
"Wuuttt..!"
"Deesss..!"
Di saat Fan Kuai melompat menjauh, belalai gajah itu justru tiba, menghantamnya.
Fan Kuai yang terlambat bergerak terpaksa menggunakan lengan atasnya untuk menahan serangan tersebut.
"Krakkkk..!"
"Arggghhh..!"
Jerit Fan Kuai tertahan, lalu dia buru buru melarikan diri melompat keluar dari arena.
Sebelum gajah itu sempat bangkit berdiri dan mengejarnya.
Serangan belalai itu terlalu kuat untuk di tahan oleh lengannya.
Sehingga bahunya copot, terlepas dari sambungan nya.
Sambil menahan nyeri hebat di sambungan bahunya, Fan Kuai yang sadar tidak sanggup lagi melanjutkan pertarungan nya.
Dia hanya bisa memilih secepatnya meninggalkan arena, bila tidak ingin mati konyol di bawah amukan gajah itu.
Melihat Fan Kuai sudah menyerah , para panitia yang terdiri dari ahli pawang gajah segera masuk kedalam arena.
Mereka beramai ramai, menggunakan cambuk, untuk menjinakkan gajah itu, dan menggiringnya kembali kedalam kurungan nya.
Sedangkan Fan Kuai sendiri setelah mendapatkan perawatan dari beberapa tabib pengobatan yang hadir di sana
Dia akhirnya bisa kembali lagi ke bangku tempat duduknya, di bawah mimbar sana.
Setelah Fan Kuai, puluhan peserta lainnya yang maju, tidak ada satupun yang sanggup mengangkat patung singa tembaga itu
Jangankan mengangkat nya, bahkan sekedar menggesernya pun, tidak ada yang sanggup.
Setelah peserta ujian tinggal tersisa dua orang terakhir saja.
Pembawa acara akhirnya memanggil nama kedua orang itu secara serentak.
"Peng Yue..!"
"Zhao Guang..!!"
Peng Yue adalah seorang pemuda berusia 20 an tahun, mungkin lebih muda beberapa tahun ketimbang Zhao Guang yang terlihat berusia sekitar 25 tahunan.
Peng Yue dan Zhao Guang saling memberi hormat, lalu mereka berdua menggunakan tangga naik keatas mimbar.
Sesuai urutan pendaftaran, maka Peng Yue lah yang maju terlebih dahulu, untuk mencoba mengikuti tahapan ujian.
Peng Yue ternyata cukup mengejutkan, dia berhasil menyelesaikan rintangan angkat beban batu dan angkat patung singa tembaga dengan tanpa kesulitan.
Kemampuan Peng Yue yang berasal dari seorang rakyat jelata, anak nelayan, di sekitar lembah sungai kuning.
Segera mengundang tepuk tangan kagum dari para penonton.
Ying Zheng juga kembali ikut bertepuk tangan dan tersenyum sumringah.
__ADS_1
Memasuki ujian melawan sapi gila yang sudah di ganti sapinya yang ukuran nya jauh lebih besar.
Peng Yue tanpa kesulitan, kembali secara mengejutkan berhasil melewati rintangan tersebut.
Dia bahkan lebih cepat dari Fan Kuai dalam menahlukkan sapi besar itu
Tanpa harus menunggu sapi itu kelelahan, hanya dengan beberapa kali tarikan putaran dan bantingan.
Dia sudah berhasil melumpuhkan sapi yang menjadi lawannya.
Di ujian berikutnya saat menghadapi gajah raksasa yang melukai Fan Kuai.
Peng Yue mengambil langkah yang sama melompat duduk di atas kepala gajah itu.
Hanya saja di sini setelah duduk di posisinya, Peng Yue dengan cepat memasukkan dua benda putih di dalam telapak tangan nya, kedalam kuping gajah, yang lebar dan sedang bergerak terbuka dan menutup.
Begitu dua benda putih kecil itu di masukkan, Gajah besar itu langsung meraung dan meronta-ronta.
Tidak lama kemudian gajah tersebut tumbang, tergeletak di atas tanah tidak bergerak lagi.
Melihat insiden tak terduga tersebut, semua penonton bangkit berdiri untuk bisa melihat dengan lebih jelas.
Tidak terkecuali dengan Ying Zheng, dia juga mengikuti penonton lainnya ikut berdiri dan bertepuk tangan buat Peng Yue.
Peng Yue setelah berhasil menuntaskan ujiannya, dia maju memberi hormat kearah Ying Zheng.
