LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
Draft


__ADS_3

Ucapan Guo Yun dan sentuhan lembut nya, berhasil membuat Gongsun Li tidak lagi melanjutkan protesnya.


Dia dan Si Si sambil tersenyum bahagia bersandar dalam pelukan Guo Yun.


"Yun ke ke bagaimana bila malam ini kamu pilih satu diantara kami menemani mu.."


Ucap Gongsun Li pelan.


Sebagai jawabannya, Guo Yun mencium lembut kepala kedua istrinya secara bergantian.


"Kenapa gak di jawab Yun ke ke ? atau jangan jangan Yun ke ke ingin kita bertiga..?"


Ucap Si Si sambil melepaskan pelukannya dan menatap Guo Yun dengan kaget.


Guo Yun sambil tersenyum lembut menariknya kembali kedalam pelukannya dan berkata pelan,


"Kamu berpikir kemana ?"


"Tidak sayang, malam ini biar saya sendirian saja di kamar Meng Yun.."


"Aku ingin berlatih ilmu baru.."


"Kalian berdua gunakan waktu dengan baik untuk istirahat.."


"Karena mulai besok pagi kalian akan segera di sibuk kan dengan pengawasan persiapan seragam berkabung pasukan kita."


"Baiklah Yun ke ke, tapi biarkan lah kami temani kamu sebentar lagi.."


Ucap Gongsun Li sambil tersenyum lembut.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baiklah kita minum dan ngobrol ngobrol sebentar.."


"Yun ke ke bagaimana dengan wilayah Bei Qi di bawah gubernur Wu Song dan daerah Si Qi di bawah gubernur Wi Hong.?"


Tanya Gongsun Li sambil menatap serius ke Guo Yun.


Kedua daerah tersebut selama ini adalah dua daerah yang berjauhan dengan wilayah konflik.


Tapi mereka masih bagian dari kerajaan Yue, bahkan selama ini persediaan ransum makanan dan persenjataan peperangan di wilayah Shoucun, semuanya banyak mengandalkan suplai dari sana.


"Saat ini biarkan saja, setelah masalah di Shoucun tenang.."


"Aku baru akan menentukan langkah buat mereka berdua.."


Ucap Guo Yun santai.


Beberapa waktu berlalu, akhirnya terlihat Gongsun Li Si Si dan Guo Yun meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Mereka bertiga kembali ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.


Beberapa hari kemudian, di kota Xin Cheng keluar berita, wafatnya Raja Yue Guo Yun.


Sehingga seluruh rakyat kota Xin Cheng, di minta untuk melakukan kegiatan berkabung.


Di seluruh gedung pemerintahan, tembok tembok pertahanan kota, dan pintu gerbang memasuki kota tersebut.


Semuanya di pasangi bendera putih dan umbul umbul tanda berduka cita.


Di depan rumah seluruh penduduk kota Xin Cheng, juga di pasangi lampion putih dan umbul umbul bendera putih, sebagai pertanda ikut berkabung.


Suasana duka cita menyelimuti seluruh kota Xin Cheng.


Pada saat rombongan kereta mewah yang di hias serba putih, melintasi tengah kota


Di kawal oleh pasukan Harimau Hitam, yang juga mengenakan pakaian duka cita, bergerak meninggalkan kota Xin Cheng.


Seluruh rakyat di kota tersebut pada keluar dari dalam rumah mereka.


Mereka semua berlutut di sepanjang kiri kanan jalan, mengantar kepergian rombongan tersebut dengan tangisan penuh duka cita.


Seluruh rakyat di kota itu melakukan nya dengan sukarela, karena mereka sangat menghormati Raja Guo Yun, yang selalu ramah dan perhatian terhadap kesulitan kehidupan mereka.


Mereka tidak pernah ada yang merasakan tekanan dari pihak penguasa, maupun dari pihak militer, semenjak kota itu jatuh kedalam tangan Raja Guo Yun..


Perlahan-lahan rombongan pasukan harimau hitam yang di pimpin oleh Han Wei, Ying Wu, dan Jendral Fu bergerak keluar dari gerbang kota Xin Cheng.


Guo Yun sendiri yang terbaring di dalam peti mati.


