
Lu Bu Wei sangat tertarik dengan kemampuan Gongsun Li, sehingga dia mau repot repot mengatur, agar Ying Zheng bisa menikahi Gongsun Li.
Dia sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga, mengajari Ying Zheng menarik simpati dari Gongsun Li.
Agar bisa menahlukkan hati wanita itu, sehingga kelak bisa membantu putranya menjadi penguasa dunia.
Tapi setelah melihat perasaan Gongsun Li sulit di goyahkan.
Dia langsung merubah strateginya,
Dia terpaksa menyuruh Ying Zheng memperkosanya hingga hamil.
Bila Ying Zheng bisa membuat Gongsun Li hamil putranya, maka tiada pilihan lain, Gongsun Li pasti akan sepenuhnya menjadi milik Ying Zheng.
Dia yakin, bila semua sudah terjadi, dengan permintaan maaf dan ketulusan, serta perhatian..
Di mana dia akan suruh Ying Zheng membubarkan seluruh wanita di sisinya.
Hanya menyisakan Gongsun Li seorang, kemudian mengangkat putra Gongsun sebagai putra mahkota.
Gongsun Li pasti akan tersentuh, dan membalasnya dengan berjuang membantu Ying Zheng menjadi kaisar.
Bila sudah menjadi kaisar, semua tinggal terserah Ying Zheng, mau punya 10.000 istri.
Itu juga tidak ada hubungannya lagi dengan Gongsun Li.
Dengan janji ini, dia yakin Ying Zheng juga tidak akan menolak usulan nya, untuk mengambil hati Gongsun Li, membubarkan sementara semua wanita di sisinya.
Tapi rencana tinggal rencana, manusia boleh berencana dan mengatur segalanya.
Tapi hasil akhirnya, yang diatas yang menentukan.
Serapi apapun rencananya, bila yang di atas berkata tidak, rencana itu tetap saja akan gagal.
Seperti saat ini, dalam panik dan cemas.
Gongsun Li yang tidak punya pilihan, akhirnya memilih fokus berlatih tenaga sakti putri Giok.
Dia edarkan keseluruh tubuhnya, seluruh simpul darah di tubuhnya yang tertutup, berhasil di terobos oleh Gongsun Li secara tanpa sengaja.
Sehingga tubuhnya kini, kembali bisa bergerak.
Kecerobohan Ying Zheng, yang terlalu gembira terus bersulang dengan tamu undangan.
Juga memberikan waktu cukup banyak, bagi Gongsun Li membebaskan diri.
Begitu terbebas totokan nya, dengan gerakan cepat, Gongsun Li langsung menotok dayang istana, yang di tugaskan untuk menjaga dan menemaninya.
Setelah itu Gongsun Li dengan cepat bertukar posisi dan bertukar pakaian dengan dayang itu.
Gongsun Li diam diam langsung kabur dari istana, dengan menyamar menjadi dayang istana.
__ADS_1
Saat keluar dari dalam kamar, dengan cerdik Gongsun Li, berkata kepada dayang lain yang bertugas di luar dan para pengawal di depan pintu.
Dia beralasan sakit perut, ingin pergi ke kamar belakang untuk..
Sehingga tidak ada yang menghalanginya.
Dayang lain, yang masuk kedalam menggantikan posisinya.
Sedangkan dia sendiri setelah meninggalkan tempat itu, dia langsung pergi meninggalkan istana.
Setelah lolos dari istana, Gongsun Li iseng iseng kembali kerumah kediamannya.
Sebelum pergi dari Sian Yang, dia bermaksud menyembahyangi kakaknya dan Siao Tie, yang telah berkorban untuk nya.
Untuk yang terakhir kalinya.
Tapi di luar dugaan, dia malah bertemu dengan Si Si yang tinggal sendirian di sana.
Kemunculan Gongsun Li tanpa Guo Yun, tentu saja mengejutkan Si Si.
Dengan wajah kaget Si Si langsung bertanya,
"Li Cie Cie kenapa ada di sini ? mana Yun ke ke..?"
Gongsun Li tersenyum dingin dan berkata,
"Lalu apa keperluan mu di sini ? bukankah aku yang seharusnya bertanya pada mu, di mana suami ku..?"
Dengan heran dan cemas, Si Si langsung mengeluarkan surat janji bertemu yang di simpannya.
