
Li Ba langsung melepaskan tapak Petir Langit nya kearah belasan orang dan 50 an orang yang baru saja di hadirkan di sana.
Mereka jadi terbagi dalam dua kelompok, padahal dosa mereka sama.
Bedanya yang belasan orang adalah pejabat dan keluarga dekat mereka yang terlibat.
Sedangkan yang 50 orang lebih itu adalah orang orang yang berbaur dalam masyarakat ibu kota Kerajaan Yue.
"Blazeee..!!"
"Blazeee..!!"
Terlihat dya berkas cahaya petir biru, menyambar kearah kiri dan kanan dua kelompok itu secara bersamaan..
"Zzzzzzzz...!" Zzzzzzzz...!"
"Zzzzzzzz...!" Zzzzzzzz...!"
"Zzzzzzzz...!" Zzzzzzzz...!"
Kedua kelompok itu terlihat tersambar petir.
"Arggghhh...!" "Arggghhh...!"
"Arggghhh...!" "Arggghhh...!"
"Arggghhh...!" "Arggghhh...!"
Mereka pada berteriak kesakitan di sertai kejang kejang, sesaat kemudian pada bertumbangan tergeletak di atas lantai ruangan sidang, dengan tubuh gosong dan mengeluarkan asap tipis, berbau sangit daging terbakar.
Semua yang hadir di sana terlihat pucat ketakutan dengan cara eksekusi yang Li Ba tunjukkan, di bawah arahan ratu berwajah dingin itu.
Pejabat di barisan kanan di bawah Zhang Yi masih bersikap normal dan tenang.
Yang paling parah adalah barisan di sebelah kiri, di bawah Zhong San.
Ada beberapa diantar mereka yang jatuh pingsan tidak sadarkan diri, ada juga yang muntah muntah.
Sisanya rata rata mandi keringat dengan wajah pucat, tidak mampu bersuara.
Padahal kelompok ini, biasanya yang selalu paling pandai bila sudah berbicara dan memberikan laporan.
Terutama saat pengajuan meminta dana bantuan dari.pusat, agar bisa segera di cairkan buat mereka.
Kelompok ini akan berubah menjadi kumpulan serigala dan harimau yang sangat garang.
Tapi kini mereka semua berubah menjadi kelinci putih penurut yang pada terlihat ketakutan.
Gongsun Li dan Li Ba di dalam hati sedang menertawai sikap pengecut dari para menteri Wen ini.
Gongsun Li menyapukan pandangannya kesemuanya dan berkata,
"Paman kedua tolong bacakan dosa dosa kelompok pengkhianat itu.."
"Sehingga hari ini mereka layak menerima hukuman itu.."
__ADS_1
Li Ba mengangguk, lalu dia membacakan satu persatu dosa dari orang orang yang sudah tewas itu.
Bukti buktinya pun di bantu di pertunjukkan oleh Zhong San dan Zhang Yi di depan semua bawahan mereka.
Pasukan pengawal istana mengikuti kode dari Gongsun Li, agar mayat mayat yang sudah gosong tidak karuan itu.
Di bawa keluar dari dalam ruangan.
Termasuk beberapa menteri Wen yang pingsan dan muntah muntah, mereka juga di bawa pergi dari ruang sidang.
Setelah Li Ba membacakan dosa dosa orang orang itu.
Zhang Yi dan Zhong San menjelaskan peraturan hukum baru bagi pengkhianat, yang melakukan korupsi sekecil apapun mengambil hak rakyat kecil untuk kepentingan pribadi.
"Hukuman nya adalah penggal sembilan keturunan dari marga yang sama..!"
ucap Zhang Yi dan Zhong San mengingatkan dengan kompak.
Semua pejabat yang hadir di sana, langsung pias wajah mereka mendengar hukuman berat tersebut.
"Bagaimana apa ada yang keberatan..!"
ucap Li Ba bertanya dengan suara keras menggelegar di dalam ruangan tersebut.
Semua pejabat Wen dan Wu langsung mengikuti Zhong San dan Zhang Yi berlutut dan berkata,
"Kami semua siap menjalankan peraturan tanpa ada keberatan sedikitpun..!"
"Baiklah kalau begitu bangunlah semuanya..!"
ucap Gongsun Li membubarkan sidang pagi itu.
Selesai berkata, Gongsun Li diikuti oleh Si Si Li Ba dan Sian Sian segera meninggalkan ruangan aula sidang pagi.
