LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SATU LAWAN EMPAT


__ADS_3

"Mereka berpikir kita akan masuk perangkap, maka aku akan berikan mereka kejutan gembira kita masuk perangkap..."


ucap Si Si sambil tersenyum penuh arti.


"Ehh apa maksud mu Adik ku..?"


tanya Gongsun Li kaget bercampur bingung.


Si Si lalu berbisik bisik di dekat telinga Gongsun Li, menjelaskan maksud dari rencananya.


Gongsun Li mengangguk angguk setuju mendengarkan penjelasan Si Si.


Tak lama kemudian Si Si dengan langkah santai terlihat meninggalkan kemah Gongsun Li.


Sedangkan Gongsun Li sendiri di dalam kemah terlihat sibuk menyiapkan dua pucuk surat, yang di masukkan ke dalam dua tabung bambu kecil, secara terpisah.


Setelah itu dia memanggil pengawal nya, untuk menggunakan merpati cepat di kirimkan ke Shoucun dan ke tepi sungai Yangtze di mana Zhang Yi berkemah.


Setelah pengawalnya pergi, dia pun mengikuti langkah yang di ambil oleh Si Si.


Mereka berdua memilih beristirahat dengan tenang.


Seluruh pasukan mereka, di biarkan diam tidak bergerak di tempat.


Suasana berbeda justru terjadi di perkemahan tentara Qin dibawah pimpinan Meng Yu.


Liu Qin Lung yang seperti hari hari sebelumnya sedang memotong motong bahan masakan, untuk mempersiapkan masakan buat makan siang.


Tiba-tiba dia di hampiri oleh seorang prajurit jaga.


"Kepala koki Liu, anda di panggil oleh Jendral Meng untuk menghadap ke kemahnya.."


ucap Prajurit itu penuh hormat.


Liu Qin Lung segera menghentikan kegiatannya, mencuci kedua tangannya, sambil mengeringkan kedua tangannya di kain penutup dadanya, yang menjadi seragam koki bagian dapur.


Setelah melepaskan seragam koki dapur itu dan menggantungnya dengan rapi, Liu Qin Lung pun berkata singkat,


"Tunjukkan jalan.."


Setelah itu mereka berdua berjalan beriringan menuju kemah Meng Yu yang terletak bercampur dengan kemah kemah lainnya.


Bentuk bangunan kemahnya sama persis dengan kemah lainnya tidak ada bedanya.


Setiap hari dia juga selalu berganti kemah, sehingga orang akan sulit menebak di kemah mana dia berada.


Kecuali Meng Da dan Meng Li serta 4 orang pengawal setianya.


Saat memasuki kemah tempat Meng Yu berada, Liu Qin Lung melihat seorang kakek tua, kedua tangannya terikat kebelakang, dengan wajah babak belur.


Kakek tua itu terlihat sedang berlutut di hadapan Meng Yu, Meng Da, Meng Li, dan keempat pengawal Meng Yu.


Hati Liu Qin Lung langsung tercekat di buatnya, dia tentu sangat mengenali kakek tua itu.


Karena kakek tua itu adalah ayahnya, tanpa berpikir panjang dengan ekspresi wajah sedih dan menyesal.

__ADS_1


Liu Qin Lung segera berlari maju berlutut di hadapan kakek tua itu dan berkata,


"Ayah apa yang terjadi ? mengapa kamu jadi begini..?"


Liu Lau Puo tersenyum sedih dan berkata,


"Maafkan ayah putra ku, ayah telah menyeret mu dalam kesulitan."


Liu Qin Lung menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ayah jangan berkata seperti itu.."


",Ini salah ku,.. ini semua salah ku..ayah jadi seperti ini.."


ucap Liu Qin Lung sedih dengan kedua mata basah.


Dia segera maju memeluk orang tua bertubuh ringkih itu kedalam pelukannya.


Sesaat kemudian dia baru menoleh kearah Meng Yu dan yang lainnya.


"Jendral apa yang terjadi ? mengapa seorang tua tidak berdosa dan lemah, kalian siksa dan ikat seperti ini..?"


"Apa karena dia adalah ayah ku ?! bila Jendral tidak suka dan ingin menghukum ku silahkan saja..!"


"Jangan bawa bawa keluarga ku, mereka tidak tahu apa apa dan tidak bersalah..! tidak sepantasnya mereka di perlakukan seperti ini..!"


ucap Liu Qin Lung emosi.


