LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PAMIT MENINGGALKAN LEMBAH HANTU


__ADS_3

Hal sebaliknya terjadi pada Kui Zi Sian Seng, seluruh rambutnya yang terurai, kini terlihat seperti benang perak semuanya.


Wajahnya yang segar, kini terlihat penuh keriput dan sangat pucat.


Kui Zi Sian Seng dengan nafas tidak beraturan berkata pelan,


"Murid ku, kitab Thian Ti Sen Kung, 3 halaman pertama, dan 3 halaman terakhir abaikan.."


"Itu untuk menyesatkan orang yang belajar tanpa ijin.."


Selesai berkata, tubuh Kui Zi Sian langsung jatuh tergeletak di hadapan Guo Yun.


Seiring dengan pesan terakhirnya, kakek yang bernasib malang itu, sudah menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga.


Guo Yun membuka kembali matanya, menatap kakek Kui Zi Sian Seng dengan penuh rasa berterimakasih.


Tanpa di sadari sepasang mata, Guo Yun menjadi berkaca-kaca, henti nya di penuhi rasa kesedihan yang mendalam.


Pantas saja kakek ini nekad, hanya datang berdua dengan nya, ketempat ini.


Rupanya itulah maksud dan tujuan dari kakek itu.


pikir Guo Yun dalam hati.


Guo Yun tidak langsung mempelajari kitab pusaka rahasia alam semesta.


Dia membuat sebuah lubang menguburkan dahulu jasad gurunya.


Setelah beres, Guo Yun berkeliling di dalam ruangan tersebut, melakukan pemeriksaan terhadap segala sudut dan isi barang di dalam ruangan tersebut.


Tanpa sengaja, Guo Yun malah menemukan sebuah cincin penyimpanan dan petunjuk cara pemakaiannya.


Selain itu, Guo Yun juga menemukan sebuah baju lembut yang tahan senjata tajam.


Baju itu agak kekecilan untuk Guo Yun, jadi dia hanya menyimpannya saja kedalam cincin.


Guo Yun tidak mau menyimpan harta di sana kedalam cincinnya, menurut pemikiran Guo Yun.


Harta ini akan jauh lebih aman di sana daripada bersamanya.


Selain itu, harta ini bukan haknya, Guo Yun tidak tertarik untuk memilikinya.


Selain kedua benda itu, Guo menemukan sebuah rantai panjang, yang tebal dan sangat kuat.


Rantai tersebut sangat berat, Guo Yun sempat mencoba untuk memutuskan rantai itu dengan kekuatannya.


Tapi ternyata rantai itu sangat kuat, mampu menahan kekuatan Guo Yun.


Guo Yun menyimpan rantai itu kedalam cincinnya, rencananya rantai itu akan dia gunakan, bila sewaktu-waktu penyakitnya sedang kambuh.


Guo Yun lalu kembali duduk bermeditasi diatas ranjang batu hitam.


Mencoba bermeditasi untuk meningkatkan kekuatan nya, sekaligus mengukur tenaga dalam nya kini berapa lingkaran.

__ADS_1


Guo Yun mendapat kenyataan tenaga dalamnya kini ada diatas 5000 lingkaran.


Ternyata transfer tenaga dalam dari gurunya cukup banyak membantunya meningkatkan kemampuan.


Sambil duduk bermeditasi, Guo Yun mulai mempelajari kitab Thian Ti Sen Kung.


Di mana dia di ajarkan cara menyerap hawa sakti langit dan bumi, untuk meningkatkan kekuatan nya yang tak terbatas.


Guo Yun melatihnya dengan tekun, setahap demi setahap, termasuk ilmu Jek Ye Sen Cang, dan Wu Ying Ru Tian, Guo Yun pun juga melatih kedua ilmu itu dengan tekun.


Untungnya Guo Yun pernah mempelajari ilmu sastra kuno dari Fan Li.


Sehingga dia bisa memahami tulisan tulisan dari dinasti Yin Shang kuno, yang lebih mirip gambar ketimbang tulisan itu.


Guo Yun tidak tahu sudah berapa lama, dia mengurung diri berlatih di dalam ruangan rahasia itu.


Dia hanya tahu, saat dia berhasil menamatkan semua latihannya, dia sudah mengalami 12 kali kambuh.


Itu artinya kurang lebih, dia sudah menghabiskan waktu satu tahun berlatih di tempat itu.


