
Sambil tiarap, Guo Yun melepaskan Tebasan sapu jagad, mengelilingi seluruh tubuhnya.
Sebuah lingkaran cahaya biru, bergerak menyebar kesegala arah.
Memaksa para pengepungnya untuk melompat mundur menghindar.
Hanya Ta Lo Sa yang tidak bergerak mundur, dia malah membalas menyerang dengan sepasang telapak tangan nya, ditujukan kearah Guo Yun.
"Blaarrr..!"
"Dukkk .!"
Ta Lo Sa terdorong mundur, oleh tebasan sapu jagad Guo Yun.
Tapi dia hanya terhuyung-huyung mundur, tidak terlihat terluka sama sekali.
Situasi berbeda terjadi pada Guo Yun, yang terlempar menabrak dinding di belakangnya, hingga jebol.
Guo Yun terlihat agak pucat wajahnya, setelah dia menerima pukulan telapak tangan Ta Lo Sa.
Guo Yun merasa aliran sirkulasi tenaga sakti di dalam tubuhnya kacau balau tak terkendali.
"Serang..!"
teriak San Lo Sa, sambil tersenyum gembira.
Setitik merah dari daratan tengah, langsung menerjang dengan pedang hitamnya, terarah ke tenggorokan Guo Yun.
Tubuhnya berputaran di udara seperti baling baling, dengan pedang teracung kedepan.
Sedangkan San Lo Sa dan Er Lo Sa berpencar dari dua sisi kanan dan kiri.
Mereka datang dengan tapak cahaya merah dan biru, menutupi jalan mundur Guo Yun.
Guo Yun yang tidak mau pasrah diri,. dengan sebisanya.
Dia mengerahkan Tebasan menyapu ratusan ribu pasukan, yang lebih hemat energi.
Untuk menyambut ketiga serangan yang sedang bergerak menghampirinya.
"Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..!"
"Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..!"
"Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..!"
"Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..! Dorrrr,..!"
Tiba tiba terdengar bunyi keras memenuhi udara.
Tubuh San Lo Sa dan Er Lo Sa, terpaksa bersalto membuang diri menjauh dari Guo Yun.
Sedangkan tubuh Setitik merah dari daratan tengah, jatuh bergulingan di atas tanah.
__ADS_1
Bahu kirinya terlihat terluka dan berdarah, tangan kirinya tergantung lemas tak berdaya.
Dia hanya bisa menatap kesal, dan tak berdaya kearah Guo Yun.
Pasukan Chu banyak yang tewas bertumbangan, tersambar oleh senjata rahasia, yang tidak terlihat dari mana datangnya.
Suara letusan itu terus berkumandang, memaksa pasukan Chu mundur ketakutan.
Karena diantara mereka, banyak yang telah tewas terkena Sambaran senjata rahasia itu.
San Lo Sa dan Er Lo Sa juga terlihat ragu, untuk menyerang Guo Yun.
Ta Lo Sa yang melihat hal ini, dia sudah bersiap melepaskan serangan jarak jauhnya kearah Guo Yun.
Tapi lagi lagi dari arah istana gerbang Utara, terlihat bermunculan pasukan harimau hitam, yang di pimpin oleh Zhang Yi.
Di belakang Zhang Yi masih terus berdatangan pasukan kerajaan Song, yang di pimpin oleh jendral Xie Jendral Ciong dan Jendral Mi.
Melihat situasi semakin buruk, sisa pasukan Chu yang di istana, sudah tidak mungkin sanggup menahan serangan mendadak pasukan lawan.
Ta Lo Sa akhirnya berteriak "Mundur, semua..nya.."
Pasukan Chu pun bergerak mundur, meninggalkan tempat tersebut, di bawah perlindungan Ketiga Lo Sa.
Keadaan kini berbalik, Guo Yun dan pasukan harimau hitam, di dukung oleh jendral dan pasukan kerajaan Song.
Kini berbalik mengejar dan menekan pasukan Chu.
Meski sudah terluka, tapi tebasan jurus pertama Guo Yun, masih cukup mengerikan, bagi pasukan Chu.
Pasukan Chu yang dalam keadaan panik dan kacau, akhirnya mereka mundur keluar dari istana, dan terus bergerak mundur kearah benteng kota Shang Qiu.
Tapi saat tiba di sana, mereka kembali di sambut oleh serangan anak panah, dari pasukan harimau hitam, yang di lepaskan dari atas tembok kota.
