LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
CURAHAN KEKESALAN


__ADS_3

Begitu tiba di tepi kanal Hong, prajurit bertubuh kecil itu menggerakkan kudanya berjalan pelan.


Menelusuri tepian kanal itu melakukan pencarian dengan air mata bercucuran membasahi wajahnya.


"Kamu di mana,..? kamu tidak boleh pergi begitu saja, kamu masih punya hutang dengan ku.."


"Aku tidak ijinkan kami pergi..kamu tidak boleh pergi.."


"Dasar lelaki kejam tidak punya perasaan.."


"Di mana kamu,..? cepat muncullah.."


ucap prajurit itu berbicara sendiri.


Prajurit itu adalah Min Min yang menyamar, dia tidak pulang ke Xian Yang.


Melainkan setelah meninggalkan Chang Ping Kuan.


Dia berbelok arah, mengambil jalan yang bakal di lewati oleh pasukan Si Topeng Emas, bila ingin menuju Hu Lau Kuan.


Diam diam, dia ikut bergabung di dalam pasukan Si Topeng Emas.


Mengikuti terus Si Topeng Emas maju ke medan tempur.


Saat kejadian Si Topeng Emas di Tawan Pan Hong, dia sedang di tugaskan untuk membereskan penguburan mayat mayat pasukan Zhao, agar tidak menjadi wabah penyakit.


Sehingga saat kejadian berlangsung dia sama sekali tidak tahu.


Dia baru tahu saat ketiga Jendral pimpinan pasukan itu mengumumkan nya, dan memerintahkan mereka pergi ke kota Wei.


7 hari Min Min menelusuri tepian kanal itu seorang diri, hingga akhirnya di hari ke tujuh di tepi dermaga.


Di mana Si Topeng Emas di gorok dan di ceburkan kedalam sungai oleh Pan Hong.


Min Min duduk termenung di sana sendirian, dengan wajah sedih kecewa dan air mata yang terus menitik dari dagu nya yang runcing.


Di tempat lain Wang Ben terus memimpin pasukan Qin membuat proyek menggali parit untuk mengalirkan air Sungai kuning sesuai rencana dan petunjuk Guo Yun.


Ini bukan pekerjaan mudah, butuh 3 bulan bekerja tanpa henti, akhirnya pekerjaan itu rampung.


Tepat seminggu pekerjaan mereka rampung, Pan Hong dan Zhang He pun muncul membawa 50.000 pasukan Zhao, diam diam meninggalkan Da Liang, langsung menuju kota Wei


Kedatangan mereka, hampir saja terjadi bentrokan dengan pasukan Qin, yang berjaga di sekitar pintu keluar masuk.


Tapi Pan Hong dan Zhang He menyerahkan diri tanpa perlawanan.


Membiarkan mereka membawanya pergi menghadap Wang Ben.


Wang Ben yang mendapat laporan tersebut sangat kaget, dia buru buru meninggalkan kediamannya, setelah melaporkannya pada Si Topeng Emas, yang sedang bersantai di ruang bacanya, selama 3 bulan ini.


Di mana Si Topeng Emas selama 3 bulan ini, tidak pernah selangkah pun meninggalkan ruangan bacanya.


Setelah melaporkan nya pada Si Topeng Emas, Wang Ben langsung memacu kudanya menuju pintu gerbang kota Wei untuk menyambut kedatangan Pan Hong dan Zhang He.


Tapi sampai di sana, dia di kagetkan oleh kejadian heboh, dimana.

__ADS_1


Pan Hong dan Zhang He sedang di serang oleh seorang prajurit bertubuh kecil, yang mengenakan seragam Qin.


"Kalian bajingan penghianat, hari ini aku akan balas dendam untuk nya..!"


teriak prajurit kecil itu dengan suara melengking, seperti suara wanita marah.


Lalu gadis itu menerjang secara babi buta menyerang Pan Hong dan Zhang He secara bergantian.


Zhang He dan Pan Hong yang sedang terikat kedua tangannya.


Tentu saja kelabakan menghadapi serangan dari prajurit kecil itu.


Mereka hanya bisa berusaha, sebisa mungkin melompat mundur menjauh dari serangan pedang prajurit bertubuh kecil itu.


Wang Ben buru buru berteriak,


"Hentikan...!"


