LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PUTRI CAMELIA


__ADS_3

Gongsun Li diatas menara pengawas yang mengamati situasi pertempuran di bawah sana


Meski dia sedikit khawatir dengan keadaan suaminya, tapi dia tetap fokus dengan tugasnya.


Dia mulai menggerakkan benderanya.


Fan Sui Mu Shun dari Bhe Sun yang sedang menghadapi pengepungan pasukan harimau hitam di bawah Zhang Yi yang terus mendesak dan menjatuhkan pasukan mereka.


Tiba tiba di bawah komando Zhang Yi pasukan harimau hitam bergerak bergeser ke kanan.


Posisi mereka langsung di gantikan oleh pasukan harimau hitam di bawah pimpinan Ling Tong yang menjaga gerbang Li.


Formasi pasukan yang tiba tiba berubah, di mana barisan kedua, bagian tengah muncul celah.


Bagian lapis pertama dari belakang mendesak maju.


Barisan Lapis ketiga juga kiut mendesak maju.


Pasukan gabungan Pimpinan Mu Shun, Bhe Sun, dan Fan Sui, kini di Giring, untuk di jepit di celah bagian lapis kedua.


Terjepit di sana di kepung dari depan belakang kiri kanan, empat penjuru menjepitnya.


Keadaan pasukan gabungan semakin mengenaskan mereka hanya menunggu ajal saja.


Ruang gerak yang begitu sempit dan berdesak desakan.


mau angkat senjata saja susah apalagi menyerang balik.


Mereka hanya bisa terima serangan tusukan tombak, tembakan anak panah dan serangan senjata rahasia dari 4 penjuru.


Mental pasukan itu sudah drop habis, mereka hanya bisa menanti pasrah di bantai, sambil berusaha bertahan sebisanya saja.


Satu persatu pasukan gabungan roboh bersimbah darah di terjang serangan pasukan harimau hitam.


Mu Shun dan Bhe Sun setelah bertahan beberapa waktu akhirnya tewas bersimbah darah di bawah hujanan senjata pasukan harimau hitam.


Fan Sui yang mencoba bertahan mati matian, nafasnya sudah hampir habis, seluruh pakaian nya sobek sobek.


Tubuhnya terlihat bersimbah darah, dengan luka di mana mana.


Dia yang merasa sulit bertahan, akhirnya dengan licik mundur masuk kedalam bagian tengah barisan pasukan nya.


Menjadikan pasukannya sebagai pagar betis, dia mengatur pergerakan dari sana.


Untuk sementara waktu dia berhasil bertahan.


Sementara itu pasukan gabungan dari Xin Cheng yang di pimpin oleh Zhao Lin dan Zha Su.


Sebelumnya mereka berhadapan dengan pasukan Ling Tong di gerbang Li.


Kini mereka harus hadapi kepungan pasukan Zhou Tai dari gerbang Zhen.


Pasukan harimau hitam gerbang Zhen ini berbeda lagi formasi serang sebelum nya.


Sebelum nya mereka menghadapi barisan kedua ber celah, barisan pertama ketiga datang menjepit.


Kini mereka menghadapi barisan formasi baris pertama kedua tengahnya ber celah, baris ketiga datang menekan mereka mundur kearah celah kedua dan ketiga.


Untuk di paksa mundur melarikan diri keluar dari barisan Pat Kwa.


Pasukan gabungan yang sudah di tinggalkan oleh pasukan kota Xin Cheng, yang sudah memilih menyerah saat menghadapi pasukan harimau hitam pimpinan Ling Tong.


Kini menghadapi pasukan harimau hitam di bawah pimpinan Zhou Tai.


Mereka hanya tersisa Gubernur Zhao Lin dengan sisa puluhan anak buahnya, yang masih setia.


Kepala serikat dagang Zha Su. dengan barisan pasukan bayaran nya.


Mereka mencoba berusaha bertahan, sambil bergerak mundur, ingin keluar dari celah terbuka, agar bisa menyelamatkan diri.


Tapi begitu memasuki celah mereka malah di jepit dan di bantai dari kiri kanan.


Pasukan bayaran yang sudah lelah dan putus asa, langsung melemparkan senjata, mereka berlari serabutan menyelematkan diri, keluar dari celah barisan pasukan harimau hitam.


