LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
UJIAN MENAHLUKKAN GAJAH


__ADS_3

Fan Kuai tentu saja tidak ingin di diri nya di seruduk oleh sapi gila itu.


Dia segera menggeser langkah kaki nya kesamping, sehingga Sapi gila itu bergerak lewat di sampingnya.


Menyeruduk tempat kosong.


Fan Kuai dari arah samping dengan gerakan cepat, dia langsung mencekal sepasang tanduk sapi itu dengan kedua tangannya.


Sapi itu merasa tanduk kebanggaan nya, sedang di pegang orang


Dia menjadi semakin marah, dia langsung mengerak gerakan kepalanya.


Berusaha ingin melepaskan diri, sekaligus menghempaskan orang, yang berani memegang tanduk kebanggaan nya itu.


Tubuh Fan Kuai tersentak kesana kemari, oleh pergerakan perlawanan dari sapi gila, yang berjuang melepaskan diri dari pegangan tangannya Fan Kuai.


Setelah beberapa kali mengeluarkan gerakan melompat lompat, sambil mengayunkan kepalanya keatas kebawah.


Berusaha menghempaskan tubuh Fan Kuai.


Sapi gila itu, melanjutkan nya dengan berlari lari di dalam lapangan yang menjadi arena pertarungan manusia melawan hewan yang sangat kuat itu.


Karena bagaimana pun dia bergerak, tetap saja sulit baginya untuk melepaskan diri dari Fan Kuai.


Kini tubuh Fan Kuai ikut terseret kesana dan kemari oleh tarikan sapi yang mengamuk itu.


Tapi Fan Kuai setelah beberapa saat terseret, dia akhirnya malah melompat duduk di atas punggung sapi gila itu.


Sapi itu tentu saja semakin marah dan brutal, dia menabrak kan diri nya ke pinggiran arena.


Tapi semua usahanya sia sia, Fan Kuai yang menempel di balik punggungnya.


Tetap bertengger di sana, tidak bergeming, masih melekat erat di atas punggungnya.


Setelah beberapa jam berlalu, di mana sapi itu mulai terlihat kelelahan.


Fan Kuai baru melipat turun dari punggung sapi itu, lalu dia mencoba mengerahkan tenaganya.


Untuk menarik dan menekan kepala sapi itu, hingga merunduk sejajar dengan tanah.


Setelah itu dengan satu kali putaran kuat, Fan Kuai membuat kepala sapi terputar kebawah.


Sehingga otomatis tubuh sapi itu ikut terbanting kebawah, tidak bisa berkutik lagi.


Sapi itu sudah kehilangan tenaga untuk melakukan perlawanan, dia diam saja, tergeletak di atas tanah kehabisan tenaga.


Tepuk tangan bergemuruh segera memenuhi arena pertandingan adu kekuatan.


Bahkan Ying Zheng secara pribadi ikut bangkit berdiri dan bertepuk tangan dengan penuh semangat.


Fan Kuai setelah menunjukkan kemampuannya melumpuhkan sapi gila itu.

__ADS_1


Dia menyerahkan sapi itu untuk di tangani oleh para panitia yang bertugas.


Dia sendiri berjalan maju kehadapan Ying Zheng untuk memberi hormat.


"Bagus Jendral Fan Kuai, kemampuan mu luar biasa sekali.."


"Tidak percuma Fan Sui semasa hidupnya begitu menyayangi mu, kamu benar benar telah membuat mereka yang beristirahat di bawah sana bangga untuk mu.."


Ucap Ying Zheng sambil tersenyum lebar.


"Terimakasih Yang Mulia atas pujiannya, Fan Kuai akan berusaha yang terbaik untuk Qin.."


Ucap Fan Kuai sambil menjura penuh hormat.


Hari ini Ying Zheng sudah menemukan dua orang kader luar biasa, untuk membantunya mempertahankan kekuasaannya.


Peserta lain masih banyak, Ying Zheng berharap dia akan segera menemukan kader kader baru yang lainnya.


Ying Zheng mengangkat kedua tangannya keatas, agar suasana kembali tenang.


Setelah suasana berubah tenang dia baru melanjutkan berkata,


"Fan Kuai apa kamu bersedia melanjutkan ke tahapan ujian berikutnya..?"


Fan Kuai memberi hormat ke Ying Zheng dan berkata,


"Hamba siap mencobanya Yang Mulia.."


