
"Tapi bila yang mulia tidak berkeberatan, biarlah Liu Pang dengan 5000 pasukan petani, ikut memberikan sedikit bakti kami buat Yang Mulia.."
Ucap Liu Pang sambil menjura penuh hormat.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Saudara terlalu sungkan dan merendah.."
"Bila saudara Liu menghendakinya, tentu saja kami dengan senang hati dan tangan terbuka, akan menerima anda bergabung.."
Liu Pang segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Yang Mulia hamba telah mengangkat saudara dengan saudara Xiang Yu,murid Yang Mulia.."
"Bila Yang Mulia tidak merasa hamba asal usul terlalu rendah, tidak pantas untuk itu.."
"Harap Yang Mulia sudi menerima hamba, yang berasal dari petani miskin dan melarat ini, menjadi murid anda..'
"Hamba akan merasa bangga bila bisa seperti itu.."
Ucap Liu Pang tanpa malu malu.
Mendompleng nama Xiang Yu, sekaligus juga menggunakan perisai asal usul rendah.
Bila Guo Yun menolaknya, berarti Guo Yun bukan raja yang pro rakyat jelata.
Guo Yun hanya memperhatikan keluarga aristokrat, diskriminasi terhadap rakyat kecil.
Gongsun Li hampir melabraknya, beruntung tangannya di tahan lembut oleh suaminya.
Sehingga dia akhirnya kembali duduk, sambil mendengus kesal.
Dari awal pertemuan mendengar Liu Pang adalah pria petualang cinta, dia sudah punya pandangan negatif terhadap manusia ini.
Kini dengan permainan kata kata yang halus, dia ingin memaksa Guo Yun menerimanya sebagai murid.
Tentu saja hal ini semakin menambah kekesalan Gongsun Li.
Guo Yun tersenyum sabar dan berkata,
"Saudara Liu kamu berdirilah, aku menerima murid berdasarkan bakat dan sifat.."
"Bukan berdasarkan asal usul, kekerabatan juga kekayaan dan kekuasaan.."
"Jadi bila saudara Liu tertarik untuk menjadi murid ku, aku akan memberikan satu ujian untuk mu.."
Liu Pang langsung mengangkat kepalanya menatap Guo Yun dengan penuh semangat.
Dia langsung berkata cepat,
"Apa itu Yang Mulia, katakan saja syaratnya, Liu Pang meski gadaikan nyawa ini juga siap untuk itu.."
Guo Yun tetap tersenyum tenang, manusia yang mulutnya manis seperti madu begini.
Sikapnya juga seperti bunglon, Guo Yun yang berpengalaman banyak.
Sekali lihat dia juga tahu, ketimbang Xiang Yu, Liu Pang ini adalah model manusia yang paling tidak bisa di percaya.
Tapi dia tahu dalam hati, tentu tidak dia katakan.
Guo Yun sambil menatap Liu Pang dengan serius dia berkata,
__ADS_1
"Di Lang Ya, tepatnya di kota Bei Qi, pasukan Qin sedang datang menyerang.'
"Terus terang saja di sana aku kurang orang, bila kamu mampu menguasai kota Lang Ya dan ibukota Qi, Lin Ji untuk ku.."
"Aku akan pertimbangkan menerima mu sebagai murid ku.."
Liu Pang langsung terdiam, mendengar syarat dari Guo Yun.
Otaknya yang cerdas berputar cepat.
Sesaat kemudian dia langsung mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku akan mencobanya.."
"Saudara Xiang kamu harus bantu kakak mu yang bodoh ini.."
"Kamu tidak akan berkeberatan kan, adik Xiang..?"
Xiang Yu tersenyum dan berkata,
"Kakak jangan khawatir, aku pasti akan bantu kakak mendapatkan kota itu.."
Liu Pang langsung pergi memeluk Xiang Yu dengan erat, sambil tertawa hingga menangis gembira.
Dia berkata dengan penuh semangat,
"Terimakasih adik Xiang,.. terimakasih."
"Bila orang lain, aku pasti tidak akan berani percaya, tapi bila kamu yang bicara, mempertaruhkan kepala ku sekalipun aku akan tetap percaya.."
Ucap Liu Pang memuji Xiang Yu setinggi langit.
