
Guo Yun sambil tersenyum canggung berkata,
"Terus terang saja kek, aku sedang menyusul mencoba mencari, dan sebisanya ingin mencegah Li Ba dan Sian Sian pergi menuju pulau Peng Lai."
"Mereka mau pulang kenapa kamu tahan, kamu ini semakin lama semakin menjijikkan.."
ucap Si cebol sambil mendengus kesal.
Guo Yun tentu tidak mengambil hati dengan sikap kedua kakek aneh itu.
Dia sangat menghormati keduanya, dan sudah terbiasa dengan sikap mereka yang ceplas ceplos.
Gadis cantik itu terlihat ingin berkata sesuatu, tapi lagi lagi pria di sebelahnya, memberi kode agar dia tidak ikut campur dan berkata buru buru.
"Kakak silahkan duduk, harap jangan di ambil hati.."
"Kakek sedang kesal karena kebodohan ku, imbasnya kakak jadi ikut ikut terlibat..'
"Ini semua salah ku, maaf ya kak.."
ucap pria itu sambil tersenyum tidak enak hati.
"Adik Kui tak perlu minta maaf segala, bagaimana kabar kalian berdua..?"
"Cu Cu apa kabar..?"
ucap Guo Yun sambil menatap kearah Li Kui dan Cu Cu secara bergantian.
Setelah itu dia baru menoleh kearah bocah cilik yang duduk diapit oleh dua kakek aneh yang tidak lain tidak bukan adalah,
Wu Ti Siau Jen, dan Cui Ming Koai Jen dari pulau neraka.
"Gadis cilik siapa nama mu..?"
ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya ingin membelai kepala gadis cilik itu.
"Plakkkk..!"
Tangan Guo Yun di pukul oleh tangan Cui Ming Koai Jen.
Untung yang di pukul adalah punggung tangan Guo Yun, bila orang lain, tentu punggung tangan itu sudah remuk di buatnya.
"Jangan sembarangan sentuh kepala cicit ku.."
Guo Yun sambil tersenyum canggung berkata,
"Maaf kek.."
"Bila kehadiran ku membuat kalian semakin kesal.."
"Silahkan kalian lanjut kan, biar Guo Yun pergi mengurus tugas dari kakek kedua saja.."
ucap Guo Yun sambil kembali bangkit berdiri.
Dia mengedipi Cu Cu dan Li Kui agar tidak ikut campur.
"Ta Puo.!"
panggil anak kecil itu sambil tersenyum manis Kearah Guo Yun.
Guo Yun menoleh kearah anak kecil itu dan berkata,
"Anak baik kamu tunggu ya, Ta Puo, akan belikan mainan dan permen Ping Tang Hu Lu untuk mu.."
__ADS_1
Selesai berkata, Guo Yun langsung melangkah ke kasir restoran.
Dia meletakkan beberapa Tael emas di depan kasir itu dan berkata,
"Urus dan layani meja di sebelah sana dengan baik.."
"Aku mau pergi dulu.."
ucap Guo Yun cepat.
"Siap,.. siap, tuan, anda jangan khawatir, kami akan lakukan yang terbaik.."
ucap kasir yang juga adalah pemilik tempat itu dengan penuh hormat.
Guo Yun menanggapi nya dengan anggukan kecil, setelah itu dia pun langsung meninggalkan restoran pergi ke arah dermaga.
Untuk mencari dan menyewa kapal agar mau mengantar keluarga kecil Li Kui kembali ke pulau neraka.
Guo Yun mengedarkan pandangannya mencari cari, akhirnya dia menemukan kapal yang cocok dengan seleranya.
Kapal itu tidak terlalu besar, tapi terlihat kokoh kuat, sangat cocok bila di gunakan untuk melakukan pelayanan menuju pulau neraka, yang sangat sulit di jangkau.
Selain itu yang membuat Guo Yun makin tertarik adalah kapal itu juga dilengkapi sebuah perahu kecil yang kuat dan baru, di bagian paling belakang kapal.
Menemukan yang di incarnya, Guo Yun buru buru melangkah menghampiri kapal itu.
