LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGAJUKAN SYARAT


__ADS_3

"Kami berencana mengirim jendral Bai Qi dan meminta saudara Yun menemaninya kesana.."


Guo Yun sambil minum sup baso ikan, dan menyuapkan tahu air yang halus dan lembut kedalam mulutnya.


Dia berkata, dengan sikap santai.


"Ada peta ?"


Lu Bu Wei memberikan sebuah gulungan peta mini miliknya kepada Guo Yun.


Guo Yun menerimanya, lalu membuka gulungan peta tersebut.


Melihat cukup lama, sambil mengangguk angguk kan kepalanya.


"Kalau menurut pendapat ku, sebaiknya Jangan Bai Qi, kita harus ingat di selatan ada Chu yang sangat kuat, ditengah ada Wei, di utara ada Zhao.."


"Kita jangan lupa dengan pengalaman negara Lu, maju menghadapi Chu, malah kehilangan negara, oleh Qi.."


"Kalau menurut ku sebaiknya, yang ke barat bersama ku adalah Meng Thian."


"Aku pernah dengar dari kak Wang Jian, jendral Meng Thian mendapat julukan jendral penakluk barat.."


"Ini berarti dia sangat menguasai situasi wilayah barat.."


"Sedangkan Wang Jian sudah lama menangani wilayah selatan, sebaiknya urusan Chu di percayakan ke dia.."


"Jendral Bai Qi sendiri, sudah lama berhadapan dengan Zhao, jadi untuk mewaspadai pergerakan Zhao di Utara, pilihan paling tepat adalah jendral Bai Qi.."


"Sedangkan daerah tengah atau kearah timur tiada pilihan, hanya bisa jatuh pada Jendral Li Xin tentunya.."


"Itu adalah penilaian ku, tapi semua terserah pada keputusan Raja dan perdana menteri, aku hanya akan mengikuti saja."


ucap Guo Yun santai.


Raja ZhuangXiang menatap Lu Bu Wei, Lu Bu Wei menganggukkan kepalanya sambil tersenyum puas.


Raja ZhuangXiang pun berkata sambil menatap Guo Yun.


"Baiklah, kalau begitu kita putuskan akan kirimkan Meng Thian dan saudara Yun berangkat kesana ."


"Kami akan menginformasikan ke Jendral Meng Thian, bersama pasukan keluarga Meng untuk bersiap siap.."


"Tiga hari kemudian, kalian akan berangkat dari Qin.."


"Bagaimana menurut saudara Yun ? apa ada permintaan dan persiapan lainnya, yang bisa kami bantu lakukan ?"


tanya Raja ZhuangXiang sambil menatap kearah Guo Yun.


Guo Yun menyelesaikan suapan Terakhir, sebutir bakso ikan kedalam mulut.


Setelah mengunyah dan menelannya, sambil tersenyum dia berkata,


"Aku sebenarnya ada satu permintaan yang agak khusus, tapi permintaan ini agak tidak pada tempatnya.."


"Sebenarnya sedikit melanggar aturan militer dan agak kurang pantas.."

__ADS_1


"Tapi permintaan ini justru berhubungan erat dengan fokus ku dalam setiap pertempuran.."


"Karena dengan adanya permintaan ini, aku akan selalu terpacu dan bersemangat segera menahlukkan musuh musuh ku.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh teka teki.


Raja ZhuangXiang terlihat bingung, dia menatap sebentar kearah Lu Bu Wei.


Tapi saat dia melihat senyum tenang Lu Bu Wei, raja ZhuangXiang pun yakin Lu Bu Wei pasti sudah memilki solusinya.


Jadi dia kembali menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Saudara Yun coba katakan saja, bila kami sanggup memenuhinya, kami pasti akan penuhi.."


Guo Yun sambil tersenyum lebar berkata,


"Sebenarnya permintaan ini pasti sanggup Raja ZhuangXiang dan perdana menteri Lu penuhi.."


"Cuma masalah nya adalah bersedia atau tidak memenuhinya itu saja..sangat sederhana.."


ucap Guo Yun masih penuh misteri.


Lu Bu Wei sambil tersenyum akhirnya angkat bicara,


"Biar aku menebaknya, saudara Yun pasti ingin mengajak koki yang menyiapkan masakan ini, untuk ikut menyertai saudara Yun ke Medan perang..betul ?"


