
"Musashi habisi mereka semua kecuali Guo Yun, dia milik ku.."
ucap ketua bunga matahari dengan suara dingin.
Musashi mengangguk cepat tanpa banyak bicara,
"Sringggg..!" Sringggg..!"
Sepasang pedang panjang pendeknya sudah dia cabut dari sarung pedang nya.
Dia kemudian dengan gerakan sangat cepat, hingga sulit terlihat, sudah bergerak menerjang kearah Li Kui dengan tebasan energi pedangnya.
"Wuuutttt..!"
Serangkum hawa dingin nan tajam langsung melesat menerjang kearah Li Kui.
Li Kui langsung menyambutnya dengan sepasang telapak tangan di dorongkan kedepan.
Kedua Kakek nya membantu menempelkan telapak tangannya di kedua bahu Li Kui.
Sehingga kekuatan Li Kui meningkat 3 kali lipat.
"Booommm...!"
Musashi terdorong mundur 3 langkah kebelakang akibat benturan tersebut.
Sedangkan Li Kui terdorong mundur setengah meter, dengan kaki meninggalkan bekas terseret mundur diatas tanah.
Mereka masing masing saling mengamati, untuk mengukur titik lemah dari lawan masing-masing.
Sementara Musashi sudah mulai turun tangan melawan Li Kui dan kedua kakek nya.
Di tempat lain Li Ba dan Sian Sian kembali berhadapan dengan keempat manusia bertopeng.
Mereka bertempur dengan cukup imbang dan ramai.
Ketua bunga matahari sendiri, dengan suara lembut dan halus berkata,
"Tuan muda Guo Yun, bukankah kamu Guo Yun ?"
"Kita pernah bertemu sekali tapi belum tuntas, inilah waktu yang tepat untuk kita menyelesaikan semuanya tanpa ada nya gangguan.."
Selesai berkata,
"Cringgg,..! Cringgg,..! Cringgg,..!"
3 batang jarum tersambung benang halus dan tajam langsung melesat menerjang kearah Guo Yun dengan kecepatan tinggi.
Guo Yun yang pernah merasakan keunikan dan kekuatan lawannya ini.
Dia tidak berani berayal, begitu lawan bergerak, dia pun bergerak dengan Wu Ying Ru Tian.
Menghilang dari posisinya, muncul di belakang ketua bunga matahari.
Dengan sepasang tapaknya, yang langsung melepaskan pukulan energi matahari dan rembulan.
Hawa dingin dan panas yang dahsyat langsung mengancam punggung ketua bunga matahari yang agak kurus dan langsing, mirip bahu wanita, ketimbang pria.
"Wutttt..! Wutttt..! "
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
__ADS_1
Ketua bunga matahari yang tidak mau Mandah saja di serang oleh Guo Yun.
Dia segera menggeser kaki kirinya kesamping dengan gerakan sangat cepat.
Sehingga pukulan Guo Yun menyambar tempat kosong.
Lalu dia dengan cepat, menyentak ketiga jarumnya yang terikat benang tajam, untuk bergerak kembali, menyerang kearah Guo Yun yang ada di belakangnya.
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!
Dia bahkan menambahkan 6 batang jarum lagi sebagai serangan susulan.
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
Kini sepuluh jarum, melesat cepat menyerang kearah sepuluh titik jalan darah berbahaya Guo Yun.
Guo Yun mencungkil dua batang pedang yang tergeletak di depan kakinya.
Kedua pedang bekas anak buah perampok yang kini berpindah ketangan Guo Yun.
Langsung di gunakan oleh Guo Yun untuk memainkan ilmu pedang matahari rembulan.
Sepasang pedang di tangan Guo Yun berubah menjadi segunduk Cahaya putih dan biru cemerlang.
Melindungi tubuh Guo Yun dari serangan jarum yang di lancarkan oleh Ketua bunga matahari.
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"
Tapi Guo Yun sehabis menangkis, merasa kedua telapak tangannya yang memegang pedang bergagang panjang terasa perih dan kebas kesemutan.
Ini membuktikan bahwa tenaga sakti ketua bunga matahari sangat tinggi dan menakjubkan.
Ada kemungkinan masih sedikit diatas Ling Yun Lao Jen.
Berpikir sampai di sini, Guo Yun bersikap lebih hati hati dalam menangkis dan memberikan serangan balasan kearah ketua bunga matahari.