Xiang Yu terlihat membusungkan dada nya, dan tersenyum penuh kebanggaan.
Setelah Liu Pang selesai berbicara, Guo Yun baru berkata,
"Yu Er,.. terus terang saja, saat ini di tangan guru tidak ada pasukan yang bisa di pinjamkan pada mu.."
"Bila kamu ingin pergi bantu ke Bei Qi, kamu hanya bisa andalkan orang orang yang bisa kamu rekrut sendiri..'
"Silahkan kamu atur sendiri, guru tidak akan ikut campur.."
Ucap Guo Yun sejujurnya.
Xiang Yu memberi hormat kearah Guo Yun dan berkata,
"Guru tidak perlu khawatir, sisa saudara dari Shoucun yang ikut dengan aku dan paman ku mencapai 20.000 personil.."
"Aku rasa itu sudah cukup, untuk segera berangkat ke Bei Qi, segera memberikan pertolongan kepada kita itu.."
Guo Yun Mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu, di sini aku ucapkan terimakasih banyak, dan selamat jalan, semoga kalian berempat kembali dengan sukses."
"Terimakasih Yang Mulia,.."
Ucap keempat orang itu serempak sambil menjura kearah Guo Yun.
Guo Yun memberi kode agar mereka bisa segera meninggalkan ruangan nya.
Keempat orang itu mengerti, setelah menjura dalam dalam mereka segera mengundurkan diri dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Liu Pang sebelum pergi sempat melemparkan lirikan matanya yang berminyak kearah Gongsun Li, penuh kekaguman dan ketertarikan yang tidak bisa dia tutupi
Gongsun Li sebagai wanita yg berperasaan lebih halus tentu menyadarinya.
Gongsun Li kontan membalasnya dengan tatapan mata jijik, dia hampir saja meludahi wajah Liu Pang, bila tidak ingat suaminya hadir di sana.
Untungnya Liu Pang tahu diri cepat pergi, dia belum berani macam macam, bila tidak, ada kemungkinan Gongsun Li pasti akan mencongkel keluar dua bola matanya, untuk di jadikan pakan ikan.
Setelah mereka pergi, Gongsun Li pun protes,
"Yun ke ke kenapa kamu terima orang seperti itu untuk bergabung.."?"
"Hanya dengan melihatnya saja aku sudah merasa jijik."
Ucap Gongsun Li sambil menatap suaminya dengan tidak puas.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kamu jangan hanya lihat sisi buruknya, kamu juga harus lihat sisi manfaatnya.."
"Dia ingin manfaatkan kita, kenapa kita tidak membalasnya.."
"Bila kamu melihat sisi buruknya seseorang, tentu saja banyak, tapi coba kamu lihat sisi baik dan manfaatnya.."
"Mungkin saja, kita bisa mendapatkan keuntungan darinya tanpa modal sepeserpun.."
"Ada bisnis seperti itu, tentu aku tidak akan menolaknya.."
Ucap Guo Yun sambil tersenyum tenang.
Gongsun Li menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,
"Ya sudah terserah kamu saja, jangan bilang aku tidak mengingatkan mu.."
"Menggunakan harimau sebagai bantal, hati hati dia bisa membunuhmu setiap saat.."
Guo Yun menanggapinya dengan tertawa dan berkata,
"Ya...ya...aku kapan pernah punya nyali melupakan pesan nyonya besar ku.."
Gongsun Li sambil memonyongkan bibirnya berkata,
"Bicara paling enak di dengar, Si Si dan Min Min adalah contoh nyatanya.."
"Sudah cepat bacakan, mau aku tulis surat apa buat Ying Wu di Utara sana.."
"Nanti aku keburu ngantuk.."
Ucap Gongsun Li berpura-pura kesal.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kamu benar..ayo kita cepat selesaikan setelah itu kita bisa.."
"Gak mau ihhh..! dasar genit..!"
Jawab Gongsun y spontan dengan wajah merah.
Dia paham dengan senyum dan tatapan mata suaminya yang penuh arti itu.
Guo Yun tidak menghiraukan reaksi isteri nya.
__ADS_1
Karena Dia terlalu hapal dengan sifat istrinya ini, lain di mulut lain di hati.