"Yun ke ke pergi memenuhi janji temu dengan Li cie cie, mengikuti permintaan surat ini.."
Begitu membaca isi surat, wajah Gongsun Li langsung pucat, hilang sudah sikap sinis nya tadi.
"Celaka,..! kita harus segera susul kesana..!"
"Yun ke ke dalam bahaya.."
ucap Gongsun Li agak pucat, dia sedikit tertegun memegang surat di tangannya.
Hati nya tiba tiba merasa sangat takut dan terasa sangat tidak enak.
"Lewat sini kak, Yun ke ke ada siapkan 3 ekor kuda, yang di simpan di halaman belakang sana.."
ucap Si Si sambil menarik tangan Gongsun Li, yang tertegun mengikutinya.
Beberapa saat kemudian terlihat Gongsun Li dan Si Si, memacu kuda secepat mungkin meninggalkan pintu utara ibukota Xian Yang.
Mereka langsung mengambil jalan menuju tebing merah.
Menjelang subuh, akhirnya kedua wanita itu tiba di lokasi tersebut.
__ADS_1
Melihat tempat itu sepi sepi saja, tidak terlihat ada siapapun disana.
Kedua wanita itu kini dengan kompak, turun dari atas punggung tunggangan mereka, untuk melakukan pemeriksaan dengan lebih teliti .
Ketika matahari terbit, cuaca menjadi lebih terang, mereka akhirnya menemukan bekas pertempuran dan darah Guo Yun, yang telah mengering di atas tanah.
Setelah melakukan pencarian lebih teliti, Si Si menemukan sebuah Giok hijau di tepi tebing.
Dia langsung terduduk sedih di tepi tebing, sambil memegang giok hijau itu di tangannya.
"Li Cie Cie tak perlu cari lagi, Yun ke ke telah pergi,..dia telah pergi untuk selamanya.."
ucap Si Si sambil menangis dengan airmata bercucuran.
Gongsun Li dengan wajah emosi dan kesal langsung menghampiri Si Si dan menegurnya,
"Kamu bicara apa !?"
"Jangan bicara sembarangan, yang tidak baik..! Yun ke ke sangat pandai dan cerdas, tidak mungkin ada yang bisa mencelakakan nya."
Dia mungkin hanya sedang bersembunyi di sekitar sini, untuk. menyembuhkan lukanya.."
ucap Gongsun Li, berusaha menghibur diri, tapi wajahnya jelas menunjukkan, dia cemas dan sangsi dengan ucapan nya sendiri.
Si Si sambil menangis menunjukkan Giok hijau, dalam genggaman tangannya dan berkata,
"Dia lebih mementingkan benda ini, melebihi nyawanya sendiri, bila dia baik baik saja."
"Dia tidak akan mungkin, meninggalkan benda yang lebih berharga dari nyawanya di sini.."
Gongsun Li buru buru mengambilnya dari tangan Si Si, Dia jelas sangat mengenalinya.
Karena benda itu adalah hadiah pertamanya, buat Guo Yun.
Selama ini Guo Yun memang selalu mengenakan nya di leher.
Bahkan saat mandi sekalipun, Guo Yun tidak pernah melepasnya.
Si Si tidak mempermasalahkan sikap Gongsun Li, yang begitu saja merebut benda peninggalan Guo Yun satu satunya itu.
"Li cie cie, aku tahu Yun ke ke memang sangat cerdas dan cerdik, tidak akan ada yang mampu menjebaknya, apalagi mencelakainya.."
"Tapi bila sudah menyangkut perasaan dan orang yang dia cintai, itu adalah dua hal berbeda.."
"Yun ke ke akan berubah menjadi pria yang paling bodoh sedunia.."
"Aku rasa, Li cie cie tidak mungkin tidak menyadarinya kan..?"
"Karena justru hal itulah yang membuat kita jatuh cinta padanya, seumur hidup tidak mungkin bisa melupakan nya.."
"Li cie cie jangan lupa Yun ke ke kemari karena surat ini.."
__ADS_1
ucap Si Si dengan airmata terus mengalir tiada henti.
Kini Gongsun Li juga ikut bercucuran airmata, terduduk diam di samping Si Si, dengan tatapan mata kosong, terus menatap giok hijau di telapak tangannya.