Zhao Lin dan Zha Su yang menyusul ingin menyelamatkan diri.


Mereka di hadang langsung oleh Zhou Tai dengan senjata tombaknya.


Sehingga pecah pertempuran satu lawan dua, di bawah kepungan pasukan harimau hitam.


Zhou Tai melancarkan serangan tombaknya, yang berubah menjadi puluhan mata tombak menyerang Zhao Lin dan Zha Su secara bergantian.


Memaksa kedua orang yang bersenjata pedang itu, harus memutar pedangnya untuk menangkis sambil mundur.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


Terdengar suara benturan tombak dan pedang saling beradu.


Baik Zhao Lin maupun Zha Su yang kalah kuat senjata juga tenaga.


Mereka terpaksa terus melangkah mundur, sambil menahan pedih di telapak tangan, dan rasa kaku di lengan mereka yang memegang pedang.


Belum sempat mereka memperbaiki posisi, atau berhasil menghentikan serangan tombak dari Zhou Tai.


"Sraaat..!"


"Sraaat..."


"Sraaat..!"


"Sraaat..."


"Arggghh..!


"Arggghh..!


Keduanya langsung terjatuh berlutut di atas tanah sambil menjerit kesakitan.


Bagian urat nadi di belakang sambungan lutut, dan mata kaki, telah diserang dengan tombak berkait pasukan harimau hitam, yang memotong nadi mereka.


Kedua orang itu menjerit kesakitan tidak mampu berdiri, darah mengalir deras dari kedua luka mereka yang menga nga lebar.


"Crebbb..!"


"Prakkkk..!"


Jantung Zhao Lin tertembus tombak Zhou Tai.


Sedangkan kepala Zha Su terkena sabetan tombak hingga pecah tengkorak kepala nya.


Kedua orang itu langsung tumbang dengan tubuh berkelenjotan diatas tanah.


Darah bercucuran keluar dari dada Zhao Lin yang berlobang.


Sedangkan Zha Su tergeletak dengan darah dan cairan otak berhamburan di sekitar kepalanya yang pecah.


Di gerbang Kun dibawah pimpinan Jendral Lim dan Si Si.


Pasukan pemberontak di bawah Zhong Da, yang sudah banyak tewas, tidak sanggup melawan.


Saat mendengar ucapan dari Jendral Lim yang membujuk mereka menyerah.


Pasukan pemberontak langsung memilih menyerah meninggalkan Zhong Da,


Dengan demikian Zhong Da yang di tinggalkan oleh pasukan nya, langsung di ringkus oleh jendral Lim dengan mudah.


Di tempat lain di gerbang Gen di bawah pimpinan Jendral Guan pasukan harimau hitam, menekan pasukan gabungan dari Shang Qiu di bawah Zhang Lu dan Lu Bai.


Di mana pasukan ini hanya tersisa pasukan Lu Bai saja, sedangkan pasukan Zhang Lu, saat berhadapan dengan pasukan dibawah Jendral Lim di gerbang Kun mereka sudah menyerahkan diri.


Kini pasukan bayaran dibawah Lu Bai, bisa masuk tidak bisa keluar lagi.


Mereka terus terdorong ke celah di tengah tengah barisan kedua dan ketiga, hingga terdorong maju, terjebak di bagian tengah dari pusat formasi.


Menghadapi pembantaian Li Ba dan Sian Sian.


Seharusnya bila Guo Yun tidak sedang menghadapi Suang Mo, mereka masuk kedalam wilayah yang di jaga Guo Yun.


Karena Guo Yun sibuk, Li Ba dan Sian Sian yang secara bergantian menghancurkan pasukan bayaran yang berani masuk ke wilayah itu.


Dalam satu kesempatan Zhang Lu yang terkena pukulan tapak darah Sian Sian, langsung tergeletak kehilangan nyawa.


Sedangkan Lu Bai tewas terkena sambaran petir yang di lepaskan oleh Li Ba hingga tubuhnya gosong.


Pasukan serikat dagang di bawah pimpinan Gu Mi di bantu oleh Guan San, yang sudah kehilangan dukungan pasukannya.