Guo Yun yang tadinya tersenyum penuh misteri, kini berubah serius dan berkata,


"Perdana menteri Lu anda menebak masalah seperti dewa, aku yang muda benar benar salut."


Guo Yun memberi hormat kearah Lu Bu Wei dengan setulus hati, karena dia benar benar kagum dengan kecerdikan orang itu.


Di mana kelak orang ini ada kemungkinan akan menjadi rival beratnya suatu hari nanti..


Lu Bu Wei menatap kearah Raja ZhuangXiang dan berkata,


"Bagaimana ? apa raja bisa menyetujuinya.."


Raja ZhuangXiang mengerutkan keningnya, melakukan pertimbangan cukup lama.


Akhirnya dia berkata,


"Tapi koki ini adalah wanita, yang satu adalah adik ipar pangeran Ji, yang satu lagi adalah istrinya.."


"Apa saudara Yun ingin membawa kedua wanita itu menyertai mu, ?"


"Apa kata orang nantinya, bila mereka melihat wakil panglima nya, membawa dua wanita di sisinya, ?"


"Apalagi satunya adalah istri orang..?"


"Meski aku setuju, apa Junjungan mu akan setuju ?"


ucap Raja ZhuangXiang sambil menatap serius kearah Guo Yun dan Ji Ao secara bergantian.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Tentu aku tidak akan membawa kedua nya, aku hanya minta satu saja.."


"Yaitu yang telah menyiapkan semua masakan yang ku makan ini.."


ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah masakan, yang memang hampir sebagian besar, dia yang habiskan semuanya.


Lalu sambil kembali menatap kearah raja ZhuangXiang dengan serius, Guo Yun kembali melanjutkan kata-katanya,


"Mengenai statusnya nanti, tentu dia akan mengenakan seragam militer."


"Dia akan menjadi pengawal pribadi ku.."


"Tidak akan ada yang tahu dia seorang wanita, kecuali kita berempat di sini.."


"Jadi Raja ZhuangXiang bisa hilangkan kekhawatiran tadi."


"Bagaimana Raja ZhuangXiang, bisa ?"


ucap Guo Yun sambil menatap dengan serius.


Melihat raja ZhuangXiang terlihat sepertinya ragu, karena dia bisa menebak yang akan di bawa Guo Yun adalah Gongsun Li.


Wanita incaran putranya Ying Zheng, yang artinya wanita itu adalah wanita putranya, yang kebetulan sedang tidak hadir di sana.


Bila dia menyetujuinya, takutnya akan ribut ribut dengan putranya, karena persetujuan ini tidak memiliki fungsi yang jelas.


Melihat keraguan Raja ZhuangXiang, Guo Yun pun berkata,


"Sudahlah kelihatannya Raja ZhuangXiang, memang lebih mementingkan perasaan putranya, ketimbang masa depan Qin menjadi penguasa dunia.."


"Terimakasih semuanya, Guo Yun juga tidak ingin mempersulit orang.."


"Permisi, Guo Yun harus kembali ke barak militer, karena sudah cukup lama meninggalkan saudara saudara Guo Yun di sana.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat kepada ketiga orang itu.


Lalu dia dengan buru buru melangkah pergi dari tempat tersebut, tanpa menoleh lagi.


Raja ZhuangXiang kaget mendengar ucapan Guo Yun, dan perubahan sikap Guo Yun yang begitu cepat.


Tanpa memberinya waktu dan kesempatan untuk banyak berpikir.


Di satu sisi tentu dia sangat ingin menjadi penguasa dunia, mewujudkan cita cita luhur dari pendahulunya.


Membanggakan nama leluhur, sehingga mati kelak tidak malu untuk bertemu leluhur.


Tapi di sisi lain, dia sedikit ragu, Ying Zheng akan bisa menerima keputusan nya ini.


Raja ZhuangXiang yang terlihat bingung mendapat sentuhan dari Lu Bu Wei yang memberinya kode, tidak boleh mengabaikan permintaan Guo Yun.


Raja ZhuangXiang akhirnya berdiri dan berteriak,


"Tahan saudara Yun,..! baiklah aku penuhi keinginan mu..!"


"Tapi berjanjilah jangan pernah kecewakan kepercayaan ku..!"

__ADS_1


Guo Yun menoleh kearah Raja ZhuangXiang memberi hormat dan berkata,


"Guo Yun berjanji tidak akan kecewakan Yang mulia."


__ADS_2