LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERINGATAN DARI ZHOU WEI KE LING WU


__ADS_3

Segera pasukan Yue bergerak terbagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama yang terdiri dari 40.000 personil di pimpin oleh Zhou Wei dan Xiang Yu, dengan pengawalan Xiang Zhuang, Long Ju, Chong Li Mei, Ji Bu.


Mereka mengambil jalan utama melakukan pengejaran kearah pasukan Zhang Han yang sedang melarikan diri.


Kelompok kedua mengambil jalan memutar kesebelah kiri langsung menuju kota Lang Ya, di pimpin oleh Liu Pang dan rekan rekannya, Fan Kuai, Lu Wan ,Zhou Bo, Xia Hou Ying , Cao Shen , Xiao He .


Sedangkan kelompok ketiga di pimpin oleh Xiang Liang sendiri, di bantu oleh Xiang Bo adiknya, mereka mengambil jalan memutar dari sisi kanan, dengan tujuan kota Lang Ya.


Zhou Wei dan Xiang Yu setelah melakukan pengejaran cepat selama dua hari, akhirnya mereka berhasil menyusul Zhang Han dan rombongan pasukan besarnya.


Di sebuah Padang rumput luas, Zhang Han dan pasukan nya, setelah berhasil menyeberangi sungai kecil.


Mereka bersiap melakukan sambutan terakhir, terhadap pasukan musuh yang berjumlah 10 kali lipat lebih kecil dari jumlah mereka.


Setelah Zhang Han melakukan pidato penuh semangat, semangat bertempur pasukan Qin pun sedikit meningkat.


Mereka segera bersiap siap untuk menyambut kedatangan pasukan Xiang Yu dan Zhou Wei.


Saat pasukan Xiang Yu dan Zhou Wei tiba, perang di seberang sungai pun pecah.


Situasi pagi hari yang tenang di tepi sungai, segera di warnai teriakan penuh amarah, saling bantai, dan suara teriakan kesakitan dan kematian dari kedua belah pihak yang bertikai.


Darah yang berceceran mengalir kedalam sungai kecil berair jernih itu.


Seketika langsung membuat sungai berair jernih berubah menjadi keruh, berwarna merah.


Fan Kuai dari pihak Qin bertemu dengan Ji Bu.


Li Cheng bertemu dengan Long Ju.


Zhang Han bertemu dengan Zhong Li Mei.


Zhou Wei akhirnya bertemu dengan sahabat yang menghianatinya, Ling Wu.


Masing masing dari mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam menjalani pertarungan seimbang tersebut.


Xiang Yu sendiri memimpin Xiang Zhuang dan pasukannya bergerak menyerang pertahanan pasukan Qin yang 10 kali lipat dari kekuatan pasukan nya


Xiang Yu dan Xiang Zhuang bergerak cepat melumpuhkan semua orang yang berani menghadang langkah mereka.


Pasukan Qin yang moril nya mulai meningkat kini kembali turun.


Pasukan Qin yang bertempur dengan setengah hati terus di pukul mundur oleh pasukan Yue yang di pimpin oleh Xiang Yu dan Xiang Zhuang .


Ditempat lain Zhang Han yang melawan Zhong Li Mei, melihat situasi yang dialami oleh pasukan nya.

__ADS_1


Zhang Han segera memutar tombaknya berusaha mendesak mundur Zhong Li Mei.


Setelah berhasil memaksa Zhong Li Mei melompat mundur menjauhi nya


Zhang Han segera memberi kode kepada semua nya, agar mengikutinya melarikan diri.


Li Cheng dan Fan Kuai berhasil memaksa lawan mereka untuk mundur.


Lalu mereka segera berlari cepat meninggalkan tempat itu, menyusul kearah Zhang Han dan pasukan besar mereka yang sedang melarikan diri.


Kini di tempat itu hanya tersisa Ling Wu dan Zhou Wei yang tetap bertarung sengit.


Ling Wu berulang kali memainkan sepasang pedang nya untuk memaksa mundur Zhou Wei, agar dia bisa ikut melarikan diri.


Tapi usahanya sia sia karena Zhou Wei selalu berhasil meruntuhkan serangannya dengan permainan tombak nya yang lebih sempurna.


Tidak lama berselang tempat itu sudah di kelilingi oleh pasukan harimau hitam.