__ADS_1


Mereka terpecah belah menjadi dua, setelah mereka yang sedang bertempur dengan pasukan harimau hitam di gerbang Gen, di paksa pindah menghadapi pasukan harimau hitam dari gerbang Kan dengan formasi pasukan berbeda.


Pasukan yang tinggal tidak seberapa, setelah melalui pertempuran berat di gerbang Gen.


Kini di pecah belah menjadi dua, keadaan mereka semakin menyedihkan.


Guan San yang terlebih dahulu tewas di bawah hujanan senjata pasukan harimau hitam.


Sedangkan Gu Mi tewas ditangan Jendral Xing.


Dengan berakhirnya perlawanan Guan San dan Gu Mi, pasukan bayaran serikat dagang langsung melempar senjata menyerah.


Formasi terus bergerak setelah pasukan gabungan, hanya tersisa rombongan pasukan elite keluarga Fan, yang masih terus bertahan, di bantu oleh pasukan bayaran.


Mereka terus melindungi Fan Sui yang bersembunyi di tengah tengah pasukan yang memagarinya.


Saat Fan Sui dan rombongan nya tiba di gerbang Kun.


Li Ba dari bagian tengah yang bisa melihat dengan jelas posisi Fan Sui.


Dia langsung mengeluarkan busur kumala nya, begitu busur energi ditarik dan di lepaskan oleh Li Ba yang melompat tinggi keudara.


Bayangan Phoenix api melesat dengan cepat menjadi sebuah garis merah memanjang.


Menerjang ke arah tengah tengah barisan di mana Fan Sui berada..


"Booommm..!"


Terjadi ledakan dahsyat, yang mementalkan semua pasukan keluarga Fan dan pasukan bayaran pelindung Fan Sui.


Mereka pada terpental kesegala penjuru, akibat ledakan serangan Phoenix api, yang di lepaskan oleh Li Ba.


Fan Sui sendiri terlihat melesak kedalam tanah dengan tubuh gosong, setelah debu dan pasir hilang terbawa angin.


Pasukan bayaran melihat tuan yang harus di jaga telah mati, mereka melemparkan senjata menyerah.


Hanya tersisa pasukan elite keluarga Fan yang terus bertahan, melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan.


Tapi pada akhirnya, mereka yang diserang dengan tombak terbang, dan anak panah, juga senjata rahasia pasukan Zi Zi.


Akhirnya semua tewas tak bersisa, menyusul tuan mereka yang sudah berangkat duluan dengan tubuh gosong.


Setelah memenangkan pertempuran dahsyat, menahan dan mengurus pasukan Lima kota perbatasan yang menyerah.


Kini semua orang mundur menjauhi arena pertempuran di mana Guo Yun sedang bertarung sengit melawan Suang Mo.


Suang Mo mulai terlihat terdesak hebat, setelah Guo Yun memainkan tarian pedang Je Ye Sen Cien.


Di sertai dengan bentakan bentakan, berkekuatan magis untuk mengacaukan pikiran dan perlawanan kedua kakek itu.


Dalam satu kesempatan Suang Mo setelah berhasil menghindari ancaman sepasang pedang Guo Yun.


Mereka masing masing menemukan kesempatan, untuk menyarangkan serangan mereka dari depan dan belakang.


"Bukkk..!".


"Bukkk..!"


Hei Mo berhasil menyarangkan tapaknya kearah perut Guo Yun, sedang Pai Mo, berhasil menyarangkan tapak ke pinggang belakang Guo Yun.


"Arggghh...!"


"Arggghh..,!!"


Teriak kedua kakek itu kaget, karena tenaga sakti Pukulan mereka, menghambur terserap kedalam tubuh Guo Yun.


"Kalian berdua menyerahlah,..! kalian sudah tua letih dan lelah..!"


ucap Guo Yun melancarkan kekuatan pengaruh magis, untuk melumpuhkan kedua kakek itu.


Suang Mo terbelalak tak percaya, saat mereka merasa tubuh mereka sangat letih lelah, hingga tidak sanggup berdiri.


Mereka jatuh bertekuk lutut dengan tapak masih menempel di tubuh Guo Yun.


Hawa sakti mereka terus membanjir pindah ke Guo Yun.


Di saat mereka tidak sanggup lagi melawan, Guo Yun menebaskan dengan cepat pedangnya.