"Silahkan mencobanya, aku harap kamu sanggup menyelesaikan semua tahapan dengan baik dan sempurna.."


Ucap Ying Zheng sambil tersenyum lebar.


Dia mempersilahkan Fan Kuai dan panitia untuk melanjutkan ke acara selanjutnya.


Beberapa saat kemudian seluruh tempat di sekitar arena bergetar hebat.


Saat seekor gajah raksasa yang memiliki gading raksasa, yang panjang besar, hingga melengkung bentuknya terlihat keatas.


Gajah raksasa itu, di lepaskan keluar dari dalam kerangkeng yang mengurung nya.


Begitu pintu kerangkeng di buka, gajah raksasa itu, dengan langkah santai.


Berjalan keluar dari tempat persembunyian nya, di balik sebuah kurungan besar panjang dan gelap.


Sepasang mata gajah itu yang mengeluarkan cahaya merah, terus menatap tajam kearah Fan Kuai.


Dia seolah olah ingin menebarkan ancaman serius ke Fan Kuai.


Tapi Fan Kuai justru menanggapinya dengan santai.


Fan Kuai hanya menanggapinya dengan sikap waspada dan bersiaga menghadapi segala kemungkinan.

__ADS_1


Beberapa saat saling mengamati, gajah itu akhirnya mulai bergerak menerjang menyerang Fan Kuai dengan belalainya.


"Wuutttt...!" Wuutttt...!" Wuutttt...!"


Tapi semua serangan itu menemui tempat kosong, karena Fan Kuai sudah bergerak lincah menghindari serangan belalai raksasa itu.


"Wuutttt...!" Wuutttt...!" Wuutttt...!"


Serangan pertama gagal, tanpa putus asa, gajah itu terus menyerang dengan belalainya, berusaha menjangkau tubuh Fan Kuai.


Tapi Fan Kuai yang bertubuh kecil sangat lincah.


Gajah itu setelah berjuang beberapa waktu, tetap saja tidak berhasil menangkap Fan Kuai.


Akhirnya gajah itu mengeluarkan suaranya yang keras, setelah itu dia kini kembali menyerang dengan mengangkat kedua kakinya keatas.


Lalu di jejakkan kebawah, berusaha untuk menginjak tubuh Fan Kuai.


Tanah tanah yang di hentak oleh telapak kaki gajah raksasa itu langsung melesak kedalam.


Fan Kuai terlihat terus melompat kesana kemari, terkadang sambil bergulingan di atas tanah.


Mencoba menyelamatkan diri, berusaha keluar dari ancaman serius, yang di tebarkan oleh gajah tersebut.


Setelah beberapa waktu berlalu, gajah itu tetap saja tidak mampu menginjak mati Fan Kuai.


Dia kembali merubah pola serangan nya menjadi kombinasi belalai dan injakan kaki nya.


Dalam satu kesempatan, saat gajah itu kepalanya merunduk kebawah, di mana belalainya sedang di gunakan untuk menangkap tubuh Fan Kuai.


Fan Kuai bergerak cepat menjejak belalai gajah itu sebagai tangga bagi nya.


Agar bisa melompat naik keatas kepala gajah raksasa itu.


Dengan cara itu Fan Kuai akhir nya berhasil duduk diatas kepala gajah itu.


Gajah itu sambil mengeluarkan suara teriakan keras, dia langsung mengangkat kedua kaki depannya naik keatas setinggi mungkin.


Gajah itu berdiri tegak dengan kedua kaki belakang sebagai tumpuan.


Dengan cara ini dia berharap bisa menjatuhkan Fan Kuai yang duduk di kepalanya tanpa ijin.


Tapi usaha itu sia sia saja,Fan Kuai yang bertengger di kepala gajah itu, seperti seekor lintah.


Bagaimana pun gajah itu beraksi, dia selalu gagal menjatuhkan fan Kuai dari bagian atas kepalanya.


Beberapa kali dia berusaha menggunakan belalainya untuk mencoba mengusir Fan Kuai.


Tapi lagi lagi gajah itu gagal, karena belalainya kurang panjang, tidak bisa menjangkau Fan Kuai yang duduk di atas sana.


Setelah berulang kali mencoba tapi selalu gagal, akhirnya gajah itu mencoba menggulingkan tubuhnya yang besar diatas tanah.

__ADS_1


Melihat aksi ini, Fan Kuai akhirnya terpaksa melompat turun menjauhi gajah yang mencoba menggulingkan dirinya.


__ADS_2