Setelah itu dia langsung kembali ke tempat duduknya di bawah mimbar sana, tanpa banyak bicara.
Setelah Peng Yue sukses kini giliran Zhao Guang peserta terakhir yang maju untuk mencoba tahapan ujian yang harus di lewatinya.
Lalu dia mencoba rintangan kedua, mengangkat patung singa tembaga.
Di sini dia juga berhasil melewati rintangan dengan mudah.
Patung singa yang beratnya beberapa ratus kati, berhasil dia angkat dengan hanya menggunakan satu tangan saja.
Aksi yang di tunjukkan oleh Zhao Guang, kembali berhasil mengundang tepuk tangan meriah dari semua penonton.
Ying Zheng senyum nya semakin lebar melihat kemampuan yang di tunjukkan oleh Zhao Guang.
Selanjutnya Zhao Guang maju ketahap berikutnya, yaitu ujian menahlukkan sapi gila.
Zhao Guang terlihat berdiri di tengah lapangan, menatap tajam kearah sapi gila, yang baru saja di lepaskan dari kurungan.
Sapi itu tidak langsung menerjang kearahnya.
Melainkan mendengus dengus, sambil mengais ngais kan kakinya di atas tanah.
Beberapa saat kemudian sapi itu, baru bergerak menerjang kearah Zhao Guang dengan tanduk nya yang diarahkan kebawah siap mencungkil tubuh Zhao Guang.
Berbeda dengan yang lainnya yang menahlukkan Sapi dengan meraih dan menahan tanduknya.
Zhao Guang setelah melakukan gerakan menghindar kesamping.
Dengan tangannya yang mengeluarkan cahaya hijau samar samar, dengan kecepatan yang sulit di ikuti oleh pandangan mata biasa.
Zhao Guang membabat sepasang tanduk besar sapi gila yang menjadi lawannya.
__ADS_1
"Crackkk..!"
Crackkk..!"
Sepasang tanduk sapi itu langsung terpotong oleh tebasan tangan Zhao Guang yang sangat cepat.
Semua orang baru kaget, saat mereka melihat sapi itu membalikkan badannya.
Bersiap untuk kembali menerjang kearah Zhao Guang, di mana sepasang tanduk sapi itu, kini telah di patahkan.
"Hei lihat tanduk sapi itu sudah patah..!"
teriak salah satu penonton yang tidak dapat menahan diri, untuk buka suara.
Yang lainnya pun berteriak,
"Benar,.. benar.. lihat itu, itu benar benar patah."
"Ehh kok bisa patah ? kapan di patahkan nya .?"
"Kok aku tidak melihatnya..?"
Ucap yang lainnya tidak kalah kaget.
Sesaat kemudian suara sahut menyahut pun terdengar memenuhi sekitar tempat itu.
Semua penonton sama sama berteriak menyatakan rasa terkejut dan penasaran mereka.
Sedangkan di tengah arena, Zhao Guang sendiri tidak ambil perduli dengan kegaduhan di sekitar arena.
Dia hanya berdiri diam fokus dengan Sapi yang sedang bersiap untuk menerjang kearah nya lagi.
Sapi itu kembali berlarian menerjang kearahnya dengan menggunakan kepalanya tanpa tanduk.
"Sreeettt..!"
Sreeettt..!"
Zhao Guang menggeser langkahnya kesamping, dengan gerakan cepat, dia membarenginya dengan sebuah tinju yang mengeluarkan cahaya hijau.
Tepat menghajar otak belakang sapi, yang sedang menyerang dirinya dengan kepala tertunduk.
"Prakkkk..!"
Terdengar bunyi keras, benturan tinju dan tengkorak kepala sapi itu .
"Booommm..!"
Sapi gila itu jatuh tersungkur di atas tanah, tidak bisa bergerak lagi.
Suasana yang tadinya heboh kini semuanya terdiam, melihat hasil.yang Zhao Guang tunjukkan.
Akhirnya terdengar suara tepuk tangan keras dari Ying Zheng, sehingga menyadarkan semuanya, untuk kembali bertepuk tangan. buat Zhao Guang.
Setelah menuntaskan ujian tahap ketiga, Zhao Guang pun melanjutkan dengan mengikuti, seleksi ujian tahapan selanjutnya.
Zhao Guang di arahkan untuk berpindah ke arena keempat untuk mengikuti ujian tahap berikutnya.
__ADS_1