapa ? mengapa aku bisa ada ditempat nona..?"


tanya Li Kui heran.


"Nama ku Cu Cu, aku yang membawa mu kemari.."


"Terimakasih buahnya.."


ucap Li Kui sambil bergerak membantu menerima keranjang buah dari tangan Cu Cu, lalu dia letakkan di atas meja.


Setelah itu tanpa sungkan Li Kui yang merasa lapar, langsung mengambil sebutir buah untuk dia makan.


"Nona Cu Cu duduklah kemari, coba ceritakan sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa aku bisa ada disini ?"


tanya Li Kui heran


Karena seingatnya,


Dia sebelumnya sedang menangkis anak panah beracun dari orang orang primitif, yang mengepungnya bersama Guo Yun.

__ADS_1


Gadis itu duduk di hadapan Li Kui, kemudian berkata pelan,


"Kamu waktu itu di tangkap oleh kakek ku, tadinya kakek ku berencana ingin menangkap kalian semua, untuk di kubur hidup-hidup."


"Tapi aku mencegahnya, lalu kamu saya bawa kemari.."


"Bagaimana dengan kedua teman ku ?"


tanya Li Kui khawatir.


"Teman teman mu sudah di lepaskan oleh kakek ku.."


Li Kui menatap gadis itu dan berkata,


"Terimakasih ya, kamu sudah menyelamatkan kami semua.."


Gadis bercadar itu hanya mengangguk kecil tidak berkata apa-apa.


"Nona Cu Cu, maaf sebenarnya apa yang menjadi alasan mu ingin menyelamatkan kami, padahal kita tidak saling mengenal sebelumnya.."


Cu Cu menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebenarnya sejak kalian pertama kali datang ke pulau ini, aku sudah lama mengamati kalian.."


"Perasaan ku mengatakan kalian bukan orang jahat, kalian bisa menjadi teman baik ku ."


"Saat aku melihat kalian demi gadis kecil teman kalian itu, kalian rela dan berani bertaruh nyawa datang untuk menyelamatkannya."


"Aku semakin kagum dengan pertemanan kalian."


ucap gadis bercadar itu sambil menatap Li Kui lekat lekat.


Li Kui tersenyum mengulurkan tangannya memegang tangan gadis itu dan berkata,


"Mulai saat ini, kamu adalah teman ku."


"Bila ada kesempatan, aku akan perkenalkan kamu ke mereka."


"Aku yakin mereka akan senang berteman dengan mu.."


Gadis itu mengangguk dan tersenyum gembira di balik cadarnya.


Li Kui yang tidak bisa melihat ekspresi wajah gadis itu, dia hanya bisa melihatnya lewat sinar mata gadis itu yang indah.


"Nona Cu Cu apa yang kamu katakan ke kakek mu, ? sehingga dia menyetujui mu melepaskan kami..?"


"Mengapa juga cuma ada aku yang ada di sini, sedangkan kedua teman ku yang lain di biarkan pergi..?"


tanya Li Kui heran.


Cu Cu terlihat meragu sejenak, tapi akhirnya dia berkata pelan,


"Aku katakan pada kakek, aku menyukai mu, supaya kamu tidak membenci ku, aku juga minta kakek melepaskan kedua teman mu."


Li Kui jadi bengong mendengar ucapan gadis bercadar di hadapannya itu.

__ADS_1


"Nona Cu Cu kamu tidak sedang bercanda kan ?"


ucap Li Kui kurang percaya.


"Maafkan aku yang menggunakan cara seperti ini, karena selain cara ini, aku benar-benar tidak tahu lagi mau gunakan cara apa meyakinkan kakek ku.."


"Waktu itu keadaan mu, yang paling berbahaya, jadi aku hanya bisa mulai dari mu.."


ucap gadis bercadar itu tertunduk malu.


Li Kui setelah agak tenang, dia menyentuh tangan Cu Cu dan berkata,


"Cu Cu aku akan memanggil mu Cu Cu saja boleh kan?, Cu Cu tak perlu minta maaf untuk hal itu.."


Cu Cu mengangguk pelan dengan kepala sedikit tertunduk, dia berkata pelan,


"Terimakasih.."


"Sama sama, Cu Cu Nama ku Li Kui, Cu Cu boleh panggil aku apa saja, itu bukan masalah.."


ucap Li Kui sambil tersenyum


"Kalau begitu aku panggil kakak Kui saja.."


ucap gadis itu pelan.


Li Kui mengangguk cepat dan berkata,


"Boleh saja itu bukan masalah.


"Cu Cu kamu ada disini rupanya, kakek mencari mu kemana mana, Ternyata kamu malah ada disini sedang memadu kasih dengan calon mu.."


ucap kakek Cu Cu, di mana orangnya belum sampai, suaranya sudah sampai.


Cu Cu langsung berlari pergi menyambut kedatangan kakeknya.


Sesaat kemudian terlihat Cu Cu menggelayut manja ditangan kakeknya, sambil membimbing tangan kakeknya yang kurus ceking, masuk kedalam ruangan.


Li Kui sedikit tegang, saat melihat kedatangan kakek tinggi kurus, yang memiliki sepasang mata mencorong menakutkan.


"Anak muda siapa nama mu ? kamu jangan takut, asalkan kamu bersikap baik, bertanggung jawab dan menyayangi nya..aku berjanji tidak akan mempersulit mu.."


"Bahkan bila kamu punya nyali untuk belajar, aku akan turunkan semua ilmu ku pada mu."


"Tapi kamu harus ingat, berani kamu menipunya dan menyakitinya, aku tidak akan pernah mengampuni mu.."


"ke ujung dunia sekalipun, aku pasti akan menemukan mu..."


"Kakek kamu jangan menakutinya, nanti dia kabur beneran,.."


"Kakek jangan berbual, kakek mana bisa meninggalkan pulau ini, selama Kui Zi Sian Seng masih hidup.."


"Hush kamu anak kecil tahu apa ? dulu aku dan kakek paman mu bisa kalah, karena kamu belum dalami sepenuhnya ilmu rahasia kami."


"Sekarang setelah kami berdua berhasil mendalaminya, tentu saja situasinya jadi berbeda.."

__ADS_1


ucap kakek Cu Cu kurang puas.


__ADS_2