Dia sebisa mungkin menghindari bentrokan langsung, karena dia masih kalah dalam hal tenaga sakti.
Ketua bunga matahari yang melihat Guo Yun masih selalu berhasil meloloskan diri dari serangan nya.
Kini dia melesatkan 20 jarumnya mengurung Guo Yun yang haris pontang panting jatuh bangun menghindari serangan jarum jarum itu.
Di samping itu benang benang yang mengendalikan arah gerak jarum, juga harus di waspadai karena benang benang itu sangat tajam, hingga dengan mudah menebas putus sehelai rambut sekalipun.
"Booommm..!" Booommm..!"
"Booommm..!" Booommm..!"
"Booommm..!" Booommm..!"
Terdengar suara ledakan berulangkali menghancurkan apapun yang terkena serangan jarum ketua bunga matahari, saat serangan nya, berhasil di hindari oleh Guo Yun.
Guo Yun yang terdesak hebat di bawah kepungan jarum jarum ketua bunga matahari.
__ADS_1
Dalam keadaan terdesak Guo Yun tiba tiba membentak keras,
"Wahai ketua bunga matahari, kamu sudah lelah dan ngantuk..!"
"Tenaga mu sudah terlalu banyak di hamburkan..!"
"Kamu sudah kelelahan tidurlah..jangan memaksa diri..!"
"Bacot mu itu, lihat serangan,..!"
bentak Ketua bunga matahari tidak terpengaruh oleh ilmu sihir yang Guo Yun mainkan.
Di balik cadar ketua bunga matahari terlihat berusaha menahan senyum nya.
Guo Yun menjadi kelabakan karena sihirnya tidak membawa pengaruh, justru dirinya lah, yang menjadi semakin terdesak.
Lengan kanannya terserempet oleh benang tajam ketua bunga matahari, sehingga kulit berikut daging nya robek.
Darah terlihat mengucur dengan deras, pedang di tangan nya itu pun terlilit oleh benang di tangan ketua bunga matahari.
Kini tersentak lepas dari pegangan tangannya, kini Guo Yun hanya bisa bertahan dengan pedang tunggal nya sambil bergulingan diatas tanah.
Menghindari cecaran jarum dan benang yang terus menerus mengejarnya.
Sambil bergulingan akhirnya Guo Yun berhasil menyambar sebatang pedang lain di dekatnya.
Dengan pedang itu Guo Yun sedikit bisa kembali bernafas lega.
Setelah berhasil menangkis serangkaian serangan jarum yang datang nya bertubi-tubi.
Guo Yun akhirnya berhasil lolos dari maut, dia kembali bisa berdiri menghadap serangan ketua bunga matahari yang kembali mengincar nya.
"Cranggg..! Cringgg..! Cranggg..!"
"Cranggg..! Cringgg..! Cranggg..!"
"Cranggg..! Cringgg..! Cranggg..!"
Guo Yun sambil menepis serangan jarum dari samping membelokkan arah serangannya.
Hanya dengan cara itu Guo Yun bisa mengurangi daya benturan langsung, dengan serangan ketua bunga matahari, yang memilki efek Ledakan energi yang sangat kuat.
Sambil menangkis menghindar Guo Yun terus memutar otaknya, agar bisa memenangkan pertarungan berat sebelah itu.
Sesekali Guo Yun melirik kearah rekan rekannya yang lain.
Menemukan mereka semua kelihatannya cukup berimbang, bahkan posisi Li Kui yang di dukung Kakek nya, sepertinya malah masih di atas angin.
Hati Guo Yun menjadi lebih lega, Guo Yun sambil menghadapi ketua bunga matahari.
Dia terus memancingnya bergerak menjauhi arena pertempuran teman temannya.
Hal ini dia lakukan untuk menghindari ketua bunga matahari berkesempatan turun tangan menyerang teman temannya.
Meski dari segi tenaga sakti ketua bunga matahari, masih jauh lebih unggul, juga jurus serangan nya masih diatas angin dan terbukti berhasil terus mencecar Guo Yun.
Tapi semua serangan nya yang belum juga berhasil mengalahkan Guo Yun, membuat nya merasa kesal sekaligus penasaran.
Ketua bunga matahari yang terpancing oleh rasa penasarannya, belum juga berhasil menahlukkan Guo Yun.
Tanpa sadar dia terpancing oleh Guo Yun menjauhi tempat pertarungan anak buahnya.
__ADS_1