Tapi prajurit berwajah cantik itu hanya menoleh dan berkata,


"Apa perduli mu..!"


Lalu dia kembali melanjutkan serangan nya.


Tapi di saat kritis di mana pedang itu hampir menusuk ujung hidung Pan Hong.


Tiba-tiba serangan itu berhenti di tengah jalan, karena bahu prajurit bertubuh kecil itu sudah di tahan oleh sebuah tangan lain dari belakang.


"Berhenti Min Min apa yang sedang kamu lakukan di sini ?"


Teguran itu, suara itu, langsung membuat membuat tangan prajurit bertubuh kecil dan berwajah cantik itu.


Terlihat gemetaran memegang pedangnya.


Prajurit bertubuh kecil, yang bukan lain adalah Min Min.


Dia langsung menoleh kebelakang, begitu melihat yang berdiri di belakang nya, adalah Si Topeng Emas.


Dia terbelalak kaget tak percaya dan hanya bisa berkata,


"Kau..Bu.. bukankah..sudah tenggelam..?"


"Ba bagaimana bisa ada di sini, siapa kamu..!?'


bentak Min Min sambil menggerakkan bahunya melepaskan diri, sekaligus menodongkan pedangnya kearah leher Si Topeng Emas.


Si Topeng Emas dengan gerakan cepat menyentil ujung pedangnya, hingga pedang dalam genggaman Min Min terlepas dari pegangangan tangannya.


Sebelum hilang kaget Min Min, dia telah di totok oleh Si Topeng Emas.


Lalu Si Topeng Emas melesat meninggalkan tempat tersebut dan meningkatkan pesan suara jarak jauh ke Wang Ben Pan Hong dan Zhang He.


Di mana hanya mereka bertiga yang bisa mendengarnya dengan jelas.


" Saudara Pan, Saudara Zhang, kerja bagus."

__ADS_1


"Sekarang kalian bantulah Wang Ben.."


"Wang Ben, langkah selanjutnya, aku bergantung pada mu sepenuhnya.."


Suara terdengar orang sudah pergi jauh meninggalkan tempat itu.


Guo Yun pergi meninggalkan tempat itu, sambil merangkul pinggang Min Min.


Dia membawa gadis itu terbang mengikutinya, meninggalkan tempat tersebut.


Hingga tiba di sebuah tempat yang sepi, Guo Yun baru menurunkan Min Min.


Setelah itu dia dengan cepat melepaskan totokan yang mengunci pergerakan Min Min.


Sambil melepaskan topeng emas yang menutupi wajahnya.


Kini di hadapan Min Min muncul sesosok wajah pria tampan, yang selalu dia rindukan siang maupun malam.


"Kau..!"


hanya itu kalimat yang muncul dari mulutnya.


"Plakkkk..!"


Sebelum kemudian terdengar suara keras, telapak tangannya mendarat di pipi Guo Yun.


Hingga timbul bekas merah berbentuk jari di sana.


Guo Yun yang mendapat perlakuan tidak terduga oleh gadis cantik itu.


Dia hanya berdiri melongo di sana, sambil memegang pipinya yang terasa panas dan tebal.


Tai sesaat kemudian gadis itu malah menubruk kedalam pelukan nya.


Memeluknya dengan sangat erat, sambil menangis tersedu-sedu di sana.


Hingga Guo Yun jadi bingung bagaimana harus bersikap.


Dalam suara tangisnya, terdengar suara keluh kesah Min Min di antara suara isak tangisnya.


"Kakak kejam,.. kakak membiarkan aku ..menangis..dan terus menangis..setiap hari...di tepi kanal Hong.. seorang diri,.."


"Kakak,..sungguh tega..mengapa tidak datang menemui ku..mengabari ku..kakak baik baik saja..."


"Sehingga aku,.. tidak perlu,.. khawatir dan bersedih.. seorang diri disana.."


"Tahukah kakak,. aku menghabiskan waktu..selama sebulan...menangisi ..kakak seperti orang bodoh disana.."


ucap Min Min menumpahkan kekesalan hatinya, mengeluh dan mencurahkan isi hatinya ke Guo Yun.


Guo Yun terdiam penuh haru, dia hanya bisa membelai rambut Min Min yang halus dengan lembut dan berkata,


"Maafkan aku Min Min.."


"Maaf..aku.."

__ADS_1


__ADS_2