Guo Yun kini sudah mengantongi tenaga dalam 8000 lingkaran.


Tapi karena dia tidak punya ingatan apapun, tentang tingkatan kesaktian.


Juga bayangan bayangan musuh musuhnya, Guo Yun sendiri tidak menyadari seberapa tinggi nya kemampuannya saat ini.


Dia hanya merasa tubuhnya jauh lebih kuat dan ringan itu saja.


Ilmu Jek Ye Sen Cang yang sangat dahsyat, Guo Yun juga hanya pelajari begitu saja teorinya.


Tapi ada satu hal yang buat Guo Yun lega, sekuat apapun tenaganya, dia tetap saja belum mampu memutuskan rantai besar itu.


Di mana dia sendiri juga tidak tahu dari bahan apa rantai itu dibuat.


Kitab rahasia alam semesta itu ternyata, bukan hanya melulu memuat ilmu silat.


Lebih dari itu, dia adalah buku yang sangat komplit, mirip kamus pintar.


Mau tahu hal apapun ada di dalam sana.


Untuk mempelajari seluruhnya, mungkin butuh waktu seumur hidup pun, Guo Yun belum tentu bisa habis mempelajarinya.


Oleh karena itu, kitab itu Guo Yun simpan kedalam cincinnya.


Dia hanya membaca garis besarnya saja, tidak sampai ke detil detil nya.


Hari itu Guo Yun pun memutuskan meninggalkan tempat, yang dia gunakan untuk berlatih.


Sebelum pergi, Guo Yun bersujud didepan makam Kui Zi Sian Seng dan berkata,


"Guru terimalah hormat dari murid, murid hari ini akan meninggalkan tempat ini.."


"Terimakasih banyak atas Budi besar guru dalam kehidupan murid.."

__ADS_1


"Murid seumur hidup tidak akan lupa dengan Budi kebaikan guru ini.."


"Guru, murid pasti akan menjalankan amanat terakhir guru ."


"Membersihkan kotoran perguruan Lu Bu Wei.."


"Menyelamatkan Min Min dan membawanya pulang kembali ke lembah ."


"Terimakasih guru ."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat tiga kali didepan makam gurunya.


Setelah itu Guo Yun pun bergerak meninggalkan tempat itu.


Dengan petunjuk dari peta di dalam kitab pusaka rahasia alam semesta.


Tanpa kesulitan Guo Yun berhasil keluar dari dalam kuil bobrok 18 arahat.


Guo melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi sungai, berbeda dengan sebelumnya.


Kini Guo Yun bisa dengan ringan, terbang melintasi sungai, hingga mendarat di seberang sungai dengan selamat.


Dengan gembira Guo Yun pergi menemui adik gurunya, Kui Yi Sian Seng.


Kui Yi Sian Seng sangat gembira melihat kedatangan Guo Yun.


Dia berulangkali menepuk bahu Guo Yun dengan bangga dan berkata,


"Sekali ini kakak ku tidak salah lagi, kamu memang harapan kami semua.."


"Semoga kamu bisa mewujudkan harapan kami semua di sini.."


Guo Yun mengangguk dan memberi hormat,


"Paman guru jangan khawatir, aku bersumpah pasti akan membawa Min Min kembali kemari ."


"Baiklah, aku percaya padamu, mari saya antar kamu sampai keluar dari lembah hantu ."


ucap Kui Yi Sian Seng sambil melangkah meninggalkan kediamannya.


Jalan masuk dan jalan keluar lembah hantu ternyata berbeda, Guo Yun diam diam kagum dengan kecerdikan orang, yang menciptakan tempat penuh rahasia ini.


Guo Yun di antar hingga tepi telaga, di mana ada sebuah patung batu iblis berjongkok di sana.


"Murid keponakan ku, di balik semak itu, ada perahu kecil, pergunakan perahu itu."


"Ikuti arus telaga ini, kamu nanti akan sampai ke mulut sungai, lembah sungai Huai."


"Dari sana kamu bisa bertanya tanya ke orang di sekitar, kira kira kamu mau meneruskan perjalanan mu kearah mana."


ucap Kui Yi Sian Seng memberi petunjuk ke Guo Yun.


Guo Yun mengangguk memberi hormat kearah Kui Yi Sian Seng dan berkata,

__ADS_1


"Terimakasih banyak paman guru,..murid pamit dulu, sampai jumpa.."


__ADS_2