Melihat di atas kapal ada seorang pemuda sedang sibuk bekerja menyapu dan menyiram pantai diatas kapal tersebut.
Guo Yun pun langsung melompat ringan mendarat di bagian pinggiran kapal layar itu.
"Maaf tuan apa aku boleh bertanya sedikit..?"
tanya Guo Yun sopan.
Pemuda itu menghentikan kegiatannya sejenak, lalu menatap kearah Guo Yun dan berkata,
Guo Yun mengangguk kecil dan berkata,
"Apa saya bisa bertemu dengan pemilik kapal layar ini..?"
"Ada urusan apa ya..?"
tanya pemuda itu heran bercampur curiga.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Maaf anda ini, siapa nya pemilik kapal.layar ini..?"
Pemuda itu menatap Guo Yun dan berkata,
"Aku adalah anak pemilik kapal ini, ada apa kita kira, kamu mencari ayah ku.."
"Ohh begitu maaf.."
ucap Guo Yun cepat, sambil memberi hormat.
"Begini aku tertarik untuk menyewa perahu ini, untuk mengantar rombongan kami, menuju ke arah timur di sebelah barat daya."
"Di mana di balik kabut merah ada sebuah pulau bernama pulau neraka, kesana lah kami ingin pergi.."
ucap Guo Yun berterus-terang.
"Wah kalau itu maaf tuan, aku rasa di seluruh dermaga ini, tidak akan pernah ada orang yang berani pergi ke pulau itu.."
__ADS_1
ucap pemuda itu sambil menatap kearah Guo Yun dengan serius.
Guo Yun tersenyum mengerti dan berkata,
"Kalau begitu, biar saya beli saja kapal ini dari ayah mu, bagaimana ?"
"Bisa..?"
"Wah kalau itu saya tidak berani memutuskannya.."
"Biar aku pergi panggil ayah ku saja, biar tuan bicara sendiri saja langsung dengan ayah ku.."
ucap pemuda itu.
Setelah itu dia langsung dengan langkah buru buru pergi menuju bagian belakang kapal.
Tak lama kemudian, dia sudah kembali bersama seorang pria setengah tua.
"Tuan ini ayah ku, kalian nego saja.."
"Aku mau melanjutkan pekerjaan ku. "
ucap pemuda itu.
Setelah itu dia langsung kembali pergi melanjutkan pekerjaan nya menyikat dan membersihkan kapal.
"Maaf kek, berapa harga kapal ini ingin di jual kek.."
tanya Guo Yun serius.
Pria setengah tua itu, menatap kearah Guo Yun dan berkata dengan wajah serius.
"Maaf tuan aku hanya punya kapal ini satu satunya, untuk menyambung hidup.."
"Dia adalah harta satu satunya kami untuk membantu kami menangkap ikan untuk menyambung hidup..'
"Bila di jual berarti.mata pencaharian kami akan stop di hari ini.."
"Jadi kami tidak mungkin bisa menjualnya.."
ucap kakek itu menjelaskan dengan serius.
"Begini kek, aku saat ini sebenarnya sangat membutuhkan kapal ini, untuk menyeberangkan rombongan kami ke pulau neraka.."
"Tapi berhubung tidak ada kapal yang bersedia mengantar kami kesana.."
"Jadi aku memutuskan untuk membeli saja kapal ini.."
"Soal harga kakek boleh sebutkan saja, aku akan membayarnya.."
"Bagaimana..?"
Kakek itu terlihat berpikir dan menghitung hitung, beberapa saat kemudian dia baru berkata,
"Aku sudah kalkulasi, setelah kapal ini di jual kemudian kami pesan kapal baru.."
"Itu perlu waktu dua bulan masa tunggunya.."
"Kapal baru perlu biaya 50 Tael perak, sedangkan masa tunggu pembuatan kapal adalah 2 bulan, untuk itu kami memerlukan penghasilan sekitar 30 Tael perak.."
"Total adalah 80 Tael perak, itu harga mati nya, tidak bisa di tawar lagi.."
"Bila tuan cocok aku akan melepasnya.."
__ADS_1
"Bagaimana..tuan..?"
tanya kakek itu sambil menatap serius kearah Guo Yun.