Secara diam diam dia terus membaca dan berlatih cara penyempurnaan ilmu Shi Chi Hua Ming, menjadi ilmu Hua Kung Sin Fa dari kitab yang di tinggalkan oleh Wu Ming Lau Jen untuknya.


Meski Guo Yun sangat cerdas dan berbakat, tapi ilmu ini sangat rumit.


Untuk memahami tidaklah mudah, sepanjang waktu ini saja, dia baru berhasil memahami 10% dari keseluruhan kitab itu.


Meski demikian Guo Yun sudah merasakan manfaatnya yang cukup besar bagi tubuhnya.


Dia merasa tubuhnya jauh lebih ringan dan lebih kuat daripada sebelumnya.


Memanfaatkan waktu perjalanan yang panjang ini, Guo Yun terus berlatih ilmu barunya tersebut.


Semakin berlatih dia semakin bersemangat dan penasaran untuk terus berlatih tanpa henti.


Di dalam kereta tersebut secara bergantian hanya Gongsun Li dan Si Si yang di ijinkan masuk kedalam.


Bahkan Min Min pun tidak di biarkan untuk masuk, dan mengetahui kondisi Guo Yun yang sebenarnya.


Min Min sendiri juga tidak terlalu bersedih, saat mendengar kabar kematian Guo Yun yang mendadak itu.

__ADS_1


Hal itu karena dia pada dasarnya, tidak merasakan ada nya ikatan khusus dengan Guo Yun.


Kondisi baru nya saat ini sangat berbeda dengan kondisi lamanya dulu.


Dia kini hanya fokus menghibur anak anaknya, yang bersedih karena kehilangan ayah mereka.


Agar anak anak yang selalu berada di sekelilingnya itu tidak terlalu bersedih.


Kabar kematian Guo Yun yang secara mendadak adalah pukulan berat bagi semangat seluruh pasukan harimau hitam.


Karena hanya dalam tempo yang tidak berselang lama, mereka sudah kehilangan 4 orang pimpinan puncak pasukan tersebut


Terutama bagi angkatan lama, yang berangkat bersama Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai dari San Cai. mereka.


Mereka benar benar merasa kehilangan dan hilang semangat mereka oleh kabar mengejutkan ini.


Rombongan itu terlihat berjalan dengan lesu, seperti kehilangan semangat tempur mereka.


Mereka lebih terlihat sebagai pasukan yang baru saja kalah perang dan sedang bergerak pulang.


Di tempat lain di ibukota Xian Yang kabar berita itu sudah terdengar sampai ke istana.


Saat ini terlihat Ying Zheng sedang melakukan rapat tertutup bersama, Zhao Gao, Meng Thian, Meng Yu.


Sepasang kakek berpakaian hitam putih, juga ikut hadir di sana, tapi mereka hanya berdiri diam di belakangnya Yin Zheng.


Mereka sama sekali tidak berkomentar apapun.


"Bagaimana menurut kalian atas Jabar kematian nya ini..?"


Tanya Ying Zheng sambil mengedarkan pandangannya, menatap kearah ketiga bawahan kepercayaan ini.


"Hormat yang mulia, kita masih terikat perjanjian gencatan senjata dengan Raja Yue Guo Yun.."


"Bila saat ini kita menggerakkan pasukan menyerang Shoucun aku rasa kurang baik.."


Ucap Meng Thian mengemukakan pendapat nya.


Zhao Gao segera ikut melangkah kedepan dan berkata,


"Hormat Yang Mulia,.. menurut hamba ucapan Jendral Meng Thian terlalu berat.."


"Pertama Janji itu di buat antara Yang Mulia dengan Raja Guo Yun sebelum dia meninggal.."


"Kini setelah orang nya meninggal, tentu saja keadaan menjadi berbeda.."


"Perjanjian itu tentu akan batal dengan sendirinya.."


"Hal kedua, Perdana menteri Li Si saat ini masih sedang berperang di Shoucun.."

__ADS_1


"Kita bisa saja beralasan Jendral sedang bertugas di luar, perintah dari pusat boleh di abaikan.."


"Kita tidak akan turun tangan menyerang langsung, kita hanya akan bergerak secara diam diam, mengirimkan bala bantuan ke perdana menteri Li Si, untuk melakukan penahlukkan terhadap kota Shoucun.."


__ADS_2