Meng Yu tersenyum dingin dan berkata,


"Sebagai penghianat bangsa, mendapatkan perlakuan begini sudah termasuk ringan. "


ucap Meng Yu dingin.


Liu Qin Lung langsung melompat berdiri menatap kearah Meng Yu dengan tajam dan berkata,


"Jendral Meng apa maksud kata kata mu, coba perjelas..siapa yang kamu maksud dengan penghianat..?"


Meng Da membuka suara mewakili kakak sepupunya menunjuk kearah wajah Liu Qin Lung dengan tangan nya, hingga hampir menempel dengan ujung hidung Liu Qin Lung.


"Dasar tidak tahu malu..! kamulah yang di maksud siapa lagi..!?"


"Kemana kamu semalam !? apa yang kamu lakukan di hutan bambu di atas bukit sana !? kamu pikir kami tidak tahu..?!"


"Kamu pikir kami buta..!?"


"Bajingan.. penghianat.!"


"Srakkk...!"


Meng Da hampir mencabut pedang di pinggang nya, bersiap menyerang Liu Qin Lung dengan geram.


Tapi tangan nya di tahan oleh Meng Yu, yang menggelengkan kepalanya dengan tenang dan berkata,


"Adik tahan emosi mu, nanti akan ada orang yang lebih tepat, yang akan mengurusnya.."

__ADS_1


Liu Qin Lung melangkah mundur menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Jendral Meng, ini adalah fitnah yang sangat keji.."


"Harap periksalah lagi dengan teliti.."


"Aku Liu Qin Lung tidak mungkin akan melakukan tindakan khianat terhadap Qin.."


Meng Yu tersenyum dingin dan berkata,


"Apa yang sudah kamu lakukan, kamu di dalam hati tentu lebih tahu daripada siapapun.."


"Semua sudah jelas, apalagi yang mau diperiksa..?"


"Kalian berempat tahan dia, jangan sampai lolos.."


"Sringggg..!" Sringggg..!"


Sringggg..!" Sringggg..!"


Keempat pengawal Meng Yu hanya mengangguk kecil, dengan cepat mereka sudah memegang sebatang pedang di tangan mereka masing masing, sambil menunjuk kan ujung pedang menghadap ke arah Liu Qin Lung.


Liu Qin Lung yang merasa dirinya tidak pernah bersalah terhadap siapa pun, apalagi mengkhianati Qin.


Dia pun langsung mengeluarkan pedangnya bersiap menghadapi segala kemungkinan.


"Jendral Meng, aku Liu Qin Lung hari ini di fitnah..!"


"Meski hari ini harus mati dan menjadi hantu sekalipun, Liu Qin Lung tidak akan pernah mengakui tuduhan fitnah keji ini.."


"Aku tahu menjelaskan apapun, tidak akan ada yang percaya dan tidak lagi berguna.."


"Kalian yang memaksa ku, baiklah.. majulah kalian semuanya..!"


bentak Liu Qin Lung sambil menghunus pedangnya di samping tubuhnya.


Bersiap melakukan perlawanan mati matian.


"Singggg..!" Singggg..!"


Singggg..!" Singggg..!"


Empat batang pedang yang berasal dari empat orang berpakaian putih, berwajah datar, dan dingin segera melesat cepat menerjang kearah Liu Qin Lung.


Dua mengincar kearah leher, dua lagi mengincar kearah perut.


Pergerakan mereka berempat sangat cepat hingga hanya terlihat 4 cahaya putih berkilauan yang mengejar ke arah Liu Qin Lung.


Liu Qin Lung menotol ringan di atas tanah kedua kakinya, sehingga tubuhnya melayang mundur keluar dari dalam kemah.


Sambil memutar pedangnya menjadi bayangan sinar putih yang menghalau kejaran serangan dari keempat orang itu.


"Trangggg...!" Trangggg...!"


Trangggg...!" Trangggg...!"

__ADS_1


Terdengar suara benda keras berbenturan di udara, sebanyak 4 kali, hingga bunga api berpijar pijar di depan tubuh Liu Qin Lung yang sedang melayang mundur keluar dari dalam kemah.


Liu Qin Lung sengaja mencari tempat yang lebih luas, agar lebih leluasa mempertahankan diri, dari kepungan keempat orang itu.


__ADS_2