LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LIU QIN LUNG BEBAS


__ADS_3

"Kebakaran..!!" "Kebakaran..!!"


"Kebakaran..!!" "Kebakaran..!!"


"Kebakaran..!!" "Kebakaran..!!"


"Tenda bagian belakang kebakaran..!!"


"Musuh datang menyerang .!!"


Teriak barisan pasukan penjaga yang berasal dari tenda bagian belakang perkemahan.


Di mana tenda perkemahan bagian belakang yang terletak di dekat dapur, tepat menghadap kearah bukit berbatu.


Algojo terpaksa menghentikan pergerakan nya, saat dia melihat seorang prajurit berlari jatuh bangun dengan penampilan berantakan.


Rambut terlepas, pakaian berantakan, wajah penuh abu hitam, seluruh tubuh juga terlihat penuh dengan luka berdarah.


Prajurit itu dengan sikap tergesa-gesa, menjatuhkan diri bersujud di depan Meng Yu dan berkata,


"Lapor Yang Mulia, musuh dari atas bukit datang menyerang perkemahan belakang secara dadakan..!"


"Mereka sangat kuat tangguh dan ganas, kami sudah berusaha..!"


"Tapi semua terjadi begitu mendadak dan cepat."


"Pasukan penjaga kita mengalami kerugian luka dan meninggal cukup banyak..!"


ucap prajurit itu melapor dengan cepat.


"Keparat..!!"


"Dasar licik..!!"


"Kita masuk jebakan..!"


"Ayo segera kumpulan pasukan,!"


"Seluruh pasukan bergerak kesana, kita harus kepung dan habisi mereka semua tanpa sisa..!"


ucap Meng Yu marah.


"Siap..!!"


jawab Meng Da dan Meng Li cepat.


Mereka berdua segera bergerak meninggalkan tempat acara eksekusi.


"Pasukan semuanya ayo berangkat ikut saya..!"


teriak Meng Da memberi perintah.


Seluruh pasukan di sana segera bergerak mengikuti Meng Da menuju halaman belakang.


"Semua barisan pendam, segera ikut saya ke halaman belakang..!"


perintah Meng Li, memimpin barisan pendam.


Barisan pendam ini tadinya di siapkan untuk menjebak Gongsun Li dan Si Si, saat mereka berani datang menolong Liu Lau Puo dan putranya Liu Qin Lung.

__ADS_1


Tapi kenyataannya mereka dengan cerdik tidak datang kemari, mereka malah menarget bagian belakang, bagian dapur mereka.


Untungnya perbekalan pasukan mereka memang sengaja tidak di letakkan di sana.


pikir Meng Yu menghibur diri.


Dia di kawal 4 orang berbaju putih bergerak menyusul ke bagian belakang perkemahan.


Sebelum pergi Meng Yu menoleh kebelakang dan berkata,


"Algojo, kamu pimpin sejumlah orang, bawa mereka berdua kembali ke penjara.."


"Acara eksekusi di tunda hingga masalah di bagian belakang selesai.."


ucap Meng Yu menurunkan perintah.


"Siap Jenderal.."


ucap Algojo itu dengan suaranya yang berat.


Selesai berpesan Meng Yu langsung memimpin pasukannya meninggalkan tempat eksekusi itu.


Kini area eksekusi hanya tinggal puluhan orang dan Si algojo berbadan besar yang masih tinggal di sana.


Baru saja si Algojo ingin memberi perintah agar kedua narapidana di pindahkan kembali kedalam penjara.


Tiba-tiba di tempat itu hadir puluhan gadis cantik yang di pimpin oleh seorang gadis cantik berwajah lembut yang sangat memukau dan menggoda mata yang melihatnya.


Tapi tidak seperti anak buahnya yang melongo melihat kecantikan gadis gadis yang tiba tiba muncul.


Sang Algojo justru bersikap waspada dan berkata,


"Hati hati jangan lengah..!"


Tapi perintah nya belum selesai, sudah terdengar suara bunyi memekakkan telinga.


Begitu suara letusan keras terdengar, puluhan orang bawahan sang algojo sudah jatuh tergeletak bersimbah darah kehilangan nyawa, dengan dada berlubang mengeluarkan asap tipis.


Selanjutnya senjata mereka kembali meledak kini di arahkan ke algojo bertubuh besar yang sedang melarikan diri dengan melompat kebelakang sebuah kereta berlindung di balik kereta itu dengan wajah pucat.


Wanita cantik itu adalah Si Si dan pasukan wanitanya, dia memang mengatur seperti itu.