Melewati leher kedua kakek itu, cahaya merah biru melintas lewat di leher kedua kakek itu.


Sebelum kedua kakek itu menyadarinya, kepala mereka berdua sudah jatuh menggelinding diatas tanah.


Terpisah dari tubuh mereka untuk selama lamanya.


Guo Yun setelah mengakhiri perlawanan kedua kakek itu.


Dia pun langsung melayang keatas puncak menara, berdiri disebelah Gongsun Li.


Guo Yun menyapukan pandangannya ke arah pasukan lawan, yang kini sudah menyerah dan di kumpulkan jadi satu.


Melihat jumlah tawaran yang begitu banyak hingga melebihi 2 kali lipat jumlah pasukan nya.


Guo Yun menghela nafas panjang, di dalam hati dia bersyukur orang sebanyak itu.


Berhasil di selamatkan, tidak sampai terjadi pembantaian masal.


Bila itu terjadi, itu adalah kerugian yang sangat besar bagi nya.


Dia akan kehilangan rakyat produktif yang begitu banyak, untuk menggarap kembali lahan lahan di lima kota perbatasan, yang sebentar lagi akan dia rebut kembali.


Guo Yun menatap ke semua tahanan di bawah sana lalu berkata,


"Wahai rakyat ku, sesuai janji ku, para pejabat korup yang menyusahkan kalian.."


"Juga para pedagang dengan tujuan mengacau dari Qin, semua sudah ku musnahkan.."


"Aku dan pasukan ku akan mengawal kalian semua kembali ke kota masing masing."


"Memastikan kalian semua akan mendapatkan lahan untuk di garap.."


"Bibit akan di sediakan secara cuma-cuma, untuk kalian semua, hingga panen 2 kali berikutnya.."


"Pemerintah akan membantu bahan makanan buat kalian, hingga panen tiba.."


"Terhitung hari ini, hingga 3 tahun kedepannya, kalian semua akan menerima pembebasan pajak dari pemerintah.."


"Baru di tahun keempat nanti kalian akan di kenakan pajak untuk di bayarkan ke pemerintah.."


Ucapan Guo Yun langsung di sambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah oleh para tahanan yang menyerah.


Guo Yun menunggu hingga suasana mereda baru kembali berkata,


"Aku mau minta tolong satu hal ke kalian boleh ?"


"Boleh...!"


jawab para tahanan kompak.


Guo Yun mengangguk sambil tersenyum, lalu melanjutkan berkata,


"Sekarang juga, kalian pisahkan diri kalian, mana yang rakyat Dan Yang, mana yang rakyat Xin Cheng,..mana rakyat Shang Qiu,..mana rakyat Chen,.. mana rakyat Cai.."


"Buatlah kelompok kalian sendiri sendiri, agar mudah di data.."


ucap Guo Yun dengan suara lantang.


Sesaat kemudian sudah terjadi kesibukan diantara para tawanan perang itu sendiri.


Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,


"Li Er suruh Jendral Jendral kita membawa tawanan perang sebelumnya, untuk di kumpulkan jadi satu dengan mereka ini.."


Gongsun Li mengangguk, lalu dia segera pergi dari sana, pergi memberitahu Zhang Yi agar mengaturnya.


Tidak butuh waktu lama, para tawanan sebelumnya sudah datang di giring oleh jendral Lim Guan Xing Fu untuk di biarkan bergabung kedalam kelompok kelompok 5 kota yang terbentuk.


Sisa yang bukan berasal dari kelima kota tersebut membentuk satu kelompok tersendiri.


Guo Yun memberi tahu Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai, yang kini hadir di sisinya.


"Zhang Yi beritahu putra mu, Zhang Yun, agar kelompok ke 6 itu di data asal mereka, setelah itu masukkan kedalam camp tahanan awasi dengan ketat."


"Aku memerlukan mereka nantinya.."


ucap Guo Yun pelan.


Zhang Yi mengangguk mengerti, dia segera pergi dari sana, untuk mengatur permintaan Guo Yun.


Sesaat kemudian kelompok keenam di giring oleh Zhang Yun meninggalkan tempat tersebut.


