LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KESETIAAN PASUKAN GUO YUN


__ADS_3

Tiba di dalam kemah, Guo Yun menatap kearah dua peti berisi emas dan perak, yang di geletakkan di lantai.


Lalu dia menoleh kearah ketiga orang bawahan nya dan berkata,


"Sebelum kita bahas lebih lanjut, Kak Zhang Yi kak Zhou Tai dan Kak Ling Tong.."


"Kalian bertiga atur pembagian bonus menang perang ini dengan adil.."


"Sekalian kakak tanya ke mereka, apakah mereka masih ingin ikut dengan kita, atau ingin kembali ke rumah..?"


"Bila ada yang ingin pulang, biarkan mereka pulang, aku tidak akan menahan pasukan yang orang nya ada di sini, tapi hati nya di rumah.."


"Dalam pertempuran pasukan yang pikirannya tidak fokus, itu hanya akan mencelakai diri mereka.."


"Mereka akan menjadi beban dan membahayakan rekannya yang lain.."


ucap Guo Yun tegas.


"Tuan muda Yun kamu ambil saja bagian mu dulu, baru kami akan bagikan sisanya ke mereka.."


ucap Zhang Yi.


Ling Tong dan Zhou Tai masing-masing menyodorkan peti harta di tangan mereka ke hadapan Guo Yun.


Guo Yun sambil tersenyum maju meraup satu genggam uang emas.


Lalu dia meletakkan nya kedalam tangan Zhang Yi.


Menyusul berturut turut Guo Yun melakukan hal yang sama, lalu dia masukkan kedalam saku baju Ling Tong dan Zhou Tai.


Setelah itu sambil tersenyum dia berkata,


"Aku sudah mengambil jatah ku, sisanya silahkan bagikan saja.."


"Tuan ini..?"


ucap Zhang Yi bersama kedua saudaranya menatap Guo Yun dengan bingung.


Guo Yun membalikkan badan mereka bertiga dan berkata,


"Kalian sudah mempercayai ku sebagai pimpinan kalian.."


"Maka ikuti saja kemauan ku, pergilah, jalankan tugas kalian dengan baik.."


"Baru kita akan bahas langkah kita kedepannya.."


ucap Guo Yun sambil mendorong mereka bertiga keluar dari dalam kemah


Guo Yun kembali kedalam kemah menatap kearah Zhong Yu dan Ching Ke.


Kemudian dia berkata,


"Tak di sangka dalam waktu begitu singkat semuanya sudah berubah.."


"Apa kakak berdua ada dengar kabar tentang Su Yuan, tentang guru dan keluarga kakak..?"


tanya Guo Yun sambil menatap kearah Zhong Yu dan Ching Ke secara bergantian..


Zhong Yu menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebenarnya di Qufu hanya terjadi pergantian kekuasaan saja, hal lainnya tidak ada yang berubah.."


"Keluarga ku dan seluruh rakyat negara Lu, mereka semua hidup dalam keadaan baik baik saja.."


"Begitu pula dengan Xu Yuan dan yang lainnya, mereka semua mendapatkan perlakuan baik dari negara Qi.."

__ADS_1


"Hanya saja guru ku konfusius, dia orang tua sudah tidak betah tinggal di negara Lu.."


"Dia kini merantau kemanapun dia ingin pergi, bersama seluruh keluarga dan murid-muridnya, yang ingin ikut dia merantau.."


Ching Ke mengangguk membenarkan pendapat Zhong Yu, dan melanjutkan berkata,


"Guru Mo Zi dan yang lainnya juga baik baik saja, adik Yun tenang saja.."


Guo Yun menghela nafas lega dan berkata,


"Syukurlah bila semua dalam keadaan baik.."


"Selanjutnya kalian berdua punya rencana apa kedepannya..?"


tanya Guo Yun, sambil menatap Zhong Yu dan Ching Ke secara bergantian.


Zhong Yu sambil tersenyum malu, berkata,


"Aku ingin pulang hidup sebagai orang biasa, bersama kedua orang istri ku.."


"Aku sudah lelah berperang.."


Guo Yun mengangguk dan tersenyum mengerti, lalu dia menatap kearah Ching Ke.


Ching Ke menatap Guo Yun dan berkata,


"Aku ingin pergi mencari lembah hantu, mendalami ilmu pedang ku di bawah bimbingan Kui Zi Sian Seng.."


Guo Yun menatap Ching Ke dan berkata,


"Lalu bagaimana dengan perasaan kakak Li ?"


Ching Ke tersenyum dan berkata sambil menepuk bahu Guo Yun.


