LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERHASIL MEMBUKTIKAN DIRI


__ADS_3

Li Ba tanpa memperdulikan tertawaan para penonton, dia menyambar Busur Kumala di atas meja.


Lalu di bawanya hingga berjarak 300 langkah dari pusat sasaran tembak.


Li Ba menarik sebatang anak panah dari kantong busur dipinggangnya.


Dia terlihat memicingkan sebelah matanya mengukur target, beberapa saat kemudian dia malah mundur 10 langkah kebelakang.


Setelah itu sambil tersenyum puas, dia melepaskan anak panahnya.


"Serrrrrrr,..!'


"Swinggg,...!"


"Crebbb,..!"


"Serrrrrrr,..!'


"Swinggg,...!"


"Crebbb,..!"


"Serrrrrrr,..!'


"Swinggg,...!"


"Crebbb,..!"


Sekaligus secara berurutan, dengan gerakan sangat cepat Li Ba melepaskan tiga anaknya menuju sasaran.


Semua yang hadir sampai menahan nafas melihat apa yang Li Ba lakukan.


Baru setelah panah terlepas dari busurnya, orang orang baru bisa menghembuskan nafas mereka.


Panitia buru buru maju melakukan pemeriksaan di papan sasaran, tiga batang anak panah menancap tepat di bagian tengah papan sasaran.


Saat celah di Hua Ci di periksa, panah memang melewati tempat tersebut.


Hal itu terbukti dengan celah antara Hua Ci dan tombak yang di tutupi dengan kertas dan di beri tanda merah, semuanya berlubang, di sana ada 3 lubang.


Itu adalah bukti yang tak terbantahkan Li Ba telah berhasil melakukan nya dengan sempurna.


"Ba,.. bagaimana,..?"


tanya Li Ba sambil mengedikkan kepalanya menantang Ching Ke.


Ching Ke dengan wajah merah padam berkata,


"Kamu bagus Li Ba,.. aku mengaku kalah ."


"Mari kita lanjut ke babak kedua saja ."


ucap Ching ke sambil menahan malu.


Para penonton semua terdiam, tidak ada yang berani bersuara.


Hanya Guo Yun seorang yang bertepuk tangan dengan penuh semangat.


Mo Zi di atas sana tersenyum, dia pun ikut bertepuk tangan.


Melihat hal itu penonton lainpun mulai bertepuk tangan mengikuti Mo Zi.


Sehingga tempat itu pun menjadi ramai dengan bunyi tepuk tangan.


Li Ba tersenyum gembira dan mengacungkan jempolnya kearah Guo Yun.


Guo Yun pun membalasnya dengan acungan jempol sambil tersenyum gembira.

__ADS_1


Li Ba sambil tertawa gembira, dia mengangkat busur di tangannya tinggi tinggi dan berkata,


"Ba,..bak ke,..dua juga sa..ma, aku menantang,.. mu,"


"Me,.me,.. menantang mu, melewati lu,..lu..lubang ini.."


"Ba,.. bagaimana,.. Ka..kamu berani .?"


tanya Li Ba sambil mengedikkan kepalanya.


Ching Ke tahu bila Li Ba kembali mampu melakukan hal itu, dia pasti kalah.


Tapi gengsi mencegahnya, untuk langsung mengakui kekalahannya, dia berpikir lebih baik lihat buktinya dulu.


"Boleh saja, kamu yang menantang, maka kamu duluan saja.."


Li Ba tertawa lebar dan berkata,


"Bo,..boleh saja, Ta,..tapi ingat janji awal mu.."


"Yang kalah,..ada,..adalah kura kura ke.. bangsat.."


Wajah Ching Ke sebentar pucat sebentar merah padam.


Diam diam dia merasa cemas dengan hasil taruhan tersebut.


Mau di taruh kemana dia mukanya, sebagai murid senior teratas, harus mengalami penghinaan seperti itu.


Tapi nasi sudah jadi bubur, taruhan sudah di lepaskan, dia tidak mungkin tidak tepat janji.


Itu akan membuat dirinya semakin memalukan, terutama di depan Gongsun Li, yang selalu mengaguminya.


Dengan berat hati Ching Ke menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala Ching Ke, Li Ba pun tersenyum lebar.


Li Ba memacu kudanya mengambil putaran terjauh dari pusat sasaran tembak.


Dia merentangkan busur dengan anak panah, yang terpasang siap untuk di lepaskan.


