LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEDUA KAKEK ANEH


__ADS_3

Perlahan-lahan ketegangan Gongsun Li dan Si Si pun mencair, mereka mulai sedikit sedikit menyentuh dan membelai macan macan kecil itu.


Lama lama mereka berdua malah terlihat tertawa gembira bermain main dengan anak anak Ta Mao.


Setelah puas bercanda melepas rindu, Guo Yun baru mengajak Gongsun Li dan Si Si pergi menyembahyangi makam Fan Li dan Ibunya Ji Yu.


Mereka bertiga terlihat berlutut di depan makam kedua orang tua Guo Yun.


"Ayah Ibu, Yun er kembali membawa menantu untuk memberi hormat kepada kalian berdua, Semoga kalian berdua bisa tenang di sana ."


ucap Guo Yun sambil membenturkan dahinya diatas tanah


Di ikuti oleh Si Si dan Gongsun Li yang berlutut di kanan dan kirinya.


ikut membenturkan dahinya diatas tanah memberi hormat tiga kali dan memanjatkan doa di dalam hati masing-masing.


Beberapa waktu kemudian, Guo Yun mengajak mereka berdua untuk melihat lihat ke halaman depan pondok nya.


Tapi saat mereka tiba di halaman depan, mereka malah di sambut dengan suara Geraman keras.


"Grrrrrroww..!"


Tapi begitu melihat dan mencium bau siapa yang datang.


Harimau itu mundur teratur kemudian melarikan diri.


Rupanya harimau itu mencoba untuk kembali, tapi begitu melihat Guo Yun.


Harimau yang pernah di hajar habis habisan itu langsung kabur melarikan diri ketakutan.


Melihat respon harimau itu, Guo Yun hanya menahan senyum.


Melihat hal itu Gongsun Li pun bertanya,


"Yun ke ke apa yang terjadi ? mengapa harimau besar itu seperti sangat takut dengan mu..?"


Guo Yun sambil tersenyum menceritakan sekilas kejadian saat dia dan Min Min juga Ta Mao dan anaknya.


Di mana mereka pertama kali kembali kerumahnya, yang telah di kuasai oleh harimau tadi.


dijadikan sebagai sarang harimau itu dan anak anaknya.


Kemudian terjadi perkelahian dan harimau harimau itu di usir oleh Guo Yun.


Gongsun Li dan Si Si mengangguk mengerti.


"Yun ke ke rumahnya mau kita bersihkan untuk kita nginap atau bagaimana ?"


tanya Si Si.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Tidak perlu, kita sebaiknya segera kembali ke Yue, aku berencana merebut Shoucun kembali."


"Agar keluarga pasukan ku tadi, ada tempat berteduh, sebelum mereka berangkat menuju Yue."


Gongsun Li dan Si Si mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita langsung kembali ke Yue saja.."


"Untuk mengatur segala sesuatu nya, sebelum bergerak merebut Shoucun kembali.."


Guo Yun mengangguk, dia lalu merangkul kedua istrinya berjalan meninggalkan tempat itu, di ikuti oleh Ta Mao dan anak anaknya yang mengantar Guo Yun hingga tiba di tepi sungai.


Setelah kembali ke perahu, Guo Yun kembali mendayung perahunya dengan cepat kembali ke aliran sungai Yang Tze yang akan membawa mereka kembali ke ibukota kerajaan Yue.


Setelah menempuh perjalanan sungai selama dua hari, Guo Yun dan istrinya akhirnya kembali ke kerajaan Yue.


Saat tiba di ibukota Guiji, di depan pintu gerbang kota terlihat Li Ba Sian Sian, Li Kui, Cu Cu, Zhang Yi, Ling Tong, Zhou Tai, Han Wei, Ying Wu. dan ketujuh mantan jenderal Qin yang kini telah bergabung dengan kerajaan Yue.


Mereka semua menyambut kedatangan Guo Yun dengan gembira.


Rakyat di ibukota Guiji juga banyak yang berduyun duyun hadir di sana untuk menyambut kembalinya pangeran negara Yue yang mereka hormati dan agungkan.


Guo Yun berpelukan bergantian dengan satu persatu saudaranya yang datang menyambutnya.