Di sana kini terlihat ada 5 kelompok besar, Guo Yun menoleh kearah Zhou Tai dan berkata,

__ADS_1


"Saudara Zhou kamu turun kebawah beritahu Jendral Lim Guan Xing Fu.."


"Kalian pimpin mereka kembali kekota dan desa mereka masing masing.."


"Bawa pasukan kepercayaan kalian, lalu rebut kembali dan bersihkan kelima kota itu dari pedagang Qin."


"Kalian juga bertugas awasi pembagian lahan dengan adil, juga pastikan bibit yang kita berikan sampai ke tangan mereka.."


"Masing masing kalian atur orang, untuk mendata jumlah mereka, lalu bawalah bibit sesuai data keperluan.."


"Bila tiba di sana, ada sesuatu lain hal, sehingga bibit kurang, kirim kabar kemari, aku akan terus mengatur suplai dari sini.."


ucap Guo Yun berpesan pada Zhou Tai.


Zhou Tai mengangguk cepat dan berkata,


"Ada pesan yang lainnya yang mulia..?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Aku rasa untuk sementara itu saja dulu, bila nanti ada tambahan aku akan hubungi kamu dengan merpati cepat.."


Zhou Tai mengangguk, memberi hormat, kemudian segera pergi menjalankan tugas.


"Li Er, kamu bantu aku tulis surat buat Zhong San, agar segera kirim 5 orang pandai dan jujur, pergi ke kota Dan Yang, Xin Cheng, Shang Qiu, Chen dan Cai.."


"Tugas mereka adalah mengawasi dan menilai pejabat jujur yang di sukai dan didukung oleh rakyat kelima kota itu.."


"Pilih pejabat yang benar benar jujur dan memiliki kemampuan, untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat di kelima kota itu ."


"Tidak boleh ada kesalahan, ada kesalahan kepala mereka taruhannya.."


ucap Guo Yun memberikan tekanan itu, agar kejadian sebelumnya jangan sampai terulang.


Gongsun Li mengangguk, dia langsung kembali ke kediaman mereka di Shoucun untuk menyiapkan surat sesuai pesan Guo Yun.


Guo Yun kini menoleh kearah Ling Tong dan Zhang Yi.


Zhang Yi kamu awasi persenjataan yang di kirim dari kota Bei Qi dan Si Qi mungkin sebentar lagi sampai.


"Ling Tong kamu awasi persediaan ransum makanan dan bibit tanaman, yang juga di kirim dari Bei Qi dan Si Qi.."


"Menurut perhitungan ku , bila tidak ada masalah, satu dua hari lagi akan tiba.."


ucap Guo Yun .


Zhang Yi dan Ling Tong menjawab dengan kompak


"Siap Yang Mulia. "


Setelah memberi hormat mereka pun segera meninggalkan tempat itu.


Kini di sana tinggal Li Ba, Sian Sian dan Si Si.


Guo Yun menoleh kearah Li Ba,


"Adik kedua untuk sementara perang berakhir, kamu sudah boleh kembali bebas minum.."


"Ayo kita kembali kekediaman kita.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum lebar.


Li Ba langsung menyambutnya dengan tertawa gembira, dia langsung merangkul Guo Yun mengajak Guo Yun buru buru meninggalkan menara pengawas.


Sian Sian dan Si Si mengobrol sambil menyusul kedua nya dari belakang.


Sesuai dugaan Guo Yun hari kedua, barang barang kiriman dari Bei Qi dan Si Qi tiba.


Zhang Yi dan Ling Tong langsung mengurusnya.


Di hari keempat, setelah mendapatkan persediaan bibit dan ransum yang cukup, sesuai data tawanan perang.


Jendral Zhou Tai memimpin rombongan tawanan perang dan 50.000 personil pasukan harimau hitam berangkat mengawal tawaran perang langsung menuju kota Dan Yang.


Sedangkan Jendral Lim yang juga membawa 50.000 personil pasukan harimau hitam, mengawal tawanan perang berangkat ke kota Xin Cheng.


Begitu pula dengan Jendral Guan dua juga membawa 50.000 pasukan harimau hitam berangkat menuju kota Shang Qiu, mengawal tawanan perang.


Jendral Xing menuju kota Chen Jendral Fu menuju kota Cai, mereka berdua masing masing juga membawa 50.000 personil.