Di mana waktu itu dari atas bukit dia dan Gongsun Li mengamati dengan penuh kecemasan.


Tepat saat Meng Yu melemparkan papan kayu perintah eksekusi.


Disaat itu pula terlihat asap kode dari Shoucun dan dari timur di luar kota Shoucun yang di wakili oleh Zhang Yi sudah dinyalakan.


Melihat hal itu Si Si pun berdiri dari persembunyiannya dan berkata,


"Kakak sekarang waktunya telah tiba,, ayo kita bergerak.."


"Kakak bakar dan hancurkan perkemahan belakang dengan seluruh pasukan.."


"Aku dan pasukan wanita ku, akan pergi menyelamatkan Liu Qin Lung dan Liu Lau Puo.."


"Ayo cepat kak.."


ucap Si Si sambil melepaskan tanda kode serangan di mulai ke udara.

__ADS_1


Begitu kode di lepaskan tanpa perlu di perintah dua kali, jendral Coa segera memimpin pasukan harimau hitam bergerak menuruni. perbukitan batu menerjang kearah pasukan penjaga Qin seperti sedang membabat rumput.


Begitu pula pasukan dari Shoucun di bawah pimpinan Ling Tong dan Zhou Tai.


Mereka masing masing memimpin 80.000 personil pasukan harimau hitam, juga bergerak menyerang dari dua sisi depan, langsung menuju perkemahan besar pasukan Qin.


Dari sisi timur Zhang Yi yang memimpin 150.000 pasukan harimau hitam, yang bersiaga di sebelah timur kota Shoucun, juga ikut bergerak, begitu melihat tanda kembang api yang dilepaskan oleh Si Si di udara.


Mereka menjadi kelompok keempat yang datang dari sisi timur melibas perkemahan Qin.


Kembali ke tempat penyelamatan, Si Si dengan gerakan tenang, memberi kode pada pasukan wanitanya.


Dua orang yang membawa belati tajam dengan sigap memotong tali pengikat dan mencoba melepaskan belenggu kedua tawanan.


Mereka sedikit mengalami kendala dengan gembok yang membelenggu kaki tangan Liu Qin Lung.


Tapi berkat keahlian mereka membuka gembok dengan tusuk konde.


Sekejab saja Liu Qin Lung akhirnya berhasil di bebaskan.


Begitu bebas Liu Qin Lung langsung menjatuhkan diri berlutut kearah Si Si dan berkata,


"Yang Mulia terimalah salam hormat dari hamba mu.."


"Mulai kini dan seterusnya, nyawa hamba adalah milik Yang Mulia dan kerajaan Yue.."


ucap Liu Qin Lung sambil berlutut dan menyembah kearah Si Si.


Si Si segera membangunkan Liu Qin Lung dan berkata,


"Selamat bergabung Jendral Liu, harap bangkit lah,.."


"Saat ini yang terpenting segera bawa ayah mu ketempat aman dan rawat dulu luka luka mu.."


ucap Si Si penuh perhatian.


Liu Qin Lung yang bertubuh tinggi besar segera bangkit berdiri mengikuti permintaan Si Si.


"Tidak Yang Mulia, ini cuma luka kulit saja bukan masalah.."


"Saat ini adalah waktu Liu Qin Lung membalas Budi dan menunjukkan prestasi ku.."


"Ayah ku biar titip ke pengawal Yang Mulia saja.."


ucap Liu Qin Lung tegas.


Selesai berkata, dia langsung menerjang kearah gerobak yang menjadi tempat perlindungan sang algojo yang sedang di hujani tembakan oleh anggota pasukan Si Si.


Sejauh ini sang algojo masih bisa bertahan dengan bersembunyi dan berlindung di balik gerobak.


Si Si segera memberi kode agar pasukan nya menghentikan tembakan senjata rahasia mereka.


Liu Qin Lung dengan cepat langsing menerjang kearah gerobak dengan sepasang tinjunya yang mengeluarkan cahaya kehijauan.


"Brakkkk..!"


Gerobak itu langsung pecah hancur berantakan, tubuh algojo yang tinggi besar pun ikut terlempar dari balik gerobak yang pecah hancur terbelah dua terkena ledakan tinju Liu Qin Lung.


Ini adalah salah satu ilmu yang Liu Qin Lung warisi dari Jendral Bai Qi, tentu saja kekuatannya sangat luar biasa.

__ADS_1


Karena di jaman Lu Bu Wei masih hidup jendral Bai Qi adalah Jendral nomor satu Qin selain Wang Jian.


__ADS_2