Sehingga peluang Ling Wu untuk melarikan diri sudah sirna.


Dia hanya bisa berusaha mati matian mengalahkan Zhou Wei.


Hanya dengan membunuh Zhou Wei dan membuka kepungan dengan jalan darah.


Dia mungkin masih ada sedikit harapan untuk melarikan diri dari tempat tersebut.


Dalam keributan dan kekacauan mengandalkan jumlah pasukan yang jauh lebih banyak.


Zhang Han Fan Kuai dan Li Cheng, akhirnya berhasil meloloskan diri dari tempat tersebut.


Mereka bertiga segera memimpin sisa pasukan Qin yang ada secepatnya menjauhi kejaran Xiang Yu dan keempat temannya.


Ling Wu yang berusaha mengalahkan Zhou Wei akhirnya harus menerima kenyataan.


Permainan tombak Zhou Wei jauh lebih sempurna dari permainan sepasang pedangnya.


Dia terlihat sudah mengalami luka gores di sana sini, oleh goresan mata tombak Zhou Wei.


Ling Wu saat mengedarkan pandangan mata nya melihat dirinya sudah hampir tidak punya peluang untuk melarikan diri.


Dia menjadi nekad, dengan suatu teriakan keras.


"Hyaaaaaat...!"


Ling Wu berlari cepat dengan sepasang pedang berada di samping kedua tubuhnya.

__ADS_1


Dia menerjang kearah Zhou Wei, tepat saat Zhou Wei memainkan tombaknya menjadi puluhan cahaya mata tombak menyambut kedatangan nya.


Ling Wu melakukan gerakan menjejakkan kedua kakinya keatas tanah.


Tubuhnya melambung keatas, melewati serangan tombak Zhou Wei.


dengan bersalto satu kali melewati atas kepala Zhou Wei.


Saat mendarat, Ling Wu kembali menendangkan kedua kakinya keatas tanah.


Hingga tubuhnya terpental mundur kebelakang menabrak kebelakang punggung Zhou Wei dengan punggung beradu punggung.


Maksud Ling Wu adalah saat punggung saling bertabrakan, dia akan menusukkan kedua pedang nya kebelakang melalui kedua sisi tubuhnya.


Sebuah gerakan berbahaya yang tidak terduga, lebih bersifat mengajak bunuh diri bersama.


Tapi sayangnya, serangan tersebut tidak berhasil berjalan sesuai harapan nya.


Zhou Wei dapat membaca bahaya, sehingga Zhou Wei sudah lebih dulu mengantisipasi serangan tersebut dengan tusukan bagian ujung belakang tombaknya.


Ujung tombak bagian belakang Zhou Wei yang tumpul menyodok.kebelakang, tepat mengenai jalan darah Shen Zhu di bagian tengah punggung Ling Wu


Titik ini mengendalikan hawa murni Qi di tubuh Ling Wu.


Begitu terkena hantaman keras dengan tepat.


Seluruh Qi di tubuh Ling Wu langsung buyar, Ling Wu langsung kehilangan keseimbangan dan kekuatan pergerakan nya.


Kedua pedangnya belum sampai sasaran sudah terlepas dari pegangan tangannya.


Ling Wu hanya sempat mengeluarkan keluhan kecil, "Huffff.."


Sebelum kemudian tubuhnya jatuh terjerambab kedepan.


Ling Wu yang berusaha untuk bangkit dengan kedua telapak tangan menahan tanah seperti orang sedang melakukan push up.


Tapi dia tidak berhasil, setelah kedua lengannya gemetaran sejenak.


Dadanya kembali jatuh menghempas keatas tanah, dari mulutnya menyemburkan darah segar, setelah dia merasakan nyeri yang luar biasa di bagian titik jalan darah Shen Zhu nya.


Mata tombak dingin Zhou Wei sudah menempel di samping leher Ling Wu.


"Ling Wu Mengingat persahabatan kita yang lalu, menyerahlah.."


"Ikut dengan ku pergi mengakui dosa dan kesalahan mu di depan Yang Mulia Guo Yun.."

__ADS_1


"Bila beliau mengampuni mu, aku pun tidak akan memperpanjang masalah yang sudah lewat.."


"Kita masih bisa menjadi sahabat seperti dulu lagi.."


__ADS_2