Sementara itu Zhong San di kerajaan pusat juga sudah mulai mengirim 5 cendekiawan jujur berangkat kelima kota perbatasan tersebut.


Guo Yun sendiri bersama Gongsun Li Si Si, Li Ba dan Sian Sian, mereka masih bertahan di Shoucun untuk sementara waktu.


Sambil melihat perkembangan situasi arah pergerakan yang akan di lakukan oleh Ying Zheng.


Setelah Fan Sui yang terpancing oleh kematian cucunya, melakukan salah langkah.


Dia telah melanggar pantangan besar pesan dari Lu Bu Wei, yang melarang keras menggerakkan pasukan menyerang Guo Yun, akibatnya nyata langsung terasa.


Ying Zheng harus merelakan dua kota besarnya jatuh ketangan Guo Yun.


Selain itu dia juga harus mengalami kerugian besar, seluruh serikat dagang dan pasukan serikat dagang nya di hancurkan oleh Guo Yun.


Propaganda lewat ajaran agama, juga kandas, setelah Fan Sui gagal total di Shoucun.


Setelah kejadian ini, dia akan semakin sulit untuk melancarkan serangannya lewat perdagangan.


Karena Guo Yun pasti sudah memproteksi daerah perbatasan dengan pejabat pejabat yang lebih jujur dan setia.


Dia akan semakin sulit melancarkan aksinya melalui cara memberikan sogokan.


Selain itu dia juga kehilangan salah satu pembantu terbaiknya, Fan Sui yang telah gugur di Shoucun.


Ying Zheng duduk bersandar lemas di kursi kebesaran nya.


Di sampingnya terlihat berdiri Li Si dan tabib Xu Fu.


Kasim Zhao Gao terlihat berdiri di sudut ruangan, tidak terlalu jauh, tapi juga tidak berani mendekat.


Karena sejak Lu Bu Wei berkuasa, hingga di lanjutkan oleh Ying Zheng.


Mereka melarang Kasim mencampuri urusan negara,


Terutama Lu Bu Wei, dia sangat memandang rendah orang orang Kasim.


Dia juga selalu berhati hati dan selalu mengingatkan temannya raja ZhuangXiang menjaga jarak dari mereka.


Di luar dugaan dirinya malah jatuh karena Kasim jadi jadian yang dia ciptakan sendiri, Lao Ai.


Mungkin ini yang di namakan takdir, sepandai pandainya manusia berhitung, Thian lebih pandai darinya.


Dengan kematian Lu Bu Wei, dan Fan Sui, kini kekuasaan perdana menteri sepenuhnya ada di tangan Li Si.


Tabib dewa Xu Fu sebagai penyeimbang nya dalam berpendapat.


Ying Zheng dengan wajah kusut berkata,


"Bagaimana menurut kalian.?"


"Apa yang bisa aku lakukan saat ini, agar kedua wilayah itu bisa kembali.?"


Li Si dan Xu Fu sama sama diam.


Beberapa saat kemudian Li Si baru berkata,


"Seperti yang kita semua tahu, jalan perang tidak boleh kita lakukan.."


"Fan Sui adalah contoh nyata.."


"Kita juga tahu kelemahan Raja Guo Yun adalah wanita di sisinya..'


"Tapi untuk mendekati atau menyentuh wanitanya, itu jauh lebih sulit dari pada naik keatas langit.."


"Salah sedikit, kita sendiri bisa celaka, dia pasti akan mengamuk dan tidak bakal mengampuni siapapun yang berani menganggu wanitanya.."


"Lalu apa yang bisa kita lakukan..?"


tanya Ying Zheng sambil menoleh kearah Li Si.


"Maaf Yang Mulia, tapi usul hamba ini sangat merendahkan Yang Mulia.."


"Sebaiknya lupakan saja ide ini yang sangat tidak pantas dan memalukan ini.."


ucap Li Si ragu.


"Tidak apa apa, katakan saja.."


ucap Ying Zheng tertarik.


Belum sempat Li Si mengatakan sesuatu, langsung terpotong oleh suara teriakan keras penjaga pintu dari luar ruangan.

__ADS_1


"Yang Mulia putri Camelia dan tunangannya tiba..!"


__ADS_2