Sedangkan Zhomg San dan Zhang Yi mereka menunggu hingga rombongan Gongsun Li pergi.
Mereka baru memimpin bawahan mereka meninggalkan ruangan tersebut.
Kasim Cao segera mengatur para dayang dan Kasim kecil.istana, untuk merapikan dan membersihkan ruang aula sidang istana tersebut.
3 hari kemudian di istana Xian Yang, terlihat Kasim Zhao Gao berlarian dengan tergopoh-gopoh masuk kedalam ruang kerja raja Ying Zheng.
Raja Ying Zheng sendiri terlihat sedang sibuk di kelilingi oleh setumpuk berkas laporan dari para bawahannya, yang harus dia baca satu persatu dan menjawabnya secara tertulis.
"Ampun Yang Mulia, ada kabar buruk dari Guiji Ibukota kerajaan Yue..."
ucap Kepala kasim Zhao Gao, sambil bersujud dan menyembah di hadapan Ying Zheng begitu dia masuk kedalam ruangan tersebut.
Ying Zheng terpaksa menghentikan pekerjaannya, dengan alis berkerut kurang senang karena merasa terganggu.
Dia beralih menatap kearah Zhao Gao dengan kurang senang dan berkata.
"Zhao Gao sebaiknya kamu jelaskan dengan benar, ada apa pagi pagi kamu sudah datang menganggu dan mengagetkan ku.."
"Bila tidak penting informasi yang kamu bawa, hati hati kepala mu.."
__ADS_1
ucap Ying Zheng kesal.
"Ampun Yang Mulia,..hamba kali ini membawa kabar buruk dari Guiji, seluruh mata mata kita dan orang kita yang menyusup sebagai pejabat di sana.."
"Kini semuanya sudah tewas dieksekusi oleh Li Ba dan Sian Sian.."
"Brakkkk..!!"
Ying Zheng dengan emosi memukul meja kerjanya, dengan keras hingga tumpukan berkas berkas laporan di atas meja jatuh berceceran diatas lantai.
"Bagaimana bisa terjadi..!?"
bentak Ying Zheng marah.
Zhao Gao dengan wajah tertunduk dalam dalam hingga kening menyentuh lantai berkata,
"Menurut laporan dari mata mata yang tersisa."
"Li Ba dan Sian Sian, melakukan investigasi besar besaran dengan di bantu biro rahasia yang baru mereka bentuk."
"Mereka menginvestigasi semua pejabat internal mereka sendiri, hasilnya Siao Tie istri Zhang Yi mata mata kita berbelot.."
"Membuka semua rahasia informan kita di sana.."
"Akhirnya terjadilah hal itu.."
"Untung nya masih ada tersisa beberapa informan kita yang tidak pernah berhubungan dengan Siao Tie."
"Sehingga indentitas mereka tidak terbongkar, mereka berhasil selamat dan mengirimkan kabar ini kemari.."
"Tapi menurut mereka situasi mereka kini sedang kritis, karena biro rahasia itu kini tersebar di mana."
"Keberadaan anggota biro rahasia itu sangat misterius dan berbahaya, sehingga sisa mata mata kita benar-benar kesulitan bergerak."
"Brakkkk...!"
Sekali lagi Ying Zheng memukul meja dengan marah, mendengar laporan dari Kasim Zhao Gao.
"Li Ba Sian Sian Zhang Yi dan kamu Siao Tie, kalian tunggu dan lihat, aku pasti akan membuat kalian membayarnya dengan mahal.."
"Zhao Gao instruksikan ke seluruh mata mata kita, sebisa mungkin menyelundup kedalam kediaman Zhang Yi."
"Si Keparat Siao Tie tidak boleh di biarkan untuk melihat matahari esok.."
"Gunakan racun, buat dia mati secara wajar, tanpa ada bukti kecurigaan yang bisa di lacak.."
"Racunnya minta saja sama tabib istana Xu Fu.."
"Baik Yang Mulia hamba akan segera laksanakan, ada yang lain lagi Yang Mulia..?"
"Kamu panggilkan Musashi kemari aku ada yang mau di bicarakan dengan dia.."
ucap Ying Zheng sambil tersenyum sadis.
"Ohh ya satu lagi, kabarnya Zhong San perdana menteri Yue itu sangat sayang Ibu dan adik nya bukan..?"
__ADS_1
tanya Ying Zheng kembali.