Selain itu letusan senjata rahasia, yang tidak terlihat berasal dari mana, juga terus berkumandang.
"Singgg..! Singgg..! Singgg..!"
"Singgg..! Singgg..! Singgg..!"
"Singgg..! Singgg..! Singgg..!"
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
Serangkaian serangan ini membuat korban, yang berjatuhan di pihak Chu semakin banyak.
Pasukan Chu semakin kacau balau panik dan kehilangan semangat bertarung.
Melihat situasi sudah sulit terkendali, ketiga Lo Sa dan setitik merah dari daratan tengah.
__ADS_1
Mereka memilih menyelamatkan diri, terbang melewati tembok kota, menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka.
Meninggalkan pasukan Chu, yang terkepung tidak bisa maju, juga tidak bisa mundur.
Akhirnya sisa pasukan Chu yang berjumlah 30.000 personil, membuang senjata mereka dan menyerah.
Pasukan Chu yang menyerah di giring oleh pasukan Song,, di bawah pengawasan Jendral Ciong Jendral Mi dan Jendral Xie.
Mereka di ikat dan diarahkan ke arah camp militer Chu di sebelah Utara kota.
Di sana ada 100.000 pasukan Chu yang tidak sadarkan diri, dalam kondisi kaki tangan terikat.
Semua itu adalah strategi Guo Yun yang menyuruh Zhang Yi kesana, mengawasi dan menunggu, hingga arah angin bertiup kearah perkemahan militer pasukan Chu.
Begitu kesempatan tiba, Zhang Yi di bantu pasukannya, membuat api dan membakar bubuk kuning yang di berikan oleh Guo Yun, dari tempat persembunyian mereka.
Asap kuning yang membumbung ke udara, tertiup angin mengarah ke perkemahan pasukan Chu .
Membuat semua pasukan Chu, yang ada di sana tertidur pulas, asap kuning itu sendiri, mengandung racun bius ciptaan Guo Yun.
Dengan cara itu seluruh pasukan Chu, berhasil diringkus oleh Zhang Yi dan pasukannya tanpa perlawanan.
Zhang Yi kemudian mengikuti arahan Guo Yun, menghubungi Jendral Xie Jendral Mi dan Jendral Ciong.
Mereka kemudian bersama sama, pergi membebaskan pasukan Song yang ditahan.
Setelah membebaskan pasukan Song yang ditawan, di bawah pimpinan Zhang Yi, mereka menyerbu kearah istana melalui pintu Utara.
Berhubung hampir seluruh pasukan penjaga istana, di tarik ke bagian dalam, oleh kelima Jendral Chu, untuk menangkap Guo Yun.
Tanpa kesulitan Zhang Yi memimpin pasukan gabungan itu, berhasil menerobos masuk sampai ke bagian dalam istana.
Lalu mereka bergabung dengan Guo Yun mengalahkan pasukan Chu.
Sedangkan Han Wei dan Ying Wu mereka yang melakukan serangan mendadak dari dua arah
Tanpa kesulitan, mereka berhasil menguasai tembok kota dan gerbang kota, lalu mengadakan persiapan, untuk menghadapi pasukan Chu, yang setiap saat bisa mundur kesana.
Satu satunya bantuan yang di luar perhitungan Guo Yun, adalah pasukan wanita, yang pandai memainkan senjata rahasia.
Di bawah arahan Si Si, mereka muncul dari tempat rahasia, memberikan bantuan kepada Guo Yun.
Semua Pasukan wanita ini, mereka semua adalah penghuni paviliun bunga hijau.
Si Si yang membentuk mereka menjadi pasukan tangguh, tadinya akan di gunakan untuk membalas dendam kepada kerajaan Song.
Kini demi keselamatan Guo Yun, Si Si terpaksa muncul membantu mengalahkan pasukan Chu, dengan pasukan rahasia nya.
Si Si dan pasukannya memberikan bantuan dari tempat tersembunyi, jadi identitas mereka tetap adalah suatu rahasia.
Setelah kemenangan pun, mereka langsung bubar melalui jalan rahasia, kembali ketempat mereka masing-masing.
Dan menjalankan pekerjaan mereka di paviliun bunga hijau seperti biasa.
__ADS_1
Seolah-olah tidak tahu dan tidak mengikuti perkembangan, yang terjadi di ibukota Shang Qiu.
Selain Guo Yun, tidak ada yang tahu, siapa ? darimana asal usul pasukan rahasia itu ?