Mereka semua terlihat sangat bergembira dan penuh semangat menyambut kembali nya Guo Yun.


Beramai ramai mereka semua kembali ke istana kerajaan Yue.


Guo Yun setelah kembali ke istana mau tidak mau dia kembali ke aktifitas nya.


Memberikan mereka satu persatu solusi penyelesaian masalah.


Untungnya negara Yue tidak lah terlalu besar, di tambah dengan mereka telah kehilangan sebagian besar wilayah Chu, yang terletak di seberang sungai. Yang Tze.


Ini membuat pekerjaan Guo Yun tidak lagi sebanyak sebelumnya.


Setelah menyelesaikan masalah internal, malam nya Guo Yun di istana nya, mengadakan perjamuan makan makan bersama seluruh saudara saudara seperguruannya.


Semua berkumpul di sana, dengan antusias mendengarkan cerita perjalanan Guo Yun, yang telah lama menghilang sejak kejadian di tebing merah.


Selesai Guo Yun bercerita tiba tiba dua orang kakek aneh yang dari awal sampai akhir hanya diam saja.


Tiba-tiba Cui Ming Koai Jen berkata,


"Hei bocah kebetulan kamu jadi ahli warisnya, ayo kita selesaikan pertarungan tempo hari yang tertunda."


Ucapan suara dinginnya membuat semua yang hadir merasa merinding di buatnya.


Li Kui langsung tersenyum canggung, tapi dia mana berani berbunyi di hadapan kakek mertua sekaligus gurunya itu.


Cu Cu langsung berdiri sambil berkacak pinggang menunjuk kearah kakeknya dan berkata,

__ADS_1


"Sudahlah jangan mencari malu sendiri, lupakan saja.."


"Melawan Lu Bu Wei aja kakek berdua hampir kehilangan nyawa, apalagi mau lawan dia, pewaris terakhir Gui Zi Sian Seng.."


Cui Ming Koai Jen bersungut sungut malas meladeni ucapan Cu Cu.


Adalah Wu TI Siau Jen yang jadi penasaran dan berkata,


"Si licik itu, bila tempo hari tidak di cegah olehnya, mana mungkin bisa hidup sampai sekarang.."


"Kalau mau di salahkan, dia lah yang di salahkan, kami berdua bisa kehilangan muka karena si licik itu pake obat kuat.."


"Bocah itu wajib tanggung jawab.."


ucap Wu Ti Siaw Jen tidak mau kalah.


Cu Cu paham menghadapi kakek pamannya yang tinggi hati ini akan jauh lebih sulit ketimbang kakeknya yang keras kepala, tapi tak pandai bicara.


Kini justru Wu Ti Siau Jen mulai ikut bicara, Cu Cu jadi terlihat bingung.


Melihat kebingungan Cu Cu Guo Yun pun bangkit membawa tiga buah cawan dan sebuah poci arak.


Berjalan menghampiri kedua orang aneh dari pulau neraka itu.


"Senior berdua, maafkan lah junior.."


"Semua ini memang salah junior, senior berdua adalah orang hebat dan orang besar.."


"Harap jangan mengambil hati dengan kebodohan junior.."


"Di sini junior akan bersulang sebagai permintaan maaf kepada senior berdua.."


"Harap senior Sudi memaafkan junior dan menerima ucapan terimakasih sebesar besarnya atas bantuan senior menjaga


ketentraman di kerajaan Yue.."


"Bila tidak ada bantuan senior berdua, kerajaan ini pasti tidak akan bertahan.."


"Sekali lagi terimakasih senior.."


ucap Guo Yun dengan sikap terbungkuk bungkuk sambil memberikan cawan arak ke mereka berdua.


Lalu bersulang dengan mereka dengan penuh hormat.


Melihat sikap Guo Yun, tersenyumlah Wu Ti Siaw Jen,


"Nah ini baru mirip ucapan manusia, aku suka.."


"Aku suka, ha..ha..ha..ha..!"


"Mari kita bersulang.."

__ADS_1


"Dasar bodoh cuma di umpak sedikit aja langsung lupa ingatan.."


omel Cui Ming Koai Jen dengan suara dingin.


__ADS_2