LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BUYARNYA ENERGI


__ADS_3

Sambil bicara Min Min meletakkan buah buah yang di ambilnya itu di hadapan Guo Yun.


Guo Yun dengan cepat memegang kedua tangan Min Min.


Dia ingin melihat dengan lebih jelas luka lecet di telapak tangan Min Min.


Tapi Min Min sudah menariknya kembali dan menyembunyikan nya di balik punggung.


"Yun ke ke, lihat benda yang ku dapatkan ini, gimana mengolahnya..?"


"Kok malah lihatin tangan ku ?"


Protes Min Min dengan bibir cemberut dan kepala sedikit tertunduk.


Guo Yun menatap Min Min dengan serius dan berkata,


"Min Min kemarikan tangan mu aku lihat.."


Min Min tidak mau bertatapan mata dengan Guo Yun, sambil menunduk dia menggelengkan kepalanya.


"Min Min kemarikan tangan mu, aku mau melihatnya.."


ucap Guo Yun sekali lagi.


Tapi Min Min tetap berkeras, dia masih menggelengkan kepalanya.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah bila kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa ."


"Benda ini aku akan memasaknya untuk mu, aku tidak akan menyentuhnya.."


"Ini juga terakhir kali kita berbicara.."


ucap Guo Yun sambil mulai mengorek lubang di bawah api unggun.


Lalu tanpa melihat ke Min Min lagi, dia memasukkan beberapa benda yang di bawa Min Min kedalam lubang yang di galinya,


Kemudian dia menutupnya kembali, dan menambahkan ranting kering memperbesar api unggun.


Min Min sedikit kaget mendengar ucapan Guo Yun, dia buru buru duduk mendekat dan berkata,


"Yun ke ke marah ya..sama Min Min..?"


Guo Yun menoleh menatap Min Min dan berkata,


"Aku tidak marah pada mu, aku marah pada diri ku sendiri.."


"Mengapa aku bisa begitu berguna dan menyusahkan mu hingga seperti saat ini.."


ucap Guo Yun pelan sambil mengorek ngorek tumpukan kayu kering.


Agar apinya lebih besar secara merata.


"Yun ke ke jangan marah lagi, ini lihatlah sepuasnya.."


"Ini tidak ada hubungannya dengan Yun ke ke, aku sendiri yang kurang hati hati.."

__ADS_1


ucap Min Min sambil mengulurkan kedua telapak tangannya kehadapan Guo Yun.


Guo Yun memeriksanya dengan lembut, lalu dia membantu menaburkan bubuk luka dan membalutnya dengan potongan lengan bajunya.


Setelah selesai, Guo Yun menatap Min Min dengan serius dan berkata,


"Kamu harus sayangi diri mu, jangan pernah terluka lagi karena ku ."


"Atau aku akan semakin merasa bersalah pada mu.."


ucap Guo Yun sambil menatap lembut kearah Min Min.


Min Min menatap Guo Yun, lalu dia mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya.


Guo Yun akhirnya tidak bisa menahan diri, untuk menarik Min Min kedalam pelukannya.


Guo Yun memeluknya dengan lembut melepaskan perasaan terimakasih dan harunya.


Lewat ciuman lembut di kening Min Min.


Guo Yun sebelumnya sempat berpikir, ingin menjauhi dan mengambil jarak dari Min Min.


Tapi setelah kejadian ini, dia mempertimbangkannya kembali.


Min Min adalah seorang putri yang di manja, dan selalu hidup serba enak baik sewaktu kecil di lembah.


Maupun saat menjadi putri angkat Lu Bu Wei.


Sehingga dia tidak terbiasa untuk menjaga dan mempertahankan diri nya, bila menghadapi kondisi sulit seperti ini.


Min Min sudah berkorban diri, mengikutinya kemari, sedikit banyak dia harus bertanggung jawab dan menemaninya di sini.


Setidaknya bila ingin menjauh, dia harus menunggu hingga mereka keluar dari tempat ini.