"Di hati adik seperguruan, kini sudah tidak ada aku, jadi aku kini bebas melangkah.


"Berhati-hatilah dengan Ying Zheng, kelihatannya dia cukup tertarik dan menyukai adik seperguruan.."


"Adik seperguruan juga kelihatannya cukup meresponnya dengan baik."


ucap Ching ke sambil tersenyum pahit.


Guo Yun meski hatinya terasa perih mendengar hal itu, ada api cemburu yang sedikit membakar perasaan nya.


Tapi di luar dia tetap bersikap tenang dan berkata,


"Bila itu pilihan kakak Li, aku tentu akan mendoakan yang terbaik untuk nya.."


"Asalkan dia bahagia, sisanya bukan lah masalah.."


Ching Ke tersenyum pahit, lalu dia menepuk pundak Guo Yun dan berkata,


"Aku secara pribadi akan lebih tenang, bila adik seperguruan bersama mu.."


"Tapi jodoh dan takdir sudah di atur, masa depan tidak ada yang tahu.."


"Bila berjodoh dan di takdirkan bersama, biar berjarak 1000 mil terpisah, tetap saja akan bersatu. "


"Bila tidak berjodoh dan ditakdirkan bersama, biar setiap hari bersama, pada akhirnya akan tetap berpisah jua.."


"Adik Yun jaga dirimu, aku permisi dulu.."


ucap Ching ke lalu berlalu dari tempat tersebut.


Guo Yun mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Sama sama kak Ching, jaga diri juga.."


Zhong Yu sambil tersenyum lebar juga menepuk pundak Guo Yun dan berkata,


"Adik Yun aku juga pamit sekalian.."


Guo Yun kembali mengangguk dan berkata,


"Hati hati di jalan, selamat jalan kak Zhong.."


Zhong Yu mengangguk tanpa menoleh, kemudian dia berlalu dari hadapan Guo Yun.


Setelah kedua orang itu pergi, kini hanya tersisa Guo Yun duduk termenung seorang diri.


Tanpa sadar tangannya menyentuh bandulan Giok hijau, yang selama ini selalu tergantung di lehernya.


Beberapa waktu berlalu dalam hening, akhirnya langkah kaki Zhang Yi, Zhou Tai dan Ling Tong yang mendekati pintu kemah.


Membuyarkan semua lamunannya, Guo Yun mengangkat kepalanya menatap kearah mereka bertiga, kemudian berkata,


"Bagaimana,? apa semua sudah beres,? bagaimana pendapat mereka..?"


Zhang Yi sambil tersenyum berkata,


"Ikutlah dengan kami keluar tenda, maka tuan akan menemukan jawabannya.."


Ucapan Zhang Yi jelas mengundang rasa penasaran Guo Yun.


Sambil bangkit berdiri, Guo Yun lalu melangkah keluar dari tendanya.


Saat keluar dari dalam tenda, Guo Yun melihat seluruh pasukannya berbaris rapi di sana.


Mereka terlihat sedang mengibarkan bendera berlambang harimau hitam, dengan bahan dasar kain kuning.


Bendera yang berkibar kibar tertiup angin, di dukung dengan pasukan yang berbaris rapi terlihat sangat mengagumkan.


Begitu melihat Guo Yun keluar dari dalam kemah, dengan kompak mereka berteriak,


"Sampai mati kami hanya akan mengikuti panglima Guo Yun..!!"


"Sampai mati kami hanya akan mengikuti panglima Guo Yun..!!"


"Sampai mati kami hanya akan mengikuti panglima Guo Yun..!!"


"Hidup panglima Guo Yun.! hidup..!"


"Hidup panglima Guo Yun.! hidup..!"


"Hidup panglima Guo Yun.! hidup..!"


Sorakan teriakan membahana memenuhi seluruh hutan, membuat hati Guo Yun sangat terharu melihatnya.


Guo Yun mengangkat kedua tangannya keatas, sehingga suara itupun berhenti..


Guo Yun menyapukan tatapan penuh haru ke mereka semua nya dan berkata,


"Terimakasih semuanya, atas kepercayaan kalian pada ku.."


"Aku bersumpah akan membawa kalian semua ke jalan kejayaan,..!"


"Seluruh dunia akan mengenal dan akan mengenang keberadaan kita suatu hari nanti..!!"


"Hidup harimau hitam,..!! hidup..!!"


teriak Guo Yun lantang, karena dia menggunakan Chi.

__ADS_1


Suaranya jadi terdengar sangat jelas dan mengelegar memenuhi tempat itu.


__ADS_2