Tapi saat dia tiba di hadapan sasaran, Li Ba membatalkan nya, dia melanjutkan memacu kudanya, untuk melakukan putaran yang kedua kalinya, sambil kembali membidik sasaran.


Tapi lagi lagi dia membatalkannya,


Melihat hal ini. panitia pun berkata,


"Li Ba jangan main-main, sekali lagi kamu tidak melepaskan anak panah mu, kamu akan di anggap kalah..!"


Li Ba menganggukkan kepalanya, sambil memacu kudanya Bergerak lebih cepat, tiba-tiba dia berdiri diatas punggung kuda, sambil merentangkan busurnya diarahkan ke sasaran.


Aksi Li Ba kembali membuat semua orang bangkit dari bangkunya, untuk bisa melihat lebih jelas,


Semua orang melihat dengan mata sedikit terbelalak sambil menahan nafas.


"Serrrrrrr,..!"


"Swinggg,..!"


"Crebbb,..!"


"Crebbb,..!"


"Crebbb,..!"


Li Ba dengan gerakan beruntun, kembali melepaskan 3 batang anak panah secara berurutan.


Selesai menembak Li Ba melayang ringan meninggalkan punggung kudanya.

__ADS_1


Panitia buru buru melakukan pengecekan.


Sekali lagi panitia harus acungkan jempol bahwa Li Ba, telah sukses menjalankan misinya.


Melihat kode dari pihak panitia, tepuk tangan bergemuruh pun memenuhi seluruh arena..


Li Ba sambil tersenyum lebar berjalan menghampiri Ching Ke, dia lalu melemparkan busurnya kearah Ching Ke dan berkata,


"GI,..gi,..giliran mu sekarang.."


"Brukkk,.."


Busur yang pada dasarnya sudah berat, ditambah dengan tenaga dorongan lemparan Li Ba.


Ching Ke pun terdorong mundur kebelakang dengan tubuh terhuyung-huyung.


Dia hampir saja terjengkang, tertimpa busur berat itu, tapi berkat latihannya selama ini


Dia masih bisa berhasil mempertahankan diri.


Ching Ke dengan wajah kesal dan malu, dia melempar busur itu sekuat tenaga kearah Li Ba dan berkata,


"Nih ku kembalikan pada mu, aku mengaku kalah.."


Setelah menjura kearah Li Ba, tanpa berkata-kata, Ching Ke langsung meninggalkan arena, kembali ketempat duduknya, di sebelah Gongsun Li.


Gongsun Li menyambut kedatangan Ching Ke sambil tersenyum lembut dia berkata,


"Menang kalah hal biasa, kakak jangan terlalu di ambil hati.."


"Lagipula keahlian kakak adalah pedang, bukan panah semua orang juga tahu.."


"Bisa mencapai prestasi tadi, itupun sudah hebat.."


ucap Gongsun Li berusaha menghibur.


Tapi Ching Ke sepertinya masih sulit menerima nya, dia hanya mengangguk kecil, sambil tersenyum masam.


Sebagai tanggapan atas ucapan menghibur dari Gongsun Li.


Li Ba sambil mengangkat busur Kumala tinggi tinggi, dia berkata, sambil melihat kearah Mo Zi.


"Gu,..guru be,..besar, apakah ini ber,.. berarti bu,,.busur ini, sekarang adalah mi,..milik ku..!?"


"A,..aku boleh menggunakan nya se,..suka hati..!?"


tanya Li Ba dengan suara lantang, sambil melihat kearah Mo Zi.


Mo Zi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Benar sekali Li Ba, mulai hari ini busur itu boleh kamu miliki, jaga dan rawatlah dengan baik,..!"


ucap Mo Zi sambil tersenyum lembut.


Mendengar ucapan Mo Zi, Li Ba pun menjatuhkan diri berlutut, sambil mengangkat busur Kumala di atas kepala, Li Ba berkata,


"Te,..terimakasih ba,..banyak Gu,..guru ,be,..besar, Li Ba akan ingat pesan gu,..guru be..besar.!"


"Bangunlah Li Ba,.. kamu boleh kembali ketempat mu sekarang.."


ucap Mo Zi sambil tersenyum lembut.


Li Ba dengan gembira, sambil mengalungkan busur besar itu di punggung nya, dia melangkah cepat kembali ke sisi Guo Yun.


Setelah masalah Li Ba selesai, panitia pun melakukan panggilan,


"Peserta terakhir ujian Guo Yun,.. silahkan maju kedepan..!!"

__ADS_1


__ADS_2