Di mana Min Min berhasil dia antar dengan selamat kembali ke lembah hantu.


Saat itu bila dia ingin menjauh dari kehidupan Min Min demi masa depan gadis itu sendiri, itu lebih tepat


pikir Guo Yun di dalam hati.


Min Min menyusupkan kepalanya kedalam pelukan Guo Yun sambil tersenyum bahagia.


Seluruh kesulitannya sebelumnya kini terasa pantas, bahkan rasa nyeri ditangannya pun, tidak lagi dia rasakan.


"Yun ke ke Min Min terkadang suka keras kepala, tidak tahu urusan, kurang dewasa, Yun Ke ke harus sabar memakluminya ya..?"


ucap Min Min lembut, sambil melirik kearah Guo Yun dari bawah.


Dia memperhatikan lekat lekat wajah Guo Yun yang tampan dari bawah sana.


Guo Yun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, sambil menatap Kearah Min Min dengan penuh kasih sayang.


"Yun ke ke berjanjilah, jangan pernah marah marah dengan Min Min seperti itu lagi.."


"Min Min takut Yun ke ke benar benar tidak akan perduli dengan Min Min lagi.."


Guo Yun menatap kearah Min Min dan berkata,

__ADS_1


"Tidak akan pernah, aku berjanji akan selalu menyayangi dan selalu berada di sisi mu, memastikan kamu hidup dengan bahagia..


Tentu saja Guo Yun menyimpan kalimat sisa nya hanya untuk dirinya sendiri.


Tidak akan mengatakan nya, dan merusak suasana hati gadis baik itu.


Sesaat kemudian Min Min pun melepaskan diri dari pelukan Guo Yun.


Lalu dia mulai membantu menangani luka parah di kaki Guo Yun.


Setelah memeriksa nya dengan teliti, Min Min berkata,


"Yun Ke ke, untuk menangani luka ini, aku perlu mencari beberapa macam daun obat."


"Semoga saja di tempat ini, ada tumbuh daun obat yang aku perlukan.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Boleh tapi sebelum pergi mencari,.ayo kita makan dulu.."


Min Min mengangguk riang, menyetujui usulan Guo Yun.


Guo Yun mengeluarkan umbi umbi yang di kuburnya tadi


Setelah mengupas membuang kulitnya yang kotor.


Bagian tengahnya yang bersih matang sempurna, terlihat masih mengepulkan asap tipis.


Guo Yun sambil tersenyum menyodorkan nya ke Min Min dan berkata,


"Makanlah, ini sangat manis dan lezat, juga bisa menghilangkan rasa lapar dan menyegarkan tubuh.."


Min Min menerimanya, lalu mencobanya satu gigitan, lalu dia mencobanya lagi dan lagi.


Sambil mengunyah, dia menatap kearah Guo Yun sambil tersenyum gembira.


Melihat kegembiraan Min Min dari hal hal sederhana seperti saat ini.


Membuat Guo Yun ikut tersenyum bahagia, tanpa di sadari Guo Yun semakin terseret dalam arus pusaran perasaannya dengan Min Min.


Selesai makan Min Min pun berkata,


"Yun ke ke aku tinggal dulu ya..?"


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Pergilah, tapi harus ingat janji mu, jaga dirimu baik-baik, sayangi diri..ok..?"


Min Min tersenyum manis, di berbalik kembali mendekati Guo Yun, memberikan ciuman lembut di pipi Guo Yun dan berbisik pelan.


"Terimakasih Yun Ke ke, aku berjanji.."


Setelah itu dengan hati riang dia melompat lompat sambil berdendang kecil meninggalkan gua.


Selama Min Min pergi Guo Yun terus mencoba berlatih Thian Ti Sen Kung.


Tapi bagaimana pun dia mengumpulkannya tetap saja energinya tidak mau terbentuk dan selalu kembali buyar, hilang tak berbekas.

__ADS_1


Tapi Guo Yun tidak berputus asa, dia terus mencoba dan mencoba dengan berbagai metode yang dikuasainya.


__ADS_2